Pengertian SSL/TLS, Pentingkah Untuk Keamanan Website?

Pengertian SSL/TLS, Pentingkah Untuk Keamanan Website?

Pengertian SSL/TLS – Pernah mendengar kata SSL sebelumnya? Mungkin sebagian dari kalian udah pernah dengar tapi belum mengerti apa itu SSL. Atau mungkin sebelumnya ada teman yang menyarankan untuk menggunakan SSL. Tapi masih bingung perlu tidak saya menggunakan SSL. Apa sih efeknya kalau saya pasang SSL di website? Bisa bikin error atau tidak? Website saya terlindungi dari serangan hacker atau tidak? SSL adalah salah satu komponen penting yang harus dimiliki website. Dengan SSL, transfer data di dalam website menjadi lebih aman dan terenkripsi. Bahkan saking pentingnya, Google Chrome melabeli website tanpa sertifikat SSL sebagai Not Secure. Artikel ini akan membahas mengenai pengertian SSL/TLS, Apa itu SSL dan kenapa penting sekali untuk website? Bagaimana cara kerja SSL?

Baca Juga VPS dan Dedicated Server, Jenis Hosting Yang Lebih Tinggi Tingkatannya

Apa itu SSL/TLS ?

Dilansir dari niagahoster, Pengertian SSL/TLS ? Apa itu SSL? Sertifikat SSL atau yang lebih dikenal dengan SSL adalah singkatan dari Secure Socket Layer. Apabila sistem keamanan ini ditambahkan pada website Anda, maka URL website akan berubah menjadi HTTPS. Tujuan utama pemasangan SSL adalah sebagai pengaman pertukaran data yang terjadi melalui jaringan internet.

Di awal tadi kami sempat menyinggung pengertian SSL/TLS, apa beda SSL dengan TLS? Sebenarnya, kini SSL sudah tidak digunakan sama sekali dan sudah digantikan oleh TLS.

Walaupun begitu, karena kebanyakan orang sudah terlalu familiar dengan istilah SSL, perusahaan tetap menggunakan istilah tersebut. Padahal pada dasarnya kini fitur enkripsi yang disediakan adalah TLS.

Keduanya sama-sama mengamankan transfer data di dalam website. Namun, teknologi TLS lebih baik karena lebih baru dan merupakan upgrade dari SSL. Jadi Anda tidak perlu khawatir dengan perbedaan istilah tersebut.

Pentingnya SSL/TLS

Secara garis besar, SSL diperlukan untuk mengamankan website Anda dari ancaman keamanan. Namun, ada juga alasan-alasan spesifik mengapa Anda perlu menggunakan SSL/TLS. Berikut ini alasan-alasan yang dimaksud:

1. Menghindarkan Pencurian Data

SSL/TLS melindungi Anda dari ancaman pencurian data. Caranya dengan melakukan enkripsi atau pengacakan data sensitif . Dengan begitu, sembarang orang takkan bisa membaca data yang Anda punya dan kirimkan.

2. Menghindarkan Salah Kirim Data

SSL/TLS juga berfungsi untuk otentikasi (authentication). Artinya, SSL/TLS memastikan Anda mengirimkan informasi atau data ke server yang sesuai tujuan. Bukannya mengirim informasi ke hacker atau pihak-pihak tak bertanggung jawab.

3. Meningkatkan Reputasi Website

Ketika website sudah terinstall SSL/TLS, browser akan menunjukkan notifikasi tertentu. Di Internet Explorer, biasanya notifikasi akan berwujud block berwarna hijau di address bar. Sedangkan di Firefox maupun Google Chrome, notifikasi akan ditunjukkan dalam bentuk ikon gembok yang terkunci.

Notifikasi ini bermanfaat untuk meningkatkan reputasi dan kepercayaan Anda di mata pengunjung. Dengan adanya notifikasi, pengunjung website takkan ragu untuk mengakses website. Dalam kasus website toko online, calon pembeli juga takkan ragu berbelanja di website Anda.

4. Meningkatkan Ranking Website di Mesin Pencari

Algoritma Google juga lebih menyukai website yang memiliki sertifikat SSL/TLS. Bukan cuma sekadar suka sebetulnya. Google bahkan “melarang” penggunanya untuk mengunjungi website yang tak punya sertifikat SSL/TLS.

Maka tak heran kalau SSL/TLS juga berhubungan dengan ranking website di mesin pencarian. Sebuah riset membuktikan bahwa kebanyakan website dengan sertifikat SSL/TLS punya posisi yang lebih tinggi di mesin pencari.

Cara Kerja SSL/TLS

Setelah mengetahui Pengertian SSL/TLS anda harus mengetahui bagaimana SSL/TLS ini bekerja. Dilansir dari hostinger, Secara digital, cara kerja SSL adalah dengan mengunci cryptographic key ke informasi perusahaan yang hendak diidentifikasi. Data pun akan terenkripsi dengan baik selama proses transfer sehingga pihak ketiga tidak bisa masuk dan mencuri informasi yang sensitif.

Tak hanya private key dan public key, SSL/TLS juga memiliki session key untuk setiap secure session yang unik. Pada saat visitor mengetikkan alamat URL yang telah diamankan SSL ke kolom web browser atau membuka halaman yang sudah dilindungi, browser dan web server akan membuat koneksi.

Selama koneksi awal, public key dan private key akan digunakan untuk membuat session key, yang kemudian mengenkripsi dan mendekripsi data yang sedang ditransfer. Session key ini akan tetap valid untuk waktu yang terbatas dan hanya digunakan di session tertentu.

Anda bisa tahu apakah suatu website menggunakan SSL atau tidak dari adanya ikon gembok atau bar hijau yang muncul di atas browser. Ikon tersebut dapat diklik sehingga Anda bisa tahu siapa yang menyimpan informasi sertifikat dan juga untuk mengelola pengaturan SSL.

Manfaat Menggunakan SSL/TLS

Ada banyak manfaat yang bisa Anda dapatkan jika memasang sertifikat SSL di website Anda. Berikut adalah beberapa manfaat SSL:

1. Meningkatkan Reputasi Website

Apabila URL website Anda masih menggunakan protokol HTTP, Google akan secara otomatis menampilkan peringatan Not Secure setiap kali visitor mengunjungi website Anda. Peringatan tersebut juga akan muncul saat visitor mengisi data atau informasi sensitif seperti data login dan password, form, serta data pribadi dan nomor rekening. Secara tidak langsung, Google memaksa pemilik website untuk mengamankan dan mengenkripsi data yang berada dalam jaringan internet.

2. Mengamankan Transfer Data di Website

Keuntungan menggunakan sertifikat SSL lainnya adalah dengan enkripsi yang dimiliki oleh SSL, data akan menjadi lebih aman. Pertukaran data yang terjadi antara komputer Anda dengan komputer visitor yang berusaha mengunjungi website Anda akan dilindungi oleh public key dan private key. Terlebih lagi, label gembok dan HTTPS akan membantu visitor awam untuk lebih tenang saat mengakses website Anda.

3. Meningkatkan Kualitas SEO

Pemasangan sertifikat SSL di website berpengaruh positif terhadap kualitas SEO Anda. Sejak 2014, Google menerapkan algoritma yang mengutamakan website dengan SSL dibanding website tanpa SSL.

Walaupun SSL hanya salah satu dari sekian faktor SEO yang diterapkan Google, tentu lebih baik jika Anda mengaktifkan SSL. Apalagi kini juga tersedia SSL gratis.

Apa Dampak SSL/TLS Terhadap SEO ?

Pada tahun 2014, Google mengubah algoritmanya untuk mengutamakan website yang menggunakan sertifikat SSL. Sejak saat itulah, sebagian besar website akhirnya memasang SSL. Secara resmi, Google menyatakan bahwa situs dengan SSL memiliki peringkat yang lebih baik dibandingkan dengan situs yang tidak mengaktifkan SSL meskipun semua faktor yang diperhitungkan sama. Selain itu, situs yang aman hanya berhasil menciptakan 1% dari hasil pencarian. Hal ini tentu berbeda jika suatu website menggunakan SSL. Dari 40% hasil pencarian, setidaknya ada satu situs dengan SSL yang muncul di halaman pertama.

Sederhananya, meski sedikit, SSL memberi dampak pada SEO. Dengan menginstall sertifikat SSL ke situs, Anda tidak butuh usaha ekstra untuk memberi tahu orang-orang bahwa situs aman, misalnya dengan membuat inbound link profile yang kuat. Walaupun demikian, bukan berarti Anda lantas tidak menulis profil singkat di website.

Di satu sisi, Anda juga harus ingat bahwa mesin pencari menggunakan beragam metric untuk menentukan peringkat website. Salah satu metricnya adalah seberapa sering orang kembali (bounce back) dari situs ke halaman hasil pencarian. Mengaktifkan sertifikat SSL membuat perbedaan antara user yang langsung masuk ke situs Anda atau klik melalui mesin pencari. Metric lain yang digunakan untuk memberi peringkat pada situs dapat terpengaruh ketika Anda memilih untuk mengaktifkan atau tidak mengaktifkan sertifikat SSL.

Memasang SSL tentu berdampak pada performa website Anda di mesin pencari. Namun, ini bukanlah satu-satunya alasan mengapa Anda harus beli SSL. SSL juga bisa dimanfaatkan untuk meraih lebih banyak kepercayaan pelanggan dan meningkatkan SEO.

Kapan Tepatnya Memasang SSL/TLS ?

Dilansir dari hostinger, SSL/TLS wajib dipasang kapan pun ketika informasi sensitif, seperti username dan password, atau proses pembayaran, sedang ditransfer atau dipindahkan.

Sertifikat SSL/TLS bertanggung jawab untuk memastikan bahwa hanya ada satu – orang atau organisasi yang diizinkan uploader – yang dapat mengakses data yang sedang dipindahkan. Tentunya hal ini sangatlah penting mengingat ada banyak perangkat dan server yang harus dilewati oleh suatu informasi sebelum akhirnya tiba di ‘tempat tujuan’.

Ada tiga alasan utama mengapa Anda harus mengaktifkan SSL/TLS di website:

  • Anda membutuhkan otentikasi. Server apa pun bisa berpura-pura menjadi server Anda, mencuri semua informasi yang dikirimkan lewat website Anda. Di sini, SSL/TLS memungkinkan Anda untuk menampilkan identitas server sehingga visitor atau klien bisa tahu siapa Anda.
  • Untuk mendapatkan kepercayaan. Jika Anda sedang mengelola situs e-commerce atau meminta data penting dari user, maka hal pertama yang harus dilakukan adalah membangun kepercayaan. Memasang SSL/TLS adalah cara yang cukup efektif untuk menunjukkan pada semua visitor dan klien bahwa website Anda benar-benar bisa dipercaya.
  • Patuh dengan aturan yang ditetapkan. Di beberapa industri dan bidang, seperti keuangan, Anda diwajibkan untuk mengelola dan mempertahankan keamanan dasar. Selain itu, juga ada panduan Payment Card Industry (PCI) yang harus diikuti jika Anda ingin klien memasukkan informasi kartu kredit via website. Untuk itu, salah satu syarat yang harus dipenuhi adalah penggunaan sertifikat SSL/TLS.

SSL dapat digunakan di hampir semua perangkat sehingga sangatlah mungkin jika sertifikat ini dijadikan pilihan serbaguna di zaman multi-device. Menggunakan SSL memiliki banyak kelebihan, terutama di sisi waktu dan uang.

Jenis-jenis SSL/TLS

Menurut niagahoster, SSL/TLS dibagi menjadi 3 yaitu:

1. Domain Validated SSL (DV SSL)

SSL ini sangat direkomendasikan bagi SMB (bisnis berkembang) yang membutuhkan solusi dengan harga yang terjangkau. Sertifikat SSL level DV ini hanya memerlukan kepemilikan domain, yakni validasi DNS atau email.

DV SSL hanya akan menampilkan informasi bahwa website Anda adalah website yang aman dan terenkripsi. Jadi, tidak disarankan bagi e-commerce untuk menggunakan SSL level ini. DV SSL cocok digunakan pada website testing atau situs internal bisnis Anda. Apabila Anda menggunakan sertifikat ini, penanda bahwa domain telah aman adalah dengan HTTPS dan gembok warna hijau.

2. Organization Validated SSL (OV SSL)

SSL ini sejatinya sama seperti DV SSL. Namun, pemilik domain harus melakukan verifikasi dengan menunjukkan bukti kepemilikan dan legitimasi domain. Artinya, penerbit sertifikat atau CA (Certificate Authority) seperti GeoTrust, Comodo, dan lain-lain akan memastikan bahwa domain tersebut telah terdaftar dengan informasi nama bisnis, lokasi, dan informasi legal lainnya.

OV SSL biasanya digunakan pada website perusahaan agar tampak lebih aman dan terpercaya bagi visitor. Apabila Anda menggunakan sertifikat ini, penanda bahwa domain telah aman adalah dengan HTTPS dan gembok warna hijau.

3. Extended Validated SSL (EV SSL)

EV SSL memiliki keamanan tingkat tinggi dan sangat direkomendasikan bagi bisnis online Anda, terutama website e-commerce. Ciri EV SSL ini adalah dengan tertulisnya nama bisnis Anda dengan warna hijau pada URL bar di dekat nama domain.

EV SSL mengharuskan pemilik domain untuk memverifikasi kepemilikan domain dengan beberapa dokumen legal. Hal ini karena biasanya SSL ini digunakan bagi mereka yang memiliki badan usaha terpercaya seperti PT, CV, dan Departemen Negara.

Kesimpulan

Pengertian SSL/TLS – SSL merupakan singkatan dari Secure Sockets Layer (sedangkan TLS adalah kependekan dari Transport Layer Security) yang fungsinya menjamin para visitor ketika hendak mengirimkan informasi sensitif dari dan ke server. SSL mengenkripsi semua data yang ditransfer sehingga tidak bisa dicuri atau disadap oleh pihak ketiga, misalnya hacker dan scammer.

Website yang menggunakan SSL/TLS bisa diketahui dari adanya ikon gembok hijau di kolom alamat browser. Klik ikon tersebut dan Anda bisa tahu secara jelas siapa pemegang sertifikat SSL tersebut. Demikian artikel mengenai Pengertian SSL/TLS, semoga artikel ini dapat menambah wawasan anda semua.

Sumber Artikel :

Apa Itu Web Cache Pada Sebuah Situs Web ?

Apa Itu Web Cache Pada Sebuah Situs Web ?

Apa Itu Web Cache – Dalam dunia digital marketing, banyak dari pelaku usaha yang memanfaatkan website sebagai media pemasaran digital. Bukan hanya website, tapi pelaku usaha digital juga pasti melakukan pemasarannya melalui media sosial.

Tahukah Anda bahwa semua yang terkoneksi dengan internet dan memuat data yang melalui proses loading itu memiliki cache? Pernahkah Anda mendengar istilah itu sebelumnya? Pada intinya, cache merupakan sebuah proses mengulang informasi yang sudah disimpan sehingga aktivitas yang terjadi di browser akan berlangsung lebih cepat.

Anda juga pasti pernah mendengar istilah cache ketika ingin membersihkan riwayat pencarian atau membersihkan ruang penyimpanan di smartphone Anda. Namun apakah Anda sudah mengetahui tentang apa itu cache dan fungsinya secara spesifik dalam proses browsing? 

Web Cache merupakan komponen kecil dan bersifat menyimpan data-data dari website yang sudah dijalankan sebelumnya, sehingga tidak perlu untuk memulai dari awal ketika ingin mengaksesnya kembali. Dengan adanya cache ini, kita dapat mengakses situs website dengan waktu yang singkat, karena tidak perlu mengulang proses aksesnya.

Web cache menjadi salah satu teknologi yang memberikan berbagai manfaat bagi website anda. Dengan melakukan caching anda bisa membuat website menjadi sangat cepat, menjadikan nilai SEO (Search Engine Optimization) yang lebih baik, serta meningkatkan kepuasan pengguna website.

Apa Itu Web Cache ?

Dilansir dari nataconnexindo, Sudah dibahas sedikit sebelumnya, bahwa cache adalah proses menyimpan informasi oleh browser agar proses berikutnya menjadi lebih cepat. Pada penjelasan yang komprehensif, web cache adalah penyimpanan data atau informasi website yang sifatnya sementara di dalam sebuah browser agar ketika kita sebagai user ingin meraih Kembali halaman itu, browser akan lebih mudah meraihnya. Dalam kata lain, informasi tersebut akan membuat performa browser menjadi semakin cepat. Data juga bisa disimpan di server, bukan hanya di browser.

Bagaimana cara kerja web cache? Dalam penjelasan sederhana, web cache adalah penyimpanan informasi agar ketika user meminta informasi yang sama di kemudian waktu, maka cache akan memberikan informasi tersebut kepada server dan browser sehingga mempercepat proses pertukaran informasi sebelum Anda akhirnya dapat membuka satu halaman utuh.

Sebagai contoh, ketika Anda membuka sebuah website untuk pertama kalinya, maka browser akan merekam data dan informasi yang dibutuhkan untuk memuat satu halaman. Ketika sudah terbuka, maka informasi yang sudah diterima akan disimpan. Sehingga jika Anda membuka halaman yang sama untuk kedua kalinya, proses memuat akan menjadi lebih singkat. Namun, jika ada pembaruan atau update dari halaman tersebut, maka akan ada informasi tambahan yang diminta oleh cache sehingga menambah waktu memuat lagi.

Kemudahan dalam pembuatan website, membuat para penggiat bidang usaha/jasa menggunakan website sebagai sarana promosi dari produk yang dimilikinya. Tidak sedikit website yang memiliki lebih dari jutaan pengunjung tiap bulan bahkan tiap harinya. Banyaknya pengunjung yang mengakses website tersebut, pastinya membuat server menjadi sibuk melakukan banyak perhitungan yang pastinya rumit dan memakan waktu yang tidak sebentar. Dengan adanya Web cache, server hanya diminta untuk mengirimkan update data jika terdapat update pada website, karena browser akan mengulang akses ke website tersebut  menggunakan cache. Dengan kata lain, web cache adalah media penyimpanan sementara yang berisi data-data website yang telah diakses dan akan digunakan ketika website diakses kembali dilain waktu dengan tujuan mempercepat waktu akses.

Bagaimana Web Cache Bekerja ?

Setelah memahami apa itu web cache, contoh yang paling mudah adalah dengan analogi sebagai berikut. Ketika anda mengakses website untuk melihat jasa pembuatan website bali di baliomdesign.com. Saat pertama kali anda mengakses website kami, aplikasi browser akan mulai mengenali dan melakukan penyimpanan informasi dari alamat website tersebut. Penyimpanan informasi tersebut yang nantinya digunakan untuk memunculkan halaman website yang sama saat website diakses untuk kedua kalinya dan seterusnya. Jika terdapat perubahan data pada halaman website, browser akan mengirimkan permintaan update data ke server sehingga halaman website yang tampil merupakan halaman website yang sudah berisi informasi yang terupdate.

Berikut ini merupakan fungsi dari adanya web cache:

  • Meningkatkan kecepatan akses website
  • Dapat menampilkan halaman website user meskipun website sedang down
  • Dapat menjadi bahan komparasi ketika terdapat perubahan pada halaman website
  • Digunakan untuk mengamati perkembangan website

Web cache dapat menjadi acuan/indikator dari artikel website yang terindeks terakhir kali oleh mesin pencarian, serta informasi yang ada pada cache akan selalu berubah dari waktu ke waktu berdasarkan informasi yang terdapat pada website yang diakses terakhir kali.

Manfaat Adanya Web Cache

Dilansir dari whello, Berikut 4 manfaat utama yang bisa anda dapatkan dengan memasang cache pada website anda:

1. Menghemat Memori Server

Server adalah sistem pusat yang digunakan untuk memproses permintaan pengunjung. Server memiliki kapasitas penyimpanan yang jika terlalu penuh akan membuat proses pencarian informasi (loading) website menjadi lebih lama. Bukan hanya itu, website bisa menjadi down dan gagal menampilkan halaman yang diinginkan pengunjung.

Dengan adanya web cache, tidak semua proses harus diproses oleh server. Memori yang tersisa menjadi lebih banyak sehingga server bisa memproses permintaan pengunjung website dengan cepat.

2. Membuat Website Menjadi Lebih cepat

Dikutip dari Smart Insights mengatakan, 53% pengguna website akan meninggalkan sebuah website jika loadingnya lebih dari 3 detik. Dengan memasang web cache, tentu hal ini tidak akan terjadi pada website anda. Karena loading website anda menjadi lebih cepat.

Kecepatan website adalah poin yang cukup penting karena pengunjung akan pergi juka mendapati sebuah website dengan loading yang cukup lama. Pengunjung dan potensi pelanggan Anda tentu akan pergi.

Oleh karena itu, cache juga memiliki peran yang cukup penting dalam pemasaran digital melalui website maupun media sosial. Karena baik melalui website maupun media sosial, web cache bekerja dengan cara yang sama.

3. Membuat Pengunjung Betah Berada di Website anda

Chace juga akan membantu menjaga user experience. Cache akan membantu menampilkan halaman yang diminta pengunjung dengan mudah dan lebih cepat. Dengan begitu, pengunjung yang datang ke website anda akan betah berlama-lama berada di website anda.

4. Meningkatkan Traffic dan Konversi

Jika server sudah bekerja dengan baik, loading website menjadi lebih cepat, serta banyak pengunjung website betah berlama-lama berada di website anda. Tanpa anda sadari, traffic website dan konversi website juga akan menjadi lebih optimal.

5. Membantu Upaya SEO

Dengan performa yang lebih cepat, maka website akan lebih mudah puncul di mesin pencarian. Dengan begitu, SEO yang sedang dikembangkan juga akan terbantu dengan cache. (GYS)

Jenis-Jenis Web Cache

Ada 8 jenis cache yang juga perlu anda ketahui yaitu sebagai berikut :

  1. Client-side Caching

Client-side caching digunakan untuk menyimpan file data pada komputer seorang client. Ada banyak jenis client-side caching, dan salah satu jenis client-side caching yang paling terkenal yaitu browser cache.

Apa itu browser cache? Simak penjelasannya pada poin berikutnya.

  1. Browser Cache

Mungkin anda sering menghapus history di browser. Saat menghapus history, akan muncul tiga pilihan yang akan dipilih, salah satunya “Cache images and files”.

Browser cache membantu mempermudah dan membuat loading website menjadi lebih cepat. Dengan melakukan caching, anda tidak perlu lagi melakukan request dan transmisi data untuk menampilkan website yang ingin anda kunjungi di browser. Karena data-data yang anda butuhkan untuk menampilkan website yang ingin anda kunjungi sudah ada di history (komputer) anda.

  1. Server Side Cache

Dengan server side cache, seluruh data website akan ikut tersimpan di server. Baik itu file, media, hingga file yang anda lihat dari internet juga akan disimpan di server. Hal ini akan membantu pengunjung website mengakses website lebih cepat yang tentukan juga akan meningkatkan dan memperbaiki user experience.

  1. Database Cache

Database cache menyediakan berbagai keuntungan bagi web developer. Misalnya mengurangi penggunaan disk, mengurangi pemanfaatan cpu, dan mempercepat waktu untuk mengakses data. Dengan begitu, database cache membantu mencapai kinerja website yang lebih baik dan skalabilitas yang lebih tinggi.

  1. Object Cache

Objek adalah kumpulan data yang mencakup dokumen kata, video, maupun gambar. Melalui object cache, data objek dapat disimpan secara lokal sehingga tidak perlu diambil secara konstan untuk permintaan tambahan.

Maksudnya jika pengguna meminta data objek yang tidak berubah, mereka dapat mengaksesnya tanpa menggunakan server, karena pengguna tidak perlu lagi memuat data objek tersebut.

  1. Opcode Cache

Opcode cache adalah salah satu cara yang fantastis untuk meningkatkan kode PHP dan menjadi cache yang efisien untuk ditambahkan pada website anda. Opcode cache akan menyimpan salinan opcode PHP di memory server sehingga membantu meningkatkan kinerja PHP yang ada pada website anda.

Ada beberapa opname cache yang biasa digunakan, seperti Zend, Alternative PHP Cache (APC), atau APCu.

  1. Page Cache

Page cache membantu meningkatkan kecepatan loading sebuah halaman website. Page cache menyimpan halaman website yang lengkap untuk ditampilkan ketika ada permintaan lagi dari pengunjung. Data ini disimpan pada bagian RAM yang tidak terpakai untuk mengoptimalkan penggunaan memori.

  1. Content Delivery Network (CDN) Cache

CDN cache menjadi salah satu penyimpanan data yang lebih luas. Melalui CDN cache, konten konten pada website statis ditambahkan ke server proxy yang di distribusikan secara global.

Hal ini memungkinkan pengunjung website yang berasal dari seluruh dunia dapat mengunduh konten pada website dengan cepat. Caching ini juga membantu pemilik website mengurangi biaya, menghilangkan tekanan dari server asli, dan menempatkan fokus pada server lokal yang lebih kecil yang berlokasi secara global di mana pengunjung anda dapat mengakses data secara lokal.

Sekarang Anda sudah tahu apa itu web cache website, jenis-jenisnya, dan cara menggunakannya. Jadi, website cache adalah fungsi penting yang memastikan website bisa dimuat secara lebih cepat. Nah, sebagai rangkuman, berikut beberapa hal yang sudah kita pelajari dalam artikel ini:

Web caching memiliki berbagai jenis: full-page caching, object caching, dan fragment caching. Semuanya memiliki fungsi yang berbeda.

Sumber Referensi :

Apa Itu UX Researcher ? Bedanya Dengan UX Designer ?

Apa Itu UX Researcher ? Bedanya Dengan UX Designer ?

Apa Itu UX Researcher – Dilansir dari Springboard, Jika Anda menelusuri website Glassdoor untuk mencari pekerjaan di bidang UX, Anda akan menemukan hampir 26.000 postingan pekerjaan disana. UX adalah bidang pekerjaan yang tumbuh dan berkembang dengan sangat cepat, dan permintaannya selalu berada pada titik tertinggi dibanding pekerjaan lain.

Pengalaman pengguna adalah tentang bagaimana membuat produk, situs web, aplikasi, dan bagian teknologi lainnya agar pengguna bisa semudah mungkin menggunakannya. Meskipun estetika adalah komponen dari situs web atau produk yang bagus, itu bukan tujuan utama UX, fungsinya lebih spesifik yaitu bagaimana membuat produk berfungsi semudah mungkin sehingga konsumen mau menggunakannya.

Untuk membuat produk yang ramah konsumen, seorang UX Designer harus memahami konsumen. Apa yang mereka inginkan, Apa yang memotivasi merek,  Apa yang mereka sukai, apa yang tidak mereka sukai, dan apa yang membuat mereka kembali? Di sinilah peran UX Researcher.

Untuk lebih memahami perbedaan antara Apa itu UX Researcher dan UX Designer, mari kita lihat apa peran dan tanggung jawab utama mereka, latar belakang apa yang paling cocok untuk masing-masing.

Baca Juga Mengenal UX Writer, Penting Untuk Pengembangan Aplikasi

Perbedaan UX Researcher dan UX Designer

Di beberapa perusahaan (seringkali yang lebih kecil), peran UX Researcher dan UX Designer dilakukan oleh orang yang sama. Namun, disarankan agar perannya terpisah, dan jika Anda mempertimbangkan untuk menggunakan pengalaman pengguna, penting untuk mengetahui apa yang Anda hadapi.

Berikut adalah perbedaan utama antara Apa itu UX Researcher dan UX Designer:

Apa Itu UX Researcher: Sebelum UX Designer dapat memulai tahap desain sebuah proyek, dia harus memahami untuk siapa dia mendesain. Siapa target pasarnya? Apa yang memotivasi mereka? Bagaimana produk akan meningkatkan kehidupan mereka? Tanpa wawasan ini, mustahil merancang produk yang bagus. Menemukan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ini adalah peran seorang UX Researcher.

Seperti yang dapat Anda simpulkan dari jabatannya, tujuan utama UX Researcher adalah penelitian. Seorang UX Researcher menganalisis perilaku konsumen dan membentuk wawasan berbasis data untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Setelah memiliki wawasan ini, mereka menyerahkannya kepada tim desain UX yang lebih besar sehingga mereka dapat membuat produk yang memenuhi kebutuhan audiens mereka.

Apa Itu UX Designer: Tugas UX Designer adalah merancang produk yang ramah pengguna yang memenuhi kebutuhan konsumen. Hanya setelah seorang UX Designer memiliki pemahaman yang kuat tentang target pasar, dia dapat memulai proses desain. UX Designer mendapatkan kesadaran ini dari temuan UX Researcher.

Sekali lagi, tujuan utama UX Researcher adalah untuk memahami apa yang memotivasi konsumen. Tujuan utama UX Designer adalah merancang produk yang ingin digunakan pelanggan berdasarkan wawasan yang diberikan oleh UX Researcher.

Apa Yang UX Researcher dan UX Designer Lakukan ?

Jika Anda ingin masuk ke bidang ini, penting untuk mengetahui apa yang akan Anda lakukan hari demi hari. Mari kita lihat bagaimana hari-hari biasa seorang UX Researcher berbeda dengan seorang UX Designer.

UX Researcher

UX Researcher menggunakan campuran penelitian kuantitatif dan kualitatif untuk mengetahui pasar sasaran. Jika Anda tidak mengetahui perbedaan antara kualitatif dan kuantitatif, Anda dapat menganggap penelitian kuantitatif sebagai hal yang terukur dan kualitatif sebagai lebih subjektif. Misalnya, jika Anda melihat rasio pentalan situs web Anda (yaitu, persentase orang yang meninggalkan situs web Anda setelah hanya melihat satu halaman), Anda akan melihat data kuantitatif. Jika Anda ingin tahu mengapa mereka pergi, ini termasuk dalam kategori kualitatif.

UX Designer dan UX Researcher menggunakan beberapa metode untuk mempelajari perilaku konsumen.

  • Pengamatan: Mereka mengamati orang-orang yang berinteraksi dengan suatu produk dan mencari petunjuk tak terucapkan untuk memahami apa yang dipikirkan seseorang tentang produk tersebut. Apakah mereka merasa mudah digunakan? Apakah perilaku mereka mencerminkan apa yang diinginkan oleh UX Designer?
  • Wawancara: UX Researcher melakukan wawancara tatap muka, baik secara langsung atau melalui kelompok fokus. Mereka dapat mengajukan pertanyaan khusus, terlibat dalam percakapan, atau hanya mengamati peserta dalam suasana alami mereka untuk melihat bagaimana mereka berinteraksi dengan produk.
  • Survei Pengguna: UX Researcher juga dapat melakukan survei pengguna online untuk mendapatkan opini orang-orang tentang produk atau situs web.
  • Uji Kegunaan: Setelah UX Designer membuat prototipe produk, UX Researcher dapat melakukan uji kegunaan. Peneliti dapat membagikan prototipe dengan audiens target untuk melihat bagaimana mereka berinteraksi dengan mereka. Ini dapat dilakukan secara langsung atau online, dan penguji didorong untuk membicarakan proses berpikir mereka saat mereka menavigasi produk.

UX Designer

Meskipun tujuan UX Researcher adalah untuk memahami apa yang memotivasi pelanggan, UX Designer ditugaskan untuk mengambil wawasan pelanggan UX Researcher dan mengubahnya menjadi hasil yang dapat ditindaklanjuti dan berfokus pada konsumen yang beresonansi dengan audiens.

Setelah UX Designer memiliki pemahaman yang kuat tentang target pasar (berkat temuan UX Researcher), dia dapat memulai proses desain.

Seorang UX Designer biasanya memulai dengan membuat sketsa atau gambar rangka untuk menunjukkan kepada orang lain bagaimana produk akan berfungsi, dan papan mood untuk membantu orang lain membayangkan bagaimana produk akhir akan terlihat. Terakhir, ia akan membuat prototipe yang merupakan simulasi dari produk akhir.

Tujuan dari prototipe adalah untuk menguji aliran desain dan mengumpulkan umpan balik dari pihak internal dan eksternal sebelum produk akhir dibangun. Ini adalah sesuatu yang dapat dibantu oleh UX Researcher. Prototipe dapat berubah-ubah dan dapat diedit berdasarkan umpan balik pengguna.

Sekarang setelah Anda memahami seluk beluk UX Researcher dan masa UX Designer, mari kita lihat apa saja yang dibutuhkan oleh peran tersebut.

Skill Yang Dibutuhkan

untuk memahami perbedaan dalam persyaratan peran UX Researcher vs UX Designer, kami mengunjungi Glassdoor dan melihat lowongan pekerjaan saat ini untuk melihat apa yang dicari perusahaan dalam calon karyawan.

UX Researcher

Anda tidak memerlukan gelar tertentu untuk menjadi UX Researcher, tetapi Anda harus memiliki pengalaman dengan teknologi dan pemahaman tentang perilaku orang. Latar belakang umum termasuk (tetapi tidak terbatas pada) psikologi, antropologi, sosiologi, pemasaran dan komunikasi, dan ilmu informasi.

Dari postingan pekerjaan yang kami lihat, persyaratan umum meliputi:

  • Pengetahuan mendalam tentang berbagai metodologi penelitian pengguna
  • Kemampuan untuk menyusun pertanyaan kunci, membuat rencana penelitian untuk menjawabnya, melakukan penelitian, dan mensintesis temuan menjadi wawasan yang bermakna dan dapat ditindaklanjuti
  • Semangat untuk mendefinisikan dan memecahkan masalah
  • Kemampuan untuk merancang dan melakukan studi kegunaan — yaitu, mengidentifikasi opsi solusi potensial untuk kebutuhan pengguna yang dinyatakan dan merancang eksperimen yang membantu mendapatkan solusi yang paling layak bagi pengguna
  • Dapat mengelola komunikasi dengan pengguna dan pemangku kepentingan
  • Dapat mengintegrasikan penelitian pengguna ke dalam desain produk dan praktik desain
  • Pengalaman dalam desain survei (yaitu, qualtrics)
  • Pengetahuan kerja tentang statistik dan desain eksperimental
  • Kemampuan yang kuat untuk menghasilkan dan mengkomunikasikan wawasan yang menarik dan dapat ditindaklanjuti, baik secara lisan maupun visual
  • Keterampilan komunikasi yang sangat baik, termasuk tertulis, verbal, dan presentasi

UX Designer

Mirip dengan UX Researcher, Anda tidak memerlukan gelar khusus untuk menjadi UX Designer. Faktanya, sebagian besar UX Designer sebenarnya otodidak (sampai tingkat tertentu) tetapi berbagi soft skill seperti keingintahuan, semangat, empati, dan manajemen waktu. Karena itu, bagi mereka yang memiliki gelar sarjana, bidang umum serupa dengan UX Researcher, dan termasuk psikologi, ilmu komputer, antropologi, dan ilmu informasi.

Dari postingan pekerjaan yang kami lihat, persyaratan umum meliputi:

  • Pengalaman 3+ tahun dalam desain UX
  • Pemahaman yang kuat tentang proses UX
  • Penguasaan alat desain dan pembuatan prototipe seperti Sketch, Adobe Creative Suite, InVision Axure, dll.)
  • Rasa ingin tahu yang tak ada habisnya tentang orang, teknologi, desain, dan kehidupan
  • Keterampilan pemecahan masalah yang kuat
  • Pengalaman berinteraksi dengan klien dan kemampuan untuk berbicara tentang pekerjaan Anda dengan semangat dan data
  • Keterampilan yang ditunjukkan dalam membuat alur proses, peta situs, wireframe, prototype, dan kiriman UX lainnya
  • Menghasilkan desain yang jelas dan berpusat pada pengguna di seluruh titik akhir seluler, desktop, web, dan perangkat keras
  • Berkontribusi pada semua aspek desain termasuk penentuan persyaratan, penelitian pengguna, diagram alur kerja, desain terperinci, pengembangan kasus dan skenario penggunaan, dan dukungan teknik
  • Bermitra erat dengan pengembang, QA, dan manajer produk untuk segera beralih pada desain berdasarkan umpan balik pengguna, kendala teknologi, dan dinamika pasar

Kesimpulan

Kami berharap artikel ini membantu memperjelas perbedaan antara UX Researcher vs. UX Designer dan dapat membantu memandu Anda ke jalur yang benar. Seperti yang Anda lihat, gaji seharusnya tidak menjadi faktor penentu, karena peran membayar gaji yang cukup sebanding. Apa yang harus menjadi faktor penentu adalah apa yang Anda nikmati.

Jika Anda suka melakukan penelitian dan mempelajari apa yang membuat orang tertarik, mungkin Anda akan lebih cocok sebagai UX Researcher. Jika Anda lebih suka orang lain yang melakukan penelitian sehingga Anda dapat lebih fokus pada proses desain untuk menghasilkan produk yang disukai konsumen, mungkin Anda akan lebih cocok sebagai UX Designer.

Nikmati keduanya? Pertimbangkan untuk menemukan perusahaan kecil tempat UX Designer melakukan pekerjaan UX Researcher juga.

Sumber Referensi :

Manfaat Whitespace Pada Website Agar Terlihat Rapi

Manfaat Whitespace Pada Website Agar Terlihat Rapi

Manfaat Whitespace Pada Website – Dilansir dari webdev-id, White space atau ruang kosong menjadi salah satu elemen penting dalam desain web. Penggunaan white space dapat membantu memberikan karakteristik tersendiri daripada web yang hanya berisi konten informasi saja. 

Dibutuhkan pengalaman yang cukup agar teknik penggunaan white space mampu menciptakan desain web yang baik. Namun pada umumnya, teknik yang nantinya digunakan oleh para web designer tergantung pada sense atau selera web designer itu sendiri. Berikut kami informasikan hal-hal yang perlu diperhatikan ketika menggunakan white space ketika merancang desain web.

Apa Itu Whitespace ?

White space adalah salah satu elemen penting yang digunakan ketika mendesain sebuah website. Mungkin untuk beberapa orang, white space hanyalah sebuah ruang kosong di dalam gambar. Namun bagi web designer yang handal, white space adalah sebuah komponen yang berguna dan penggunaanya selalu disertai dengan tujuan tertentu. Sebagai contoh, penggunaan white space atau ruang kosong untuk menggambarkan lubang donat. Dalam hal ini komponen white space dapat bekerja dengan baik karena mampu memberikan makna pada gambar donat tersebut.

Seorang web designer terkadang mendapatkan feedback untuk membuat desain web yang mencolok untuk konten-konten yang dianggap penting oleh client mereka. Mereka tentu saja bisa membuat desain web sesuai dengan permintaan client tersebut. Namun seorang web designer yang handal pasti tau bahwa jika semua konten dibuat mencolok maka hasilnya tidak ada satupun konten yang dapat terlihat mencolok.

Mengapa Whitespace Itu Penting ?

Dilansir dari Idseducation, White space diperlukan untuk memberikan jeda pada mata agar mata tidak terlalu lelah melihat desain yang terlalu padat. Beberapa kegunaan white space di antaranya,

  • Membantu tercapainya readability dan legibility sebuah layout;
  • Menciptakan struktur informasi yang rapi;
  • Menciptakan keseimbangan komposisi layout;
  • Memberikan penekanan terhadap informasi yang ingin disampaikan terlebih dahulu.Istilah minimalist design tampaknya menjadi salah satu bentuk dari pengaplikasian white space yang baik;
  • Membuat desain terlihat lebih elegan.

Untuk mengilustrasikan seberapa efektif white space dalam membantu kita memproses informasi di media cetak, lihat contoh di bawah ini dari website Digital Ink.

perbedaan whitespace
Source : Idseducation

Lihat perbedaannya? Tata letak di sebelah kiri menggunakan sebagian besar ruang yang tersedia, tetapi terlihat ramai dan berat. Sehingga membuat mata merasa tidak nyaman menatap untuk waktu yang lama. 

Sebaliknya, tata letak di sebelah kanan menggunakan kolom yang lebih lebar dan jarak yang lebih jauh antar paragraf. Ini adalah perubahan desain sederhana yang memiliki dampak besar pada pembuatan artikel yang terlihat lebih enak untuk dibaca. Selain membuat tata letak lebih mudah dipahami, spasi juga dapat menekankan elemen tertentu, membantu pembaca memahami apa yang harus  difokuskan. Menggunakan spasi untuk memisahkan tata letak dan mengelompokkan hal-hal tertentu dan membantu menciptakan rasa keseimbangan.

Ketika merancang situs web, spasi sangat penting – tidak hanya dari sudut pandang estetika, tetapi juga dari perspektif pengoptimalan konversi. Menggunakan spasi secara efektif dapat membuat situs web  lebih mudah dinavigasi, mudah dipahami, dan ramah-konversi.

Faktanya, penelitian klasik yang dilakukan oleh Human Factors International menemukan bahwa, menggunakan spasi untuk menekankan elemen penting pada sebuah situs web meningkatkan pemahaman hampir 20 persen.

Di sebelah kiri, tombol “Call to Action” terlihat tidak memiliki ruang, terjepit di antara teks yang terlalu padat sehingga sulit bagi pengunjung untuk fokus pada hal penting. Di sebelah kanan, “Call to Action” telah diisi beberapa ruang kosong yang sangat dibutuhkan. Tombol tersebut tampak menjadi titik fokus pada halaman, mendorong pengunjung untuk memperhatikan.

Dengan menambahkan beberapa ruang kosong di sekitar tombol tersebut, beberapa konten lain di laman tersebut berpindah ke bawah dan terlihat lebih baik. Tidak semuanya harus berada di atas. Bahkan, para desainer tidak mencoba banyak konten karena akan terlihat berantakan.

Manfaat Whitespace Pada Sebuah Website 

Para desainer web selalu menekankan pentingnya white space untuk area netral di sebuah website. Ini karena tidak semua area kosong di website harus diisi dengan sesuatu. Justru, adanya white space bisa membantu mendatangkan lebih banyak visitor. Biasanya, white space menjadi salah satu hal yang paling sering diperdebatkan oleh business owner dan desainer. Lantas, apa saja manfaat whitespace pada sebuah website itu ?

1. Menciptakan Keseimbangan yang Sempurna

Adanya keseimbangan antara space negatif dan space yang berisi gambar, bisa menciptakan harmoni sempurna pada website anda. Terlalu banyak gambar atau konten pada halaman website-mu bisa membuatnya terlihat berantakan dan susah dibaca. Saat melihat website yang terlalu ramai tampilannya, maka audiens malah jadi sulit fokus. Makanya, seimbangkan antara space, teks dan image dengan baik.

2. Membuat Tampilan Terlihat Profesional

Pentingnya white space adalah untuk membuat tampilan website anda terasa lebih profesional. Website yang didesain secara profesional biasanya direncanakan dengan sangat baik sebelum website-nya diluncurkan. Desainer yang merancang website mempertimbangkan setiap aspek dan fiturnya agar sesuai dengan bisnis dan brand anda. White space yang seimbang tak hanya enak dilihat tapi juga menciptakan kesan profesional.

3. Mudah Dibaca

Selanjutnya, pentingnya white space adalah untuk membuat teks lebih mudah dibaca. Ini juga alasan mengapa banyak publisher menggunakan white space pada halaman mereka. Jadi, rasanya seperti anda sedang membaca buku sungguhan. Nah, untuk mendatangkan banyak pengunjung website, tulisan isi kontenmu harus gampang dibaca.

4. Membuat Pengunjung Lebih Mudah Mengerti

Tampilan white space menghilangkan distraction dan memudahkan pembaca untuk berkonsentrasi membaca teks di depan mereka. Ini sekaligus membantu mereka mengingat serta mengerti apa yang dibaca dengan lebih mudah. Saat ada space yang seimbang di antara paragraf, maka pembaca mudah memahami dan menyerap informasi yang dibacanya.

5. Meningkatkan Perhatian Pengunjung

Saat distraction semakin berkurang, maka konsentrasi pengunjung website juga akan meningkat dengan cepat. Nah, website yang memuat terlalu banyak gambar pada tampilan desainnya, bisa membuat perhatian pengunjung website jadi teralihkan. Kurangi distraction hingga jadi seminimal mungkin, sehingga pembaca betah membaca postinganmu dan bahkan tertarik dengan produk jualanmu.

6. CTA Lebih Mudah Dicari

Adanya white space yang proporsional dapat membuat call-to-action anda jadi semakin menarik. CTA penting banget untuk menciptakan konversi. Makanya, itu harus terlihat semenarik mungkin. CTA bakal sulit menarik pengunjung website jika desainnya bercampur baur dengan banyak konten tulisan dan gambar. Sementara, pentingnya white space dapat memberi ruang yang lengang dan efektif untuk CTA anda.

7. Meningkatkan Konversi

Seiring CTA semakin terlihat jelas dan menarik, maka konversi juga akan meningkat dan penjualan anda bakal naik. CTA biasanya berupa ajakan atau seruan seperti “Beli sekarang”, “Daftar gratis di sini”, dan sebagainya. Pengunjung website-mu bisa jauh lebih tertarik untuk membeli atau menggunakan produk serta layananmu karena tampilan website yang memuat informasi penting dengan jelas, enak dilihat dan CTA-nya efektif.

Contoh Website Menggunakan Whitespace :

1. Squarespace

Squarespace menggunakan sangat sedikit elemen UI di beranda mereka, tetapi terlepas dari batasan ini, pengguna memiliki semua yang mereka butuhkan untuk memahami apa itu Squarespace.

manfaat whitespace pada website
Source : Justinmind

2. Apple

Adakah yang bisa benar-benar menulis tentang desain ruang putih tanpa menyebut Apple? Meskipun mereka bukan pelopor ruang putih, Apple benar-benar tahu cara menggunakannya dengan percaya diri dan benar untuk mendapatkan perhatian, penjualan, dan pengaruh.

manfaat whitespace pada website
Source : Justinmind

3. Tinker

Tinker memungkinkan Anda membuat jam tangan kustom Anda sendiri, memilih dari berbagai warna, gaya, dan sentuhan akhir.

Untuk menyoroti sifat khusus dari penawaran mereka, Tinker menggunakan gambar besar dan mencolok dari rangkaian produk terbaik mereka. Gambar ini sengaja menempati sebagian besar layar untuk meninggalkan kesan pada pengguna dan digabungkan dengan CTA untuk “berbelanja sekarang”.

Sebaliknya, sisa halamannya sangat sederhana, dengan logo, hanya bilah pencarian, dan menu navigasi yang hampir tersembunyi yang tersusun rapi di setiap sudut atas UI.

Tinker Website
Source : Justinmind

Itulah tadi beberapa manfaat whitespace pada website. anda bisa bayangkan sendiri kalau anda mengunjungi sebuah website, lalu di homepage anda melihat banner iklan, judul website, banyak artikel dengan susunan dan spasi huruf berdempetan, kemudian terdapat gambar-gambar desain yang warna-warni serta mencolok. Terlihat membingungkan bukan? Mau baca yang mana dulu, atau sekalian pindah ke website lain saja? Maka dari itu, gunakan white space secara baik dan tepat agar website yang anda buat dapat dinikmati oleh pengunjung sepenuhnya.

Sumber Referensi :

Mengenal UX Writer, Penting Untuk Pengembangan Aplikasi

Mengenal UX Writer, Penting Untuk Pengembangan Aplikasi

Mengenal UX Writer – Dilansir dari niagahoster, UX writer adalah kata-kata yang bisa mendorong seseorang melakukan tindakan ketika berinteraksi dengan sistem. Kata-kata ini hendaknya memiliki kejelasan konteks agar dapat membantu pengguna mengambil keputusan.

Sistem yang dimaksud bisa berupa aplikasi, dashboard, bahkan sesederhana halaman website. UX writer dapat diterapkan pada menu, tombol aksi (action button), pesan kesalahan (error message), syarat & ketentuan, panduan penggunaan, dan lain-lain.

UX writer yang baik bisa mengantar pengguna melakukan tindakan sesuai intensi atau perilaku tanpa terkesan memaksa. It feels right here and there. Rasanya enak, seakan intuitif. Pengguna pun dapat melakukan tindakan atau mengambil keputusan berdasarkan teks yang ditampilkan.

Sebaliknya, buruknya penulisan UX writer dapat berimbas pada banyak hal sekaligus. Friksi atau kebingungan adalah awalnya. Dari sini, ketidaknyamanan dapat tumbuh menjadi kegagalan transaksi, anjloknya rasio konversi, dan lain-lain.

Meskipun terkesan mudah, penulisan UX writer tidak boleh asal-asalan. Tidak ada aturan baku, memang. Hanya saja, UX Writer perlu melakukan validasi dan riset agar UX writer yang dihasilkan tepat sasaran.

Tepatnya sasaran UX writer berpatokan pada kebutuhan pengguna sistem atau halaman website. Untuk mendapatkan wawasan sahih, UX Writer sangat disarankan untuk berkolaborasi dengan fungsi lain seperti UX Researcher, UX Designer, Branding, bahkan Business Intelligence.

Wawasan tersebut berdampak besar terhadap hasil akhir UX writer. Bagaimana bisa? Dengan asumsi wawasan yang ada telah melalui proses validasi & riset yang baik, UX Writer dapat memanfaatkannya sebagai dasar berpikir.

UX writer adalah salah satu pekerjaan yang booming di era digital saat ini. Bagaimana tidak, kehadirannya sangat penting dalam keberlangsungan bisnis, terutama bagi startup.Perilaku konsumen di era digital ini terbilang bersifat dinamis, sehingga butuh seseorang yang mampu menarik konsumen dengan baik.UX writer berperan penting dalam hal itu. Tak heran, apabila perusahaan, terutama yang bergerak di bidang digital membutuhkan jasanya.

Baca Juga Mengenal Prototype Pada Website Dalam UI/UX

Lalu apa sebenarnya UX writer itu dan apa saja yang mereka kerjakan ? Simak penjelasan mengenai Mengenal UX Writer di bawah ini.

Apa Itu UX Writer ?

Pertanyaan mendasar terkait profesi yang satu ini adalah apa sih sebenarnya UX writer itu? Nah, menurut UX Design, UX writer adalah seseorang yang menuliskan kata-kata yang dilihat oleh pengguna saat berinteraksi dengan produk.UX sendiri merupakan singkatan dari user experience. Kegiatan yang dilakukan oleh UX writer disebut dengan UX writing.Profesi ini bertugas untuk membuat kata-kata yang indah dan enak dibaca oleh konsumen di dalam produk digital yang mereka tawarkan.Dalam artian lain, tugas dari UX writer juga terbilang tidak terlalu mudah. Pasalnya, mereka harus mencari diksi yang tepat untuk dapat mengajak pengguna agar nyaman dan tetap menggunakan produk yang ditawarkan.

Tantangan terberat yang dihadapi adalah sebisa mungkin harus membuat kata-kata yang ringkas dan sederhana serta membangun komunikasi yang kuat dengan pengguna. Tanpa kamu sadari, kamu sudah mengenal bentuk dari UX writer lewat aplikasi-aplikasi yang sering kamu buka, website, dan lain-lain. Dalam produk digital, profesi ini berperan penting dalam membangun sebuah produk melalui kata-kata. Pasalnya apabila kata-kata yang ditampilkan terkesan membosankan, maka kemungkinan pengguna tidak akan nyaman.

Prinsip Dasar UX Writer

Berikut ini adalah beberapa prinsip dasar dalam menjadi seorang UX Writer yang handal.

  1. Validasi dan Riset Berkala

UX Writer harus terus melakukan validasi dan riset. Perubahan sangat mungkin terjadi begitu cepat di internet. Demografi audiens maupun kebutuhan pengguna sistem dapat saja berubah drastis dalam hitungan hari.

Inilah alasan mengapa riset dan validasi berkala sangat dibutuhkan dalam pembuatan UX writer. Selain agar tidak ketinggalan zaman, UX writer harus mampu memberikan solusi atas permasalahan pengguna secara tepat.

Anda dapat menggunakan beragam pendekatan untuk validasi UX writer , misalnya User & Usability Testing, Heatmap, rekaman pengunjung, data analitik, dan lain-lain.

Proses validasi dan riset memang memerlukan waktu tidak sedikit. Akan tetapi, jika hasilnya dapat menjamin UX writer yang lebih baik, mengapa tidak?

  1. Singkat, Padat, Jelas

UX writer harus memiliki skill membuat writer yang singkat, jelas, dan padat. Berbeda dari copywriter yang mengandalkan jargon menarik pemancing perhatian, UX writer perlu menitikberatkan aspek kejelasan pada UX copy. Asumsinya, jika teks tidak jelas, maka fungsi dalam sistem tidak dapat digunakan.

UX writer yang baik dapat diibaratkan seperti seseorang yang punya kemauan jelas. Tidak pasif-agresif. A artinya A, B maksudnya B. Harap Anda ingat, kejelasan bukan berarti ketus atau galak. Anda tetap dapat mengemasnya dalam kalimat yang ramah.

  1. Dahulukan Hasil Tindakan

UX writer harus mendahulukan pada hasil tindakan pada writer yang dibuat. Terkadang Anda perlu menulis tujuan dan tindakan dalam satu kalimat. Di situasi ini, sebaiknya Anda menyebutkan obyektif di awal kalimat terlebih dahulu sebelum menjelaskan tindakan apa yang diperlukan untuk mencapainya.

  1. Integrasi dengan Desain

Kemampuan mengintegrasikan desain dan writer itu penting. Desain dan UX writer harus berjalan beriringan. Hal ini dikarenakan UX writer merupakan elemen yang tidak terpisahkan dalam desain. Bahkan, proses pembuatannya pun sebaiknya tidak dilakukan secara terpisah.

Idealnya, desain mengakomodasi UX writer dan UX writer mendukung desain. Tanpa desain yang baik, UX writer tidak berarti apa-apa. Begitu juga sebaliknya. Desain tanpa UX writer yang tepat sesuai konteks memiliki peluang kegagalan lebih besar.

Dalam situasi kerja yang serba cepat, terkadang sinergi antara desainer dengan UX writer berjalan kurang mulus. Berikut adalah tips ampuh menghindarinya:

Kolaborasi pembuatan desain dan UX writer sebaiknya dilakukan sejak fase awal pengembangan. Perbanyak diskusi agar desain akhirnya benar-benar terintegrasi dan dapat menampung kebutuhan pengguna.

Setelah wireframe selesai, hindari penggunaan teks “lorem ipsum.” Teks isian ini memang dapat membantu melihat berapa banyak kata atau karakter yang dapat dimuat. Hanya saja, jika tidak diimbangi penyelarasan, penggunaan teks lorem ipsum dapat mengaburkan tujuan suatu desain.

Fokus pada kebutuhan pengguna terlebih dahulu. Setelahnya, Anda dapat memikirkan desain dengan UX writer seperti apa yang dapat menyelesaikan permasalahan mereka.

  1. Buat Karakter yang Konsisten

Buatlah karakter yang konsisten dengan brand. Desain visual dan UX writer yang baik harus dapat merepresentasikan brand yang sama. Jika desain berkutat pada warna dan bentuk, UX writer menyajikan tutur serta gaya bahasa sesuai dengan karakter suatu brand.

Penggunaan tiap huruf, kata, frasa, dan kalimat sebaiknya terus konsisten di semua bagian. Konsistensi sangat diperlukan agar pengguna mudah mengenali produk atau layanan yang Anda tawarkan.

Bayangkan seperti Anda mengenal seseorang secara pribadi. Sifat, gaya bicara, dan perilaku khas akan memudahkan Anda nyaman mengingat serta berinteraksi dengan mereka, bukan?

Untuk dapat mewujudkan konsistensi, usahakan untuk mencatat dan mendokumentasikan semuanya. Anda memerlukan brand guideline dan content style guide. Pustaka berisi kata atau ungkapan yang sering digunakan juga akan sangat membantu, terlebih jika Anda memiliki anggota lain dalam tim Anda.

  1. “Manusiakan” Pengguna Sistem Anda

Memanusiakan pengguna sistem adalah langkah yang baik. UX writer memuluskan interaksi antara manusia dengan sistem. Sebagai UX Writer, Anda diharapkan mampu mengakomodasi kebutuhan dan keinginan pengguna. Mereka adalah manusia beneran yang punya perasaan dan daya berpikir logis.

Hindari sudut pandang dan anggapan bahwa mereka bodoh sehingga perlu diajari. Ini adalah sesat pikir yang, sayangnya, selain sangat merendahkan, pemikiran seperti ini tidak layak dimiliki profesional. Terlebih, untuk seorang UX Writer.

Sebaliknya, Anda perlu memikirkan cara paling efektif untuk menjangkau pengguna sebaik-baiknya. Mendalami wawasan demografi pengguna merupakan awalan yang baik. Kemudian, gunakan gaya bahasa sesuai dengan karakteristik mereka.

Anda tidak perlu memaksakan gaya bahasa gaul ala tongkrongan Jaksel supaya lebih dekat dengan para pengguna. Jika diperlukan, silakan gunakan cara tersebut. Jika tidak, berpatokanlah pada brand guideline maupun content style guide sesuai citra yang ingin ditampilkan pada sistem Anda.

Kelayakan dan kebutuhan adalah kata kunci di sini. Keduanya perlu saling mendukung supaya Anda memiliki UX writer yang baik.

Tanggung Jawab Seorang UX Writer

Dilansir dari Glints, ada beberapa tanggung jawab yang harus dilakukan oleh seorang UX writer di perusahaan. Berikut adalah tanggung jawabnya:

1. Research

Dilihat dari namanya saja, user experience, maka tanggung jawab dari seorang UX writer tentu tidak jauh-jauh dari research. Mereka harus mengenal lebih dalam masalah apa yang sedang dialami oleh pengguna dan mencari solusi terkait masalah tersebut.

Setelah semuanya diteliti dengan baik, maka tinggal membuat sebuah desain yang menghasilkan produk yang kreatif dan inovatif.

2. Writing

Sudah jelas, profesi yang satu ini tidak akan pernah terlepas dari yang namanya menulis. Seperti yang sudah dijelaskan di atas, kamu harus pintar dalam mencari diksi yang sederhana sehingga dapat membuat pengguna nyaman saat menatap interface dari aplikasi atau website perusahaan.

Saat menulis, tentu kamu akan berkolaborasi dengan UX designer agar dapat menyajikan layanan yang lebih berkualitas.

3. Collaboration

Profesi yang satu ini akan sering berkolaborasi dengan berbagai macam pihak sehingga diharuskan untuk tetap aktif dalam setiap kolaborasi.

Itulah tadi artikel mengenai mengenal UX writer ini, semoga artikel tentang mengenal UX writer ini dapat berguna bagi anda semua.

Sumber Referensi :

VPS dan Dedicated Server, Jenis Hosting Yang Lebih Tinggi Tingkatannya

VPS dan Dedicated Server, Jenis Hosting Yang Lebih Tinggi Tingkatannya

VPS dan Dedicated Server – Pada artikel sebelumnya, kita sudah membahas tentang Shared Hosting dan Cloud Hosting. Tetapi tak hanya sampai disitu, di dalam hosting ada lagi tingkatan teratas yang disebut dengan VPS dan Dedicated Server. 

Memiliki hosting website sendiri sangatlah membantu dalam mengoptimalkan website sesuai keinginan kita. Saat membuat website secara gratis pastinya akan langsung mendapatkan hosting gratis tanpa perlu ribet mengurus sana sini dan tentunya segala pengaturan website harus patuh pada platform gratis tersebut. Sedangkan menggunakan hosting berbayar tentunya Anda harus benar-benar pintar dalam memilih hosting mana yang akan digunakan.

Menggunakan provider hosting website harus pintar-pintar  memilih hosting mana yang akan dipakai. Selain harga, Anda juga perlu memperhatikan fasilitas serta fitur pada hosting yang dipilih agar nantinya tidak membuat kita rugi. Jika Anda merasa memiliki pengetahuan yang lebih tentang hosting dan website serta ingin melakukan pengaturan sendiri apa yang ada di website maka Anda dapat mencoba untuk menggunakan vps hosting maupun dedicated hosting.

Perlu dirinci lebih detail lagi dalam memilih layanan hosting sesuai dengan kebutuhan yang dimiliki, jangan sampai Anda salah dalam membeli layanan hosting. Jika Anda baru memulai blog/website, paling tepat menggunakan layanan shared hosting saja. Untuk Anda yang memiliki website dengan traffic yang sudah besar dan berencana upgrade ke spesifikasi yang lebih besar, maka layanan hosting Virtual Private Server atau Dedicated Server adalah paling cocok.

Mungkin ada yang bertanya-tanya sebenarnya apa perbedaan dari VPS dan Dedicated Server ini ? Secara keduanya sama-sama menggunakan server, bukan lagi shared hosting yang dijual harga murah dengan spesifikasi dan kemampuan yang terbatas. Dan juga keduanya sama-sama diperuntukan bagi orang yang sudah mahir dan terbiasa di dalam dunia hosting. Jadi, apa itu VPS dan Dedicated Server ?

Baca Juga Perbedaan Shared Hosting dan Cloud Hosting

Perbedaan VPS dan Dedicated Server

Walaupun VPS dan dedicated server sama-sama menggunakan server untuk pengoperasiannya, namun keduanya juga masih memiliki perbedaan yang signifikan dari segi manfaat maupun kekurangannya. Apa saja perbedaannya itu ?

VPS ( Virtual Private Server )

Dilansir dari Masterweb, VPS adalah singkatan dari Virtual Private Server. VPS adalah salah satu layanan hosting paling populer yang dapat Anda pilih untuk situs web Anda. VPS menggunakan teknologi virtualisasi untuk memberi Anda sumber daya (pribadi) khusus pada server dengan banyak pengguna. Nah untuk VPS Linux Masterweb, menggunakan teknologi virtualisasi KVM dan control panel Virtualizor yang powerful. 

Ini adalah solusi yang lebih aman dan stabil daripada shared hosting di mana Anda tidak mendapatkan dedicated server. Namun, ini berskala lebih kecil dan lebih murah daripada menyewa seluruh server. VPS biasanya dipilih oleh pemilik situs web yang memiliki trafik tingkat menengah yang melebihi batas rencana shared hosting tetapi belum memerlukan resource dedicated server.

Dengan VPS, pengguna dapat berbagi sejumlah sumber daya fisik seperti ruang disk, CPU dan RAM, tetapi masih dapat menikmati kebebasan memiliki server pribadi dan panel kontrol Anda sendiri. 

VPS memungkinkan pengguna untuk mengelola sepenuhnya, dari semua pengaturan dan konfigurasi mereka sendiri. Ini memungkinkan Anda untuk menyesuaikan dan membuat perubahan atau penyesuaian apa pun yang Anda butuhkan, saat situasi muncul. Karena VPS sebenarnya bukan server fisik, Anda tidak perlu khawatir tentang ruang atau sumber daya (RAM, CPU, bandwidth jaringan) karena ini berada di ‘cloud’ dan dikelola oleh alat pusat data yang canggih.

Kelebihan VPS :

VPS memiliki kelebihan-kelebihan seperti :

  • Mempunyai akses root sehingga dapat mengubah semua pengaturan sesuai kebutuhan tanpa batasan
  • Server lebih stabil dibanding shared hosting dan downtime berkurang
  • Mempunyai IP Public khusus.
  • Dapat menginstall software di layanan VPS sesuai kebutuhan Anda, fleksibel 
  • Resource milik pribadi seperti RAM, CPU, space. Tidak dibagi kepada yang lain.

Kekurangan VPS :

Dibalik kelebihannya, VPS juga memiliki kekurangan loh, apa sih kekurangannya:

  • Kurang cocok untuk pemula
  • Penggunanya harus memahami linux dan windows untuk mensetting VPS di awal
  • Biaya cenderung lebih mahal dibanding shared hosting
  • Pengguna VPS harus mengerti tentang server
  • Cukup rumit untuk memanajemen perangkat

VPS Diperuntukkan Untuk Siapa ?

VPS tentunya tidak cocok bagi Anda yang masih pemula dalam belajar dunia website, VPS lebih cocok untuk Anda yang berencana upgrade dari layanan shared hosting atau cloud hosting menuju yang lebih tinggi. Dari segi harga VPS hanya terpaut sedikit saja dari layanan termalah dari shared atau cloud hosting. Untuk lebih lengkapnya Anda bisa membaca kapan waktunya upgrade ke VPS pada artikel sebelumnya.

Dedicated Server

Dedicated Server adalah salah satu layanan hosting yang menawarkan penyewaan server dengan penuh kepada satu pengguna saja. Artinya Anda akan mendapatkan semua server secara utuh dan diberi kebebasan menggunakan server tersebut. Jika Anda menggunakan layanan VPS, maka Dedicated ini akan dibagi untuk beberapa pengguna VPS, secara gampangnya dedicated server ini adalah gabungan dari beberapa VPS menjadi satu. Dedicated Server menduduki kasta tertinggi dalam penyewaan hosting mulai dari spesifikasi hardware yang tinggi dan space yang besar.

Kelebihan Dedicated Server :

Ada beberapa kelebihan dari dedicated server yang perlu Anda ketahui, apa saja kelebihan dari dedicated server? Berikut pembahasannya :

  • Akses penuh 100% untuk server dedicated yang sudah disewa.
  • Dedicated server menawarkan kinerja yang lebih tinggi dari VPS.
  • Dedicated server akan memberikan IP Unik untuk setiap penggunanya, jadi untuk masalah privasi dan keamanan akan lebih baik.
  • Jaminan kerusakan jika terjadi pada dedicated server menjadi tanggung jawab penyedia jasa dedicated server.
  • Tidak perlu berbagi dengan pengguna lain, full milik pribadi.

Kekurangan Dedicated Server :

Selain kelebihan dedicated server, ada beberapa kelemahan dedicated server yang perlu Anda ketahui. Berikut pembahasannya :

  • Tidak cocok untuk pemula
  • Biaya sewa yang mahal, karena semakin tinggi spesifikasi server akan semakin mahal pula biaya sewanya.
  • Setting, perbaikan dan perawatan server lebih sulit.

Dedicated Server Diperuntukkan Untuk Siapa ?

Untuk dedicated server, orang yang paling tepat untuk menggunakannya yang pasti memiliki website dengan kebutuhan serta spesifikasi tinggi seperti website perusahaan, website pemerintahan, toko online serta web bisnis. Selain itu jika spesifikasi VPS yang Anda gunakan sudah tidak mampu menampung traffic website yang masuk, Anda bisa mencoba untuk menggunakan layanan dedicated server. Di Qwords kami memiliki layanan dedicate server terbaik dengan uptime diatas 98% high grade enterprise hardware serta bantuan customer service selama 24 jam full.

Kesimpulan

Itu dia perbedaan VPS dan Dedicated Server. Jadi dibalik kelebihan-kelebihan yang ditawarkan tentunya ada juga kelemahannya. Untuk perbedaan yang paling utama adalah soal harga, spesifikasi dan penggunaan dimana VPS berada dibawah dedicated server. Jika dapat disimpulkan untuk skala menengah akan lebih cocok untuk menggunakan VPS dan untuk skala menengah atas lebih pas menggunakan dedicated server. 

Semoga artikel mengenai VPS dan Dedicated Server ini bermanfaat bagi kalian

Sumber Artikel :

Perbedaan Shared Hosting dan Cloud Hosting

Perbedaan Shared Hosting dan Cloud Hosting

Perbedaan Shared hosting dan Cloud Hosting – Hosting adalah layanan yang digunakan untuk menyimpan data-data dari suatu website atau blog. Data yang disimpan bisa beragam mulai dari teks, gambar, video atau file yang bisa diakses oleh pengguna internet. Jika Anda menginginkan semua data-data yang dimiliki bisa tampil di internet, maka Anda perlu menyewa layanan hosting.

Ketika memilih layanan web hosting, Anda biasanya dihadapkan pada beberapa pilihan. Perbedaan shared hosting dan cloud hosting  adalah salah satu topik yang muncul. Jika tidak tahu mana yang sebaiknya dipilih, Anda tidak perlu bingung. Di dalam artikel ini akan membahas mengenai perbedaan shared hosting dan cloud hosting agar dapat memudahkan anda dalam memilih hosting untuk website anda nantinya.

Baca Juga Mengenal Parallax Website, Plus dan Minusnya

Apa Itu Shared Hosting ?

Dilansir dari qwords, Shared hosting adalah layanan hosting paling basic dimana satu akun hosting akan ditaruh bersama-sama dengan akun hosting lainnya dalam satu server yang sama. Jadi dalam satu server akan digunakan banyak akun dengan menggunakan resource storage, RAM dan prosesor digunakan secara bersama-sama. Shared hosting menjadi pilihan yang paling pas untuk Anda yang baru memulai membuat website atau blog karena dari segi harga paling ekonomis.

Hal yang paling sering terjadi pada shared hosting adalah adanya server down karena resource yang dimiliki dipakai oleh satu akun sehingga akun lainnya ikut terdampak. Lalu apa saja kelebihan dan kekurangan dari shared hosting ?

Kelebihan Shared Hosting

  • Harganya paling terjangkau di antara layanan hosting cloud, VPS atau dedicated server.
  • Pengelolaan sepenuhnya diserahkan kepada penyedia layanan hosting.
  • Penggunaan lebih mudah karena semua kebutuhan sudah tersedia dalam akun shared hosting.
  • Cocok untuk website atau blog skala kecil.
  • Control panel lebih mudah dan simple.

Kekurangan Shared Hosting

  • Akses sering lambat karena server down.
  • Resource server dibagi tidak rata setiap akun.
  • Banyak batasan penggunaan sumber daya yang ada.
  • Satu server berpotensi terkena gangguan jika ada salah satu akun yang bermasalah seperti overload atau terkena malware.
  • Tidak bisa install software sesuai yang diinginkan.
  • Keamanan kurang karena rentan terjadi penyalahgunaan akses dan fitur yang ada.

Apa Itu Cloud Hosting ?

Cloud Hosting adalah layanan hosting yang menempatkan semua data website pengguna pada cloud. Artinya data-data yang disimpan berada pada server virtual bukan lagi menggunakan server fisik seperti shared hosting. Arsitektur cloud hosting ini lebih aman saat terjadi masalah pada server, server lain yang masih normal akan menggantikan tugas server yang sedang bermasalah, jadi tidak ada website yang akan terdampak dari permasalahan server yang sedang terjadi.

Cloud hosting lebih menerapkan prinsip gotong royong antar server satu dengan lainnya. Tujuan utama selain kepuasan pelanggan adalah uptime server yang yang tinggi dan cepat dalam melayani permintaan dari web browser. Nah untuk Anda yang sedang mencari Cloud Hosting mulai dari 14.500/bulan dengan uptime server 99.99%.

Kelebihan Cloud Hosting

  • Lebih aman dari masalah server karena ada backup dari server lain.
  • Lebih fleksibel saat melakukan penambahan sumber daya karena menggunakan virtual.
  • Menghemat biaya dan tenaga karena Anda bisa menikmati performa seperti VPS tetapi dengan harga yang lebih murah.
  • Tidak memerlukan kemampuan teknis karena full managed dari pihak provider hosting.

Kekurangan Cloud Hosting

  • Memiliki harga yang sedikit lebih mahal jika dibandingkan shared hosting.
  • Tidak adanya perlindungan privasi, karena semua data disimpan terpusat maka semua data disimpan secara terpusat di cloud server utama.
  • Meskipun memiliki beberapa kekurangan, sampai sekarang ini jumlah pengguna cloud hosting semakin meningkat. Kekurangan yang ada tidak menjadi masalah karena lebih banyak kelebihan yang dimiliki oleh cloud hosting.

Shared Hosting vs Cloud Hosting

Dilansir dari niagahoster, Baik shared hosting dan cloud hosting memiliki kelebihan dan kekurangan yang lebih mendalam, namun mana yang lebih baik? Untuk membantu Anda memahaminya, simaklah perbandingan kedua layanan tersebut dibawah ini :

Kapasitas dan Performa

Satu server shared hosting memiliki resource dalam jumlah besar. Akan tetapi, kapasitas penyimpanan, RAM, dan bandwidth suatu server digunakan oleh semua penggunanya. Hal inilah yang menyebabkan terbatasnya resource dari jenis web hosting ini.

Kapasitas yang terbatas dan beban dari pengguna lain dapat memperlambat website Anda. Oleh karena itu, layanan shared hosting tidak dianjurkan untuk toko online dan website perusahaan.

Layanan cloud hosting memiliki kapasitas yang terdedikasi untuk website Anda. Selain itu, data Anda disimpan dalam beberapa server sekaligus dengan jumlah resource yang sama. Dengan demikian, website pengguna akan sangat jarang mengalami downtime.

Keamanan

Keamanan merupakan salah satu fitur yang dipastikan sebelum membeli layanan web hosting. Terlebih jika website Anda dapat menyimpan data dan transaksi orang lain.

Pada dasarnya, pengguna harus menambahkan fitur keamanan pada akun hosting mereka. Namun banyak penyedia layanan web hosting yang menyediakannya secara gratis.

Di berbagai layanan penyedia hosting, setiap layanan shared hosting dan cloud hosting kebanyakan sudah dilengkapi dengan imunify360 dan SSL (secure socket layer) certificate gratis. Sistem keamanan ini bertujuan untuk mengamankan pertukaran data yang terjadi melalui jaringan internet.

Skalabilitas

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, layanan shared hosting memberikan kapasitas penyimpanan, bandwidth, dan RAM yang besar. Akan tetapi, Anda berbagi server dengan banyak website lainnya.

Sebagai pengguna jenis web hosting ini, Anda juga tidak bisa menambah jumlah server yang ingin digunakan. Dengan kata lain, Anda hanya dapat mengelola sebuah website kecil atau yang tidak bertujuan untuk menerima banyak traffic.

Namun layanan cloud hosting memberikan lebih banyak keleluasaan terhadap jenis website yang ingin dibangun. Anda hanya perlu memilih jumlah server yang ingin digunakan. Seraya website berkembang, Anda dapat membeli layanan cloud hosting yang memberikan resource lebih besar.

Kemudahan Penggunaan

Tidak semua orang memiliki latar belakang IT. Oleh karena itu ketidak tahuan tentang operasional layanan web hosting bisa menjadi sebuah halangan untuk menggunakannya.

Namun baik shared hosting dan cloud hosting mudah dipelajari dan digunakan. Konfigurasi dan pemeliharaan server untuk kedua jenis layanan ini dilakukan oleh penyedianya.

Penyedia layanan hosting kebanyakan juga memberikan kemudahan lebih bagi penggunanya karena menggunakan cPanel sebagai panel kontrol. Dibandingkan yang lainnya, panel kontrol ini menawarkan user interface atau antarmuka yang sederhana dan mudah dipelajari.

Harga

Dari segi harga, layanan shared hosting memang sangat terjangkau. Di Niagahoster, misalnya, Anda bisa memulai dengan paket Personal dengan biaya Rp 26.563 per bulan. Dengan membeli paket tersebut, Anda juga mendapatkan satu domain, SSL certificate, dan proteksi email SpamAssassin.

Di lain sisi, layanan cloud hosting Niagahoster yang paling ekonomis bisa Anda dapatkan seharga Rp 150.000 per bulan. Fitur tambahan yang dimiliki paket ini sama dengan yang ada pada paket shared hosting Personal.

Akan tetapi, kapasitas penyimpanan 30GB, bandwidth tak terbatas, RAM 3GB yang dipunyai layanan ini dialokasikan hanya untuk Anda. Selain itu, fitur LiteSpeed Web Server dan WP Accelerator dalam paket ini dapat meningkatkan kecepatan website. Dengan demikian, website Anda akan dapat menampung lebih banyak traffic.

Semua jenis layanan web hosting memiliki keunggulan dan kekurangannya sendiri. Apabila Anda seseorang yang sedang belajar membuat dan mengelola website, shared hosting merupakan pilihan yang tepat.

Selain rendah biaya, shared hosting juga mudah digunakan oleh orang awam. Pengaturan dan perawatan server dilakukan oleh penyedia layanan, jadi Anda tidak perlu memahami hal-hal teknis tersebut.

Namun jika Anda membutuhkan sarana untuk menjalankan toko online atau website apapun dengan traffic super tinggi, penggunaan cloud hosting sangatlah dianjurkan.

Meskipun harga layanannya lebih mahal, Anda mendapatkan resource server yang terdedikasi. Artinya, aktivitas dan masalah pengguna lain tidak akan mempengaruhi kinerja website Anda.

Itulah tadi beberapa penjelasan mengenai perbedaan shared hosting dan cloud hosting yang bisa membantu anda dalam menentukan hosting mana yang akan digunakan nantinya.

Sumber Artikel :

Web Statis dan Dinamis, Kenali Beberapa Perbedaanya

Web Statis dan Dinamis, Kenali Beberapa Perbedaanya

Web Statis dan Dinamis – Situs web adalah suatu halaman website yang saling berhubungan, umumnya berisikan kumpulan informasi yang disediakan secara perorangan, kelompok, atau organisasi. Situs web biasanya ditempatkan pada sebuah server website yang dapat diakses melalui internet.

Sebuah situs web pada umumnya dapat diakses oleh semua orang yang terhubung jaringan. Namun ada sebagian dari sebuah website yang membatasi pengunjung untuk mengaksesnya. Biasanya mereka mewajibkan pengunjung untuk mendaftar atau bahkan membayar untuk menjadi pengguna dari situs web tersebut. Pembatasan ini dilakukan dengan alasan keamanan, menghormati privasi, atau dengan tujuan komersial tertentu.

Berdasarkan teknologi, website terbagi menjadi 2 jenis, yaitu website statis dan website dinamis. Web statis dan web dinamis memiliki kesamaan yaitu menampilkan halaman web di internet yang memuat suatu informasi. Web statis adalah web dimana penggunanya tidak dapat mengubah website secara langsung melalui browser. Jadi web statis ini dapat diubah secara manual saja. Sedangkan web dinamis adalah situs web yang kontennya dapat diperbaharui secara berkala dengan mudah.

Baca Juga Mengenal Prototype Pada Website Dalam UI/UX

Pengertian Web Statis dan Web Dinamis

Menurut Hakim Lukmanul, definisi dari sebuah website adalah sebuah fasilitas internet yang fungsinya dapat menghubungkan berbagai dokumen dalam lingkup lokal maupun internasional atau juga dapat disebut jarak jauh.

Dokumen pada website disebut web page dengan hyperlink yang terdapat di dalam website, berikut penjelasan beberapa jenis website.

  1. Website Statis

Pengertian dari website statis merupakan sebuah halaman web yang memiliki tampilan tidak berubah-ubah alias statis.

Website ini mengharuskan para pengelolanya menggunakan cara manual jika ingin merubah tampilan website. Caranya pun terbilang tidak mudah, karena nantinya Anda akan dihadapkan dengan kode struktur.

Untuk merubah tampilan website secara manual, para pengguna diharuskan mengedit kode struktur tersebut.

Website statis ini memiliki sebanyak lima halaman utama, kebanyakan halaman tersebut berisi mengenai informasi apa saja terkait website itu sendiri.

  1. Website Dinamis

Website dinamis merupakan jenis website yang dirancang secara khusus, fungsinya dapat menampilkan konten sesering mungkin.

Website jenis ini bisa disesuaikan dengan kebutuhan, mulai dari segi tampilan hingga fitur yang dimiliki oleh website dinamis.

Pada umumnya, jenis website ini dirancang sesuai dengan konsep visual dan kemampuan interaksi tinggi dari para penggunanya.

Anda juga dapat menambahkan beberapa fitur pada website dinamis, seperti kolom komentar, live chat, formulir pendaftaran dan lain sebagainya.

Perbedaan Web Statis dan Web Dinamis

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, jenis website terbagi menjadi 2 jenis. Namun, berdasarkan teknologi pembuatan, website hanya dibedakan menjadi dua jenis, yakni website statis dan website dinamis.

Kedua macam web ini tentu memiliki perbedaan yang cukup mencolok, berikut ini beberapa perbedaan antara keduanya.

  1. Database yang Dipakai

Database menjadi hal yang penting dari sebuah website, biasanya dipakai untuk menyimpan data yang ada dalam website tersebut.

Dalam web statis, tidak membutuhkan penyimpanan berbagai macam data. Web statis lebih mengarah kepada proses data yang dibutuhkan oleh website itu sendiri.

Sementara, pada website dinamis diperlukan suatu database yang berfungsi untuk menyimpan dan mengolah data tersebut.

Database menjadi hal yang sangat penting, sehingga pada webs dinamis biasanya menggunakan Oracle dan MySQL.

  1. Konten

Hal penting lain untuk sebuah website adalah konten. Konten ini menjadi isi sekaligus daya tarik bagi para pengguna internet untuk mengunjungi website tersebut.

Perkembangan dan peningkatan website salah satunya ada karena mulai bermunculan konten-konten menarik, hal inilah yang mengharuskan website memperbarui konten sesering mungkin.

Konten juga merupakan hal yang membedakan antara web statis dan dinamis. Bagi web statis konten jarang sekali diperbarui atau diubah. Sementara itu web dinamis memerlukan pembaruan konten setiap saat.

  1. Ukuran

Perbedaan web statis dan web dinamis selanjutnya terdapat pada ukuran kedua jenis website. Web statis memiliki ukuran yang lebih kecil ketimbang web dinamis karena sistem programnya tidak terlalu rumit.

Sedangkan web dinamis memiliki ukuran yang lebih besar, hal ini karena bahasa dan sistem pemrograman yang terjadi dalam web dinamis lebih kompleks ketimbang web statis.

Web dinamis memerlukan waktu yang sedikit lebih lama untuk diakses.

  1. Desain

Website juga  harus memiliki desain yang beraneka ragam. Desain menjadi salah satu faktor pengunjung tertarik pada website tersebut.

Perbedaan selanjutnya antara web statis dan web dinamis terletak pada desain kedua web masing-masing, web statis memiliki desain sederhana yang cenderung klasik.

Sementara, web dinamis memiliki desain yang sangat beragam namun juga kekinian. Untuk para pengelola dapat menambahkan animasi yang beragam guna mempercantik tampilan website yang digunakan.

  1. Interaksi Pemilik

Interaksi para pemilik website menjadi perbedaan selanjutnya antara web statis dan web dinamis.

Web statis biasanya lebih dibuat untuk waktu jangka panjang, sehingga para pemilik web tersebut tidak perlu melakukan banyak perubahan berarti terhadap isi atau tampilan website.

Sementara itu berbanding terbalik dengan web statis, web dinamis merupakan jenis web yang ditujukan untuk keperluan komersial.

Maka dari itu, diperlukan banyak perubahan yang harus dilakukan sebagai bentuk pembaruan website tersebut.

  1. Interaksi Pengunjung Web

Interaksi antara pengunjung web statis dan web dinamis juga berbeda. Web statis hanya dapat diakses dan juga dinikmati tanpa melakukan perubahan.

Hal tersebut membuat jenis web ini tak jarang dicap sebagai web yang kurang interaktif.

Web dinamis bisa digunakan oleh para pengunjung untuk melakukan interaksi. Interaksi baik dilakukan dengan log in atau melakukan beberapa perubahan dalam konten yang terdapat di dalam website tersebut.

  1. Pembuatan

Proses pembuatan kedua website ini juga berbeda, web statis lebih mudah dibuat karena tidak memerlukan banyak bahasa pemrograman.

Berbeda dengan web dinamis, jenis yang satu ini didirikan dari nol dengan waktu pembuatan yang cukup lama, bahkan hampir satu bulan.

Bahasa pemrograman web ini juga berbeda, dimana web statis memiliki bahasa pemrograman yang terbilang sederhana karena hanya menggunakan CSS dan HTML.

Sementara itu, bahasa pemrograman pada web dinamis lebih banyak, seperti PHP, HTML, CSS, Javascript dan juga ASP.

Perbedaan kedua web itu perlu diketahui agar para pengguna atau pengelola tidak bingung dalam menentukan web mana yang akan dikelola. Selain itu, pemilihan website juga dipengaruhi oleh tujuan dari si pembuat website.

Sumber Artikel :

Mengenal Prototype Pada Website Dalam UI/UX

Mengenal Prototype Pada Website Dalam UI/UX

Mengenal Prototype Pada Website – Mungkin bagi beberapa orang lebih sering mendengar istilah UI/UX designer daripada UX designer yang terpisah dari UI. Pada dasarnya dua istilah ini merupakan posisi yang berbeda namun tetap berkaitan sangat erat dalam mendesain suatu tampilan aplikasi maupun website.

UX atau User experience (pengalaman pengguna) berkaitan dengan proses bagaimana end user bisa mendapatkan pengalaman yang menyenangkan saat menggunakan atau berinteraksi dengan sebuah aplikasi ataupun web.

Tidak hanya menyenangkan tetapi juga harus mudah digunakan, karena akan berkaitan dengan pengalaman pengguna saat menggunakan aplikasi atau web yang Anda buat. Untuk menghasilkan pengalaman yang baik bagi user, banyak hal yang perlu dilakukan oleh seorang UX designer seperti, melakukan research soal siapa user kita, apa permasalahan yang user miliki, kenapa hal tersebut terjadi dan apa yang user inginkan.

Berangkat dari hal tersebut maka UX designer bisa mendesain bagaimana cara menciptakan aplikasi atau web yang alur penggunaan yang nyaman, membuat prototype, pemilihan bahasa yang lebih humanis agar lebih menarik perhatian, keren dan mudah digunakan serta menyelesaikan permasalahan yang dimiliki oleh user.

Karena pada dasarnya UX designer memang harus memahami pengguna (end-user). Jika pengalaman penggunanya bagus maka akan berdampak juga pada bisnis Anda, akan ada banyak pelanggan atau calon user lain yang akan tertarik untuk mencobanya karena kemudahaan dan rasa menyenangkan yang timbul saat menggunakan fitur yang Anda buat.

Sedangkan UI (user interface) designer akan berfokus pada desain yang dilihat mata (visual design), mulai dari segi warna, font, layout. Kemudian berfokus juga pada grafis, icon, interface design dan yang bagian lainnya.

Setelah UX designer selesai membuat suatu aplikasi yang nyaman dan mudah dipahami oleh end user maka selanjutnya adalah tugas UI designer untuk membuat visualisasi yang menarik mulai dari coloring template suatu apps dan juga menuangkan ide kreatif lainnya yang menunjang visualisasi menarik bagi sebuah apps ataupun web. Dalam artikel ini akan membahas tentang mengenal prototype pada website yang akan membantu anda dalam menjadi seorang UI/UX Designer.

Baca Juga Apa Itu Wireframe ? Pentingkah Dalam Website ?

Pengertian Prototype

Dalam pekerjaan seorang UX designer ada yang disebut prototype. Penting bagi kita untuk mengenal prototype pada website. Prototype adalah merupakan salah satu hal penting yang harus dibuat oleh seorang UX designer. Tetapi apa itu prototype? Kita mulai saja dengan pengertian prototype terlebih dahulu. Prototype adalah versi simulasi dari produk akhir yang digunakan dalam pengujian sebelum akhirnya dilakukannya peluncuran.

mengenal prototype pada website
Source : Dribble

Bisa juga dikatakan sebuah tahap mengubah konsep menjadi wujud yang nyata. Pada tahap ini, prototype adalah biasa diuji berkali-kali sampai akhirnya menjadi hasil akhir dari suatu apps ataupun web yang akan diluncurkan. Adapun manfaat prototype adalah selain mereview hasil dari suatu web atau apps yaitu saat melakukan pengujian bisa saja akan ada masukan mengenai alur sebuah program ataupun hal yang berkaitan dengan kemudahan pengguna saat memakai aplikasi tersebut. Kegiatan ini bisa memancing eksplorasi ide yang lebih jauh lagi saat designer dan team telah melihat wujud nyata dari konsep yang mereka ciptakan. Kegiatan ini bisa juga disebut sebagai penyempurnaan produk sebelum perilisan.

Prototype adalah bisa digunakan saat mempresentasikan produk pada investor serta menghemat waktu karena prototype juga bisa disajikan dalam bentuk low-fidelity sebelum akhirnya diubah menjadi high-fidelity saat sudah disetujui. Prototype produk ini menitikberatkan pada saat awal pembangunan produk bukan hanya pada hasil akhir, karena jika awalnya tidak bagus akan menghabiskan biaya dan juga waktu untuk memperbaikinya dari awal.

Tahapan Dalam Protoype

Untuk membuat sebuah prototype ada beberapa tahapan prototype yang harus diikuti, seperti:

1. Pengumpulan Kebutuhan

Sebelum membuat sebuah program atau website, developer dan UX designer harus mengumpulkan data yang mendukung dan melakukan analisis pasar untuk memberikan sebuah solusi bagi masalah yang dialami oleh target dari UX designer, yaitu end-user.

2. Membangun Prototype

Selanjutnya yaitu membuat prototype sederhana ataupun bisa disebut rancangan semetara, bisa juga menerapkan low-fidelity agar lebih hemat waktu dan biaya karena hasil perwujudannya belum diperlihatkan kepada banyak pihak untuk ditinjau ulang dan disetujui.

Ataupun prototype tersebut masih berupa gambar. Prototype sederhana yang dibuat haruslah bisa menunjukan proses input dan output yang dihasilkan dengan menggunakan aplikasi atau web yang diciptakan tersebut.

3. Evaluasi Prototype

Evaluasi prototype adalah dilakukan dengan mengundang beberapa orang untuk ikut mengulas hasil dari flow data dan cara kerja dari prototype sederhana ataupun rancangan sederhana yang sudah dibuat. Apakah sudah bagus atau masih perlu ditinjau ulang kembali dan mengulang langkah 1, 2 dan 3 untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

4. Mengkodekan Sistem

Prototype adalah ada yang masih digambarkan dalam kertas dan ada juga yang sudah diwujudkan dalam bentuk yang nyata. Jika prototype yang masih berbentuk gambar dan prototype tersebut sudah disetujui maka bisa langsung bisa direalisasi untuk dibuatkan prototype dalam wujud nyata dan di review kembali sebelum diluncurkan.

Para developer bisa melanjutkan rancangan sederhana tersebut dengan menerjemahkannya kedalam bahasa pemrograman untuk merealisasikan konsep yang telah disetujui.

5. Menguji Sistem

Setelah sistem sudah menjadi suatu perangkat lunak yang siap pakai (realisasi konsep dalam wujud nyata), harus dilakukan tes dahulu sebelum digunakan. Pengujian ini bisa dilakukan dengan black box, white box, basis path, pengujian arsitektur dan lainnya.

6. Evaluasi Sistem

Setelah itu, dilakukan lagi rangkaian evaluasi dengan mengajak beberapa para pelanggan untuk mencoba apps ataupun website tersebut. Apakah sudah sesuai dengan yang diharapkan atau belum. Jika belum sesuai, maka melanjutkan kembali kepada langkah 4 dan 5.

7. Menggunakan Sistem

Jika perangkat lunak yang telah diuji tersebut bisa diterima oleh pelanggan, maka produk bisa dikatakan siap untuk digunakan.

Keuntungan Menggunakan Prototype Pada Website

Pada dasarnya, prototype situs web memungkinkan kepentingan project untuk melihat seperti apa produk akhir di awal siklus websitenya. Ada banyak alasan untuk melakukan ini yaitu untuk mendapatkan kesepakatan tentang apa yang ada di dalam dan di luar ruang lingkup website, untuk menghasilkan dukungan atau bahkan investasi untuk project tersebut, untuk menguji teori dan ide mengenai tata letak dan struktur situs web, dan yang lebih penting untuk mengumpulkan umpan balik pengguna melalui pengujian kegunaan. Biasanya prototype situs web akan melalui beberapa putaran pengujian kegunaan yang terus disempurnakan sampai tim project yakin dapat maju ke tahap pengembangan berikutnya.

Banyak orang bertanya mengapa mereka harus menghabiskan waktu dan tenaga untuk membuat prototype, padahal Anda bisa langsung mengembangkannya. Jawabannya akan selalu bergantung pada project, tetapi biasanya manfaat pembuatan prototype adalah menghemat waktu dan uang. Kami telah melihat banyak klien datang kepada kami beberapa bulan setelah peluncuran mengatakan bahwa apa yang mereka harapkan dari situs tersebut, tidak berfungsi dengan baik. Saat kami mengujinya dengan pengguna, kami kemudian menemukan bahwa beberapa fitur besar dibuat di awal yang tidak pernah diuji oleh pengguna, dan sayangnya fitur tersebut ternyata salah.

Alasan utama untuk membuat prototype adalah untuk mendapatkan umpan balik dari para pelanggan dan pengguna untuk memastikannya berjalan ke arah yang benar. Ini memungkinkan Anda untuk memperbaiki area mana pun yang menerima umpan balik negatif, dan ini memungkinkan untuk berdiskusi tentang apa yang benar-benar dibutuhkan dalam pembuatan akhir dan apa yang dapat dihapus. Ini dapat menghemat sejumlah besar uang dalam pengembangan nanti dalam project.

Selain itu, kami menemukan bahwa prototype situs web dapat menjadi dokumen spesifikasi yang sangat baik untuk perancang dan pengembang. Dokumen spesifikasi fungsional yang panjang seringkali sulit untuk diinterpretasikan dan sulit untuk digunakan. Tetapi prototype yang sepenuhnya interaktif memungkinkan mereka untuk memvisualisasikan apa yang dibutuhkan dengan cepat dan mudah.

Kekurangan Menggunakan Prototype Pada Website

Kerugian yang paling jelas adalah dibutuhkan lebih banyak waktu untuk merencanakan project sebelum pengembangan yang sebenarnya dapat dimulai. Ini bisa berarti bahwa beberapa manajer project dan pengguna kepentingan merasa tidak nyaman karena project tidak akan memenuhi tenggat waktu. Namun, jika direncanakan dengan benar, waktu untuk membuat prototype menjadi minimal dan sering kali dapat menghemat waktu dengan memastikan pengembang jelas tentang apa yang mereka butuhkan untuk dibuat. Seperti yang disebutkan sebelumnya, biaya perubahan pada situs web yang dikembangkan sepenuhnya bisa jauh lebih besar daripada waktu yang dibutuhkan untuk pembuatan prototype.

Masalah yang kita lihat orang hadapi, terutama saat membuat prototype untuk pertama kalinya, adalah mereka kesulitan memutuskan metode atau alat prototype mana yang akan dipilih. Ini bisa menjadi rumit karena ada begitu banyak pilihan yang tersedia dan semuanya akan membutuhkan beberapa elemen pembelajaran atau pelatihan. Saran kami adalah memilih salah satu alat pembuatan prototype khusus seperti Axure atau Figma dan tetap menggunakannya. Setelah Anda menggunakannya beberapa kali, kecepatan dan kemudahan pembuatan prototype meningkat secara drastis.

Itulah tadi artikel mengenai mengenal prototype pada website. Semoga artikel ini dapat membantu anda yang bekerja pada bidang UI/UX Designer.

Sumber Referensi :

Apa Itu Wireframe ? Pentingkah Dalam Website ?

Apa Itu Wireframe ? Pentingkah Dalam Website ?

Apa itu wireframe – Bagi sebuah website, desain merupakan hal yang penting.  Tak heran, proses merancang desain website cukup kompleks dan sering memakan waktu lama. Namun, sebenarnya jika menggunakan wireframe, proses yang dilakukan bisa jadi lebih mudah.

Membuat wireframe adalah salah satu tahap penting dalam proses perancangan sebelum membuat suatu produk digital. Tidak terkecuali dalam proses pembuatan website. Sebelum masuk ke tahap pengembangan atau development, web developer sendiri biasanya terlebih dahulu meminta bantuan kepada UI/UX Designer untuk membuat wireframe.

Memiliki rancangan yang baik dan benar harus terlebih dahulu dilakukan sebelum tahap development suatu website. Hal tersebut penting dilakukan agar sesuai target yang ingin dicapai. Proses merancang suatu website inilah yang tidak mungkin lepas dari desain User Interface (UI) yang bertujuan merancang tampilan website. Wireframing merupakan istilah yang dipakai dalam tahap awal dalam merancang user interface.

Baca Juga Mengenal Parallax Website, Plus dan Minusnya

Sebenarnya Apa Itu Wireframe ?

Wireframe adalah sebuah kerangka yang berfungsi untuk membuat tata letak suatu website agar sesuai dengan keinginan klien sebelum masuk ke proses desain atau coding. Proses wireframing biasanya dilakukan oleh seorang UI Designer dengan memanfaatkan software desain khusus wireframe atau coretan kertas secara manual.

Source : Ergomania

Proses pembuatan wireframe website disebut wireframing di mana Anda akan mengatur semua komponen di atas sesuai dengan tata letak yang diinginkan. Wireframing biasanya dilakukan oleh UI Designer. Dialah orang yang bertanggung jawab membuat website menarik. 

Seorang UI designer biasanya akan mendiskusikan wireframe website kepada tim web development atau klien untuk mendapat masukkan demi perbaikan desain. Setelah disepakati, kerangka dasar tersebut akan diwujudkan menjadi desain visual yang lebih rapi.  

Secara visual, wireframe memang hanya berbentuk garis dan kotak tanpa warna. Bahkan tulisan pada wireframe berbentuk teks sederhana atau coretan ala kadarnya. Sebab, yang diutamakan adalah gambaran rancangan halaman website saja. 

Secara umum, perbedaan mendasar antara wireframe dengan mockup ada pada tingkatan dari fidelity., dimana Wireframe termasuk ke dalam low fidelity, sementara mockup ada pada tingkatan high fidelity.

Komponen Pada Wireframe 

Seperti kita ketahui, website memiliki beberapa komponen yang wajib ditampilkan agar pengunjung bisa semakin mudah menemukan informasi yang dibutuhkan. Adapun komponen dalam proses pembuatan wireframe website sendiri meliputi beberapa poin berikut ini:

1. Layout Utama

Komponen utama wireframe adalah layout utama. Komponen ini biasanya berupa kotak-kotak yang telah diatur sesuai dengan tata letak halaman website. Dalam komponen ini, terdapat beberapa bagian, seperti header, menu navigasi, body, hingga letak sidebar. 

2. Komponen Interface

Komponen interface adalah komponen yang terkait dengan media interaksi antara tampilan website dengan pengunjung. Komponen ini digunakan sebagai penunjang informasi pada pengunjung yang biasanya berupa  button, link, judul, font size, logo, dan lain-lain.

3. Komponen Navigasi

Salah satu komponen dalam wireframe website adalah navigasi. Komponen ini berguna untuk mengarahkan pengunjung menjelajahi website Anda dengan mudah. Desain yang digunakan bisa berupa menu, tanda panah, atau ikon lain sesuai keinginan.

Dengan komponen navigasi yang jelas, nantinya website akan mampu memberikan user experience yang baik kepada pengunjungnya.

4. Komponen Informasi

Komponen informasi merupakan salah satu komponen utama dalam wireframe website Sesuai namanya, komponen informasi merupakan konten utama yang ingin disampaikan pada audiens. Contohnya, input, thumbnail, link, paragraf, dan lain-lain. Oleh karena itu, penting untuk menempatkan komponen ini di bagian yang paling mudah dilihat pengunjung. 

5. Komponen Tambahan

Komponen tambahan bisa dimasukkan dalam wireframe sesuai jenis dan kebutuhan website. Sebagai contoh jika merancang website untuk toko online. Komponen tambahan yang bisa Anda gunakan seperti, fitur cek resi, form konfirmasi pemesanan, hingga layanan chat dengan pembeli secara langsung.

Jenis-Jenis Wireframe

Secara umum wireframe dibagi menjadi tiga jenis sesuai dengan detail kerangka desain yang dibuat :

1. Low-fidelity Wireframe

Low-fidelity wireframe adalah wireframe dengan desain yang paling sederhana.  Tipe wireframe ini biasanya dibuat dalam bentuk yang masih kasar. Maksudnya, tanpa menggunakan skala, kisi, dan akurasi piksel. Bahkan, hanya bermodal kertas dan pensil saja, Anda sudah bisa membuat low fidelity wireframe.

2. Mid-fidelity Wireframe

Mid-fidelity wireframe adalah tipe wireframe yang paling umum digunakan. Wireframe tipe ini menampilkan representasi layout yang lebih akurat, meskipun masih belum menggunakan gambar.

Pada tipe wireframe ini, sudah terlihat perbedaan ukuran teks yang dapat memisahkan judul dan konten dengan baik. Tipe ini juga sudah menggunakan beberapa elemen website yang menonjol dengan pewarnaan yang berbeda. 

Mid fidelity wireframe memang bisa digunakan dengan modal kertas dan pensil. Namun, dengan menggunakan software, hasilnya bisa jauh lebih akurat.

3. High-fidelity Wireframe

High-fidelity wireframe adalah tipe wireframe yang paling spesifik. Kerangka desain sudah menggunakan gambar dan tulisan konten yang sebenarnya. Tak hanya itu, tipe wireframe ini juga sudah dilengkapi menu interaktif dalam desainnya.

Manfaat Menggunakan Wireframe

Selain mampu memudahkan tugas web developer, adanya wireframe dalam proses pembuatan website juga memberikan banyak keuntungan dari segi relasi terhadap klien. Berikut beberapa contoh manfaat wireframe.

1. Memastikan konsep fokus pada user

Menurut Career Foundry, wireframe adalah cara pengguna dapat dengan mudah memberikan masukan dan saran mengenai desain website atau aplikasi pada tahap wireframing. Hal ini juga mempermudah stakeholder berkomunikasi dan memberikan ide pada desainer. Selain untuk mendapatkan masukan dari pengguna dan stakeholder, proses wireframing juga bertujuan untuk mengidentifikasi titik masalah yang dialami pengguna.

Informasi yang diperoleh saat tahap wireframing dapat digunakan untuk memperbaiki konsep produk dan rancangannya. Selain itu,  juga digunakan desainer untuk mengukur dan menilai bagaimana pengguna website atau aplikasi berinteraksi dengan antarmuka yang didesain. Informasi-informasi ini digunakan desainer untuk memahami pengguna lebih baik dan membuat produk yang mudah serta nyaman digunakan semua orang.

2. Memperjelas fitur

Ketika mengomunikasikan ide desain kepada klien, lebih baik gunakan bahasa yang sederhana dan cara yang mudah dipahami. Nah, wireframing merupakan metode yang tepat untuk itu. Dengan wireframing, anda bisa lebih mudah mengomunikasikan fitur, fungsi, dan tujuan dari sebuah web atau aplikasi. Stakeholder akan dapat mengukur berapa ruang yang perlu dialokasikan untuk fitur-fitur yang dirancang, menghubungkan arsitektur informasi pada desain visual, dan memperjelas fungsionalitas sebuah web atau aplikasi.

Wireframing membuat seluruh elemen dan fungsi desain lebih jelas. Selain itu, hal ini juga mempermudah pemahaman tentang cara kerjanya sehingga keputusan-keputusan tepat dapat dibuat sebelum tahap perancangan selanjutnya.

3. Cepat dan murah

Salah satu alasan disukai oleh banyak desainer UI dan UX adalah karena mudah dan murah untuk dibuat. Cukup dengan kertas dan pulpen, kamu bisa dengan cepat membuat sketsa  tanpa harus mengeluarkan uang. Selain itu, ada banyak tools dan software yang bisa membantu desain wireframe secara digital dengan mudah.

Tools Untuk Membantu Dalam Membuat Wireframe

Untuk membuat gambar desain yang sederhana, Anda bisa menggunakan kertas dan pensi saja. Sedangkan, untuk membuat gambaran yang lebih detail, berbagai tools wireframe bisa Anda manfaatkan.

1. MockFlow

MockFlow merupakan software desain yang mampu membuat rancangan website maupun aplikasi. Guna mengakomodir pembuatan wireframe oleh para UI Designer, MockFlow menyediakan fitur bernama WireframePro.

Melalui fitur tersebut, Anda bisa membuat rancangan UI secara flawless berkat adanya visualisasi desain secara langsung. Jika Anda ditugaskan dalam sebuah team, layanan ini juga menyediakan fitur cloud-base storage untuk melakukan kolaborasi dengan orang lain.

2. MockingBird

Mockingbird adalah layanan software pembuat wireframe yang mampu menggabungkan ide, informasi, dan interaksi. Membuat desain dengan mockingbird juga terlihat lebih menyenangkan, karena elemen bisa diubah secara drag and drop.

3. Cacoo

Cacoo merupakan salah satu software wireframe yang cukup simpel, baik dari sisi tampilan maupun pilihan menunya. Tool ini cocok digunakan bahkan untuk pemula sekalipun. Tak perlu melakukan instalasi pada komputer Anda karena tool ini bisa digunakan secara online melalui browser. 

4. Figma

Ingin menggunakan tool wireframe yang gratis tapi powerful? Figma bisa menjadi pilihan. Anda dapat mendesain website dengan mudah menggunakan berbagai fitur yang dimilikinya. Salah satunya, fitur real-time collaboration yang membuat koordinasi pembuatan mockup bisa dilakukan dengan cepat. 

Itulah tadi artikel mengenai apa itu wireframe, komponen, jenis, dan tools yang dapat berguna bagi anda seorang website designer. Semoga artikel mengenai apa itu wireframe ini dapat berguna bagi kalian semua.

Sumber Referensi :