Tips Desain Poster Bagi Anak Desain Grafis

Tips Desain Poster Bagi Anak Desain Grafis

Tips Desain Poster – Meskipun perkembangan teknologi secara perlahan mulai menggerus kehadiran media cetak, namun keberadaan poster sampai saat ini masih dijadikan sebagai media pemasaran maupun promosi yang sebenarnya cukup berguna dan cukup ampuh. Ketika berencana untuk membuat poster, pastikan desain yang anda buat unik agar mudah menarik perhatian dan diingat oleh masyarakat luas maupun orang-orang yang sekedar melihat poster anda bertebaran. Namun, terkadang dalam pembuatan poster, Anda pasti sering kehabisan ide atau merasa bingung bagaimana mendesain poster yang sekiranya eye catching atau dapat menarik perhatian. Berikut adalah beberapa tips membuat desain poster yang sekiranya bisa anda terapkan untuk hasil yang lebih maksimal.

Baca Juga Tips Desain Web Bisnis Seperti Profesional

Berbagai Tips Desain Poster

Poster yang baik tidak hanya memiliki desain yang kreatif, tapi juga informatif. Mempromosikan bisnis atau acara tidak akan lengkap tanpa menyebar poster ke khalayak umum, baik secara offline maupun online. Poster sejatinya dianggap sebagai media yang ampuh untuk menarik perhatian pelanggan. 

Ketika proses mendesain poster, menjadi kreatif itu sangat penting, tapi anda juga haruslah tetap menyampaikan informasi yang bermanfaat bagi orang yang melihat poster anda.

  1. Gampang dilihat dan dibaca dari jauh

Tips dari pembuatan desain poster yang pertama adalah pastikan bahwa poster anda tersebut dapat dibaca dari kejauhan dengan mudah. Agar mendapatkan poster yang mudah dibaca dari kejauhan, pastikan kembali bahwa poster Anda memiliki tiga komponen utama yang sekiranya harus ada di dalam poster tersebut, yakni headline untuk teks utama dan harus jadi yang terbesar dalam poster karena itu akan menjadi hal pertama yang diperhatikan oleh orang lain, kemudian yang kedua adalah berbagai rincian informasi yang ingin anda sampaikan, dan terakhir adalah penjelasan menarik dari event atau promosi tersebut. 

Anda juga dapat memilih jenis huruf yang mudah dibaca dan mudah menarik perhatian masyarakat, jangan sampai anda menggunakan jenis huruf yang membuat orang kesulitan melihatnya dari jauh karena bentuk huruf yang tidak terlihat dengan jelas. Berikan informasi secara ringkas dan usahakan bedakan warna pada setiap komponen untuk memfokuskan poin mana yang ingin menjadi bagian utamanya.

  1. Kontras pada poster

Jika anda memiliki tujuan untuk menarik perhatian seseorang, penggunaan kontras yang tinggi antara elemen dalam poster sekiranya dapat membantu Anda dalam melakukannya. Anda jangan meninggalkan beberapa warna yang monoton serta gradien yang pucat karena itu kesannya akan tidak bagus bila dilihat oleh orang lain. Anda sangat disarankan untuk memilih warna-warna dengan kontras yang lebih cerah dan tidak bertabrakan warnanya dengan elemen-elemen di dalam poster anda nantinya. 

Pikirkan pula penggunaan warna background penuh agar membuat poster Anda menonjol dari segi penggunaan warna dibandingkan poster yang lainnya. Jika dalam pemilihan warna poster anda kesulitan menentukan apa yang cocok, anda dapat mencoba menyesuaikan dengan tema dari poster anda. Dan untuk warna komponen lainnya bisa anda sesuaikan dengan melihat topologi warna yang selaras satu sama lain.

  1. Jarak atau ruang kosong elemen poster

Jarak atau ruang kosong pada poster biasa disebut juga dengan white space, yakni ruang kosong antara desain layout pada sebuah halaman desain. Menyediakan white space merupakan cara membuat poster yang tepat jika anda ingin membuat desain poster yang mudah dibaca oleh orang lain dan tentu saja dapat menarik perhatian orang lain. Jika ingin memanfaatkan white space, ada beberapa tempat yang cocok diberikan white space, yaitu:

  • Di antara setiap huruf
  • Terletak di antara baris teks
  • Antara berbagai jenis elemen, seperti gambar dan teks
  • Di sekitar margin kanvas
  1. Foto pada poster

Jika anda ingin membuat desain poster, poster yang menonjolkan foto atau menjadikan foto menjadi background dapat menjadi salah satu tips desain poster bagi anda. Mata manusia terbiasa dengan bentuk nyata, oleh karena itu poster yang menggunakan foto asli lebih mudah ditebak tujuan dan maksud dari poster tersebut. Anda dianjurkan untuk memilih foto yang dapat memaksimalkan ruang dalam desain visual poster anda. 

Ketika anda menggunakan foto sebagai latar background atau separuh dari desain anda, perlu diperhatikan bahwa untuk font dan warna fontnya harus dapat lebih terang daripada fotonya, misal foto anda dominan warna putih, anda jangan menggunakan warna font yang sekiranya mirip seperti putih atau abu , gunakan warna berlawanan seperti hitam ataupun biru tua.

  1. Lokasi penempatan

Selain warna dan jenis tulisan yang digunakan, anda juga harus memperhatikan ukuran dan lokasi penempatan poster tersebut agar penempatannya sesuai dan tidak sia-sia. Sebagai contoh, jika poster Anda akan digantung di sebuah tembok berwarna gelap, gunakan poster yang memiliki warna menonjol agar terkesan menarik. Pilihlah warna-warna kontras agar desain poster Anda tidak menyatu dengan lingkungan sekitarnya. Meskipun hal ini itu termasuk faktor eksternal, tetapi hal ini sangat penting untuk menarik perhatian seseorang terhadap poster milik Anda.

  1. Layouting

Penting bagi anda untuk membuat poster yang bisa diubah-ubah ukurannya untuk berbagai tempat dan media untuk menyebarkannya. Misalnya anda ingin membuat poster yang dapat dibagikan juga di media sosial, pastinya ukuran yang sesuai dan tepat agar dapat dibagikan di setiap media sosial akan berbeda-beda, oleh sebab itu pastikan poster anda dalam proses layouting tidak salah dan bisa diubah sesuai kebutuhan namun tetap memuat info dalam poster tersebut.

Kesimpulan

Itulah tadi beberapa tips desain poster yang bisa anda terapkan. Pada dasarnya, ketika anda mendesain sebuah poster, banner, atau media promosi yang lainnya, hampir mirip dalam menerapkan ide desainnya.

Semua itu kembali lagi kepada anda sebagai desainer bagaimana cara yang tepat agar dapat menarik perhatian pelanggan yang melihat desain anda. Selalu ikuti perkembangan trend desain saat ini ataupun yang akan datang, tujuannya agar anda tidak ketinggalan dan selalu up to date mengenai desain di era digital ini.

Sumber Referensi :

Brainstorming Pada Dunia Desain, Seperti Apakah Itu?

Brainstorming Pada Dunia Desain, Seperti Apakah Itu?

Brainstorming Pada Dunia Desain – Setelah anda menentukan masalah apa yang ingin anda selesaikan diproses pendefinisian, sekarang saatnya anda mulai mencari solusi dari masalah tersebut. Dalam proses ini, anda harus mencari konsep solusi sebanyak banyaknya, tentunya dengan tetap fokus terhadap masalah yang tepat.

Proses ideasi ini merupakan tempat dimana anda dapat mencoba untuk mencari ide-ide kreatif dan inovatif.

Setiap ide yang dikemukakan tidak harus berdiri sendiri. Penting bagi anda untuk menyatakan ide meskipun itu bukan solusi yang tepat karena hal itu dapat memicu pemikiran yang lain. Konsep pembentukan ide adalah berbagi ide dengan orang lain, yang memicu ide-ide baru, yang menciptakan rantai pemikiran baru.

Satu-satunya cara untuk membangun ide agar dapat berkembang dalam brainstorming adalah tidak menutup ide yang keluar dan ungkapkan semua ide tersebut. Karena menutup ide hanya akan membuat orang lain enggan untuk berbagi ide dengan anda.

Baca Juga Tips Menjaga Kreativitas Desain Agar Hasil Tetap Maksimal

Seperti Apa Itu Brainstorming?

Secara sederhana brainstorming adalah metode untuk memunculkan penyelesaian masalah yang kreatif dengan mendorong anggota kelompok untuk melemparkan ide sembari menahan kritik atau penilaian dari orang lain. Brainstorming, dalam banyak bentuknya, telah menjadi alat standar untuk pengembangan sebuah ide baru. Hal ini karena :

  • Brainstorming dapat dicapai dari berbagai kalangan baik itu sebuah kelompok besar, kelompok kecil, atau bahkan seorang individu
  • Ada batasan pada jenis masalah atau pertanyaan yang dapat diselesaikan melalui brainstorming

Di awal proses brainstorm, mungkin akan terasa sulit untuk mencari ide. Tapi ketika anda sudah dapat sebuah ide, akan sangat mudah untuk menambah-nambahkan ide tersebut.

Diproses ini, fokus pada jumlah ide dan bukan pada kualitas ide tersebut.

Tips untuk sesi brainstorming yang mantap :

  • Jangan menilai sebuah ide baik atau buruk
  • Buatlah ide-ide yang luar biasa
  • Jangan berebutan saat mencetuskan ide, jelaskan, dengarkan, dan tuliskan dengan baik ide-de tersebut
  • Lebih baik gambarkan karena menjelaskan ide secara visual akan lebih mudah dimengerti
  • Jadikan ide-ide yang sudah dikumpulkan untuk membangun ide baru
  • Fokus pada kuantitas Fokus ke topik dan ke permasalahannya

Brainstorming adalah metode yang sudah lama digunakan untuk menghasilkan ide dan pemikiran baru yang menghasilkan solusi untuk mengatasi berbagai masalah. Namun, diperlukan penggunaan brainstorming dengan cara yang benar untuk mendapatkan hasil yang efektif. 

Pentingnya Brainstorming Pada Dunia Desain

  • Brainstorming membuat orang berpikir lebih bebas, tanpa takut dihakimi.
  • Brainstorming memotivasi adanya kolaborasi terbuka dan berkelanjutan yang memecahkan masalah bersama dengan menciptakan ide dan solusi inovatif.
  • Dengan brainstorming, tim menghasilkan lebih banyak ide dalam waktu singkat. Yang kemudian dapat disempurnakan dan digabungkan untuk menghasilkan solusi yang ideal.
  • Brainstorming membantu anggota tim untuk mencapai kesimpulan melalui konsensus.
  • Brainstorming membuat anggota tim merasa nyaman dengan melontarkan ide satu sama lain, bahkan di luar diskusi yang terstruktur.
  • Brainstorming memberikan perspektif yang berbeda dan menciptakan cara berpikir out of the box.
  • Brainstorming adalah teknik yang bagus untuk membuat tim. Tidak ada satu orang pun yang memiliki kepemilikan atas hasil akhir, sehingga memungkinkan upaya tim yang sempurna.

Dalam dunia desain, brainstorming sangat penting karena Tujuan dari brainstorming adalah untuk mengeluarkan semua ide yang berkaitan dengan sebuah proyek, yang mengarah ke satu atau beberapa penanganan selanjutnya. Hal ini tentu saja bukan untuk menahan ide yang tampaknya beresiko, tidak realistis, atau bahkan bodoh. Semua ide harus dicatat, salah satunya mungkin menghasilkan karya terbaik kita. Ide-ide ini bisa berupa keseluruhan konsep dan style yang mencakup hal-hal sebagai berikut :

  • Layout
  • Skema warna
  • Foto/gambar
  • Typeface atau font option
  • Tujuan proyek
  • Ide-ide yang berkaitan dengan mood atau nuansa emosi dari pekerjaan.

Mengapa Brainstorm Sangat Efektif?

Dilansir Creative Education Foundation milik Osborn, hal ini terletak pada memisahkan pemikiran kritis dari pemikiran kreatif, yang berarti menghasilkan lebih banyak pilihan sebelum anda mempertimbangkan untuk mengevaluasinya. Hasil brainstorming adalah ide yang tidak hanya praktikal namun juga benar-benar inovatif. Semua itu merupakan ide yang cenderung membantu perubahan organisasi dari pemikiran yang biasa menjadi luar biasa. 

Berdasarkan pada teori brainstorming, setiap orang itu kreatif dan kreativitas itu dapat ditingkatkan dan dikekang. Ini berarti bahwa brainstorming mungkin menghasilkan ide dari orang yang non kreatif pada proses pengembangan ide.

Oleh karena itu, hasilnya cenderung mencakup ide yang memperhitungkan sudut pandang dan proses pemikiran yang luas dan berbeda. Ini berarti bahwa hasil sebuah sesi brainstorming yang baik bisa mengejutkan dan inovatif.

Brainstorming secara definisi adalah bagian dari proses kreatif yang lebih besar. Gunakan itu untuk menghasilkan ide secara sendiri atau sebagai sebuah kelompok. Pastikan untuk menetapkan target pada masalah yang jelas, mengikuti beberapa aturan dasar untuk menjaga kelompok tetap dalam jalurnya, dan pastikan untuk memproses ide pada saat penjelasannya. Dengan cara itu, anda dapat mengambil tindakan pada kebanyakan ide inovatif dan relevan yang anda pikirkan.

Sumber Referensi :

Bedanya Banner dan Spanduk Agar Tidak Salah Desain

Bedanya Banner dan Spanduk Agar Tidak Salah Desain

Bedanya Banner dan Spanduk – Media promosi sendiri adalah sebuah sarana komunikasi yang dipakai oleh suatu bisnis, usaha, atau jasa dalam mempromosikan produk mereka. Media promosi bagi seseorang juga bisa digunakan dengan tujuan untuk menyampaikan pesan kepada pasar yang dituju.

Secara umum, media promosi ini dapat dikelompokkan menjadi tiga bagian. Yaitu promosi media cetak, promosi media elektronik dan juga promosi luar ruang atau outdoor. Perbedaan dari ketiga jenis media promosi tadi yaitu terletak pada fungsinya, tetapi hanya bentuknya saja yang terlihat berbeda.

Media promosi juga mempunyai peranan penting lainnya, sama pentingnya seperti media promosi lain termasuk sales promotion, public relation, personal setting, direct marketing.

Saat ini, ada banyak sekali media promosi yang dapat dijumpai di sepanjang jalan, seperti banner dan spanduk. Tetapi tahukah anda apa bedanya banner dan spanduk ini? Mengapa seringkali digunakan sebagai media promosi?

Baca Juga Bedanya Brosur dan Flyer Yang Harus Kalian Ketahui

Bedanya Banner dan Spanduk

Jika dilihat secara sekilas, banner dan spanduk ini memang sama-sama media promosi berbasis cetak. Jadi sangat wajar jika kemudian banyak yang sering menyamakan antara banner dan spanduk ini. Tapi pada dasarnya hal itu tidak benar karena banner dan spanduk berbeda. Agar tidak salah kaprah, berikut ini adalah bedanya banner dan spanduk yang harus anda ketahui.

  1. Segi Ukuran

Perbedaan pertama yang terlihat dari banner dan spanduk ini adalah dari segi ukuran. Banner dan spanduk adalah media promosi cetak yang bisa dibedakan berdasarkan ukurannya. Untuk ukuran spanduk pada umumnya memiliki ukuran yang berkisar sekitar 80 cm x 200 cm. Dan ukuran ini termasuk ke dalam ukuran spanduk yang paling kecil. Ukurannya bisa mencapai 150 cm x 300 cm untuk yang paling besar. Bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan banyaknya informasi yang ingin disampaikan pada spanduk.

Sedangkan untuk ukuran banner berukuran mulai dari 60 cm x 160 cm sampai dengan 80 cm x 200 cm. Bisa disesuaikan juga dengan kebutuhan yang ingin dipakai.

Tetapi, untuk ukuran kedua media promosi ini bisa disesuaikan jika membutuhkan ukuran yang lebih besar. Ukurannya mungkin bisa sampai melebihi 300 cm.

  1. Bahan Kertas

Perbedaan selanjutnya yang bisa anda lihat adalah dari bahan kertas yang digunakan pada keduanya. Walaupun pada dasarnya jenis kertas yang digunakan cenderung banyak dan sama, tetapi perbedaannya masih tetap ada. Dalam penggunaan kertas pada spanduk dan banner dapat dibedakan berdasarkan peletakkan media promosi itu, apakah di taruh di dalam ruangan atau di luar ruangan. Jenis kertas flexi China hingga flexi Jerman biasanya digunakan untuk spanduk karena jenis kertas flexi ini memiliki daya tahan yang cukup kuat.Dan juga, ada bahan yang biasa digunakan adalah cloth banner, bahan yang memiliki tekstur menyerupai kain. Dinilai lebih praktis dan ringan saat dibawa atau dilipat.

Sedangkan untuk bahan kertas pada banner, biasanya menggunakan kertas berbahan albatros. Ini karena kertas albatros memiliki kualitas bahan yang bagus saat diletakkan di dalam ruangan. Bukan hanya kertas albatros, banner juga bisa menggunakan kertas PVC yang teksturnya kaku dan tidak mudah sobek.

  1. Tempat Meletakkan

Seperti yang anda sering temui dimanapun itu, spanduk lebih cocok untuk ditaruh di luar ruangan, karena itu peletakannya juga biasanya lebih beragam. Dengan memberikan simpul pengikat di tiap-tiap ujungnya, spanduk bisa diletakkan dimana saja.  Bisa diletakkan dengan menggantungnya di tembok, pohon, ranting, dan segala jenis benda yang bisa dijadikan penyangga agar spanduk tadi dapat menempel.

Tetapi hal ini berbeda dengan banner. Karena banner digunakan dalam bentuk yang horizontal, maka banner membutuhkan tiang sandaran untuk dapat berdiri dengan tegak. Itulah mengapa banner ini lebih sering dijadikan sebagai media promosi untuk diletakan di dalam sebuah ruangan. Beberapa jenis banner yang biasa anda akan temui di cetak banner adalah roll up banner, Y banner dan X banner.

Jika anda ingin mencari media promosi yang sifatnya semi formal dan formal, untuk instansi maupun institusi resmi, maka menggunakan banner adalah jawaban yang paling tepat.

  1. Mesin Cetak Yang Dipakai

Bedanya banner dan spanduk yang terakhir adalah terletak pada mesin cetaknya. Walaupun banner dan spanduk sama-sama menggunakan teknik digital printing, namun jenis mesinnya tetap saja berbeda. Spanduk biasanya dicetak dengan mesin yang khusus digunakan untuk kebutuhan luar ruangan. Sehingga penggunaan tinta serta hasil akhirnya akan lebih tahan banting dan tahan lama ketika harus diletakkan diluar ruangan dan terkena hujan ataupun terpapar sinar matahari.

Sedangkan banner biasanya dicetak menggunakan mesin cetak indoor, karena itulah hasilnya tak begitu awet jika terkena sinar matahari secara langsung. Maka tidak heran juga jika biaya cetak banner menjadi lebih murah dibandingkan dengan spanduk.

Itulah tadi bedanya antara spanduk dan banner. Dari penjelasan diatas anda bisa menilai manakah media promosi yang sekiranya paling cocok dengan kebutuhan anda saat ini. Jangan sampai salah memilih agar hasilnya dapat maksimal bagi anda!

 Sumber Referensi :

Bedanya vektor dan bitmap Yang Wajib Diketahui Desainer

Bedanya vektor dan bitmap Yang Wajib Diketahui Desainer

Bedanya vektor dan bitmap – Jika anda bekerja di bidang desainer grafis pasti sudah tidak asing lagi dengan istilah gambar-gambar vektor dan bitmap. Hal itu merupakan makanan sehari-hari bagi para desainer. Tetapi bagi orang awam mungkin jarang mendengar istilah itu padahal kedua jenis format gambar itu sangat berbeda dan memiliki kegunaannya masing-masing. Kedua format gambar tersebut harus diketahui oleh setiap desainer grafis ataupun anda yang ingin belajar untuk mendesain agar mereka bisa membuat desain dengan hasil yang bagus sesuai kebutuhan dan mediumnya.

Format vektor dan bitmap ini memiliki beberapa perbedaan yang mencolok jika anda telusuri. bedanya vektor dan bitmap inilah yang penting untuk diketahui agar ketika nanti ketika mencetak atau memindahkan hasil desain kita platform yang lain gambarnya tidak rusak dan dapat bertahan sesuai aslinya.

Tapi sebelum membahas mengenai bedanya vektor dan bitmap, ada baiknya anda memahami sedikit penjelasan mengenai pengertian vektor dan bitmap ini untuk memudahkan dan mendapat gambaran mengenai perbedaan antara keduanya nanti.

Baca Juga Format Gambar Untuk Website Terbaik Saat Ini

Apa Itu Vektor ?

Vektor merupakan gambar digital hasil dari persamaan perhitungan matematis yang dibuat dari gabungan titik dan garis hingga menghasilkan sebuah gambar yang dapat terlihat dengan jelas. Untuk kualitas gambar yang dihasilkan, gambar vektor tidak akan terlihat pecah ketika di-zoom beberapa kali dan tidak akan mengalami perubahan.

Ada banyak aplikasi yang mendukung pembuatan gambar vektor seperti Adobe Illustrator, Macromedia Freehand, CorelDraw, Xara, Serif DrawPlus, Adobe Flash, dan lainnya. Format yang dipakai untuk menyimpan gambar vektor di beberapa aplikasi tersebut seperti AI, SVG, CDR, hingga EPS. Gambar vektor juga memiliki ukuran yang relatif lebih kecil, dan cocok digunakan untuk ilustrasi desain logo.

Apa itu Bitmap ?

Bitmap atau biasa disebut juga dengan raster merupakan sekumpulan kotak-kotak kecil yang disebut dengan pixel sehingga menghasilkan sebuah gambar dari sekumpulan kotak tadi. Pixel tersebut juga ada yang memiliki kombinasi warna untuk memperjelas gambar. Berbeda dengan vektor, bitmap jika di-zoom, maka terlihat pecah dan hanya tampak kumpulan kotak kecil tadi. Dalam membuat gambar bitmap, biasanya menggunakan beberapa format seperti GIF, JPEG, BMP, PNG, TIFF, dan PSD.

Untuk memproses gambar bitmap juga banyak aplikasi yang mendukungnya seperti Adobe Photoshop, Corel Draw, Corel Photo Paint, Jasc Paint Shop Pro, Micrografx Picture Publisher, Ulead PhotoImpact, dan Microsoft Paint. Bitmap memiliki ukuran file lebih besar apabila resolusi gambar lebih tinggi dan berwarna. Bitmap atau raster cenderung digunakan untuk sebuah gambar yang memiliki varian warna seperti foto

Apa Bedanya Vektor dan Bitmap ?

Setelah memahami sedikit tentang pengertian dari vektor dan bitmap tadi, pasti sudah terlihat dengan jelas bukan perbedaan apa saja yang ada pada keduanya. Agar lebih paham lagi, berikut ini adalah bedanya vektor dan bitmap yang paling mendasar.

  1. Unsur Pembentuk

Yang menjadi pembeda utama dari vektor dan bitmap adalah unsur pembentuknya. Vektor adalah sekumpulan garis matematika bernama Kurva Bezier yang disusun secara sistematis hingga membentuk sebuah objek gambar. Garis-garis tadi dilengkungkan dan ditata sedemikian rupa sehingga menjadi sebuah objek gambar.

Sedangkan untuk bitmap, adalah sekumpulan gambar yang dibangun dengan gabungan kotak-kotak kecil yang disebut pixel. Kotak-kotak kecil tadi bisa memiliki berbagai macam warna sehingga gambar yang dihasilkan akan terlihat lebih nyata. Kotak-kotak kecil tadi akan disusun dan diatur tempatnya sehingga menjadi sebuah gambar.

  1. Setelah Diperbesar

Sudah terlihat jelas bahwa gambar vektor dan bitmap akan sangat berbeda ketika diperbesar beberapa kali. Untuk vektor, gambar akan tetap pada kualitas aslinya dan tidak akan pecah atau blur karena kurva matematika yang menjadi unsur pembentuk vektor tidak akan berubah meskipun diganti ukurannya. Hal ini yang menjadi keunggulan dari vektor karena kualitas gambar akan tetap terjaga dan tidak akan menurun walaupun diperbesar berkali-kali.

Berbeda dengan bitmap, jika gambar ini diperbesar maka anda akan melihat gambar yang blur karena yang anda perbesar adalah sekumpulan kotak-kotak yang tersusun. Sehingga ketika anda perbesar, kotak-kotak kecil tadi akan sangat terlihat jelas dan gambar anda menjadi blur atau pecah.

  1. Ukuran File

Tidak hanya berpengaruh terhadap kualitas gambar yang dihasilkan, ukuran file pada gambar vektor dan bitmap juga jauh berbeda. Karena pada gambar bitmap disusun oleh tiap-tiap pixel dan mempunyai warna serta lokasinya masing-masing, dan pixel-pixel ini mempunyai ukuran yang tidak sedikit. Hal ini membuat gambar bitmap menjadi berukuran besar.

Berbeda dengan vektor, vektor tidak mempunyai kotak atau pixel yang diisi sebuah warna dan lokasi. Vektor hanya garis-garis kurva berwarna yang dibengkokkan. Oleh karena itu, gambar vektor cenderung memiliki ukuran yang lebih kecil daripada gambar bitmap.

  1. Format File

Selain dari ukuran filenya, format file dari keduanya juga sangat berbeda. Ada aplikasi yang tidak support format file vektor dan begitu juga sebaliknya. Gambar vektor dan bitmap digunakan pada tempatnya masing-masing. Format paling mendasar dari gambar bitmap adalah BMP ( Bitmap Image File ) dan ukuran dari file ini sangat besar. Oleh karena itu, format file BMP ini sering diolah agar menjadi lebih kecil dan ringan dan biasanya format gambarnya akan menjadi GIF, JPEG, atau PNG.

Sedangkan untuk vektor, format gambar yang paling umum digunakan adalah SVG ( Scalable Vector Graphics ).  Seperti yang dibahas sebelumnya, format yang dipakai untuk menyimpan gambar vektor di beberapa aplikasi tersebut seperti AI, SVG, CDR, hingga EPS. Gambar vektor juga memiliki ukuran yang relatif lebih kecil, dan cocok digunakan untuk ilustrasi desain logo.

  1. Convert

Jika anda ingin mengubah gambar vektor menjadi gambar bitmap ataupun gambar bitmap menjadi vektor, hal itu dapat dilakukan. Tetapi proses dan hasil yang dihasilkan akan berbeda. Untuk gambar SVG anda bisa mencoba untuk menyimpan gambar tadi dengan format PNG atau JPEG, hal ini akan mengubah semua kalkulasi matematikanya menjadi pixel. Bitmap juga bisa diubah menjadi gambar vektor dan proses mengubah ini biasanya disebut dengan raster tracing. Tetapi raster tracing ini membutuhkan waktu yang lama untuk diproses dan harus mempunyai komponen komputer yang mumpuni agar hasilnya bisa maksimal.

  1. Penggunaan

Jika anda sudah memahami mengenai bedanya vektor dan bitmap ini, sekarang anda pasti sudah dapat mengira-ngira dimana penggunaan yang tepat untuk kedua gambar ini. 

Jika anda seorang desainer, anda akan lebih memilih untuk menggunakan vektor. Karena dengan vektor, gambar-gambar yang dihasilkan tidak akan merusak kualitas aslinya dan cocok untuk digunakan dalam desain. Vektor juga sangat cocok digunakan untuk membuat logo dan ilustrasi karena tidak akan pecah atau rusak. 

Sedangkan bitmap lebih cocok digunakan untuk menampilkan warna yang nyata dan baik digunakan untuk menampilkan sebuah foto.

Itulah tadi pembahasan mengenai bedanya vektor dan bitmap, setelah mengetahui hal itu sekarang anda dapat menggunakan gambar yang sesuai dengan kebutuhan dan keperluan anda.

Sumber Referensi :

Tips Desain Banner Agar Terlihat Menarik

Tips Desain Banner Agar Terlihat Menarik

Tips Desain Banner – Di era seperti sekarang ini, yang menjadi salah satu media promosi yang paling sering kita temukan dan lihat adalah jenis media promosi menggunakan banner seperti X-Banner atau Roll Banner. Simpelnya adalah banner ini merupakan versi lite dari sebuah baliho karena lebih kecil dan lebih ringkas tetapi tujuannya sama untuk mempromosikan suatu produk, jasa, atau layanan. Sangat banyak perusahaan, toko, atau bisnis lainnya yang menggunakan banner ini sebagai media promosi.

Jika anda ingin mencetak banner maka itu bukanlah hal yang sulit. Anda cukup menyerahkan desain banner yang anda mau ke sebuah percetakan, dan untuk mencari tempat percetakan yang berkualitas tentunya juga sangat mudah. Tetapi yang menjadi permasalahan disini adalah apakah banner yang anda buat tadi dapat berfungsi dengan baik agar orang-orang yang melihatnya tertarik untuk mengunjungi bisnis atau toko anda? Kreativitas dalam merangkai kata-kata dan desain juga sangat dibutuhkan. Jika anda bingung ingin membuat desain banner, anda bisa melihat tips desain banner dibawah ini untuk membantu anda.

Karena pada dasarnya, promosi acara dan produk seperti kurang lengkap tanpa kehadiran dari jenis media promosi ini. 

Baca Juga Jenis-Jenis Desain Grafis Dan Pengertiannya

Tips Desain Banner Yang Bisa Anda Coba

Desain banner sangat berhubungan erat dengan desain/visual, maka perlu teknik dan tips desain banner agar dapat membuat sebuah banner yang menarik untuk dilihat oleh orang lain dan bersifat kreatif serta inovatif.

Oleh karena itu, desain banner ini harus dibuat semenarik mungkin tanpa mengurangi sisi kontennya yang harus tetap padat, jelas, dan juga dapat menarik perhatian orang-orang yang melihatnya. 

  1. Mencari Tema Yang Sesuai

Sudah menjadi kewajiban bagi anda untuk menentukan tema apa yang sesuai pada banner yang anda inginkan. Hal ini bertujuan untuk menentukan aspek-aspek lainnya nanti. Sebagai contoh jika anda baru membuka toko buah, dan ingin mempromosikan toko anda dengan banner, anda bisa menentukan temanya dengan memakai pastel buah atau yang sejenisnya, usahakan gunakan warna yang natural dan fresh agar kesan dari gambar buah yang tertera membuat pengunjung tertarik untuk mendatangi toko anda.

  1. Tentukan Jenis Banner

Biasanya ketika mendesain sebuah banner yang paling sering digunakan adalah jenis vertikal (y-banner) dan banner horizontal (x-banner). Orang-orang lebih sering menggunakan y-banner daripada x-banner jika anda sering mengunjungi toko-toko atau tempat promosi. Penting bagi anda untuk menentukan jenis banner yang ingin anda buat serta ukurannya. Ukuran dari x-banner ini biasanya disesuaikan dengan konten iklan atau budget yang tersedia. Jika konten anda sangat banyak, maka ukurannya juga akan disesuaikan sehingga menjadi lebih besar. Karena dengan budget yang besar dapat memilih ukuran besar. Tapi anda jangan sampai lupa juga bahwa anda harus memperhatikan fungsionalitas dari banner anda. Jika banner hanya digunakan di tempat yang tidak begitu luas, sebaiknya digunakan ukuran sedang agar tidak menyulitkan bagi pembaca untuk membacanya.

  1. Usahakan Logo Paling Atas

Logo merupakan identitas dari brand anda. Letakkan logo ini pada posisi paling atas yang sejajar dengan mata agar dapat terlihat dengan jelas oleh orang yang melihatnya. Logo mempunyai peran penting dalam menarik orang untuk pertama kalinya. Bagian teratas dari sebuah banner adalah bagian yang memiliki peluang tertinggi untuk dilihat pertama kali oleh orang yang lewat. Oleh karena itu, pastikan Anda menaruh logo dan informasi penting lainnya di bagian teratas pada banner.

  1. Masukan Tulisan Secukupnya

Sebuah banner harus dibuat dengan isi konten yang singkat, padat namun makna yang ingin disampaikan jelas. Jangan membuat banner yang berisi tulisan secara keseluruhan karena itu akan memakan waktu yang cukup lama bagi orang yang lewat dan biasanya akan enggan untuk melanjutkan membaca semuanya. Jadi, gunakanlah tulisan secukupnya namun berisi informasi yang jelas sehingga orang akan langsung dapat menangkap apa yang tertuang dalam banner tersebut.

  1. Tulisan Harus Mudah Dibaca

Berhubungan dengan tips yang sebelumnya, setelah tulisan-tulisan tadi dapat diorganisir dengan baik, selanjutnya anda harus membuat tulisan tadi agar mudah dibaca oleh orang dengan menggunakan font dan warna yang sesuai, gunakan font umum yang biasa digunakan atau anda bisa gunakan font yang dapat mudah terlihat dari kejauhan, jangan menggunakan font yang terlalu ramai dan sulit untuk dibaca.

  1. Kata-Kata Call to Action Harus Jelas

Call to action adalah istilah untuk membuat sebuah kata-kata agar dapat langsung menarik minat orang agar langsung bertindak. Contohnya itu seperti “Beli Sekarang dan Dapatkan Potongan Hingga 50%”, dari kata-kata itu sudah jelas tertulis bahwa anda diajak untuk membeli produknya dan akan mendapat potongan harga. Call to action ini penting untuk dibuat dengan baik agar dapat menargetkan orang-orang yang lewat dengan cepat.

  1. Gambar Terlihat Jelas

Jika anda ingin menggunakan gambar dan memasukkannya ke dalam banner, maka anda harus memilih gambar yang bisa memperkuat pesan yang ingin disampaikan. Pilihlah gambar terbaik yang anda punya dari produk anda agar hasilnya bisa maksimal dilihat oleh orang lain. Perlu untuk diperhatikan juga bahwa sangat penting untuk menggunakan gambar yang beresolusi tinggi agar hasilnya tidak buram. Dengan dukungan gambar yang menarik dan berkualitas tinggi, ketertarikan orang untuk membaca banner kita akan semakin tinggi.

  1. Warna Juga Harus Tepat

Pemilihan warna yang tepat dapat membuat banner Anda menonjol di tengah-tengah keramaian. Pilihlah warna yang sesuai dengan produk atau bisnis anda jangan gunakan warna yang terlalu gelap juga, pastikan memilih warna yang tepat. 

Jika perlu, gunakanlah jenis warna CMYK pada saat mendesain banner, mesin percetakan digital saat ini menggunakan acuan CMYK pada saat mencetak, jika file desain yang digunakan masih menggunakan jenis warna RGB maka warna yang dihasilkan akan berbeda dengan layar monitor yang anda gunakan untuk mendesain.

  1. Taruh Konten Dengan Benar

Jika anda sudah menentukan desain bannernya, perlu bagi anda untuk memperhitungkan posisi dari konten-konten yang ingin anda masukan ke dalam banner. Jangan sembarangan meletakan konten agar pembaca tidak merasa bingung ketika melihat banner anda. Tempatkan pada posisi yang sesuai dan mudah dibaca agar pembaca dapat menanggapi.

  1. Jangan Lupa Masukan Detail Kontak

Ini merupakan hal yang paling penting, masukan detail kontak yang bisa dihubungi agar orang yang melihat banner nya tidak merasa bingung untuk menghubungi kontak yang dituju jika mereka merasa tertarik dengan produk anda. Desain banner sebaik apapun nampaknya akan percuma tanpa penyertaan informasi kontak yang sebenarnya ‘inti’ dari informasi tersebut.

Sekian tips desain banner yang dapat kami sampaikan, jika anda masih merasa bingung, anda dapat konsultasi ke kami tanpa dipungut biaya apapun.

Sumber Referensi :

Bedanya Brosur dan Flyer Yang Harus Kalian Ketahui

Bedanya Brosur dan Flyer Yang Harus Kalian Ketahui

Bedanya Brosur dan Flyer – Di era yang serba digital sekarang ini, masih banyak orang yang membutuhkan selebaran untuk membantu mereka dalam memberikan informasi atau yang lainnya. Mulai dari selembar kertas sederhana hingga semakin kemunculan beragam jenis, bentuk, serta desain yang beragam seiring dengan kemajuan teknologi terutama di dunia percetakan.

Beberapa jenis media yang umum digunakan saat ini adalah brosur dan flyer, yang mana kedua jenis itu sangat sering kita dengar tetapi, bedanya brosur dan flyer kita tidak tahu secara spesifik seperti apa.

Sebelum membahas mengenai bedanya brosur dan flyer ini, ada baiknya anda mengetahui sedikit penjelasan tentang brosur dan flyer di bawah ini agar dapat terbayang gambaran umumnya.

Baca Juga Tips Desain Grafis Untuk Meningkatkan Konversi Website E-Commerce

Apa itu Brosur

Brosur merupakan media pemasaran yang biasanya dipakai untuk mempromosikan produk atau layanan yang ada. Brosur biasanya memiliki beberapa halaman atau yang sering anda lihat ada brosur yang cuma memiliki satu halaman tapi dilipat-lipat sehingga ketika dibawa tidak terlalu besar.

Brosur akan berisi informasi terkait apa yang ingin disampaikan seputar produk, jasa, atau layanan dari suatu bisnis, usaha, atau tempat-tempat lainnya dan memuat beberapa gambar didalamnya. Isi dari brosur akan dibuat lebih terperinci sehingga orang yang membaca nya akan tertarik pada apa yang ditawarkan di dalam brosur.

Jenis-Jenis Brosur

Jika dilihat dari bentuknya, brosur ini dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu, brosur lipat dua atau yang dikenal dengan istilah bifold dan brosur lipat tiga atau yang dikenal istilah trifold.

1. Brosur Lipat Dua ( Bifold )

Brosur ini mempunyai satu lipatan yang dimana lipatannya itu membagi kertas pada brosur untuk setiap sisinya akan mempunyai 2 panel sehingga totalnya menjadi empat panel dan luasnya akan sama untuk tiap sisinya jadi dapat dilipat dan menutup dengan pas.

Brosur jenis ini biasanya sering digunakan untuk memberikan informasi yang lebih rinci dan lebih detail mengenai suatu produk atau jasa karena memiliki area panel yang cukup luas dan lebih besar. Tetapi yang menjadi kelemahan dari brosur jenis ini adalah menjadi kurang praktis. Sehingga, jenis brosur ini biasanya akan ditaruh di tempat-tempat khusus seperti rak brosur pada sebuah toko atau diberikan ketika seseorang membeli sesuatu saat penjualan.

2. Brosur Lipat Tiga ( Trifold )

Berbeda dengan brosur lipat dua, jenis brosur ini memiliki dua lipatan sehingga masing-masing sisinya mempunyai 3 panel dari total enam panel yang dimiliki. Jika brosur ini dilipat maka akan terlihat lebih pendek dari segi panjangnya di bandingkan brosur lipat dua.

Oleh karena itu, brosur lipat tiga ini lebih umum digunakan untuk disebar di jalanan ke orang-orang yang melintas dibandingkan brosur lipat dua tadi karena dari segi ukuran, brosur lipat tiga ini lebih efektif dan tidak terlalu besar sehingga mudah juga untuk dibawa atau dimasukan ke kantong.

Kelemahan dari brosur lipat tiga ini adalah ruang yang dimiliki tiap panel tadi akan menjadi lebih terbatas karena harus disesuaikan dengan ukurannya masing-masing dan informasi yang dimuat dalam tiap panel bisa menjadi lebih sedikit daripada brosur lipat dua.

Apa itu Flyer

Flyer biasanya diberikan secara manual dari tangan ke tangan kepada orang-orang yang melintas baik itu di pinggir jalan, area pertokoan, atau tempat yang biasanya ramai didatangi oleh banyak orang. Flyer dirancang khusus untuk media promosi yang instan dan praktis, karena berfungsi untuk menampilkan informasi secara sekilas dan jarang ada yang membawa pulang flyer ini. Jika orang-orang yang menerima flyer sudah membaca habis secara keseluruhan, biasanya flyer akan dibuang. Hal inilah yang menjadi asal usul dari nama media promosi menggunakan kertas ini menjadi fly-er atau terbang dan beterbangan.

Jenis-Jenis Flyer

Flyer biasanya memiliki bentuk yang seragam, sehingga tidak memiliki jenis-jenis secara spesifik dan yang menjadi pembeda biasanya cuma ukuran kertas yang dipakai. Flyer sering dibuat menggunakan kertas art paper 120-150 gsm, HVS, matte paper, ataupun art carton yang memiliki ukuran A5 atau A6 tapi biasanya ada juga yang menggunakan ukuran kertas A4. Dan flyer cuma dicetak untuk satu sisi saja karena fungsinya memang untuk menampilkan secara sekilas.

Bedanya Brosur dan Flyer

Jika anda memahami penjelasan mengenai brosur dan flyer d iatas, pastinya anda sudah terbayang seperti apa bedanya brosur dan flyer ini. Yang menjadi faktor utama untuk membedakan antara brosur dengan flyer adalah pada bentuk dan ukurannya, dan juga beberapa faktor lainnya seperti tujuan dan kegunaan, kertas, dan juga harga pembuatannya.

  1. Tujuan dan Kegunaan

sebenarnya brosur dan flyer tidak memiliki perbedaan apapun dari segi tujuan dan kegunaannya dikarenakan sama-sama digunakan untuk menyebarkan atau mempromosikan suatu produk, jasa, atau layanan.

Tetapi dikarenakan luas ruang yang berbeda pada masing-masing panelnya, maka tentunya hal ini akan berpengaruh terhadap strategi pemasaran serta informasi yang bisa dimuat di dalam brosur ataupun flyer.

  1. Ukuran

Secara umum brosur memiliki ukuran yang lebih besar dan memiliki lipatan tergantung dari jenis brosurnya, sedangkan flyer umumnya lebih kecil dan tidak memiliki lipatan alias hanya satu lembar saja.

Brosur biasanya menggunakan kertas ukuran A4 atau Folio, yang dilipat dua sama sisi atau lipat tiga sama sisi sehingga membentuk beberapa panel yang memiliki luas yang sama, sehingga bisa dilipat secara sempurna.

Lalu flyer umumnya dicetak pada selembar kertas ukuran A5 namun ada juga yang mencetak pada ukuran A6 dan A4 sesuai kebutuhan masing-masing pada satu sisi, sehingga akan mudah dibagikan dan dibawa oleh mereka yang menerimanya.

  1. Kertas Yang Digunakan

Bahan kertas serta finishing yang digunakan sebenarnya tidak terlalu berbeda dan variatif tergantung dari kreatifitas dan kebutuhan pembuatnya.

Kertas pada brosur sering dibuat menggunakan kertas art paper yang agak tebal, minimal 150 gsm ke atas, dan biasanya akan diberikan finishing berupa laminasi, baik itu laminasi glossy supaya terlihat mengkilat dan sedikit lembut dari kertas biasanya.

Sementara kertas pada flyer umumnya menggunakan HVS, art paper, serta art carton yang, tergantung kebutuhannya, ketebalannya bisa bervariasi antara 120 gsm hingga menggunakan art carton yang tebal dan tanpa finishing yang memang tujuannya hanya untuk memberikan informasi secara sekilas jadi tidak perlu dibuat semewah mungkin.

  1. Harga

Jika dilihat dari harga atau biaya pembuatannya, pembuatan brosur akan jauh lebih mahal dikarenakan banyaknya elemen tambahan dalam proses pembuatannya, sementara pada flyer proses produksi lebih sederhana dan tidak terlalu banyak.

Produksi brosur akan disertai biaya-biaya tambahan seperti biaya melipat, dan juga biaya laminasi glossy, di luar biaya-biaya umum seperti biaya cetak dan potong.

Sementara produksi flyer akan jauh lebih murah karena hanya ada biaya cetak dan potong saja, tanpa ada biaya lainnya seperti biaya lipat ataupun biaya laminasi.

Sekian artikel mengenai bedanya brosur dan flyer ini. Keduanya memang memiliki karakteristik yang berbeda, namun tujuannya sama-sama digunakan sebagai media pemasaran dan promosi untuk sebuah produk, jasa, ataupun layanan.

Sumber Referensi :

Tips Promosi Desain Grafis Untuk Menarik Perhatian Klien

Tips Promosi Desain Grafis Untuk Menarik Perhatian Klien

Tips Promosi Desain Grafis – Jika anda menjadi seorang desainer grafis tidak cukup dengan hanya bisa mendesain sesuatu dengan bagus, kreatif, dan inovatif. Jika anda tidak dapat mempromosikan diri anda dengan baik kepada pelanggan, maka semua keahlian tadi rasanya akan terbuang sia-sia. Karena jika anda bekerja di bidang desainer grafis khususnya freelancer, jika tidak bisa mempromosikan diri akan sangat merugikan diri anda.

Portfolio merupakan salah satu media yang banyak dimanfaatkan para desainer grafis untuk menarik perhatian pelanggan mereka. Namun, cara mempromosikan diri dengan menggunakan portfolio saat ini dinilai kurang efisien jika portfolio yang anda buat biasa-biasa saja dan tidak dibarengi dengan cara promosi yang lain karena jika hanya mengandalkan portfolio akan membuat diri Anda tampak kurang menonjol dibandingkan dengan banyaknya desainer grafis di luar sana. Jadi mulai sekarang, buatlah sesuatu yang bisa membuat diri anda berbeda dari desainer lainnya dengan tips promosi desain grafis ini.

Hal terpenting yang harus Anda pertimbangkan dalam mempromosikan diri anda ini adalah berapa banyak waktu yang Anda miliki untuk mempromosikan diri secara maksimal dan hasilnya dapat memuaskan. Jangan terlalu memaksakan diri dengan membuat rutinitas harian yang padat kecuali jika Anda merasa bisa melakukan pekerjaan yang menghasilkan sesuatu yang hebat di dalamnya setiap hari. 

Baca Juga Tips Belajar Desain Grafis Bagi Pemula

Tips Promosi Desainer Grafis Untuk Menarik Perhatian Klien

Seperti pekerjaan di bidang-bidang lainnya, seorang desainer grafis juga diharuskan untuk mampu mempromosikan diri mereka pada klien atau perusahaan yang sekiranya sedang membutuhkan tenaga atau jasa di bidang desainer grafis. Di dunia kerja, nilai akhir dari ujian tidak akan selalu menjamin seseorang untuk mendapatkan pekerjaan dengan mudah. Terkadang, pendekatan dan cara Anda dalam memasarkan diri dan hasil karya anda menjadi kunci paling utama untuk menarik perhatian klien ataupun perusahaan yang membutuhkan seorang desainer grafis. Berikut ini adalah tips promosi desainer grafis agar dapat menarik perhatian klien :

1. Membuat Website Pribadi

Tips yang pertama adalah anda harus mempunyai website pribadi yang dapat anda jadikan sebagai tempat untuk membagikan karya-karya yang sudah anda buat tentunya. Jadikan website atau blog Anda sebagai ‘lapak’ untuk memasarkan karya. Akan lebih baik kalau blog atau website tersebut Anda rancang sendiri, sehingga klien lebih tertarik dan mampu menilai sejauh mana keterampilan Anda dalam bidang desain grafis. Buat semenarik mungkin website pribadi anda dan jangan lupa untuk selalu mencantumkan kontak yang bisa dihubungi di dalam website anda agar memudahkan klien jika ingin menghubungi anda.

2. Personal Branding

Jika ingin mempromosikan diri anda, tentunya anda harus mempunyai personal branding yang kuat. Setidaknya anda sudah tahu akan mempromosikan diri seperti apa, untuk siapa, dan bagaimana. Anda harus mengetahui siapa target dari promosi anda. Anda harus menentukan semuanya secara matang-matang agar diri anda bisa dinilai profesional oleh calon klien atau perusahaan yang akan menyewa jasa desain anda.

3. Portfolio

Seperti yang dibahas di awal tadi, portfolio tidak akan efektif jika anda hanya membuat nya biasa-biasa saja dan tidak memaksimalkan potensi yang anda miliki untuk dituangkan ke dalam portofolio anda.

Anda bisa memulai dengan membuat portofolio online maupun offline. Dalam membuat porfolio, masukan hasil-hasil karya desain terbaik yang anda miliki dan jangan masukan semuanya karena akan terlalu banyak, kurang lebih anda bisa coba untuk memasukan 10 hasil desain terbaik anda. Untuk membuat portofolio online, anda bisa mencoba mengupload hasil-hasil karya anda di media sosial seperti facebook, instagram ataupun twitter. Silahkan anda pajang semuanya disana dan anda juga bisa menyertakan yang lainnya seperti project ataupun partner.

4. Mempunyai Koneksi

Penting bagi anda seorang desainer grafis untuk mempunyai koneksi atau jaringan yang sebanyak-banyak nya untuk menambah pengalaman. Jika anda memiliki koneksi yang banyak, anda bisa saling berbagi informasi mengenai pekerjaan anda ataupun tentang klien dan juga bisa saling support antara rekan yang bekerja di bidang yang sama.

Anda bisa coba juga untuk mengikuti event-event, workshop ataupun komunitas. Dengan mengikuti itu, anda bisa mendapat relasi yang lebih lagi jika anda pandai mempromosikan diri anda kepada orang lain. Bisa juga anda mendapatkan teman untuk membuat tim desain jika dibutuhkan project dengan skala yang lumayan besar.

5. Mulai Dengan Personal Project

Menunjukkan karakter dan keunikan Anda sebagai desainer grafis memegang peranan sangat penting saat mempromosikan diri di hadapan klien. Anda dapat memulainya dengan membuat sebuah personal project yang Anda buat disesuaikan dengan bakat dan minat yang anda kuasai tentunya. Beberapa klien seringkali membutuhkan talenta yang tak hanya mampu membuat desain yang dibutuhkan, tetapi juga memiliki ciri khas yang kuat pada desainnya.

Anda harus dapat luangkan waktu untuk memilah dan memilih karya terbaik dari berbagai desain yang pernah Anda buat untuk ditampilkan pada sebuah platform desain. Pastikan Anda memilih bukan hanya paling baik dari sisi hasil teknis pengerjaan, tapi juga unik dan menampilkan karakteristik dan ciri khas yang Anda miliki sebagai desainer grafis.

6. Jadilah Kreatif, Unik, dan Berbeda

Jika anda tidak membuat diri anda unik dan berbeda dari yang lainnya, maka anda akan bersaing dengan ribuan orang lulusan jurusan multimedia di luar sana. Jika anda hanya sekedar menawarkan jasa tanpa ada kesan yang berbeda maka anda bisa agak lama untuk mendatangkan klien tentunya. Dengan banyaknya persaingan diluar sana anda harus berusaha untuk membuat diri anda menonjol dan unik. Anda harus bisa membuat sesuatu yang memberikan kesan berbeda di mata klien anda dan itu merupakan tugas anda menjadi seorang desainer grafis agar dapat mempromosikan diri sehingga cepat untuk mendatangkan klien atau perusahaan yang membutuhkan anda.

7. Aktif Menulis Artikel atau Blog

Kredibilitas dan kuantitas Anda akan semakin baik di mata klien ketika Anda aktif menggunakan internet, seperti menulis artikel dan media sosial. Hal ini tentu menunjukkan bahwa Anda adalah desainer grafis yang selalu up to date dengan perkembangan zaman dan berpikiran terbuka dalam menghadapi kemajuan teknologi. Selain itu, rutin menulis blog dengan domain website yang menggunakan nama brand dari diri anda akan membuat diri anda semakin dikenal luas lagi oleh calon-calon klien anda nantinya.

8. Tetap Bersabar

Setelah anda melakukan semua tips tadi tentunya hal itu tidak akan langsung mendatangkan klien ke hadapan anda. Semua butuh proses, jadi tetap lakukan semua hal tadi dengan penuh kesabaran maka suatu saat nanti pasti akan ada klien atau perusahaan yang membutuhkan jasa desain dari anda. Jangan pernah untuk menyerah jika anda sudah gagal berkali-kali dalam proses mempromosikan diri anda bahkan jika anda pernah gagal dalam interview di perusahaan. Ingatlah bahwa kegagalan adalah sebuah kesuksesan yang tertunda.

Itulah tadi beberapa tips promosi desain grafis yang dapat anda terapkan untuk menarik perhatian klien dan juga perusahaan. Penting bagi anda untuk selalu up to date tentang job-job yang bertebaran di media sosial agar anda bisa mencoba untuk mempromosikan diri anda disana.

Sekian artikel mengenai tips promosi desain ini semoga dapat membantu anda untuk mendapatkan klien atau tawaran pekerjaan!

Sumber Referensi :

Tips Menjaga Kreativitas Desain Agar Hasil Tetap Maksimal

Tips Menjaga Kreativitas Desain Agar Hasil Tetap Maksimal

Tips Menjaga Kreativitas Desain – Jika anda ingin lebih mudah untuk menjadi orang yang kreatif, maka faktor gen menjadi salah satu faktor utama yang mempengaruhi kreativitas seseorang dan beberapa karakteristik lainnya. Hal itu ditegaskan oleh beberapa penelitian terkait dengan kreativitas seseorang. Dan jika tidak memiliki kedua hal tersebut, maka akan sedikit lebih susah untuk mendapat kreativitas.

Banyak orang juga yang mempercayai hal itu, tetapi itu tidak sepenuhnya harus anda jadikan acuan jika ingin menjadi seorang desainer dengan kreativitas tanpa batas. Jika ingin menjaga kreativitas yang anda miliki, anda bisa mencoba membaca-baca artikel yang membahas otak kanan dan otak kiri yang biasa dijadikan rujukan perdebatan tentang kreativitas seseorang.

Jika anda telusuri lebih dalam lagi, pasti banyak ditemukan artikel atau pembahasan seputar kebiasaan orang-orang kreatif. Para psikolog berpendapat bahwa memang ada hubungan langsung antara rutinitas sehari-hari dan pengaruhnya terhadap pikiran kita untuk berfikir kreatif. Jika anda ingin menjadi orang kreatif dan ingin tetap mempertahankan kreativitas yang anda miliki, anda harus memikirkan kembali keseharian yang dilakukan, mengembangkan gaya hidup positif dan melupakan kebiasaan buruk yang bisa membuat kreativitas menurun.

Lalu, kebiasaan apa saja dapat membantu dalam membuka jalan kreativitas? Dan bagaimana cara agar tetap menjaga kreativitas tersebut agar ketika mendesain tetap menghasilkan sesuatu hal yang penuh kreativitas ?

Pada pembahasan kali ini akan membahas tips menjaga kreativitas desain agar nantinya kreativitas anda sebagai seorang desainer grafis tidak menurun karena pola keseharian yang dipercaya dapat mempengaruhi kreativitas seseorang.

Baca Juga Tips Belajar Desain Grafis Bagi Pemula

Tips Menjaga Kreativitas Desain Anda

Beberapa orang percaya bahwa kreativitas itu sangat kompleks. Namun penelitian juga menunjukan bahwa kreativitas melibatkan banyak pengaruh sosial dan kebiasaan yang dijalani oleh orang itu.

Beberapa tips menjaga kreativitas desain serta kebiasaan dan keseharian di bawah ini dipercaya dapat mengembangkan daya kreativitas dan menjaga tingkat kreativitas agar tetap maksimal sehingga bisa menjadi kebiasaan sehari-hari yang sifatnya produktif.

  1. Terbiasa Bangun Pagi

Tips yang pertama adalah bangun pagi, mengapa? Karena ketika pagi hari dan terbangunya badan, para psikolog menyebut bahwa ketika itu juga pusat kreativitas otak memiliki aktivitas pada puncaknya. Banyak para pemikir menggunakan pagi hari untuk menjadikan harinya lebih produktif.

Seperti Benjamin Franklin bangun pagi untuk merencanakan harinya dan Ernest Hemingway menulis di pagi hari karena saat itu tidak ada yang mengganggunya.

Jika anda kesulitan untuk bangun di pagi hari cobalah terlebih dahulu atur pola tidur anda, biasakan untuk tidak terlalu sering begadang dan usahakan selalu bangun pagi untuk memulai segala aktivitas anda.

  1. Sering Membaca

Tips yang kedua adalah sering membaca buku atau hal-hal yang dapat membuat semangat kreativitas untuk bangkit. Dengan sering membaca dapat membuat otak menjadi lebih aktif untuk berfikir, selain itu membaca sesuatu yang sifatnya fiksi dapat meningkatkan imajinasi, inspirasi, dan daya ingat menjadi lebih baik lagi. Tentu saja hal itu dapat berdampak ketika anda ingin mendesain sesuatu lalu mengingat kembali apa yang sudah anda baca sebelumnya, sehingga anda mendapat pencerahan dari apa yang sudah anda baca sebelumnya.

  1. Perbaiki Jadwal Rutinitas

Jika anda mencari artikel-artikel atau tulisan mengenai orang kreatif, kebanyakan dari mereka pasti akan selalu menjadwalkan rutinitas harian yang mereka jalani. Seperti penulis Stephen King dan Haruki Murakami membiasakan dengan tetap memiliki rutinitas yang ketat. Stephen King tidak meninggalkan meja kerja sampai dia selesai menulis 1.000 kata, dan Murakami menulis dari jam 4 sampai pukul 9 pagi.

Tetapi, sangat tidak dianjurkan jika anda menjadwalkan rutinitas anda setiap 5 menit sekali atau kurang, lebih baik menjadwalkan rutinitas tersebut setiap 30-1 jam sekali agar lebih produktif.

  1. Pergi Liburan

Tidak hanya membuat hati menjadi senang karena pergi berlibur ke tempat-tempat wisata, tetapi ketika anda pergi berlibur, ternyata juga dapat mempengaruhi pikiran dan kreativitas anda. Supaya lebih bermanfaat saat berpergian, sebaiknya jangan hanya berkunjung saja, namun jelajahi detail tempat yang didatangi. Belajar budaya daerah, pahami perbedaan kebiasaan dan tradisinya. Masukan setiap sisi yang anda eksplorasi untuk pengalaman dan pandangan yang lebih baik.

Pergi Liburan bisa meningkatkan fleksibilitas dan kompleksitas kognitif. Tidak mengherankan mengapa begitu banyak orang-orang kreatif sangat menikmatinya. Ada korelasi yang jelas antara perjalanan dan hasil kreatif, jadi sempatkanlah untuk menghabiskan waktu di luar dan jelajahi tempat-tempat yang dapat membuat semangat kreativitas terutama untuk desain anda.

  1. Berolahraga

Ketika anda melakukan olahraga, hal ini dapat merangsang sekresi endorfin, memberikan mood yang baik pada diri anda. Olahraga juga membantu merefleksikan apa yang sedang kita lakukan, menghindari tekanan, merangsang pikiran positif yang sangat penting untuk stimulan dalam bekerja.

Ketika mendengar hal ini, anda tidak perlu datang ke gym untuk memutuskan  menjadi orang yang kreatif. Anda cukup melakukan  latihan di rumah saja seperti push-up, sit-up atau jogging setiap pagi ataupun sore hari karena saat ini masih masa pandemi jadi rawan jika anda pergi ke tempat gym yang dikunjungi banyak orang. Menurut penelitian gerakan seperti tadi dapat meningkatkan volume otak dan membuat rileks.

  1. Sering Berimajinasi

Tidak ada salahnya jika anda sering berimajinasi setiap hari, tapi imajinasinya yang berhubungan dengan ide-ide kreatif untuk desain, jangan malah imajinasi yang aneh-aneh. Walaupun banyak orang yang mengatakan bahwa berimajinasi dapat membuat diri menjadi kurang produktif dan malas, tetapi pada kenyataannya hal ini dapat membantu anda dalam meningkatkan kreativitas anda.

Jadi, biarkan diri mengembara dalam imajinasi selama beberapa saat dalam sehari, karena ternyata bisa meningkatkan daya kreativitas lebih cepat daripada berusaha untuk selalu terlalu fokus menurut beberapa penelitian.

  1. Observasi

Orang kreatif sejatinya adalah seorang pengamat. Mereka sering melihat orang-orang di sekitar kehidupan mereka, memperhatikan detail-detail kehidupannya. Dan menerima informasi tersebut untuk mengekspresikan kreativitasnya.

Mungkin sudah waktunya bagi anda untuk melihat dan memperhatikan apa yang terjadi di sekitar. Apa yang anda catat akan menjadi peluang besar untuk menjadi wawasan kreatif nantinya.

  1. Jangan Terlalu Sering Multitasking

Multitasking adalah salah satu kebiasaan buruk untuk kreativitas anda serta susah untuk menyelesaikan masalah yang kompleks. Sebenarnya hal ini bisa mengganggu kinerja otak, kehilangan fokus, menurunkan kualitas pekerjaan, dan sulit mencapai sasaran yang diinginkan.

Jika anda memiliki kebiasaan ber-multitasking, anda mungkin bisa menurunkan tingkat multitaskingnya, sesegera mungkin. Hindari interupsi, fokuskan mental untuk menyelesaikan tugas yang sedang anda kerjakan. 

Kembangkan kebiasaan untuk menyelesaikan satu hal sekaligus dan berfokus pada hal tersebut untuk membantu daya kreativitasmu. 

Temukan segala sesuatu yang baru, dan anda akan menemukan ide-ide kreatif dan wawasan tak terduga.

Banyak yang menganggap kreativitas adalah hadiah untuk setiap manusia. Kreativitas tertanam dalam diri anda dan sekarang saatnya membiasakan untuk menggali kreativitas dengan menerapkan tips menjaga kreativitas desain diatas agar keseharian anda tetap produktif.

Sumber Referensi :

Logotype dan Logomark, Kenali Perbedaanya

Logotype dan Logomark, Kenali Perbedaanya

Logotype dan Logomark – Sebelum mencari sebuah logo, tentukan terlebih dahulu ingin logotype atau logomark. Itu adalah salah satu pertanyaan pertama yang perlu Anda tanyakan pada diri sendiri saat mencari sebuah logo, karena logo memiliki konsekuensi besar pada pencitraan brand kedepannya, tetapi pertanyaan itu juga yang cenderung membuat kebanyakan orang bingung. Lagipula, bedanya apa? Bukankah keduanya sama-sama logo? 

Jika Anda tidak mengetahui perbedaan antara logotype dan logomark, tidak perlu khawatir. Banyak orang juga kebingungan ketika dihadapi dengan pertanyaan itu. Tapi kenyataannya, cukup banyak orang yang mencari-cari perbedaan logotype dan logomark. Jika Anda merencanakan untuk mendesain logo atau mendesain ulang logo, anda dapat melihat artikel kami ini untuk melihat apakah brand Anda akan mendapatkan keuntungan lebih dari jenis logo atau logomark.

Apa Itu Logotype ?

Logotype adalah jenis logo yang mencakup semua logo yang melibatkan teks atau huruf, baik nama perusahaan, inisial (monogram), atau terkadang bisa juga tanda tangan seseorang. Jenis logo ini cenderung mempromosikan pengenalan nama, dan dikaitkan dengan pendekatan pencitraan brand yang lebih tradisional dan formal.

Keberhasilan jenis logo pada logotype ini bergantung pada seberapa cocok gaya tipografi dengan identitas brand yang dimiliki. Huruf hitam dan tebal menunjukkan brand yang kuat dan stabil, tetapi huruf yang berwarna-warni memberi kesan kesatuan yang lebih menenangkan dan kasual serta menyenangkan.

Logotype merupakan elemen logo yang mengandung nama brand dalam bentuk teks (bisa dibaca secara fisik). Penggunaan Logotype cocok untuk sebuah branding yang baru muncul dan sedang berkembang, tentu tujuannya adalah untuk memperkenalkan nama brand itu sendiri agar tersimpan kepada siapa yang membacanya.

Keuntungan Logotype :

  • Tampil sebagai sebuah logo tradisional dan klasik (pastikan juga bahwa itu yang anda inginkan)
  • Ideal untuk pengenalan nama sebuah brand
  • Ideal untuk kesadaran brand
  • Memungkinkan kesempatan untuk membuat logo dengan permainan kata 
  • Dapat memberikan informasi tentang perusahaan
  • Tidak ada risiko kebingungan brand

Kekurangan Logotype :

  • Tidak cocok untuk disetiap tempat
  • Lebih sedikit pilihan desain kreatif tidak “menyenangkan” seperti logo lainnya
  • Tidak berfungsi dengan baik untuk nama brand yang panjang atau sulit diucapkan
  • Huruf tertentu memiliki lebih banyak peluang artistik daripada yang lain
  • Tren font berubah seiring waktu, sehingga jenis logo yang pas mungkin akan terlihat beberapa tahun kemudian

Siapa Yang Cocok Menggunakan Logotype ?

  • Brand baru yang ingin orang mengetahui nama dari perusahaannya
  • Brand yang namanya mengungkapkan beberapa informasi tentang apa yang dilakukan dan apa yang dikerjakan
  • Brand yang ingin memasukkan slogannya ke dalam logo utama
  • Brand di industri formal seperti keuangan dan hukum
  • Brand yang ingin menggunakan nama terkenal
  • Brand yang menggunakan pendekatan yang canggih atau historis (seperti monogram)

Tips Membuat Logotype :

  • Perdalam keahlian tipografi Anda. Anda perlu memahami konsep seperti kerning, stroke, leading dan ligatures untuk mempelajari cara menggunakannya secara efektif.
  • Uji jenis logo Anda dalam berbagai ukuran untuk memastikannya selalu terbaca oleh orang lain.
  • Buat versi jenis logo Anda yang monokromatik. Ini akan berguna jika Anda mencetak logo Anda pada sebuah kertas buram dan terlihat apakah logo Anda masih terbaca atau tidak

Apa Itu Logomark ?

Logomark atau bisa disebut juga logogram merupakan jenis logo yang berupa gambar, ikon atau bentuk visualisasi sebuah objek ataupun prototype dari bisnis dan brand. Ada beberapa brand yang hanya menggunakan elemen logomark ini seperti produk Apple. Penggunaan jenis logo ini tanpa didampingi elemen logotype biasanya hanya digunakan pada brand yang sudah memiliki popularitas dan sudah dikenal oleh banyak orang sehingga orang-orang akan mudah mengingat namanya ketika melihat logo yang dimiliki tanpa perlu mencantumkan nama brand pada logomark tadi. Logomark yang bagus adalah gambar yang mudah diingat, sehingga masyarakat bisa mengasosiasikan gambar logo menjadi nama merk yang dimaksud.

Sebagai alternatif, Anda dapat menggunakan gambar populer sebagai jalan pintas untuk mengekspresikan kepribadian brand Anda tetapi perlu diingat jangan hanya meng copy paste apa yang ada, jadikan sebagai inspirasi saja. Kebebasan menggunakan gambar juga dapat membantu menjelaskan apa yang bisnis Anda lakukan, dengan ilustrasi yang tepat untuk menginformasikan layanan Anda.

Keuntungan Logomark :

  • Sangat mudah dipersonalisasi dan unik (jika dirancang dengan baik)
  • Kreativitas tanpa batas
  • Gambar yang tepat dapat menangkap dan menyampaikan ide-ide terkait brand karena sebuah gambar dapat memiliki banyak makna
  • Sangat fleksibel dalam penerapannya, bagus untuk menggambarkan berbagai karakteristik dari sebuah brand
  • Dapat diperbesar atau dikompresi agar sesuai dengan berbagai tempat dalam penempatan logonya

Kekurangan Logomark : 

  • Dapat memperlambat pengenalan brand untuk jenis brand baru
  • Membutuhkan keahlian desain grafis untuk hasil yang maksimal
  • Berisiko membuat logo yang terlihat terlalu mirip dengan logomark lain

Siapa Yang Cocok Menggunakan Logomark ?

  • Brand yang nama perusahaannya berupa benda atau hewan
  • Brand baru yang mencari rebranding
  • Brand yang layanan atau produknya memerlukan penjelasan

Tips Membuat Logomark :

  • Tinjau ikon dan simbol populer untuk melihat apakah ada yang sesuai dengan kriteria Anda. Jadikan sebagai inspirasi Anda dalam membuat desain logomark dan hindari meng copy paste.
  • Pertimbangkan kombinasi gambar yang kreatif dan semenarik mungkin
  • Cocokkan gaya artistik dengan identitas dari brand Anda. Contohnya, logo goresan yang digambar dengan tangan memunculkan kesan yang berbeda dari logo digital yang dibuat mengkilap.

Kesimpulan

Logotype adalah logo yang berpusat di sekitar nama perusahaan atau slogan perusahaan bisa juga inisialnya, sedangkan logomark adalah logo yang berpusat di sekitar gambar atau ikon yang melambangkan perusahaan atau brand itu sendiri. Logo merupakan istilah umum yang mengacu pada semua jenis brand. Jadi, ketika anda menginginkan logotype atau logomark, desainer akan bertanya apakah anda ingin logo teks atau logo gambar. Logotypes juga sering disebut sebagai wordmarks atau lettermarks, sementara logomark juga dikenal sebagai logo bergambar, simbol logo, atau logogram

Contoh untuk logotype adalah Visa, Coca Cola atau Google. Nama dapat dirancang dalam font yang indah atau bergaya, tetapi pada intinya itu masih berupa teks.

Itu adalah pembahasan mengenai logotype dan dan logomark, semoga artikel ini dapat membantu anda dalam menentukan sebuah logo. Jika anda bingung ingin membuat logo seperti apa, Anda dapat menghubungi kami Bali Om Design karena kami akan memberikan pelayanan terkait dengan pembuatan logo yang sesuai dengan keinginan dan kemauan Anda, bebas biaya untuk konsultasi. Jadi tunggu apalagi, hubungi Bali Om Design sekarang…

Sumber Referensi :

Tips Belajar Desain Grafis Bagi Pemula

Tips Belajar Desain Grafis Bagi Pemula

Tips Belajar Desain Grafis – Jika anda saat ini tertarik pada dunia seni dan grafis khususnya dalam hal mendesain, cobalah untuk belajar desain grafis. Menjadi seorang desain grafis tersebut merupakan salah satu dari sekian banyak jalan untuk mendapatkan keuntungan dalam dunia kerja khususnya di era digital seperti sekarang ini.

Desain grafis memiliki prinsip-prinsipnya sendiri yang sebaiknya diikuti jika anda berniat menjadi seorang desainer grafis pada saat membuat desain. 

Perkembangan dunia digital menjadikan desain grafis sebagai salah satu kemampuan dan bidang pekerjaan yang  dapat diperhitungkan.

Tidak hanya sebagai desainer grafis, dalam hal lainnya desain juga diperlukan dalam berbagai pekerjaan lainnya, seperti social media desainer, UI/UX designer, hingga web designer.

Dalam artikel ini akan membahas bagaimana tips belajar desain grafis bagi pemula hingga nanti kedepannya dapat menjadi seorang desainer grafis yang handal.

Baca Juga Jenis-Jenis Desain Grafis Dan Pengertiannya

Tips Belajar Desain Grafis Bagi Pemula

Belajar desain grafis bagi pemula sama seperti belajar hal-hal lain. Tapi, dalam desain grafis, tidak ada tuntutan untuk menciptakan desain yang menarik karena pada dasarnya desain grafis ini berkaitan dengan selera dan minat orang masing-masing.

Meski demikian, dalam dunia kerja, selera pada sebuah desain tidak akan berlaku. Karena di dunia kerja, ada permintaan untuk menciptakan desain yang sesuai dengan keinginan klien atau calon pelanggan. Entah itu dari segi warna, tipografi, dan ilustrasi.

Berikut ini adalah tips belajar desain grafis bagi pemula yang sekiranya dapat membantu anda agar menjadi seorang desainer grafis yang handal.

  1. Perhatikan dan Belajarlah dari Sekitar Anda

Tips belajar desain grafis yang pertama adalah belajar dari sekitar anda. Percaya atau tidak, inspirasi setiap orang adalah apa yang terlihat dan ada di sekitar mereka. Hal inilah yang pada akhirnya mendorong seorang desainer untuk dapat membuat desain yang condong terhadap suatu gaya desain tertentu.

Walaupun demikian, mencari inspirasi yang seperti itu cukup sulit. Apalagi, bila Anda tidak memiliki lingkungan yang juga menyukai desain.

Untuk mengatasi hal tersebut, sebaiknya anda mengikuti perkembangan tren desain grafis dari waktu ke waktu agar tidak terlalu bergantung dengan apa yang ada disekitar lingkungan anda tapi juga di berbagai tempat

  1. Kumpulkan Hasil Desain

Tips selanjutnya, adalah anda harus dapat mengumpulkan karya-karya orang yang Anda anggap menarik dan dapat menjadi inspirasi bagi anda ketika ingin membuat sebuah desain. Kenali dulu minat anda ingin desain seperti apa, kemudian anda bisa mencari ide-ide desain atau karya orang yang sudah ada untuk dijadikan inspirasi desain. 

Ingat, hanya jadikan sebagai inspirasi, hindari mengcopy paste sama persis dengan karya orang karena bisa terkena copyright, tapi jika anda hanya ingin bertujuan untuk belajar anda bisa mencoba-coba desain ulang karya-karya tadi. Anda bisa mencari ide desain ini dari banyak sumber misalnya Pinterest dan Behance.

Dengan melakukan hal ini, Anda akan secara tidak langsung dapat menginspirasi desain yang akan Anda buat kedepan nantinya.

  1. Menganalisis dan Membedah Proses Desain

Salah satu hal dasar dalam belajar desain grafis adalah membedah sebuah proses dalam suatu desain. Sebab, dalam setiap proses desain Anda akan belajar menggabungkan bentuk dan garis untuk membuat sesuatu hal yang baru.

Menganalisis proses di balik sebuah desain akan memungkinkan Anda untuk dapat memahami langkah-langkah yang diperlukan untuk menghasilkan sebuah karya desain tersebut. Teruslah belajar untuk menganalisis dan membedah sebuah proses desain karena nanti kedepannya anda sudah terbiasa dengan berbagai macam desain yang tentunya akan menguntungkan bagi anda.

  1. Belajar Otodidak

Salah satu persoalan terbesar seseorang ketika memutuskan belajar desain grafis tanpa mentor adalah saat mengalami kesulitan. Tapi hal itu bisa anda minimalisir dengan adanya mesin pencarian seperti google yang bisa anda jadikan sarana untuk mencari berbagai informasi seputar desainer. Tidak hanya belajar melalui google, anda bisa mencari tutorial-tutorial desain melalui youtube atau media lainnya. 

Dunia sekarang sudah serba teknologi yang menandakan bahwa semakin mudahnya dalam mengakses segala sesuatu apalagi belajar secara otodidak, yang jadi permasalahan hanya di niat dan keseriusan dalam menekuni sesuatu.

  1. Buat Ulang Desain

Setiap desain yang indah berawal dari banyak percobaan yang gagal. Apabila Anda ingin belajar desain grafis, cobalah untuk membuat ulang desain orang lain atau desain ulang karya yang sudah Anda buat dan berikan beberapa tambahan atau perbaikan yang menurut Anda itu perlu untuk dilakukan. 

Namun ingat prinsip adanya hak cipta atau copyright. Dalam konteks ini, yang Anda lakukan adalah hanya membuat ulang karya orang yang Anda jadikan inspirasi. Anda tidak bisa atau tidak memiliki hak untuk menyebarkannya dan mengklaim itu adalah karya Anda.

  1. Biasakan Untuk Menerima Kritik dan Saran

Karena berhubungan dengan selera, desain menjadi salah satu hal yang memiliki tolok ukur yang berbeda pada setiap orang. Jangan terus-menerus membuat desain yang sesuai dengan keinginan Anda, tapi penting juga untuk mendapatkan masukan dari orang atau teman cobalah untuk memamerkan desain Anda ke orang lain dan mintalah kritik serta saran dari mereka.

Kritik dan saran akan membantu Anda untuk terus berkembang. Kritik dan saran juga akan membantu Anda untuk menilai desain dan gaya seperti apa yang diminati oleh banyak orang atau masyarakat luas. Tidak wajib untuk meminta saran dari orang yang profesional karena terkadang kritik dan saran dari orang yang awam dapat memiliki pandangan yang berbeda.

Itulah tadi beberapa tips belajar desain grafis khususnya bagi pemula, belajar desain saat ini memiliki berbagai macam keuntungan karena dengan menjadi seorang desainer grafis akan diperlukan di berbagai macam bidang pekerjaan. Anda juga bisa menjadi seorang freelancer jika ingin mencoba keahlian Anda.

Semoga artikel ini dapat membantu anda menjadi seorang desainer grafis.

Sumber Referensi :