Framework atau CMS ? Lebih Pilih Mana ?

Framework atau CMS ? Lebih Pilih Mana ?

Framework atau CMS – Ada yang sudah punya website ? Atau Anda masih bingung untuk membuat website? Atau, Anda sudah membuat website dengan Framework atau CMS namun tidak tahu perbedaannya? Baiklah, kali ini kami akan berbagi info mengenai CMS dan Framework.

Anda pernah mendengar istilah atau kata WordPress, Drupal, Yii, Joomla, Zend, CodeIgniter, dan sebagainya? Apa sih itu? Kali ini kami akan sedikit mengupas mengenai Framework dan CMS (Content Management System) yang sering digunakan dalam membangun sebuah website.

Dalam dunia teknologi informasi terutama untuk urusan pemrograman, anda tentu sudah tidak asing dengan istilah framework dan CMS. Meski anda sudah sering mendengar kedua istilah ini, namun mungkin anda masih belum memahami dengan baik arti dari masing masing istilah tersebut, apa kegunaannya dan mana yang lebih baik. Untuk itulah dalam kesempatan kali ini, kami akan membahas tentang mana yang lebih baik antara framework atau CMS untuk menambah informasi anda seputar dunia pemrograman.

Baca Juga Pahami Pentingnya Jenis Website Berdasarkan Klasifikasinya 

Pengertian CMS

CMS (Content Management System) adalah sebuah kerangka kerja manajemen konten dan didasarkan pada modul daripada kode. Siapapun dapat menangani CMS karena tidak memerlukan pengetahuan pemrograman. Tentu saja seorang programmer juga dapat menggunakan CMS karena mereka dapat melakukan pekerjaan mereka lebih cepat

CMS adalah singkatan dari (Content Management System). Merupakan sebuah software yang memungkinkan seseorang untuk menambah, menghapus, atau memanipulasi isi dari suatu situs web. Dalam CMS, tidak diperlukan keahlian khusus dalam menguasai bahasa pemrograman web seperti HTML, PHP, ASP, dsb. Proses memodifikasi atau manipulasi datanya berbentuk GUI (Graphics User Interface), tidak berbentuk coding. Kemampuan dari CMS berbeda-beda, walaupun begitu, kebanyakan dari software ini memiliki fitur publikasi berbasis web, manajemen format, kontrol revisi, pembuatan index, pencarian, dan pengarsipan.

Contoh CMS antara lain :

  • Joomla
  • Drupal
  • WordPress
  • Plone
  • VBulletin
  • Moodle

Pemanfaatan CMS antara lain:

  • Situs web perusahaan, bisnis, organisasi, atau komunitas
  • Galeri foto
  • Aplikasi E-commerce (Jual-Beli Online)
  • Mengelola website pribadi (Blog)
  • Situs E-learning

Kelebihan CMS

CMS mudah digunakan, terutama untuk kalangan non-programmer atau orang awam yang tidak mengerti tentang pemrograman.Oleh sebab itu, beberapa kelebihannya antara lain :

  1. Dapat membantu semua orang untuk menuangkan Ide-ide yang mereka punya untuk dibagikan ke seluruh penjuru.
  2. Mempunyai tampilan (dashboard) yang lebih user-friendly jika dibandingkan dengan Framework. tidak memerlukan skill programming karena bisa langsung Drag & Drop.
  3. SEO lebih mudah dengan menggunakan Plugin dari marketplace yang ada.
  4. Fokus dengan isi konten tanpa harus mengkhawatirkan masalah keamanan blog.
  5. Lebih mudah di custom dan bisa berganti tema sesuai selera.
  6. Tidak perlu berurusan dengan Database.
  7. Banyaknya plugin yang tersedia untuk membantu menyelesaikan Task yang kita inginkan.
  8. Hosting yang diperlukan sangatlah murah dibandingkan dengan Framework karena bandwidth yang kecil.
  9. Cocok untuk pemula yang ingin mempelajari Web Development.
  10. Free / Open Source
  11. Jika kita telah menguasai satu CMS, maka akan mudah menggunakan CMS lainnya.

Kekurangan CMS

  1. Tampilan yang terbilang biasa, (standard) dari theme bawaan.
  2. Tidak dapat membuat Web Application yang complex.
  3. Tidak dapat membuat Web Dynamic.
  4. Masalah keamanan yang terbilang kurang.
  5. Permission yang sangat terbatas.
  6. Tidak support untuk skala besar.
  7. Tidak cocok digunakan untuk sebuah Perusahaan.
  8. Adapun kekurangan tersebut bisa kita atasi dengan beberapa tambahan seperti plugin maupun maupun – editing function tertentu.

Pengertian Framework

Framework adalah kumpulan dari fungsi-fungsi/prosedur-prosedur(function, method) dan kelas-kelas (class) untuk tujuan tertentu yang sudah siap digunakan dan disusun secara sistematis berdasarkan kegunaan atau fungsionalitas tertentu untuk mempermudah pembuatan atau pengembangan suatu aplikasi. Sehingga bisa mempermudah dan mempercepat pekerjaan seorang programmer, tanpa harus membuat fungsi atau class dari awal. Jadi, dengan adanya framework, pekerjaan kita akan lebih tertata dan terorganisir. Sehingga dalam pencarian kesalahan dalam pembuatan program akan lebih mudah dideteksi. Intinya, framework merupakan pondasi awal kita sebelum menentukan memakai bahasa pemrograman apa yang akan kita pakai. Setelah kita menentukan mau pakai framework apa, baru kita bangun programnya diatas framework itu. Tanpa framework, kita akan kesulitan saat membuat program. Sebagian besar framework yang beredar saat ini dibangun berdasarkan Konsep OOP (Object Oriented Programming).

Saat kita memutuskan menggunakan framework sebagai pondasi proses pembuatan website, kita masih harus menulis kode, menyusun logika program. Bedanya, kode-kode yang kita tulis harus menyesuaikan dengan lingkungan framework yang kita gunakan. Kita harus menyesuaikan pattern-pattern (pola) yang sudah menjadi acuan dalam suatu framework. Ya, konsekuensi dari menggunakan framework adalah kita harus mempelajari lagi lingkungan pengembangan, aturan-aturan, dan pola pengkodean berdasarkan framework yang kita gunakan. Akan tetapi, hal tersebut dirasa wajar dan akan terbayar lunas setelah kita benar-benar menguasai dan bisa menggunakan framework tersebut.

Disamping menyediakan lingkungan pengembangan sendiri-sendiri, sebuah framework PHP juga menyediakan library fungsi yang disiapkan khusus, yang bisa pengembang gunakan untuk lebih memudahkan dalam pembuatan website dan aplikasi berbasis web. Jadi sat kita menggunakan framework, kita akan menemukan banyak kode dan fungsi-fungsi yang tidak biasa kita lihat pada saat kita membuat program sendiri. Fungsi-fungsi tersebut bukanlah fungsi-fungsi bawaan dari PHP, melainkan fungsi-fungsi yang khusus dibuat oleh pengembang framework masing-masing. Jumlahnya mungkin berbeda, dan gaya programingnya mungkin berbeda, tetapi kegunaannya hampir sama, yaitu mempermudah pengembang yang menggunakan framework tersebut.

Fungsi-fungsi yang terdapat pada masing-masing framework terkadang merupakan pengembangan atau penyesuaian dari fungsi asli PHP. Tujuannya agar lebih mudah digunakan atau agar lebih sesuai dengan kebutuhan pengguna framework.

Kelebihan Framework

  1. More Powerful, of course they are!, come on dude. Are u f*cking kidding me?.
  2. Dapat kita custom sesuka hati dengan tampilan yang berubah-ubah.
  3. Dapat membuat Dynamic Web Apps.
  4. Memungkinkan kita untuk membuat Web App yang Scalable (lebih besar)
  5. Dapat menampung jumlah data yang lebih besar
  6. Dapat membuat sebuah System Management yang sangat Complex.
  7. Gaji yang terbilang cukup tinggi (optional), karena tidak semua orang menguasai semua framework yang ada.
  8. Digunakan oleh hampir semua perusahaan besar.
  9. Sistem keamanan yang lebih terjamin karena standard masing-masing system yang ditentukan sendiri oleh developer maupun owner.
  10. Dapat digunakan kembali (reusable app).
  11. Tidak memerlukan banyak plugin dibandingkan dengan CMS.
  12. System yang sangat dinamis sehingga dapat kita rubah sesuai dengan kebutuhan.
  13. Permission yang dapat dilakukan sesuka hati sesuai kebutuhan.
  14. Support yang sangat melimpah dari para komunitas di seluruh dunia.
  15. Design Pattern yang bisa dibilang dinamis mengikuti alur kita sendiri / developer.
  16. Dan masih banyak lagi kelebihan Framework dibanding CMS yang tidak dapat disebutkan satu persatu.

Kekurangan CMS

  1. Memerlukan skill khusus dengan bahasa pemrograman yang sama.
  2. Membutuhkan budget yang terbilang cukup besar untuk sebuah hosting, tergantung dari aplikasi yang – dibuat.
  3. Terbilang cukup rumit untuk tahap pemula yang baru saja mempelajari Web Development.
  4. Keamanan aplikasi yang bergantung dengan metode yang digunakan developer.
  5. Teknik SEO khusus yang wajib dimiliki agar web tersebut masuk dalam urutan teratas di Google.
  6. Membutuhkan waktu yang terbilang cukup lama untuk menjadi sebuah Web yang utuh dan live.
  7. Nah itulah kekurangan dari Framework jika dibandingkan dengan CMS.

Manfaat Menggunakan Framework Atau CMS

Dari pendapat banyak orang yang menggunakan framework mengatakan jika penggunaan framework membuat pengerjaan coding semakin mudah. Selain itu, anda juga bisa lebih menghemat waktu kerja serta penulisan kode yang panjang serta lebih mudah untuk mengatur kode kode berkas yang bisa disusun sesuai dengan struktur yang ditawarkan framework.

Untuk contoh CMS yang umum dan banyak digunakan diantaranya adalah Drupal, WordPress, Mamboo, PhpBB, Atutor, ZendChart dan lain sebagainya.

CMS biasanya digunakan ketika website hanya perlu untuk menampilkan informasi statis saja dan tidak terlalu banyak melibatkan interaksi user. Ketika CMS sudah diinstall, ditambah dengan modul, plugin, komponen dan beberapa hal lainnya, maka anda sudah bisa langsung mengatur isi dari aplikasi sesuai dengan kebutuhan tanpa harus berurusan dengan kode.

Sedangkan jika anda memilih memakai framework sebagai dasar aplikasi, maka mengartikan jika anda harus menulis kode program, merumuskan kebutuhan klien, memodelkan basis data, merancang aplikasi dan juga tampilan desainnya.

Lalu, apakah berarti framework lebih aman dibandingkan dengan CMS?, jawabannya adalah belum tentu sebab ada juga CMS yang bagus dari segi keamanannya.

Untuk itu ketika anda harus memilih antara framework atau CMS, maka jawabannya sangat tergantung dari fitur apa saja yang harus ada dalam website tersebut dan berapa banyak waktu yang tersedia. Jadi, tidak masalah jika anda memilih framework atau CMS sebab keduanya memiliki kegunaan masing masing dan dibangun juga karena sebuah alasan.

Baca Juga Tips Memilih Nama Domain Untuk Meningkatkan SEO

Sumber Referensi :

Perlindungan Dasar untuk Keamanan Website

Perlindungan Dasar untuk Keamanan Website

Perlindungan dasar keamanan website ini ditujukan bagi Anda yang baru saja memiliki website dan masih belajar lebih jauh mengenai WordPress. Cara di bawah ini memang dasar, tapi jangan meremehkan efeknya.

1. Pastikan Hosting Anda Aman

Tips keamanan web pertama ini merupakan cara terpenting yang tak bisa Anda lewatkan begitu saja. Anda harus pastikan bahwa website Anda sudah berada di hosting yang aman Sebab, langkah-langkah selanjutnya akan sia-sia saja apabila Anda salah memilih web hosting.

Pastikan Anda memilih hosting aman yang mempunyai keamanan website extra, seperti memiliki teknologi keamanan Imunify360. Teknologi tersebut membuat blog atau website Anda terlindung dari serangan para hacker, malware, dan virus berbahaya setiap saat.

2. Install Plugin Keamanan

Website baru tanpa plugin keamanan itu sama saja dengan rumah tanpa tembok, siapapun bisa masuk dan melakukan hal sesuka hati mereka. Jadi plugin keamanan ini adalah langka pertama yang wajib bagi website baru. Berikut beberapa rekomendasi plugin keamanan website yang bisa Anda coba:

  • iThemes Security—tersedia versi gratis dan berbayar. iThemes Security mampu mendeteksi plugin berbahaya, software yang usang, dan password yang lemah.
  • Wordfence Security—sudah digunakan oleh lebih dari dua juta pengguna. Wordfence Security menawarkan firewall, real-time monitoring, scan plugin, dan masih banyak lainnya.
  • SecuPress Free—walaupun gratis, tapi berkualitas tinggi. SecuPress mempunyai fitur seperti Anti Brute Force Login, blokir IP, malware scan, dan lain segudang fitur lainnya.

Sebenarnya, ada banyak sekali plugin keamanan web yang bisa Anda coba selain tiga di atas.

3. Pasang SSL

SSL adalah komponen yang tak terpisahkan dari website di zaman sekarang. SSL membuat pertukaran data antara website Anda dengan pengunjung menjadi aman. Kenapa SSL bisa mengamankan website Anda? Kami berikan contoh di bawah ini.

Misalnya, saat pengunjung memasukkan nomor kartu kredit mereka, SSL akan mengenkripsi data tersebut sehingga hacker tak akan bisa membacanya. Karena hacker tersebut tak memiliki “kunci” untuk membuka gembok enkripsi data itu.

4. Update Website Anda

Jangan mengabaikan pemberitahuan mengenai versi terbaru WordPress, plugin, hingga tema di dashboard Anda. Update versi terbaru tersebut tak hanya menawarkan fitur-fitur baru, tapi juga peningkatan keamanan website yang lebih baik.

Jika tidak mendapat pemberitahuan atau terjadi error pada dashboard, tak usah khawatir karena Anda tetap masih bisa update website Anda. Bagaimana caranya?

Tak perlu khawatir karena terdapat opsi update WordPress secara otomatis. Caranya, Anda masuk saja ke member area dan klik WordPress Management. Setelah itu, geser ke bawah hingga menemukan situs WordPress Anda.

5. Gunakan Username dan Password yang Kuat

Apakah Anda termasuk yang masih menggunakan username ‘admin’ dan password 123456’ untuk login website? Memang kombinasi sangat mudah diingat, tapi juga mudah untuk ditebak hacker.

Hacker mendapatkan informasi login Anda dengan serangan yang disebut dengan brute force attack. Walaupun terdengar menakutkan, tapi ada satu cara simpel untuk mencegahnya, yakni dengan menggunakan username dan password yang kuat.

6. Instal Plugin Backup

Plugin backup berguna untuk mengembalikan kondisi WordPress Anda sebelum serangan hack terjadi. Dengan begini, website Anda tetap bisa berfungsi dengan normal sembari Anda memperbaiki cela keamanan website yang ada.

Nah, beberapa plugin backup WordPress yang kami rekomendasikan adalah :

  • BackupBuddy—sudah lebih dari 1,5 juta pengguna menggunakan plugin backup ini menunjukkan bahwa orang-orang mempercayai kemampuannya. Beberapa fitur utama BackupBuddy adalah backup otomatis, backup terjadwal, dan masih banyak lainnya.
  • BlogVault—salah satu plugin backup WordPress terpopuler ini mempunyai fitur-fitur keren. Mulai dari backup otomatis setiap hari, backup manual, dan penyimpanan file backup selama 90 hari.
  • BoldGrid Backup—plugin ini mempunyai fitur sederhana tapi berguna, yakni backup otomatis dan kemudahan restore.

7. Batasi Percobaan Login

Brute force attack merupakan serangan yang mencoba memasukkan ribuan kombinasi username dan password agar bisa masuk ke dashboard website Anda. Walaupun terdengar menyeramkan, Anda bisa mencegah brute force attack dengan membatasi percobaan login.

Itulah beberapa Perlindungan Dasar Keamanan Website yang sekiranya patut anda ketahui, agar website anda menjadi lebih aman dari serangan berbahaya.

Baca juga blog kami Cara mengelolah website agar pengunjung tidak lari

Cara Mengelola Website Agar Pengunjung Tidak Lari

Cara Mengelola Website Agar Pengunjung Tidak Lari

Cara mengelola website tidak hanya sekedar menjaga agar website dapat diakses dengan baik atau diperpanjang setiap tahunnya. Lebih daripada itu, perlu ada cara mengelola website yang khusus agar website tersebut bisa bersaing di mesin pencari (search engine).

Bagi pemula tentunya perlu banyak pemahaman agar pengelolaan yang Anda lakukan dapat menghasilkan atau mencapai tujuan yang Anda inginkan. Baik tujuan tersebut berupa banyaknya kunjungan di setiap halaman ataupun adanya pembelian dari produk yang ditawarkan di website.

Ternyata cara mengelola website bagi pemula memang bisa dikatakan gampang-gampang susah. Mungkin, bagi para pemula seperti Anda yang baru saja terjun langsung dan menggeluti dunia website akan terlihat sangat sulit.

Diperlukan cara serta langkah yang tepat dalam mengelolanya. Jika terjadi kesalahan, baik itu sering maupun tidak, pastinya hal tersebut dianggap biasa terjadi, namanya saja pemula. Lama-kelamaan, jika Anda terus menggeluti dan mempelajari dunia website pastinya akan terbiasa juga.

Hampir setiap pengguna internet pernah menggunakan mesin pencari untuk memperoleh informasi. Namun, bayangkanlah ketika mesin pencari mengarahkan Anda ke sebuah situs web, tetapi konten situs tersebut sudah usang dan tidak relevan. Mengecewakan bukan? Anda mungkin enggan kembali mengunjungi situs tersebut. Oleh karena itu, tidaklah selesai hanya dengan membuat website, seorang pemilik web perlu memahami cara mengelola website.

Baca Juga Simpel dan Mudah di lakukan, Cara Bisnis Online dengan Website

Apakah Mengelola Website Itu Penting ?

Jika Anda bertanya ke salah satu rekan, mungkin ia akan menjawab tidak penting, karena ia tidak suka hal yang berbau digital atau teknologi. Namun, jika dipandang dari sudut pandang prospek ke depannya, sangat penting bagi Anda untuk memiliki sebuah website. Jika sudah membuatnya, maka hal yang harus Anda perhatikan selanjutnya adalah bagaimana cara mengelolanya.

Mungkin Anda merasa tidak penting, karena belum tahu secara detail apa saja keuntungan dari memiliki web. Perlu Anda ketahui, jika nantinya Anda memiliki web dan kemudian berkembang, Anda bisa mendaftarkan web Anda ke platform yang bisa memberikan biaya.

Maka, sebelum terlambat ada baiknya Anda langsung mulai mengembangkan website Anda dan menerapkan cara mengelola website bagi pemula. Jika merasa masih ada yang tidak dimengerti dan bingung, jangan segan untuk bertanya dan gabung dengan komunitas para pengelola website yang masih pemula dan setara dengan Anda.

Cara Mengelola Website Yang Baik dan Benar

Agar pengunjung tidak lari setelah mampir ke laman Anda, website perlu dirawat secara apik. Anda bisa saja mengelola website sendiri. Terlebih, saat ini sudah banyak platform web yang sangat memudahkan, misalnya mengelola website dengan WordPress. Namun, apabila hal tersebut tidak memungkinkan, Anda dapat memanfaatkan berbagai vendor yang menawarkan jasa mengelola website perusahaan maupun personal. Berikut inilah di antara pengelolaan yang perlu dilakukan.

1. Menulis Konten Yang Relevan

Ketika Anda memutuskan untuk membuat website, maka Anda juga harus memutuskan apa saja konten yang akan ditampilkan di website tersebut. Usahakan konten yang Anda publikasikan saling terkait satu sama lain.

Tujuan dari keterkaitan konten yaitu untuk menjaga agar topik bahasan dan kesesuaian target pengguna. Contohnya jika website Anda mempromosikan tentang jasa pembuatan website, maka topik bahasan yang Anda publikasikan hendaknya seputaran website.

Dengan hal itu, pengguna yang mengunjungi website Anda akan mendapatkan informasi yang relevan dan Anda dapat mempromosikan produk Anda dengan lebih leluasa. Mengelola konten bukanlah hal yang mudah terutama jika Anda dalam posisi pemula.

Di awal Anda akan merasa sedikit susah, dalam membuat konten yang saling terkait satu sama lain. Namun, seiring berjalannya waktu dan semakin banyaknya artikel yang relevan dengan topik website, maka Anda akan dapat dengan mudah mengaitkan artikel baru dengan artikel sebelumnya.

2. Perbarui Konten Secara Berkala

Pembaruan konten secara berkala dapat direalisasikan melalui media blog. Upayakan untuk konsisten mengunggah artikel-artikel baru, bisa setiap hari atau beberapa hari sekali. Melalui blog tersebut, Anda bisa menuliskan hal-hal yang relevan dengan bisnis Anda. Selain itu, artikel berupa tips biasanya disukai oleh pengguna internet sehingga akan sering dikunjungi. Jangan lupakan pula sisipan kata-kata terkait yang sering dicari oleh mesin pencari.

3. Perhatikan Mutu Konten

Konten merupakan jantung dari sebuah situs. Namun, Anda tidak boleh gegabah dalam menerbitkan konten. Pastikan bahwa tulisan yang diunggah memang bagus dan bermanfaat. Artikel yang bertele-tele hanya akan membuat pembaca bosan. Menciptakan konten bermutu mungkin sulit bagi pemula. Namun, memanfaatkan jasa penulisan konten dapat menjadi alternatif cara mengelola website bagi pemula.

4. Membuka Ruang Interaksi Dengan Pengunjung

Bagi website penyedia produk maupun jasa, interaksi dengan pengunjung merupakan salah satu pintu untuk mencuri hati pengunjung. Ruang interaksi dapat berupa kolom komentar, kotak chat, maupun laman kontak. Komentar yang interaktif akan memikat pengunjung sehingga mau datang kembali. Mereka tidak ingin ketinggalan balasan dan komentar-komentar dari suatu konten. Demikian pula, kemudahan interaksi memungkinkan pengunjung menjadikan website Anda sebagai referensi utama terkait produk atau jasa yang Anda tawarkan. Menyediakan media interaksi pun menjadi salah satu cara mengelola website kantor yang paling utama.

5. Buat Konten Lebih Interaktif Dengan Video atau Gambar

Mengelola website WordPress sangatlah menyenangkan karena Anda dapat mudah menyisipkan berbagai plugin dan konten, termasuk video. Dengannya, mengelola website WordPress pun menjadi pilihan cara mengelola website bagi pemula. Alhasil, mengelola website sendiri bukanlah hal yang mustahil dilakukan.

Adapun, video merupakan salah satu media yang mampu menarik perhatian pengguna internet. Tampilan video kerap membuat pembaca penasaran. Oleh karena itulah, menampilkan video di website dapat meningkatkan jumlah pengunjung.  Namun, jagalah agar konten video dan animasi tetap berimbang dengan artikel.

6. Gunakan Judul Yang Menarik

Di antara cara mengelola website bagi pemula, hendaknya pengelola belajar membuat judul konten. Judul yang eye catching akan mudah menarik pengunjung ke website Anda. Jadi, jangan asal-asalan membuat judul. Gunakan kalimat singkat dan masukkan kata kunci yang kira-kira dicari oleh pengguna internet ke dalam judul. Dalam judul, berikanlah manfaat yang dapat diambil oleh pengguna internet. Artikel dengan informasi yang berguna kemungkinan besar akan mengundang pengunjung

7. Maksimalkan Kecepatan Akses Website

Website akan mendapat kesan pertama yang baik jika mudah diakses Untuk itu, gunakanlah server hosting yang cepat dan memperhatikan komponen pada website, misalnya dengan tidak menggunakan fitur-fitur yang berat. Ketika Anda mengelola website dengan WordPress, upgrade dan migrasi hosting pun menjadi hal yang mudah dilakukan.

8. Formasi SDM Yang Handal

Banyak dia antara kita yang menganggap remeh keberadaan website. Bahkan sering meremehkan website, terkadang perusahaan hanya memberdayakan satu orang sumber daya manusia ( SDM ) untuk mengelolanya. Padahal, untu mengelola website yang baik, minimal harus ada tiga sumber daya manusia ( SDM ) yang tergabung dalam satu tim. Yaitu web master, web design, dan penulis yang mempunyai kemampuan marketing. Web master bertugas untuk mempercanggih jaringan dan teknologi website yang dimiliki. Kemudian web design berfungsi memberikan tampilan yang menarik. Dan penulis berfungsi menulis dengan narasi soft-telling yang baik atas seluruh konten tulisan yang disediakan. Memang, perusahaan harus mengeluarkan banyak biaya, tetapi hasil yang diberikan akan cukup memuaskan. Karena timbal baliknya pasti akan banyak konsumen baru yang datang. 

Sebab mendapatkan informasi dari website yang ditampilkan secara lengkap. Namun, bagi pengusaha pemula baik berupa website company profile atau toko online, juga bisa dikelola secara perorangan atau mandiri. Hanya saja, setidaknya kita sebagai pemilik harus bisa mengendalikan dalam hal-hal yang paling mendasar. Seperti up date informas, buat tampilan gambar ilustrasi dari up date yang menarik, nge share ke media sosial lain ( FB, Twitter, WA, dll), buat narasi tulisan yang menarik, dan lain sebagainya.

9. Mengevaluasi Website

Pada dasarnya yang terpenting di dalam website adalah konten yang dipublikasikan. Semakin baik konten yang dimiliki, maka semakin bagus pula respon dari pengguna dan mesin pencari. Evaluasi website merupakan cara mengelola website bagi pemula yang perlu untuk diperhatikan.

Melalui perantara Search Console dan Google Analytics, maka Anda akan mendapatkan informasi mengenai website Anda. Search Console akan membantu Anda untuk memberikan laporan terkait kualitas SEO (Search Engine Optimization) dari website Anda.

Jika kualitas SEO dari website Anda sudah baik, maka Anda dapat memanfaatkan Google Analytics untuk mengevaluasi lalu lintas pengunjung yang mengunjungi website Anda. Anda dapat mengetahui secara detail siapa pengunjung Anda (biasanya ditampilkan diakses dari negara mana, menggunakan perangkat apa, dan lainnya).

Google Analytics akan sangat membantu Anda untuk menganalisis seberapa berhasil optimasi yang Anda lakukan. Ini ditunjukkan dengan besaran trafik dan posisi halaman pada mesin pencari.

Itulah beberapa cara mengelola website agar pengunjung dari website anda tidak lari. Banyak hal yang bisa dilakukan, dan itu semua tergantung dari kita pengelola website agar dapat memaksimalkannya dengan baik dan benar.

Sumber Referensi :