Pengertian Load Balancing dan Manfaatnya

Pengertian Load Balancing dan Manfaatnya

Pengertian Load Balancing – Jika saat ini Anda mempunyai website atau aplikasi dengan traffic yang terbilang cukup tinggi, tentunya Anda akan memikirkan cara bagaimana supaya website atau aplikasi tadi tidak mengalami error alias down karena tingginya traffic tersebut. Anda pasti memerlukan resources atau sumber daya yang besar dan cukup banyak untuk menangani hal tersebut.

Tapi sering juga terjadi bahwa server Anda akan kewalahan ketika menerima banyak request atau permintaan dari sekian banyak traffic yang dihasilkan oleh website atau aplikasi kalian. Hal ini dapat membuat downtime dan respons servernya menjadi sangat lambat.

Pastinya Anda tidak ingin semua itu terjadi terhadap website atau aplikasi anda bukan? Oleh karena itu artikel ini akan menjawab persoalan itu. Load balancing merupakan salah satu solusi yang bisa Anda gunakan untuk menjaga uptime dan kecepatan server Anda agar tetap stabil pada traffic yang tinggi dan tidak mengalami server down.

Baca Juga Optimasi Website Selain SEO, Tips dan Triknya

Pengertian Load Balancing

Load balancing merupakan proses untuk membagi beban sebuah traffic jaringan khususnya pada traffic yang tinggi pada sebuah website, aplikasi, agar dibagi ke beberapa server. Sehingga, salah satu server tidak akan menanggung beban yang begitu banyak dan terhindar dari server down atau lemot akibat terlalu banyaknya request dari client. 

Dengan load balancing, dapat mempercepat waktu respon server dan mencegahnya overload. Hal inilah yang membuat kinerja pada sebuah server menjadi lebih optimal dan maksimal, tidak peduli seberapa banyak traffic yang diterima akan tetap berjalan dengan baik.

Cara Kerja dari Load Balancing

Cara kerja pada load balancing ini sebenarnya cukup simpel jika dipahami dengan baik. Ada istilah yang namanya load balancer tool yang merupakan sebuah perangkat yang didesain khusus untuk menangani masalah pembagian beban server ini. 

Ketika server atau website anda menerima banyak request masuk dari client, maka load balancer tool tadi akan membagikan traffic yang banyak tersebut ke beberapa server yang sudah disiapkan secara merata dan hasilnya akan optimal. Agar lebih paham lagi, simak prinsip dasar dari cara kerja load balancing di bawah ini:

  • Proses load balancing akan mendistribusikan request dari banyaknya clien atau beban pada jaringan server secara efisien ke beberapa server yang tersedia. Dengan membagi secara rata, website atau aplikasi yang memiliki traffic tinggi tadi akan tetap stabil ketika diakses oleh banyak orang.
  • Load balancing akan memastikan ketersediaan dari server dengan cara mengirimkan request kepada server yang saat itu sedang dalam kondisi online saja
  • Hal ini dapat memberikan kemudahan dalam mengurangi atau menambah beberapa server sesuai dengan kebutuhan atau request yang diminta.

Setelah mengetahui prinsip dasarnya, ada baiknya juga Anda mengetahui algoritma yang digunakan oleh load balancer tool ini:

 

  • Ratio ( Rasio )

 

Ratio merupakan algoritma yang memberikan beban pada server berdasarkan ratio yang diberikan kepada server yang tersedia. Jika ratio yang dimiliki sebuah server semakin besar, maka semakin besar juga beban yang akan diberikan pada server tersebut.

 

  • Round Robin ( Urutan Melingkar )

 

Algoritma yang paling simpel dan paling sering digunakan adalah round robin ini. Beban pada server akan diberikan secara berganti-gantian dari satu server ke server yang lain sehingga hal ini akan membentuk sebuah perputaran atau rotasi secara terus-menerus.

 

  • Fastest ( Tercepat )

 

Fastest merupakan algoritma yang dimana beban pada servernya diberikan kepada server yang memiliki respon tercepat dari pada yang lainnya atau server yang memiliki respon paling cepat terhadap request dari load balancer tools.

 

  • Least Connection ( Koneksi Paling Sedikit )

 

Algoritma yang terakhir adalah least connection, sesuai namanya, algoritma ini akan membagi beban pada server pada server yang mempunyai jumlah koneksi paling sedikit dari semua server yang ada.

Jenis-Jenis Load Balancing

Setelah mengetahui pengertian load balancing dan cara kerjanya, perlu untuk diketahui juga bahwa load balancing ini mempunyai 2 jenis load balancer utama yaitu hardware dan software.

  1. Hardware Load Balancer

Hardware load balancer ini merupakan sebuah perangkat keras (hardware) yang dibuat dan didesain khusus untuk melakukan pembagian pada sebuah server. Karena berbentuk perangkat keras, load balancer jenis ini harus diletakan bersamaan dengan server pusatnya dan jumlah dari load balancer jenis ini disesuaikan dengan traffic tertinggi yang diinginkan. 

Jenis load balancer ini biasanya akan menangani traffic website dalam jumlah yang cukup besar. Tapi, biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan jenis load balancer ini juga tidak sedikit dan cukup mahal. Contoh Hardware load balancer yang bisa anda coba adalah Barracuda.

  1. Software Load Balancer

Berbeda dengan jenis load balancer hardware, load balancer jenis ini berupa sebuah perangkat lunak yang digunakan untuk mendistribusikan jaringan server melalui sebuah perangkat lunak atau sebuah software yang berjalan di komputer atau servernya. Seiring berjalannya waktu di era teknologi ini, orang-orang sudah mulai teralihkan dengan load balancer jenis ini karena lebih simpel dan harganya lebih terjangkau dibandingkan dengan load balancer hardware tadi dan juga jenis load balancer software ini sangat fleksibel untuk digunakan. 

Anda dapat mengubah request yang diberikan server sesuai dengan kebutuhan. Load balancer software ini tersedia yang sifatnya komersial (berbayar) atau open source (gratis). Load balancer jenis ini sudah bisa menjadi alternatif dibandingkan yang menggunakan hardware.

Manfaat Load Balancer

Selain untuk membuat traffic tetap stabil dan optimal terhadap banyaknya request dari server dan client, load balancing juga memiliki beberapa manfaat lain diantaranya adalah sebagai berikut:

  1. Menjamin High Performance Server

Jika anda menggunakan load balancing ini, sudah dapat dipastikan bahwa anda akan mendapatkan kemudahan dan tingkat performa yang tinggi pada server atau traffic website anda tidak peduli seberapa besar request yang akan diberikan.

  1. Meminimalisir Server Down

Dengan performa tinggi yang diberikan oleh load balancing dan pembagian secara merata terhadap beban-beban servernya, maka dapat dipastikan server anda akan lebih aman dan terhindar dari yang namanya server down atau server lemot.

  1. Mudah Dalam Menaikan dan Menurunkan Skala Server

Jika anda mempunyai sebuah website khususnya yang berisi blog dan artikel, tentunya anda harus membuat konten yang dapat menarik minat pembaca. Jika pembaca pada artikel atau blog anda sudah banyak makan traffic yang diberikan pun akan semakin tinggi, jika tidak ditangani dengan baik, hal ini dapat membuat website menjadi lelet dan lemot untuk dimuat.

Dengan menggunakan load balancing, traffic website yang tinggi tadi dapat dengan mudah disebarkan ke beberapa server sekaligus. Dan dapat dinaikan atau diturunkan untuk skala server pada websitenya sesuai kebutuhan masing-masing.

  1. Penyimpanan Resources

Pembagian beban pada server juga berguna untuk menghemat dari segi resources pada server. Sehingga, server tidak perlu lagi menggunakan sumber daya atau resources yang sangat besar agar tetap berjalan ketika traffic sendang tinggi atau ramai.

  1. Fleksibilitas

Dengan adanya load balancing ini, beban server yang sudah imbang karena terbagi secara merata membuat fleksibilitas pada penanganan traffic websitenya. Anda dapat melakukan maintenance terhadap server yang berjalan secara bertahap dan efisien tanpa perlu mematikan website atau menunggu waktu yang kosong pada servernya.

Load balancing ini dapat membuat beban ke salah satu server kemudian server lainnya bisa menjalankan maintenance yang terstruktur.

Kesimpulan

Setelah membaca habis seluruh artikel mengenai pengertian load balancing, secara singkat, load balancing adalah sebuah metode untuk membagi beban server yang tinggi ke beberapa server yang berbeda untuk mencegah overloading atau server down.

Terdapat banyak manfaat lainnya yang bisa Anda dapatkan dari load balancing ini seperti kinerja yang maksimal, efisiensi dalam pengelolaan server dan penghematan resources server Anda.

Sumber Referensi :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *