Tips Membuat Flat Design Agar Terlihat Profesional

Tips Membuat Flat Design Agar Terlihat Profesional

Tips Membuat Flat Design – Pada artikel ini kita akan membahas tentang flat design. Anda mungkin pernah mendengarnya karena ini adalah salah satu tren utama dalam dunia desain digital selama beberapa tahun ini. Mari kita lihat lebih dekat tren ini dan ketahui dari mana asalnya dan apa yang perlu anda lakukan untuk membuat desain flat yang bersih, jelas dan responsif.

Apa Itu Flat Design ?

Flat design diketahui telah lama digunakan sebelum menjadi tren besar dalam komunitas desain. Kemudian mulai meluas di tahun 80-an karena teknologi yang belum mampu menciptakan dan mendukung efek, tekstur dan bentuk yang kompleks.

Flat design, seperti yang kita lihat sekarang, mulai mendapatkan popularitasnya setelah Microsoft mulai merilis produk bergaya desain Metro. Metro adalah bahasa desain UI yang dibuat oleh Microsoft dan ini semua tentang sederhana, bersih dan modern.

Pada tahun 2010, Microsoft merilis Windows Phone 7, yang menggunakan UI design flat sederhana dengan tepi tajam dan grafis yang jelas, yang diwarisi dari salah satu produk Microsoft sebelumnya (Zune). Nantinya, terinspirasi oleh kesuksesannya, Microsoft merilis OS Windows 8, berdasarkan grafis desain bergaya Metro yang sama.

Akhirnya, desain flat mencapai puncak popularitasnya di tahun 2013, saat Apple meluncurkan iOS 7, menghadirkan desain barunya dan benar-benar mengubah semua elemen UI sebelumnya, termasuk ikon dan font.

Setelah itu, Google juga mengalihkan gaya halaman web dan aplikasinya ke desain flat, menamainya Desain Material. Google memiliki keseluruhan bagian yang didedikasikan untuk Desain Material, termasuk tujuan, prinsip, dan pedoman yang bagus untuk membuat ikon material, UI, tata letak dan sebagainya.

Sejak saat itu, desain flat telah menjadi arahan kunci dalam desain selama beberapa tahun terakhir, membuat website, aplikasi dan elemen desain yang elegan, rapi dan stylish.

Contoh Flat Design by Idseducation

Baca Juga Filosofi Warna yang Wajib di ketahui pada Graphic Design

Tips Membuat Flat Design

Dilansir dari Saidoen, Flat desain merupakan hal yang paling indah dengan kesederhanaannya, menurut kami. Kami suka sekali melihat template, poster, bahkan konten yang menggunakan teknik flat design. Dengan gambar yang sederhana, flat design tetap tidak meninggalkan arti dan nilai dari apa yang disampaikannya. Hal ini lah yang membuat flat design menjadi trend bagi para pegiat desain.

Berikut beberapa tips membuat flat design untuk kalian :

1. Buatlah Simpel

Flat design seperti artinya, desain yang flat atau datar, karena tidak adanya unsur dan efek tiga dimensi. Gaya flat adalah visualisasi objek dua dimensi. Terkadang kita hanya menggambarkan siluet atau garis besar yang membuat objek sebenarnya bisa dikenali, tanpa detail.

Minimalisme adalah tren global saat ini, kesederhanaan bentuk dan penggunaan tepi/sudut menekankan desain yang rapi dan menarik secara visual. Bentuk sederhana yang lebih mudah dipahami. Benar-benar membuat potongan desain terlihat minimalis dan bersih, menghindari tampilan yang berantakan.

2. Buatlah Sketsa

Nah, untuk kalian yang baru belajar teknik flat design, kami sarankan untuk membuat sketsa terlebih dahulu. Buat sketsa di kertas, dengan sederhana. Mungkin hanya garis dan perpaduan Geometris. Buatlah sketsa seperti kalian menggambar waktu kecil, hanya gambar sederhana.

Ini nantinya akan sangat membantu kalian dalam mengonversi gambar di kertas ke CorelDRAW atau Adobe Illustrator.  Flat design adalah teknik tercepat untuk mengubah gambar sederhana dari kertas menjadi seni vektor yang sempurna.

3. Kesederhanaan Paling Utama

Flat Design dibuat sebisa mungkin agar meninggalkan kesan sederhana tanpa adanya banyak objek-objek yang mengganggu. Jika ingin membuat sebuah flat design, perlu diperhatikan bahwa desing yang bagus berawal dari sebuah kesederhanaan kemudian dipadukan dengan nilai-nilai seni sehingga hasilnya bisa menjadi sebuah flat design yang terlihat profesional.

4. Kurangi Efek

Flat design lahir karena adanya kesederhanaan. Jika masih terdapat elemen da efek tiga dimensi, itu bukan flat design.

Dalam tips membuat flat design, hal ini sangat penting dan kalian harus ingat-ingat. Untuk membuat flat design jangan sampai memakai efek seperti, gradien, blur, glow, tekstur, pencahayaan, dan overtone. Teknik flat design adalah cara visualisasi objek dua dimensi. Selain itu, objek yang kompleks akan disesuaikan dan disederhanakan.

Karena sekarang bentuk yang sederhana akan sangat mudah dipahami banyak orang. Dalam membuat flat design, kalian harus benar-benar membuat desain terlihat minimalis dan bersih.

5. Pemilihan Warna

Aspek ini sangat penting dalam teknik flat design. Pemilihan warna yang cerah dan berani adalah karakteristik dari flat design itu sendiri. Perpaduan warna yang cerah, berani, bersemangat, dan jenuh sangat penting untuk desain flat. Pemilihan warna pada flat design sebenarnya tidak terbatas, tapi bagaimana kalian harus bisa memadukan warna-warna tersebut agar terlihat nyaman dan tidak berantakan.

Jika kalian sudah mahir dalam dunia desain, dan menguasai pewarnaan objek. Kalian dapat bermain-main dengan palet warna yang tersedia di Corel dan Adobe Illustrator. Tapi jika kalian masih pemula dalam hal itu, kami ada solusinya.Ini adalah layanan Adobe Color CC, kini kalian dapat mengaksesnya langsung lewat website atau produk dari Adobe itu sendiri. Alat ini sangat fleksibel dan mudah dalam penggunaannya. Alat ini akan membantu kalian untuk membuat palet warna kalian sendiri.Ada beberapa layanan serupa, antara lain yaitu Coolors, FlatUIColors.com oleh Designmodo. Dan masih banyak lagi.

6. Belajar Teliti

Walau flat design dikenal dengan sederhana, bukan berarti pembuatannya cepat dan meninggalkan ketelitian. Masalah yang sering muncul adalah desain yang sudah bagus, tapi tidak menarik.

Ketelitian disini sangat dibutuhkan. Dalam membuat flat design dibutuhkan pengalaman. Cobalah untuk berlatih setiap hari, dengan berbagai model dan type flat design. Hal ini akan menjadikan kalian terbiasa, dan akan mudah untuk mengidentifikasi kesalahan-kesalahan kecil.

7. Terapkan Long Shadow

Seperti disebutkan di atas, flat design cenderung sederhana dan luas, itulah mengapa flat design tidak menggunakan segala jenis efek. Namun, ada satu efek yang muncul dari desain flat dan ini menjadi tren dan salah satu fitur penting.

Fitur penting itu yaitu efek Long Shadow. Fitur tersebut memiliki beberapa karakteristik khas yang membuat efek ini dikenali. Fitur tersebut membentuk rotasi 45 derajat dan memanjang serta berukuran besar. Jadi bayangan panjang tersebut benar-benar mencirikan ke desain flat.Efek seperti itu membuat objek terlihat lebih tiga dimensi, tetapi tetap menjaga tampilan flat.

8. Font Yang Tepat

Tipografi memainkan peran besar dalam desain flat. Tipografi sederhana biasanya digunakan dalam desain flat, membuat keseluruhan potongan desain terlihat bersih dan mudah dibaca. Kamu bisa menemukan banyak font gratis di Font Squirrel dan DaFont, sumber font gratis yang sesuai dengan selera. Pastikan Kamu membaca lisensi terlebih dahulu, ada yang untuk keperluan personal dan ada juga komersial. Sebagian besar desain dengan gaya flat cenderung menggunakan huruf besar dan warna yang kontras, itu yang membuat teks mudah dibaca.

Untuk memilih font harus dengan hati-hati. Font harus menyesuaikan dengan desain yang dibuat. Tetapi bukan berarti kamu tidak bisa menggunakan font Serif atau beberapa font tulisan tangan yang rumit. Tetap konsisten pada tampilan minimalis dan menjaga keseimbangan.

Namun flat design yang paling disarankan adalah font Sans Serif, karena bentuknya lebih lurus dan ketat serta semua elemen ilustrasi bergaya flat.

Kelebihan Flat Design

Dilansir dari techsignticFlat, design telah menjadi begitu populer karena banyaknya kelebihan dan kenyamanan, namun masih ada beberapa kekurangan yang dihadapi oleh desainer saat menggunakan gaya flat design ini. Coba kita simak kelebihan dan kekurangan dari flat design.

  1. Tren

Flat design telah berkembang menjadi tren, menarik banyak perhatian positif di kalangan designer dan web designer. Gaya ini semakin meluas dan memperoleh beberapa bentuk dan fitur baru, secara bertahap berubah menjadi sesuatu yang lebih kreatif.

  1. Kesederhanaan

Desainnya simpel sederhana, minimalis, dan bersih. Ketika membuka situs web, flat design sangat membantumu untuk lebih fokus pada konten, bukan pada efek visual yang ribet dan mengganggu. Ini juga digunakan pada UI (User Interface) aplikasi seluler, desain yang bersih dengan tombol  flat besar membuatnya sempurna untuk bekerja pada perangkat mobile.

  1. Pewarnaan

Penggunaan warna adalah poin besar lainnya dari flat design. Warna terang dan berani terlihat menarik dan bersih, dan minimnya gradasi membuat tampilan desain menjadi modern. Terlebih lagi, warna bersih seperti itu membuatnya terlihat lebih menarik dan menciptakan suasana hati yang tepat. Ada banyak kelebihan lain dari flat design, tetapi tidak ada desain yang sempurna. Masih ada beberapa kekurangan yang harus kita sebutkan:

Kekurangan Flat Design

  1. Tidak responsif

Terkadang, kurangnya detail tambahan atau efek visual membuat sangat sulit untuk antarmuka yang mudah digunakan dan user-friendly. Tidak semua pengguna benar-benar merasa nyaman dengan desain ini, mungkin karena kesulitan untuk menemukan elemen yang dapat diklik pada halaman web atau elemen yang perlu Kamu sentuh dalam aplikasi mobile dikarenakan tidak interaktif.

  1. Masalah tipografi

Seperti disebutkan sebelumnya, tidak semua font sesuai desain flat. Terkadang potongan desain seperti itu dengan huruf tebal dan lurus tampak sangat seimbang dan bergaya. Namun, memilih tipografi yang salah dapat menyebabkan kegagalan total pada desainmu. Kamu benar-benar perlu merasakan font mana yang sesuai untuk flat design dan mana yang tidak. Keterampilan tipografi yang lemah bisa membuatnya sangat sulit untuk memilih font yang tepat.

  1. Visual Lemah

Terkadang flat design mungkin terlihat terlalu sederhana dan tidak menarik. Minimalismenya juga bisa menjadi kerugian terbesar bagi flat design karena semua desain akhirnya terlihat sama.

Agak sulit untuk membuat ikon atau halaman web yang berbeda dari desain orang lain, karena kita menggunakan bentuk sederhana yang disederhanakan, palet warna yang terbatas dan font serupa. Alhasil, desain flat lama-lama terlihat membosankan.

Itu lah beberapa tips membuat flat design agar menghasilkan desain yang profesional, semoga artikel ini dapat membantu kalian untuk berkarya kedepannya.

Sumber Referensi :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *