Mengenal UX Writer, Penting Untuk Pengembangan Aplikasi

Mengenal UX Writer, Penting Untuk Pengembangan Aplikasi

Mengenal UX Writer – Dilansir dari niagahoster, UX writer adalah kata-kata yang bisa mendorong seseorang melakukan tindakan ketika berinteraksi dengan sistem. Kata-kata ini hendaknya memiliki kejelasan konteks agar dapat membantu pengguna mengambil keputusan.

Sistem yang dimaksud bisa berupa aplikasi, dashboard, bahkan sesederhana halaman website. UX writer dapat diterapkan pada menu, tombol aksi (action button), pesan kesalahan (error message), syarat & ketentuan, panduan penggunaan, dan lain-lain.

UX writer yang baik bisa mengantar pengguna melakukan tindakan sesuai intensi atau perilaku tanpa terkesan memaksa. It feels right here and there. Rasanya enak, seakan intuitif. Pengguna pun dapat melakukan tindakan atau mengambil keputusan berdasarkan teks yang ditampilkan.

Sebaliknya, buruknya penulisan UX writer dapat berimbas pada banyak hal sekaligus. Friksi atau kebingungan adalah awalnya. Dari sini, ketidaknyamanan dapat tumbuh menjadi kegagalan transaksi, anjloknya rasio konversi, dan lain-lain.

Meskipun terkesan mudah, penulisan UX writer tidak boleh asal-asalan. Tidak ada aturan baku, memang. Hanya saja, UX Writer perlu melakukan validasi dan riset agar UX writer yang dihasilkan tepat sasaran.

Tepatnya sasaran UX writer berpatokan pada kebutuhan pengguna sistem atau halaman website. Untuk mendapatkan wawasan sahih, UX Writer sangat disarankan untuk berkolaborasi dengan fungsi lain seperti UX Researcher, UX Designer, Branding, bahkan Business Intelligence.

Wawasan tersebut berdampak besar terhadap hasil akhir UX writer. Bagaimana bisa? Dengan asumsi wawasan yang ada telah melalui proses validasi & riset yang baik, UX Writer dapat memanfaatkannya sebagai dasar berpikir.

UX writer adalah salah satu pekerjaan yang booming di era digital saat ini. Bagaimana tidak, kehadirannya sangat penting dalam keberlangsungan bisnis, terutama bagi startup.Perilaku konsumen di era digital ini terbilang bersifat dinamis, sehingga butuh seseorang yang mampu menarik konsumen dengan baik.UX writer berperan penting dalam hal itu. Tak heran, apabila perusahaan, terutama yang bergerak di bidang digital membutuhkan jasanya.

Baca Juga Mengenal Prototype Pada Website Dalam UI/UX

Lalu apa sebenarnya UX writer itu dan apa saja yang mereka kerjakan ? Simak penjelasan mengenai Mengenal UX Writer di bawah ini.

Apa Itu UX Writer ?

Pertanyaan mendasar terkait profesi yang satu ini adalah apa sih sebenarnya UX writer itu? Nah, menurut UX Design, UX writer adalah seseorang yang menuliskan kata-kata yang dilihat oleh pengguna saat berinteraksi dengan produk.UX sendiri merupakan singkatan dari user experience. Kegiatan yang dilakukan oleh UX writer disebut dengan UX writing.Profesi ini bertugas untuk membuat kata-kata yang indah dan enak dibaca oleh konsumen di dalam produk digital yang mereka tawarkan.Dalam artian lain, tugas dari UX writer juga terbilang tidak terlalu mudah. Pasalnya, mereka harus mencari diksi yang tepat untuk dapat mengajak pengguna agar nyaman dan tetap menggunakan produk yang ditawarkan.

Tantangan terberat yang dihadapi adalah sebisa mungkin harus membuat kata-kata yang ringkas dan sederhana serta membangun komunikasi yang kuat dengan pengguna. Tanpa kamu sadari, kamu sudah mengenal bentuk dari UX writer lewat aplikasi-aplikasi yang sering kamu buka, website, dan lain-lain. Dalam produk digital, profesi ini berperan penting dalam membangun sebuah produk melalui kata-kata. Pasalnya apabila kata-kata yang ditampilkan terkesan membosankan, maka kemungkinan pengguna tidak akan nyaman.

Prinsip Dasar UX Writer

Berikut ini adalah beberapa prinsip dasar dalam menjadi seorang UX Writer yang handal.

  1. Validasi dan Riset Berkala

UX Writer harus terus melakukan validasi dan riset. Perubahan sangat mungkin terjadi begitu cepat di internet. Demografi audiens maupun kebutuhan pengguna sistem dapat saja berubah drastis dalam hitungan hari.

Inilah alasan mengapa riset dan validasi berkala sangat dibutuhkan dalam pembuatan UX writer. Selain agar tidak ketinggalan zaman, UX writer harus mampu memberikan solusi atas permasalahan pengguna secara tepat.

Anda dapat menggunakan beragam pendekatan untuk validasi UX writer , misalnya User & Usability Testing, Heatmap, rekaman pengunjung, data analitik, dan lain-lain.

Proses validasi dan riset memang memerlukan waktu tidak sedikit. Akan tetapi, jika hasilnya dapat menjamin UX writer yang lebih baik, mengapa tidak?

  1. Singkat, Padat, Jelas

UX writer harus memiliki skill membuat writer yang singkat, jelas, dan padat. Berbeda dari copywriter yang mengandalkan jargon menarik pemancing perhatian, UX writer perlu menitikberatkan aspek kejelasan pada UX copy. Asumsinya, jika teks tidak jelas, maka fungsi dalam sistem tidak dapat digunakan.

UX writer yang baik dapat diibaratkan seperti seseorang yang punya kemauan jelas. Tidak pasif-agresif. A artinya A, B maksudnya B. Harap Anda ingat, kejelasan bukan berarti ketus atau galak. Anda tetap dapat mengemasnya dalam kalimat yang ramah.

  1. Dahulukan Hasil Tindakan

UX writer harus mendahulukan pada hasil tindakan pada writer yang dibuat. Terkadang Anda perlu menulis tujuan dan tindakan dalam satu kalimat. Di situasi ini, sebaiknya Anda menyebutkan obyektif di awal kalimat terlebih dahulu sebelum menjelaskan tindakan apa yang diperlukan untuk mencapainya.

  1. Integrasi dengan Desain

Kemampuan mengintegrasikan desain dan writer itu penting. Desain dan UX writer harus berjalan beriringan. Hal ini dikarenakan UX writer merupakan elemen yang tidak terpisahkan dalam desain. Bahkan, proses pembuatannya pun sebaiknya tidak dilakukan secara terpisah.

Idealnya, desain mengakomodasi UX writer dan UX writer mendukung desain. Tanpa desain yang baik, UX writer tidak berarti apa-apa. Begitu juga sebaliknya. Desain tanpa UX writer yang tepat sesuai konteks memiliki peluang kegagalan lebih besar.

Dalam situasi kerja yang serba cepat, terkadang sinergi antara desainer dengan UX writer berjalan kurang mulus. Berikut adalah tips ampuh menghindarinya:

Kolaborasi pembuatan desain dan UX writer sebaiknya dilakukan sejak fase awal pengembangan. Perbanyak diskusi agar desain akhirnya benar-benar terintegrasi dan dapat menampung kebutuhan pengguna.

Setelah wireframe selesai, hindari penggunaan teks “lorem ipsum.” Teks isian ini memang dapat membantu melihat berapa banyak kata atau karakter yang dapat dimuat. Hanya saja, jika tidak diimbangi penyelarasan, penggunaan teks lorem ipsum dapat mengaburkan tujuan suatu desain.

Fokus pada kebutuhan pengguna terlebih dahulu. Setelahnya, Anda dapat memikirkan desain dengan UX writer seperti apa yang dapat menyelesaikan permasalahan mereka.

  1. Buat Karakter yang Konsisten

Buatlah karakter yang konsisten dengan brand. Desain visual dan UX writer yang baik harus dapat merepresentasikan brand yang sama. Jika desain berkutat pada warna dan bentuk, UX writer menyajikan tutur serta gaya bahasa sesuai dengan karakter suatu brand.

Penggunaan tiap huruf, kata, frasa, dan kalimat sebaiknya terus konsisten di semua bagian. Konsistensi sangat diperlukan agar pengguna mudah mengenali produk atau layanan yang Anda tawarkan.

Bayangkan seperti Anda mengenal seseorang secara pribadi. Sifat, gaya bicara, dan perilaku khas akan memudahkan Anda nyaman mengingat serta berinteraksi dengan mereka, bukan?

Untuk dapat mewujudkan konsistensi, usahakan untuk mencatat dan mendokumentasikan semuanya. Anda memerlukan brand guideline dan content style guide. Pustaka berisi kata atau ungkapan yang sering digunakan juga akan sangat membantu, terlebih jika Anda memiliki anggota lain dalam tim Anda.

  1. “Manusiakan” Pengguna Sistem Anda

Memanusiakan pengguna sistem adalah langkah yang baik. UX writer memuluskan interaksi antara manusia dengan sistem. Sebagai UX Writer, Anda diharapkan mampu mengakomodasi kebutuhan dan keinginan pengguna. Mereka adalah manusia beneran yang punya perasaan dan daya berpikir logis.

Hindari sudut pandang dan anggapan bahwa mereka bodoh sehingga perlu diajari. Ini adalah sesat pikir yang, sayangnya, selain sangat merendahkan, pemikiran seperti ini tidak layak dimiliki profesional. Terlebih, untuk seorang UX Writer.

Sebaliknya, Anda perlu memikirkan cara paling efektif untuk menjangkau pengguna sebaik-baiknya. Mendalami wawasan demografi pengguna merupakan awalan yang baik. Kemudian, gunakan gaya bahasa sesuai dengan karakteristik mereka.

Anda tidak perlu memaksakan gaya bahasa gaul ala tongkrongan Jaksel supaya lebih dekat dengan para pengguna. Jika diperlukan, silakan gunakan cara tersebut. Jika tidak, berpatokanlah pada brand guideline maupun content style guide sesuai citra yang ingin ditampilkan pada sistem Anda.

Kelayakan dan kebutuhan adalah kata kunci di sini. Keduanya perlu saling mendukung supaya Anda memiliki UX writer yang baik.

Tanggung Jawab Seorang UX Writer

Dilansir dari Glints, ada beberapa tanggung jawab yang harus dilakukan oleh seorang UX writer di perusahaan. Berikut adalah tanggung jawabnya:

1. Research

Dilihat dari namanya saja, user experience, maka tanggung jawab dari seorang UX writer tentu tidak jauh-jauh dari research. Mereka harus mengenal lebih dalam masalah apa yang sedang dialami oleh pengguna dan mencari solusi terkait masalah tersebut.

Setelah semuanya diteliti dengan baik, maka tinggal membuat sebuah desain yang menghasilkan produk yang kreatif dan inovatif.

2. Writing

Sudah jelas, profesi yang satu ini tidak akan pernah terlepas dari yang namanya menulis. Seperti yang sudah dijelaskan di atas, kamu harus pintar dalam mencari diksi yang sederhana sehingga dapat membuat pengguna nyaman saat menatap interface dari aplikasi atau website perusahaan.

Saat menulis, tentu kamu akan berkolaborasi dengan UX designer agar dapat menyajikan layanan yang lebih berkualitas.

3. Collaboration

Profesi yang satu ini akan sering berkolaborasi dengan berbagai macam pihak sehingga diharuskan untuk tetap aktif dalam setiap kolaborasi.

Itulah tadi artikel mengenai mengenal UX writer ini, semoga artikel tentang mengenal UX writer ini dapat berguna bagi anda semua.

Sumber Referensi :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *