Tips Portofolio Desain Grafis Agar Hasil Maksimal

Tips Portofolio Desain Grafis Agar Hasil Maksimal

Tips Portofolio Desain Grafis – Jika anda seorang desainer grafis, mempunyai portofolio merupakan senjata untuk membantu mendapatkan proyek baru calon klien atau pelanggan. Dengan portofolio ini mereka akan dapat menilai kemampuan dan karakter desain yang anda buat, apakah memang sudah sesuai dengan kebutuhan mereka atau tidak. Jika anda sudah banyak membuat desain yang hasilnya memukau tetapi anda tidak bisa menyusunnya dengan baik dan benar pada sebuah portofolio maka hal itu akan mengurangi tingkat anda dalam mendapatkan perhatian dari klien. Anda haruslah dapat membuat layout portofolio yang sesuai dengan karakter anda.

Baca Juga Tips Desain Web Bisnis Seperti Profesional

Beberapa Tips Portofolio Desain Grafis 

Selain penting untuk mendatangkan klien, portofolio yang menarik juga bisa anda gunakan untuk melamar pekerjaan. Jika anda merasa bingung dan kehabisan ide untuk membuat portofolio yang menarik, anda bisa mencoba tips portofolio desain grafis ini untuk membantu anda dalam menyusun sebuah portofolio.

  1. Menentukan Tujuan Portofolio

Tips pertama bila anda baru ingin membuat portofolio desain grafis adalah menentukan tujuan yang jelas, untuk apakah portofolio tersebut. Dengan menentukan tujuan anda dapat menyesuaikan isi portofolio desain grafis yang akan anda buat nantinya.

Jika portofolio yang anda ingin buat untuk mencari pekerjaan, mungkin akan lebih baik bila anda membuat portofolio desain grafis yang menampilkan hasil dari desain-desain yang masih terkait dengan pekerjaan yang ingin anda lamar. Sehingga portofolio anda akan dinilai profesional karena menempatkan karya-karya terbaik yang berhubungan dengan masalah pekerjaan yang ingin dilamar.

Tapi jika anda hendak membuat portofolio desain grafis untuk menarik calon klien baru ataupun yang lainnya, maka anda harus menampilkan contoh proyek-proyek yang berhasil anda tangani dengan baik yang dapat menunjukkan bagaimana hasil dari desain anda disukai oleh klien-klien nantinya.

  1. Pilih Karya Yang Ingin Ditampilkan

Setelah menentukan tujuan untuk membuat portofolio selanjutnya anda disarankan untuk mengumpulkan dahulu semua hasil proyek yang sudah anda kerjakan. Baik itu dari proyek kecil sampai juga proyek besar.

Anda bisa coba urutkan sesuai dengan hasilnya, mulai dari yang biasa-biasa saja sampai yang hasilnya terbaik dari semuanya. Klien biasanya melihat beberapa karya yang terbaik sebagai titik awal penilaian mereka terhadap kinerja anda sebagai desainer grafis.

Klien menyukai desainer yang memiliki berbagai macam keterampilan, tetapi mereka umumnya lebih suka mempekerjakan seseorang yang benar-benar ahli dalam bidang yang mereka butuhkan saat itu.

Mereka biasanya mengutamakan hal itu daripada seseorang yang memiliki pemahaman dasar tentang banyak aspek desain yang berbeda-beda tapi tidak menguasai salah satunya.

  1. Pilih Platform Yang Tepat

Tips membuat portofolio desain grafis selanjutnya yang harus anda perhatikan adalah memilih platform yang tepat untuk menampilkan hasil karya-karya yang sudah anda buat sebelumnya.

Tidak ada salahnya bila anda menggunakan situs dengan membeli domain URL khusus untuk lebih membuat orang percaya akan desain anda. Ini akan menunjukkan profesionalisme anda sebagai seorang desain grafis di mata klien. Memiliki situs website sendiri juga membantu anda agar lebih mudah mengatur portofolio sesuai dengan kebutuhan yang anda perlukan.

Namun jika anda tidak ingin membeli domain sendiri, anda juga tetap bisa memanfaatkan beragam platform gratis untuk portofolio desain grafis seperti wordpress atau blogspot lalu pilihlah yang paling sesuai dengan kebutuhan yang anda cari. 

  1. Dapatkan First Impression Yang Baik

Dengan segala karya yang sudah anda buat, buatlah klien memiliki gambaran jelas saat pertama kali melihat karya-karya anda sebagai seorang desainer grafis. Gambaran jelas ini maksudnya seperti style gambar, fokus, dan juga spesialisasi desain anda.

Jika anda membuat portofolio di dalam website, anda harus menampilkan dengan jelas siapa diri dan kemampuan anda.

  1. Tunjukan Kepribadian Anda

Setiap portofolio desain grafis tentu akan menunjukan gaya unik dari masing-masing desainer grafis tersebut. Semakin unik dan menarik, maka akan semakin tertarik juga calon klien untuk melihat desain-desain anda.

Itu sebabnya jangan lupakan untuk memberi sentuhan dan cerminan kepribadian kepada portofolio anda agar lebih personal di mata calon klien nantinya. Bagaimanapun calon klien tentu saja ingin mengetahui hal tersebut.

  1. Coba Ceritakan Hasil Desain Anda

Jangan hanya fokus mengunggah gambar, cobalah sekali-sekali ceritakan kisah di balik desain atau karya yang anda hasilkan. 

Dengan melakukan ini anda dapat menjadikan hasil karya tersebut sebagai sebuah studi kasus yang dapat menjelaskan proses kreatif yang anda lewati sebelumnya.

Beberapa hal yang bisa anda ceritakan misalnya adalah tujuan klien dan bagaimana desain anda menjawab tujuan dari klien.  Atau jelaskan apa kendala dan tantangan yang anda hadapi beserta ketika membuat sebuah desain dan bagaimana anda bisa melewati semua kendala tersebut.

Berikan pula gambaran apakah seluruh proyek adalah tanggung jawab anda atau anda hanya menjadi bagian dari tim desain. Ceritakan bagaimana anda sampai pada desain final dan bagaimana keberhasilan yang anda hasilkan dari desain tersebut. 

Penutup

Itulah tadi beberapa tips portofolio desain grafis yang bisa anda coba terapkan ke dalam portofolio yang anda miliki saat ini. Anda juga bisa menerapkan itu ketika anda baru membuat sebuah portofolio. Jika anda sudah pernah menangani klien sebelumnya, anda bisa menaruh testimoni dari mereka untuk membuat portofolio anda semakin meyakinkan.

Sumber Referensi :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *