Prinsip Dalam Desain Grafis Yang Wajib Untuk Dipahami

Prinsip Dalam Desain Grafis Yang Wajib Untuk Dipahami

Prinsip Dalam Desain Grafis – Dalam ilmu desain grafis, ada beberapa aturan yang perlu digunakan untuk menyusun elemen desain menjadi sebuah karya yang tak hanya sesuai tapi juga menarik perhatian audiens. Walaupun penerapan prinsip-prinsip penyusunan tidak bersifat mutlak, namun karya seni yang tercipta harus layak disebut karya yang baik. Maka dari itu tetap dianjurkan menggunakan prinsip-prinsip desain sebagai panduan dalam menghasilkan karya yang baik.

Dunia desain grafis belakangan semakin familiar seiring dengan pertumbuhan dunia digital. Meski semakin populer, nyatanya desain grafis tidak sesederhana itu. Ada beberapa prinsip desain grafis yang harus dipenuhi. Apa sajakah itu? Lifewire  menyebut bahwa ada beberapa elemen penting dari sebuah desain grafis.

Ternyata untuk bisa membuat sebuah karya desain yang keren tersebut, anda harus mempunyai pemahaman yang baik terkait prinsip dari sebuah desain itu sendiri.

Banyak orang menyepelekan sebuah karya seni desain sebagai sesuai karya yang mudah untuk dibuat. Terlebih lagi pada era teknologi saat ini, ada banyak sekali software desain yang dapat dioperasikan dengan mudah.

Padahal kenyataannya membuat sebuah seni desain yang berkualitas tidak sembarangan dan tidak semudah yang dibayangkan. Dimana membuat sebuah desain memiliki cukup banyak aturan yang harus dipahami oleh para desainer agar karya desain mereka menjadi indah ketika dipandang oleh mata.

Baca Juga Peralatan Seorang Desainer Grafis Agar Kerja Lebih Cepat dan Efisien !

Prinsip Utama Dalam Desain Grafis

Sama seperti ilmu lainnya, pakem-pakem dalam desain ini pun bersifat tidak mutlak. Mesti demikian, pemakaian prinsip-prinsip desain grafis ini bisa menjadi pedoman belajar terbaik anda untuk mengasah skill dan kemampuan anda dalam membuat sebuah karya desain .

Lalu, apa saja yang termasuk ke dalam prinsip dalam desain grafis tersebut ?

1. Ruang Kosong

Dimaksudkan agar karya tidak terlalu padat dalam penempatannya pada sebuah bidang dan menjadikan objek menjadi dominan karena semua orang sepakat bahwa desain yang terkesan sibuk(penuh) sangat tidak menarik untuk dilihat. Ruang kosong penting dalam desain dan sering digunakan untuk berbagai tujuan.

Misalnya, untuk memberikan fokus utama kepada audiens terhadap suatu elemen dalam desain, dan untuk kejelasan pembacaan sekaligus memberikan kesan profesional serta sederhana.

prinsip dalam desain grafis
Source : JagoDesain

2. Kejelasan

Kejelasan atau Clarity mempengaruhi penafsiran audien akan sebuah karya. Bagaimana sebuah karya tersebut mudah dimengerti dan tidak menimbulkan ambigu atau makna ganda. perhatikan gambar dibawah :

prinsip dalam desain grafis
Source : JagoDesain

3. Kesederhanaan

Kesederhanaan menuntut penciptaan karya yang tidak lebih dan tidak kurang, sering juga diartikan tepat dan tidak berlebihan. Pencapaian terbaik dari kesederhanaan ialah bisa mendorong audien/penikmat karya untuk menatap lama dan tidak merasa jenuh, pesan yang terdapat dalam karya pun tersampaikan dengan baik secara singkat, padat dan jelas.

Prinsip desain ini juga penting dalam desain, seperti yang dijelaskan diatas desain yang sibuk tidak menarik untuk dilihat, jadi cukup buat desain yang bisa menyampaikan pesan secara efektif dengan cara yang lebih kreatif dan menarik perhatian tanpa menambah hal apapun (yang tidak perlu) dalam desain.

Kesalahan yang paling sering ditemui adalah pemilihan font yang tidak seirama dengan desain yang dibuat sehingga hasilnya malah terlihat berantakan, cukup gunakan maksimal 2-3 font saja dalam sebuah desain tidak lebih dari itu.

Source : JagoDesain

4. Point Of Interest

Emphasis atau disebut juga pusat perhatian merupakan pengembangan dominasi yang bertujuan untuk menonjolkan salah satu unsur sebagai pusat perhatian sehingga mencapai nilai artistik.

Buat bagian utama(pesan utama yang ingin ditampilkan) dari desain berbeda dari yang lain baik dari segi warna, atau bentuknya agar perhatian audien lebih tertuju pada bagian utama tersebut.

Hal pertama yang dilihat oleh audien yang menjadi pusat perhatian adalah lingkaran dengan warna berbeda tersebut. Inilah yang dimaksud dengan Prinsip Emphasis

Source : JagoDesain

Prinsip Lain Dalam Desain Grafis

Dilansir dari dosenit.com, pada dasarnya terdapat 4 buah prinsip dalam desain grafis yang perlu dipahami dan dikuasai setiap desainer pemula. Keempat prinsip tersebut mencangkup Visibilitas, Umpan Balik (Feedback), Pemetaan, dan Keterjangkauan. Dengan memahami prinsip-prinsip ini, anda bisa lebih mudah menciptakan aneka desain yang cantik, keren, dan penuh dengan makna.

1. Visibilitas

Prinsip dalam sebuah desain yang pertama adalah Visibilitas. Pernahkah anda mendengar kata “Bisakah saya melihatnya ?” Jika belum itu adalah sebuah kata kunci dasar yang biasa digunakan oleh para desainer dalam mengajarkan desainer pemula dalam hal Visibilitas. Karena desain yang menarik harusnya dapat dengan mudah dilihat dan langsung mengetahui apa makna di dalamnya.

Ini adalah prinsip paling dasar. Fungsi yang lebih jelas dan terlihat, semakin besar kemungkinan pengguna dapat mengetahui apa yang harus dilakukan selanjutnya.

sebaliknya, ketika fungsi “tidak terlihat”, hal itu membuatnya lebih sulit untuk ditemukan dan diketahui bagaimana cara menggunakannya. Pengguna perlu mengetahui semua opsi, dan langsung mengetahui cara mengaksesnya.

2. Feedback

Prinsip dalam desain grafis yang kedua adalah umpan balik atau biasa yang dikenal dengan feedback. Penggunaan istilah feedback atau umpan balik ini, mungkin sangat sering digunakan di dalam kehidupan kita sehari-hari. Dimulai dari bidang komunikasi, bisnis, hingga konstruksi sekalipun. Banyaknya definisi yang dimiliki oleh feedback terkadang membuat kita bingung bagaimana penempatan untuk menggunakan istilah ini. Apa yang dilakukannya?

Umpan balik adalah tentang mengirimkan kembali informasi tentang tindakan apa yang telah dilakukan dan apa yang telah dicapai, memungkinkan orang tersebut untuk melanjutkan aktivitas tersebut. Berbagai jenis umpan balik tersedia untuk audio desain interaksi, verbal, dan kombinasi dari semuanya.

Umpan balik atau feedback dalam proses komunikasi memberikan gambaran kepada komunikator tentang seberapa berhasil komunikasi yang ia lakukan. Sama seperti desain, proses keberhasilan sebuah desain tentang sebuah gambaran yang diberikan kepada desainer untuk tahu apa saja yang kurang dalam desain yang sudah dibuat. Sehingga, feedback menjadi satu-satunya elemen yang dapat menilai apakah komunikasi berhasil atau gagal dilakukan. Keberlangsungan komunikasi yang dibangun sebelumnya ditentukan oleh feedback sebagai bentuk penilaian.

3. Mapping

Mapping adalah sebuah metode untuk mengelola informasi secara keseluruhan melalui pemetaan peta pikiran berbentuk percabangan yang dituangkan langsung ke dalam media tulis, baik kertas maupun digital. Umumnya, mapping berupa suatu percabangan dari bagan-bagan. Mapping kerap dianggap mempermudah proses pengingatan, mempercepat proses pencatatan karena hanya menggunakan kata kunci. Mudahnya kita mengingat suatu informasi utama ini dikarenakan tema utama terdefinisi dengan jelas di tengah mind map tersebut.dimana dan kemana saya bisa pergi?

Ini mengacu pada hubungan antara kontrol dan pengaruhnya di dunia. Hampir semua artefak membutuhkan semacam pemetaan antara kontrol dan efek, baik itu senter, mobil, pembangkit listrik, atau kokpit.

Anda ingin pemetaan ini terasa sealami mungkin. Ini harus terasa alami dan intuitif serta meniru apa yang kita lihat di dunia.

Salah satu manfaat memahami prinsip mapping ini adalah mengasah kreativitas dan imajinasi. Mapping juga dapat menjadi sebuah ajang melatih kreativitas anda dalam menciptakan sebuah rangkuman desain yang menarik. Dengan tampilan yang enak dilihat tentu saja mendorong anda semakin sering membacanya kembali sehingga meningkatkan ingatan pada sebuah pokok bahasan.

4. Keterjangkauan

Prinsip dalam desain yang terakhir adalah Keterjangkauan atau affordance. Keterjangkauan/affordances adalah tindakan-tindakan yang mungkin terjadi antara objek dan individu. Bagaimana cara saya menggunakannya?

Keterjangkauan bisa apa saja. Ini adalah atribut dari suatu objek yang memungkinkan orang untuk mengetahui cara menggunakannya.

Untuk desainer web, keterjangkauan bahkan lebih penting. Pengguna harus dapat mengetahui cara mengakses informasi yang mereka inginkan dari situs web, atau mereka akan pergi begitu saja.

Demikianlah pembahasan mengenai beberapa prinsip dalam desain grafis. Semua prinsip di atas tidak bersifat mutlak akan tetapi akan menjadi sangat penting karena prinsip tersebut adalah sebuah dasar untuk kita belajar membuat desain.

Anda masih bebas untuk membuat sebuah karya yang sesuai dengan gaya dan kreativitas anda masing-masing. Namun diharapkan prinsip-prinsip desain di atas dapat membantu memudahkan anda menuangkan ide ide seni di media kanvas tersebut

Sumber Referensi :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *