Tips Redesign Website di Tahun 2021

Tips Redesign Website di Tahun 2021

Tips Redesign Website – Memiliki website untuk bisnis kecil maupun menengah tidak akan pernah mudah, bahkan jika website anda sangat sederhana. Sesekali, Anda harus memperbarui desain website atau tampilan website anda untuk memastikan dapat terlihat bagus dan membantu anda dalam mengembangkan bisnis anda tentunya.

Tahukah Anda bahwa desain pada website yang buruk dan kurang menarik dapat merusak konversi dan penjualan online Anda? Website yang tidak menarik membutuhkan sentuhan manis seperti redesign website.

Tidak peduli apa ukuran bisnis atau industrinya, sangat penting bagi Anda untuk mengambil pendekatan strategis untuk mendesain ulang website Anda. Anda perlu mengetahui cara apa yang tidak berhasil, apa yang saat ini akan berhasil, dan tujuan apa yang ingin Anda capai dari redesign website Anda.

Jika tidak, hal ini dapat berdampak buruk terhadap traffic website anda, dan lebih buruk lagi, kesalahan yang terjadi ketika redesign website bisa berakibat pada menurunnya jumlah pengunjung website dan bisa-bisa website anda tidak dikunjungi orang lagi karena SEO nya bermasalah.

Sebelum memutuskan untuk melakukan redesign pada website anda dengan mengikuti tips redesign ini, ada baiknya Anda mengetahui terlebih dahulu apa alasan Anda untuk melakukan redesign dan apa resikonya.

Baca Juga Tips Desain Web Agar Terlihat Elegan dan Profesional

Apakah Website Anda Butuh Redesign ?

Hal pertama yang harus Anda ketahui adalah apakah website Anda benar-benar membutuhkan sentuhan redesign atau Anda hanya ingin mencoba-coba sebuah design padahal traffic website Anda masih bagus dan karena pendapat pribadi Anda ingin mencoba untuk meredesign website Anda ? Itu adalah hal yang salah, oleh sebab itu perhatikan pertanyaan dibawah ini sebelum memutuskan apakah Anda perlu tips redesign website ini.

  • Apakah desainnya terlihat kuno?
  • Apakah konversi / penjualan saya menurun?
  • Apakah Anda pernah menerima keluhan tentang pengalaman pengguna atau masalah terkait desain?

Jika ketiga pertanyaan itu Anda menjawab nya ‘ya’ maka website anda diperlukan untuk melakukan redesign. Penting juga untuk mempertimbangkan pencitraan atau brand bisnis Anda. 

Risiko Melakukan Redesign Website

Sayangnya, proses ketika melakukan redesign pada website yang digunakan oleh sebagian besar bisnis dan pemasaran tidak mempertimbangkan berbagai macam risikonya.

Untuk memahami dampak dari risiko Anda melakukan redesign, pikirkan tentang jumlah perubahan individu yang dibuat selama redesign website. Kalikan dengan kedalaman perubahan untuk setiap elemen-elemen pada website. Bayangkan sejenak daftar perubahan yang diusulkan selama pertemuan terhadap rekan-rekan bisnis Anda.

Anda akan mengubah judul beranda, citra, tata letak template seluruh situs, desain navigasi, font, keranjang belanja atau tata letak formulir, dan masih banyak yang lainnya.

Kapan tepatnya Anda membahas risiko semua perubahan ini? Mungkin beberapa dari perubahan itu membantu konversi, dan beberapa mungkin hasilnya tidak seperti yang diharapkan. Bagaimana Anda tahu mana yang memiliki efek positif atau negatif?

Dalam kebanyakan kasus, diskusi tentang mitigasi risiko tidak terjadi.

Pemasar biasanya melakukan redesign tanpa proses untuk menguji template halaman dan halaman yang sedang diubah. Tidak ada sistem yang diterapkan untuk memantau dan membenarkan perubahan tersebut terhadap nilai konversi pada website.

Jika Anda ingin mengurangi risiko ini, dapat dilakukan dengan strategi pengoptimalan konversi yang ketat dan terstruktur. Hal Ini membutuhkan proses yang mencakup pemahaman audiens target, memprioritaskan pengujian untuk menyelesaikan masalah yang menghalangi konversi pada website, menyiapkan launching pada website, dan menganalisis dari data untuk membuat perubahan yang diinformasikan.

Perusahaan yang menggunakan proses terstruktur yang menyertakan pengujian terpisah sebagai bagian dari strategi pengoptimalan konversi, akan mendapatkan peningkatan penjualan yang signifikan sekaligus dapat mengurangi risiko.

Faktanya, bisnis atau perusahaan yang melakukan pendekatan terstruktur untuk pengoptimalan konversi website, dua kali lebih mungkin mengalami peningkatan penjualan yang besar dibandingkan yang lain.

Tips Redesign Website

Setelah memahami apakah Anda benar-benar butuh redesign website dan mengetahui apa resikonya, sekarang Anda bisa melakukan redesign dengan tips redesign website ini jika website anda benar-benar perlu untuk redesign.

  1. Definisikan ulang Tujuan Anda

Sebelum Anda memulai redesign website Anda, Anda harus mencari tahu tujuan yang seperti apakah yang sekiranya Anda ingin capai.

Tanyakan pada diri Anda, apakah tujuan Anda untuk mendapatkan audiens baru, atau apakah Anda ingin meningkatkan standar kinerja dari SEO website Anda?

Sebagai contoh, jika tujuan Anda adalah mengubah merek situs Anda, elemen desain ulang yang baru harus dapat mencerminkan perubahan itu. Anda juga harus memilih tipografi, gambar, dan warna yang secara realistis sesuai dengan tampilan pada website Anda kedepannya.

  1. Pahami UX Journey ( Pengalaman Pengguna )

Untuk meningkatkan popularitas dari situs website Anda, Anda harus berpikir seperti pengguna ketika mereka melihat website Anda.

Sebagai awalan, pahami tujuan pasar sasaran Anda untuk dapat mengunjungi situs Anda dan kemudian buat daftar untuk mengeceknya. Idealnya, akan lebih baik jika Anda merencanakan navigasi dan menu utama yang dapat memudahkan pengguna.

Jika menjadi pengunjung, misalnya, dapat menemukan informasi produk atau layanan Anda dengan beberapa klik saja tanpa diarahkan ke banyak halaman yang tidak perlu, ada kemungkinan besar bahwa pengunjung akan kembali ke situs Anda.

  1. Buat Kesan Pertama Menarik

Baik itu melalui iklan, media online, atau hasil pencarian google, Anda harus membuat kesan pertama yang baik ketika setiap kali pengguna baru mengunjungi website Anda.

Landing page adalah cara terbaik untuk melakukan ini. Merancang Landing page yang luar biasa dengan proposisi nilai yang jelas dan ajakan bertindak yang baik dapat menjadi kunci untuk meningkatkan konversi pada website Anda.

  1. Percepat Loading Website

Bukan rahasia lagi bahwa Anda kehilangan setidaknya 1-2% dari audiens Anda karena loading website anda melebihi 5 detik.

Detik mungkin tidak banyak berarti secara real-time di dunia nyata, tetapi itu berpengaruh pada audiens Anda. Selain itu, audiens yang terburu-buru pasti saat ini menginginkan situs yang dimuat secara instan dan cepat.

Jadi, anda harus gabungkan elemen redesign website yang akan dapat mengoptimalkan loading pada website yang jauh lebih cepat di semua versi browser dan perangkat mobile.

Oleh karena itu, perhatikan halaman desain yang mungkin memiliki navigasi pengguna yang rumit.

  1. Design Minimalist dan Rapi

Pendekatan less is more bekerja karena pengguna tidak ingin merasa terbebani oleh desain situs web Anda yang ramai dan berantakan.

Hal yang Anda harus hindari dalam mendesain ulang situs web baru Anda adalah halaman web yang berantakan dengan informasi tekstual, gambar, atau grafik yang berlebihan.

Selain itu, desain ulang yang minimalis dan tidak terlalu berantakan sangat penting untuk diterapkan agar Anda tidak ingin pengunjung Anda bingung. Aturan yang sama berlaku untuk font, tipografi, dan warna latar belakang situs Anda.

Pilih beberapa font dan manfaatkan dalam berbagai ukuran untuk mendapatkan efek yang sempurna. Detail kecil seperti bayangan, warna, gradien, dan bayangan warna bisa sangat membantu untuk menciptakan tampilan yang lebih elegan pada website.

  1. Tetap Perhatikan SEO

Saat mendesain ulang situs Anda, salah satu prioritas Anda adalah Pengoptimalan Mesin Pencarian untuk website anda. Ketika mengubah isi atau kontennya, anda harus benar-benar memperhatikan SEO nya tetap bisa bekerja dengan baik.

Faktanya, sebagian besar elemen ketika redesign website dapat mempengaruhi konten, tag Meta, dan mekanisme SEO pengembangan lainnya. Triknya adalah menggabungkan upaya redesign website Anda dengan taktik pengoptimalan mesin pencarian google.

  1. Jangan Ragu Untuk Membuat Struktur Ulang Konten

Konten di halaman website Anda adalah yang menarik pengguna dan mempengaruhi mereka untuk menelusuri halaman-halaman lainnya dalam website anda.

Berlawanan dengan persepsi yang salah arah, konten lebih dari sekadar deskripsi dan artikel produk di situs Anda.

Konten Anda harus mewakili kombinasi font, animasi, foto profesional, gambar, dan faktor lain yang mungkin menarik bagi pengunjung Anda. Bahasa konten tunggal, misalnya, dapat membantu Anda menyampaikan citra bisnis Anda dan membentuk hubungan antara Anda dan pengunjung.

Itulah tadi beberapa tips redesign website yang bisa anda terapkan jika ingin melakukan redesign pada website yang anda punya. Perlu diingatkan kembali bahwa lakukan redesign website jika anda benar-benar membutuhkannya.

Sumber Referensi :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *