Tips Desain Grafis Untuk Meningkatkan Konversi Website E-Commerce

Tips Desain Grafis Untuk Meningkatkan Konversi Website E-Commerce

Tips Desain Grafis – Dilansir dari Kompasiana, Website dengan desain grafis yang sempurna sudah pasti akan sangat membantu anda dalam menarik pembeli dan meningkatkan penjualan. Malahan, desain website yang baik merupakan salah satu kunci utama untuk mendapatkan pembeli. Website E-commerce, atau toko online diciptakan untuk membantu pembeli sehingga mereka bisa menikmati pengalaman berbelanja online yang menyenangkan, dan juga didesain untuk meningkatkan tingkat konversi (merubah pengunjung menjadi pembeli). 

Dengan website yang memiliki aspek desain grafis yang baik dan fitur-fitur yang lengkap, anda bisa dengan mudah mengubah pengunjung menjadi pembeli.

Desain grafis yang baik adalah desain yang seimbang di setiap aspeknya. Terkadang, beberapa website terlalu “berseni” dengan desain grafis mereka. Beberapa dari mereka menggunakan terlalu banyak animasi flash yang melambatkan waktu “loading” sehingga mengganggu pengalaman berbelanja pembeli, atau salah dalam pemilihan warna.

Ada juga banyak kasus dimana desainer website terlalu fokus ke aspek desain grafis dan melupakan kegunaan serta fungsi-fungsi website. Website tersebut mungkin terlihat cantik dipandang, tetapi bisa menjadi mimpi buruk bagi pembeli yang tidak bisa menemukan cara untuk membayar belanjaan mereka karena sistem navigasi yang buruk. Tentu saja, anda tidak akan menemui hal seperti itu bila anda memilih untuk menggunakan Limecommerce sebagai toko online anda. 

Website dengan desain grafis yang sempurna sudah pasti akan sangat membantu anda dalam menarik pembeli dan meningkatkan penjualan. Malahan, desain website yang baik merupakan salah satu kunci utama untuk mendapatkan pembeli. Website E-commerce, atau toko online diciptakan untuk membantu pembeli sehingga mereka bisa menikmati pengalaman berbelanja online yang menyenangkan, dan juga didesain untuk meningkatkan tingkat konversi (merubah pengunjung menjadi pembeli). 

Berikut ini ada beberapa tips desain grafis yang bisa anda terapkan di website atau toko online anda supaya anda bisa meningkatkan tingkat konversi website anda :

1. Ikon yang lebih besar

Tips desain grafis yang pertama adalah gambar produk dan ikon yang lebih besar dan jernih sangat membantu pembeli untuk melihat detail produk yang ditawarkan. Hal ini juga dapat membantu untuk meningkatkan tingkat konversi website anda. Anda juga bisa menggunakan fitur zoom-in untuk gambar produk anda.

Selain gambar beresolusi tinggi, video juga bisa menjadi sarana yang efektif untuk menunjukkan produk anda.

2. Pastikan pembeli / pengunjung bisa dengan mudah menemukan keranjang belanja di website anda

Ketika pembeli memasukkan produk ke keranjang, mereka ingin memastikan apakah produknya sudah benar-benar masuk atau belum. Karena itulah, anda harus menempatkan keranjang belanja di tempat yang dapat terlihat dengan mudah oleh pembeli. Ketika pembeli mengklik ikon keranjang, mereka bisa melihat daftar produk dan harga produk yang sudah mereka masukkan ke dalamnya.

Menampilkan isian keranjang bukan hanya dapat menenangkan hati pembeli, tetapi juga dapat mempermudah transisi dari proses belanja ke proses pembayaran. Tidak perduli pembeli berasal dari halaman yang mana, mereka dapat dengan mudah mengakses halaman pembayaran hanya dengan sekali klik di keranjang mereka.

Memberikan warna yang kontras untuk keranjang belanja juga dapat membantu pembeli untuk menemukannya dengan mudah.

3. Ulasan produk yang mendetail

Ulasan produk mungkin terkesan sepele, tetapi bisa sangat membantu dalam hal meningkatkan konversi toko online anda. Hampir semua pembeli online biasanya menghabiskan waktu membaca ulasan produk sebelum memutuskan untuk membeli sesuatu.

Anda bisa coba menggunakan jendela pop up untuk menawarkan tampilan ulasan produk singkat yang cepat, sehingga pembeli tidak perlu mengklik gambar produk di katalog dan menunggu hingga halaman produk benar-benar tampil untuk bisa membaca ulasan produk tersebut.

4. Optimalisasikan tombol “add to cart / tambah ke keranjang” anda

Apa anda tahu? Pengunjung website dan pembeli online biasanya akan memberikan reaksi yang berbeda terhadap tombol “action” dan kata-kata yang digunakan untuk tombol tersebut. Misalnya, jika tombol “tambah ke keranjang” anda menggunakan kata-kata “untuk lebih detailnya” atau “pelajari lebih lanjut”, biasanya mereka justru akan merasa enggan untuk mengklik tombol tersebut. Jadi gunakanlah kata-kata ‘calls to action’ yang tepat, seperti “beli sekarang” atau “tambahkan ke keranjang”.

Warna tombol juga menjadi salah satu faktor desain grafis yang penting disini. Warna yang berbeda bisa menarik perilaku yang berbeda dari pembeli, tergantung jenis bisnis anda.

Misalnya, warna-warna kalem seperti biru dan hijau biasanya menjadi pilihan yang tepat untuk tombol ‘calls to action’ sementara warna-warna ‘garang’ seperti merah dan oranye harus dihindari (ada alasannya kenapa tombol merah biasa digambarkan sebagai tombol darurat).

5. Website yang responsive

Mungkin beberapa dari kalian pernah ada yang mendengar istilah “responsive website“? Apa yang dimaksud dengan website responsive? Website responsive adalah website yang jika dilihat baik dari desktop (komputer) atau smartphone, tampilannya akan selalu terlihat sempurna dengan sedikit atau tanpa perbedaan. Jadi, gak ada tuh yang namanya teks yang saling tumpang tindih atau gambar yang tidak sejajar di website responsive.

Website responsive juga bisa membantu anda menghemat banyak uang, karena anda tidak perlu lagi repot-repot sengaja membuat versi mobile website anda, karena websitenya akan menyesuaikan tampilan secara otomatis.

Responsive adalah salah satu faktor utama yang harus anda pertimbangkan jika anda hendak membuat website untuk toko online anda. Kenapa? Karena sebagian besar orang saat ini lebih memilih berbelanja melalui smartphone mereka daripada melalui komputer atau laptop.

Jika sebuah website e-commerce tidak memiliki aspek responsive, maka bisnis yang berkaitan dengan website tersebut akan kehilangan banyak sekali calon pelanggan yang mungkin akan bisa dengan mudah didapatkan dengan bantuan fitur responsive.

6. Buat proses pencarian jadi lebih mudah dengan fitur “auto complete

Untuk website e-commerce atau toko online, fitur pencarian sangatlah penting. Dengan fitur tersebut, pembeli dapat dengan mudah menemukan produk yang mereka cari. Faktanya, sekitar 20% pengunjung lebih suka menggunakan fitur pencarian daripada harus menelusuri kategori produk dan katalog satu demi satu.

Dalam beberapa kasus, fitur pencarian mungkin kurang dapat diandalkan karena memberikan hasil yang kurang akurat, entah karena memang sistemnya yang kurang bagus, atau karena pembeli salah memasukkan kata kunci (keyword). Maka dari itu, penggunaan fungsi “auto complete” untuk fitur pencarian bisa sangat membantu.

Usulan pencarian dari fungsi auto complete akan membantu memperbaiki hasil pencarian pembeli jika kata kunci yang mereka cari tidak sesuai dengan produk yang ada di katalog.

7. Wajah manusia

Gambar yang berisi wajah manusia memiliki dampak yang lebih besar untuk pengunjung dan terbukti mampu meningkatkan tingkat konversi secara efektif. Gambar wajah manusia di website anda dapat menarik perhatian pengunjung, menciptakan rasa percaya, dan membantu membuat mereka lebih fokus. Jadi, misalnya anda menjual produk pakaian, jangan hanya memajang gambar bajunya saja, gunakan juga manusia sebagai model bajunya.

8. Biarkan pengunjung menentukan cara mereka berbelanja

Semua pembeli online unik dan memiliki seleranya masing-masing. Jadi, sediakanlah fitur-fitur yang dapat membantu mereka mengkustomisasi atau mengatur bagaimana cara mereka berbelanja di toko online anda.

Misalnya, pasanglah fitur ‘layered navigation’, sehingga pengunjung bisa melihat-lihat produk berdasarkan kategori yang mereka inginkan, seperti harga, warna, rating, dan sebagainya.

9. Fokus kepada produk

Salah satu cara terbaik untuk meningkatkan konversi di toko online anda adalah dengan menciptakan desain grafis profesional yang berfokus kepada produk yang ditawarkan. Buatlah toko online profesional dengan gambar produk yang jelas dan kategori produk yang tepat, sehingga para pengunjung bisa mencari produk dengan mudah tanpa perlu membuang banyak waktu dan tenaga.

10. Pastikan pengunjung bisa dengan mudah menemukan detail kontak anda

Sekalipun website e-commerce anda dirancang dengan desain grafis dan fitur yang sempurna, masalah selalu bisa muncul kapan saja. Ada kalanya pembeli tidak bisa memecahkan masalahnya sendiri dan membutuhkan bantuan anda. Jadi, pastikan mereka selalu bisa mengakses detail kontak anda, tidak peduli mereka sedang berada di halaman yang mana.

Itulah tadi beberapa tips desain grafis yang berguna untuk meningkatkan tingkat konversi dari website e-commerce anda. Manfaatkan cara-cara diatas agar mendatangkan lebih banyak pembeli ya !

Sumber Referensi :

Tips Membuat Flat Design Agar Terlihat Profesional

Tips Membuat Flat Design Agar Terlihat Profesional

Tips Membuat Flat Design – Pada artikel ini kita akan membahas tentang flat design. Anda mungkin pernah mendengarnya karena ini adalah salah satu tren utama dalam dunia desain digital selama beberapa tahun ini. Mari kita lihat lebih dekat tren ini dan ketahui dari mana asalnya dan apa yang perlu anda lakukan untuk membuat desain flat yang bersih, jelas dan responsif.

Apa Itu Flat Design ?

Flat design diketahui telah lama digunakan sebelum menjadi tren besar dalam komunitas desain. Kemudian mulai meluas di tahun 80-an karena teknologi yang belum mampu menciptakan dan mendukung efek, tekstur dan bentuk yang kompleks.

Flat design, seperti yang kita lihat sekarang, mulai mendapatkan popularitasnya setelah Microsoft mulai merilis produk bergaya desain Metro. Metro adalah bahasa desain UI yang dibuat oleh Microsoft dan ini semua tentang sederhana, bersih dan modern.

Pada tahun 2010, Microsoft merilis Windows Phone 7, yang menggunakan UI design flat sederhana dengan tepi tajam dan grafis yang jelas, yang diwarisi dari salah satu produk Microsoft sebelumnya (Zune). Nantinya, terinspirasi oleh kesuksesannya, Microsoft merilis OS Windows 8, berdasarkan grafis desain bergaya Metro yang sama.

Akhirnya, desain flat mencapai puncak popularitasnya di tahun 2013, saat Apple meluncurkan iOS 7, menghadirkan desain barunya dan benar-benar mengubah semua elemen UI sebelumnya, termasuk ikon dan font.

Setelah itu, Google juga mengalihkan gaya halaman web dan aplikasinya ke desain flat, menamainya Desain Material. Google memiliki keseluruhan bagian yang didedikasikan untuk Desain Material, termasuk tujuan, prinsip, dan pedoman yang bagus untuk membuat ikon material, UI, tata letak dan sebagainya.

Sejak saat itu, desain flat telah menjadi arahan kunci dalam desain selama beberapa tahun terakhir, membuat website, aplikasi dan elemen desain yang elegan, rapi dan stylish.

Contoh Flat Design by Idseducation

Baca Juga Filosofi Warna yang Wajib di ketahui pada Graphic Design

Tips Membuat Flat Design

Dilansir dari Saidoen, Flat desain merupakan hal yang paling indah dengan kesederhanaannya, menurut kami. Kami suka sekali melihat template, poster, bahkan konten yang menggunakan teknik flat design. Dengan gambar yang sederhana, flat design tetap tidak meninggalkan arti dan nilai dari apa yang disampaikannya. Hal ini lah yang membuat flat design menjadi trend bagi para pegiat desain.

Berikut beberapa tips membuat flat design untuk kalian :

1. Buatlah Simpel

Flat design seperti artinya, desain yang flat atau datar, karena tidak adanya unsur dan efek tiga dimensi. Gaya flat adalah visualisasi objek dua dimensi. Terkadang kita hanya menggambarkan siluet atau garis besar yang membuat objek sebenarnya bisa dikenali, tanpa detail.

Minimalisme adalah tren global saat ini, kesederhanaan bentuk dan penggunaan tepi/sudut menekankan desain yang rapi dan menarik secara visual. Bentuk sederhana yang lebih mudah dipahami. Benar-benar membuat potongan desain terlihat minimalis dan bersih, menghindari tampilan yang berantakan.

2. Buatlah Sketsa

Nah, untuk kalian yang baru belajar teknik flat design, kami sarankan untuk membuat sketsa terlebih dahulu. Buat sketsa di kertas, dengan sederhana. Mungkin hanya garis dan perpaduan Geometris. Buatlah sketsa seperti kalian menggambar waktu kecil, hanya gambar sederhana.

Ini nantinya akan sangat membantu kalian dalam mengonversi gambar di kertas ke CorelDRAW atau Adobe Illustrator.  Flat design adalah teknik tercepat untuk mengubah gambar sederhana dari kertas menjadi seni vektor yang sempurna.

3. Kesederhanaan Paling Utama

Flat Design dibuat sebisa mungkin agar meninggalkan kesan sederhana tanpa adanya banyak objek-objek yang mengganggu. Jika ingin membuat sebuah flat design, perlu diperhatikan bahwa desing yang bagus berawal dari sebuah kesederhanaan kemudian dipadukan dengan nilai-nilai seni sehingga hasilnya bisa menjadi sebuah flat design yang terlihat profesional.

4. Kurangi Efek

Flat design lahir karena adanya kesederhanaan. Jika masih terdapat elemen da efek tiga dimensi, itu bukan flat design.

Dalam tips membuat flat design, hal ini sangat penting dan kalian harus ingat-ingat. Untuk membuat flat design jangan sampai memakai efek seperti, gradien, blur, glow, tekstur, pencahayaan, dan overtone. Teknik flat design adalah cara visualisasi objek dua dimensi. Selain itu, objek yang kompleks akan disesuaikan dan disederhanakan.

Karena sekarang bentuk yang sederhana akan sangat mudah dipahami banyak orang. Dalam membuat flat design, kalian harus benar-benar membuat desain terlihat minimalis dan bersih.

5. Pemilihan Warna

Aspek ini sangat penting dalam teknik flat design. Pemilihan warna yang cerah dan berani adalah karakteristik dari flat design itu sendiri. Perpaduan warna yang cerah, berani, bersemangat, dan jenuh sangat penting untuk desain flat. Pemilihan warna pada flat design sebenarnya tidak terbatas, tapi bagaimana kalian harus bisa memadukan warna-warna tersebut agar terlihat nyaman dan tidak berantakan.

Jika kalian sudah mahir dalam dunia desain, dan menguasai pewarnaan objek. Kalian dapat bermain-main dengan palet warna yang tersedia di Corel dan Adobe Illustrator. Tapi jika kalian masih pemula dalam hal itu, kami ada solusinya.Ini adalah layanan Adobe Color CC, kini kalian dapat mengaksesnya langsung lewat website atau produk dari Adobe itu sendiri. Alat ini sangat fleksibel dan mudah dalam penggunaannya. Alat ini akan membantu kalian untuk membuat palet warna kalian sendiri.Ada beberapa layanan serupa, antara lain yaitu Coolors, FlatUIColors.com oleh Designmodo. Dan masih banyak lagi.

6. Belajar Teliti

Walau flat design dikenal dengan sederhana, bukan berarti pembuatannya cepat dan meninggalkan ketelitian. Masalah yang sering muncul adalah desain yang sudah bagus, tapi tidak menarik.

Ketelitian disini sangat dibutuhkan. Dalam membuat flat design dibutuhkan pengalaman. Cobalah untuk berlatih setiap hari, dengan berbagai model dan type flat design. Hal ini akan menjadikan kalian terbiasa, dan akan mudah untuk mengidentifikasi kesalahan-kesalahan kecil.

7. Terapkan Long Shadow

Seperti disebutkan di atas, flat design cenderung sederhana dan luas, itulah mengapa flat design tidak menggunakan segala jenis efek. Namun, ada satu efek yang muncul dari desain flat dan ini menjadi tren dan salah satu fitur penting.

Fitur penting itu yaitu efek Long Shadow. Fitur tersebut memiliki beberapa karakteristik khas yang membuat efek ini dikenali. Fitur tersebut membentuk rotasi 45 derajat dan memanjang serta berukuran besar. Jadi bayangan panjang tersebut benar-benar mencirikan ke desain flat.Efek seperti itu membuat objek terlihat lebih tiga dimensi, tetapi tetap menjaga tampilan flat.

8. Font Yang Tepat

Tipografi memainkan peran besar dalam desain flat. Tipografi sederhana biasanya digunakan dalam desain flat, membuat keseluruhan potongan desain terlihat bersih dan mudah dibaca. Kamu bisa menemukan banyak font gratis di Font Squirrel dan DaFont, sumber font gratis yang sesuai dengan selera. Pastikan Kamu membaca lisensi terlebih dahulu, ada yang untuk keperluan personal dan ada juga komersial. Sebagian besar desain dengan gaya flat cenderung menggunakan huruf besar dan warna yang kontras, itu yang membuat teks mudah dibaca.

Untuk memilih font harus dengan hati-hati. Font harus menyesuaikan dengan desain yang dibuat. Tetapi bukan berarti kamu tidak bisa menggunakan font Serif atau beberapa font tulisan tangan yang rumit. Tetap konsisten pada tampilan minimalis dan menjaga keseimbangan.

Namun flat design yang paling disarankan adalah font Sans Serif, karena bentuknya lebih lurus dan ketat serta semua elemen ilustrasi bergaya flat.

Kelebihan Flat Design

Dilansir dari techsignticFlat, design telah menjadi begitu populer karena banyaknya kelebihan dan kenyamanan, namun masih ada beberapa kekurangan yang dihadapi oleh desainer saat menggunakan gaya flat design ini. Coba kita simak kelebihan dan kekurangan dari flat design.

  1. Tren

Flat design telah berkembang menjadi tren, menarik banyak perhatian positif di kalangan designer dan web designer. Gaya ini semakin meluas dan memperoleh beberapa bentuk dan fitur baru, secara bertahap berubah menjadi sesuatu yang lebih kreatif.

  1. Kesederhanaan

Desainnya simpel sederhana, minimalis, dan bersih. Ketika membuka situs web, flat design sangat membantumu untuk lebih fokus pada konten, bukan pada efek visual yang ribet dan mengganggu. Ini juga digunakan pada UI (User Interface) aplikasi seluler, desain yang bersih dengan tombol  flat besar membuatnya sempurna untuk bekerja pada perangkat mobile.

  1. Pewarnaan

Penggunaan warna adalah poin besar lainnya dari flat design. Warna terang dan berani terlihat menarik dan bersih, dan minimnya gradasi membuat tampilan desain menjadi modern. Terlebih lagi, warna bersih seperti itu membuatnya terlihat lebih menarik dan menciptakan suasana hati yang tepat. Ada banyak kelebihan lain dari flat design, tetapi tidak ada desain yang sempurna. Masih ada beberapa kekurangan yang harus kita sebutkan:

Kekurangan Flat Design

  1. Tidak responsif

Terkadang, kurangnya detail tambahan atau efek visual membuat sangat sulit untuk antarmuka yang mudah digunakan dan user-friendly. Tidak semua pengguna benar-benar merasa nyaman dengan desain ini, mungkin karena kesulitan untuk menemukan elemen yang dapat diklik pada halaman web atau elemen yang perlu Kamu sentuh dalam aplikasi mobile dikarenakan tidak interaktif.

  1. Masalah tipografi

Seperti disebutkan sebelumnya, tidak semua font sesuai desain flat. Terkadang potongan desain seperti itu dengan huruf tebal dan lurus tampak sangat seimbang dan bergaya. Namun, memilih tipografi yang salah dapat menyebabkan kegagalan total pada desainmu. Kamu benar-benar perlu merasakan font mana yang sesuai untuk flat design dan mana yang tidak. Keterampilan tipografi yang lemah bisa membuatnya sangat sulit untuk memilih font yang tepat.

  1. Visual Lemah

Terkadang flat design mungkin terlihat terlalu sederhana dan tidak menarik. Minimalismenya juga bisa menjadi kerugian terbesar bagi flat design karena semua desain akhirnya terlihat sama.

Agak sulit untuk membuat ikon atau halaman web yang berbeda dari desain orang lain, karena kita menggunakan bentuk sederhana yang disederhanakan, palet warna yang terbatas dan font serupa. Alhasil, desain flat lama-lama terlihat membosankan.

Itu lah beberapa tips membuat flat design agar menghasilkan desain yang profesional, semoga artikel ini dapat membantu kalian untuk berkarya kedepannya.

Sumber Referensi :

Perbedaan HTTP dan HTTPS, Beserta Penjelasannya

Perbedaan HTTP dan HTTPS, Beserta Penjelasannya

Perbedaan HTTP dan HTTPS – Anda pasti sering melihat pada kolom bar address browser selalu menampilkan awalan berupa kata HTTP atau HTTPS. Bagi anda yang belum mengetahui letak protokol tersebut, klik URL, lalu kata “https” akan muncul di bilik URL pada browser. Ternyata awalan kata tersebut memiliki peran penting khususnya dalam penyaluran data laman web yang sedang dikunjungi.

Salah satu cara untuk mengetahui perbedaan website yang menggunakan protokol HTTP dan HTTPS adalah dengan memperhatikan address bar pada browser yang kalian gunakan. Cobalah akses halaman paypal. Setelah itu coba lagi pada tab baru akses vestinel. Adakah hal yang berbeda dari kedua website tersebut ? Jika fokus kalian adalah address bar browser, maka kalian akan menemukan bahwa ketika mengakses paypal protokol yang digunakan adalah HTTPS, sedangkan vestinel menggunakan protokol HTTP. Lantas apa perbedaan HTTP dan HTTPS ?

Sebelum lanjut ke bahasan pokok berupa perbedaan HTTP dan HTTPS, perlu kita membahas penjelasan singkat terlebih dahulu mengenai kedua protokol tersebut.

Kenali Dulu HTTP dan HTTPS

Dilansir dari Beon.co.id, pengertian HTTP dan HTTPS adalah sebagai berikut :

HTTP ( Hypertext Transfer Protocol)

Hypertext Transfer Protokol (HTTP) adalah sebuah protokol jaringan lapisan aplikasi yang digunakan untuk sistem informasi terdistribusi, kolaboratif, dan menggunakan hipermedia penggunaannya banyak pada pengambilan sumber daya yang saling terhubung dengan tautan yang disebut dengan dokumen hiperteks yang kemudian membentuk World Wide Web pada tahun 1990 oleh fisikawan inggris yang bernama Tim Berners Lee. Http merupakan protokol yang menyediakan perintah dalam komunikasi antar jaringan, yaitu komunikasi antara jaringan komputer client dengan web server. Dalam komunikasi ini, komputer clientmelakukan permintaan dengan mengetikkan alamat atau website yang ingin di akses. Sedangkan server mengolah permintaan tersebut berdasarkan kode protokol yang di inputkan.

HTTP disebut protokol Stateless karena setiap perintah dijalankan secara independen, tanpa pengetahuan tentang perintah yang datang sebelumnya. Ini adalah alasan utama yang sulit untuk menerapkan situs Website yang bereaksi secara cerdas untuk input pengguna.

Hypertext Transfer Protocol Secure (HTTPS)

Hypertext Transfer Protocol Secure (HTTPS) memiliki pengertian yang sama dengan HTTP hanya saja HTTPS memiliki kelebihan fungsi di bidang keamanan (secure). HTTPS di temukan oleh Netscape Communication Corporation. HTTPS menggunakan Secure Socket Layer (SSL) atau Transport Layer Security(TLS) sebagai sublayer dibawah HTTP aplikasi layer yang biasa. HTTP di enkripsi dan deskripsi dari halaman yang di minta oleh pengguna dan halaman yang di kembalikan oleh web server. Kedua protokol tersebut memberikan perlindungan yang memadai dari serangan eavesdroppers, dan man in the middle attacks. Pada umumnya port yang digunakan HTTPS adalah port 443. Tingkat keamanan tergantung pada ketepatan dalam mengimplementasikan pada browser web dan perangkat lunak server dan didukung oleh algorithma penyandian yang aktual. Oleh karena itu, pada halaman web digunakan HTTPS, dan URL yang digunakan dimulai dengan ‘https://’.

Https dapat menjamin keamanan dalam Autentikasi server yaitumemungkinkan peramban dan pengguna memiliki kepercayaan bahwa mereka sedang berbicara kepada server aplikasi sesungguhnya.Https juga mampu dalam menjaga kerahasiaan data dan Integritas data.

Perbedaan HTTP dan HTTPS

Dilansir dari Dicoding, Meski kedua protokol tersebut hanya berbeda satu huruf belakang saja, ternyata manfaat bagi client dan penjelajah dunia maya sedikit berbeda dari HTTP dengan HTTPS. Perbedaan tersebut hanya melalui pengembangan keamanan pada sistem protokol jaringan. Berikut perbedaan menonjol dari kedua protokol tersebut.

1. Keamanan Data

Data yang ditransmisikan melalui protokol HTTP tidak menjamin keamanan antara client dengan server. Hal ini yang menyebabkan banyaknya isu kejahatan berupa hacker data. Resiko menyebarnya data kepada subjek yang tidak dikenal sangat tinggi. Sedangkan HTTPS memiliki protokol kolaboratif berupa keamanan data yang ditransmisikan. Fasilitas ini yang membuat HTTPS banyak digunakan oleh web developer.

Berkaitan dengan protokol keamanan data yang digunakan oleh HTTPS, setidaknya terdapat 3 prosedur yang digunakan. Berikut 3 prosedur yang digunakan oleh HTTPS untuk security data.

  • Autentikasi Server, dengan adanya protokol ini membuat client percaya bahwa data yang diakses merupakan data dari server yang dituju. Proses ini biasanya menggunakan validasi nama dan password client. Jika salah menampilkan proses validasi, maka server akan menolak respon dari client tersebut secara otomatis.
  • Kerahasiaan Data, data server yang diakses oleh client melalui web browser tidak akan bisa dipahami oleh client lain. Hal tersebut didukung dengan adanya istilah enkripsi data. Metode enkripsi data memiliki cara kerja yang sulit dipahami dan membutuhkan kode khusus untuk membacanya. Sehingga dengan cara ini akan meningkatkan keamanan data yang hanya dipahami oleh client saja.
  • Integritas Data, pengguna lain tidak akan bisa mengubah data yang sedang ditransmisikan oleh client. Hal ini karena adanya proses validasi Message Authentication Code (MAC) terlebih dahulu. MAC membutuhkan pesan dan kunci rahasia yang hanya diketahui oleh penerima dan pengirim pesan. Proses ini untuk memastikan bahwa penerima pesan meng-input kunci rahasia yang sama.

2. SSL

Secara garis besar, protokol komunikasi antara client dengan server selalu menggunakan konsep HTTP. Jika ingin menerapkan protokol HTTPS, maka dibutuhkan sertifikat berupa SSL (Secure Socket Layers). Terdapat 6 jenis SSL yang dapat dibeli oleh web developer. Penggunaan ini akan memunculkan tanda gembok pada bilah alamat URL website. Sehingga pengunjung akan mempercayai website tersebut aman digunakan untuk pemberian informasi atau transaksi yang tergolong sensitif. SSL sangat berguna untuk merahasiakan informasi penting seperti password e-banking, e-money, identitas dan sebagainya.

3. Port

Perbedaan selanjutnya terletak pada penggunaan port. Port pada dasarnya memiliki arti socket, mungkin istilah socket untuk port sedikit benarnya. Lebih jelasnya port yang dimaksud disini adalah port logic yang tidak dapat dilihat dan dirasakan. Tetapi memiliki fungsi dalam menghubungkan antar perangkat secara protokol atau media lainnya. Port logic memiliki banyak macam jenis serta penggunaannya. Jika diurut dari 0 hingga 1000 akan memiliki fungsi yang berbeda – beda.

Pada HTTP port yang digunakan adalah port jenis 80. Jenis port ini berguna sebagai konektivitas web server secara umum dengan client. Sedangkan untuk bisa mengakses HTTPS melalui SSL dibutuhkan port 443 sebagai jaringan konektivitasnya.

4. Cara Kerja

Https bukan protokol yang terpisah, tetapi mengacu pada kombinasi dari interaksi HTTP normal melalui Socket Layer terenkripsi SSL (Secure) atau Transport Layer Security (TLS) mekanisme transportasi. Hal ini menjamin perlindungan yang wajar dari penyadap dan (asalkan dilaksanakan dengan benar dan otoritas sertifikasi tingkat atas melakukan pekerjaan mereka dengan baik) serangan.

Port default TCP https: URL adalah 443 (untuk HTTP tanpa jaminan, defaultnya adalah 80). Untuk mempersiapkan web-server untuk koneksi https penerima harus sebagai administrator dan membuat sertifikat kunci publik untuk server web. Sertifikat ini dapat dibuat untuk server berbasis Linux dengan alat seperti Open SSL yang ssl atau gensslcert SuSE. Sertifikat ini harus ditandatangani oleh otoritas sertifikat satu bentuk atau lain, yang menyatakan bahwa pemegang sertifikat adalah siapa yang mereka ajukan. Web browser pada umumnya didistribusikan dengan penandatanganan sertifikat otoritas sertifikat utama, sehingga mereka dapat memverifikasi sertifikat yang ditandatangani oleh mereka.

Bila menggunakan koneksi https, server merespon koneksi awal dengan menawarkan daftar metode enkripsi mendukung. Sebagai tanggapan, klien memilih metode sambungan, dan klien dan sertifikat server pertukaran untuk otentikasi identitas mereka. Setelah ini dilakukan, kedua belah pihak bertukar informasi terenkripsi setelah memastikan bahwa kedua menggunakan tombol yang sama, dan koneksi ditutup. Untuk host koneksi https, server harus memiliki sertifikat kunci publik, yang embeds informasi kunci dengan verifikasi identitas pemilik kunci itu. Sertifikat Kebanyakan diverifikasi oleh pihak ketiga sehingga klien yakin bahwa kuncinya adalah aman.

Keuntungan HTTPS Dibandingkan HTTP

Menurut Niagahoster, Selain perbedaan HTTP dan HTTP yang telah dijabarkan di atas,  perbedaan utamanya terdapat pada keuntungannya. Ada banyak manfaat yang akan Anda dapat ketika menggunakan HTTPS untuk website, berikut ini adalah beberapa diantaranya.

1. Untuk SEO

Seperti yang telah diumumkan oleh Google pada tahun 2014 jika HTTPS menjadi salah satu faktor penentu rangking sebuah website. Meskipun demikian, rangking website Anda tidak akan berubah secara signifikan jika mengubah ke HTTPS.

Tapi hal tersebut adalah untuk efek jangka panjang mengenai user experience dan membangun kepercayaan pelanggan kedepannya. Sehingga untuk berpindah dari HTTP ke HTTPS adalah hal yang perlu dilakukan. Mungkin Anda pernah melihat pesan “not secure” ketika mengunjungi sebuah halaman pada website ketika akan login atau memasukkan data tertentu.

Biasanya apa yang akan Anda lakukan? Kemungkinan besar beralih ke website lainnya.Akibatnya pengunjung Anda akan berkurang, dan berakibat menurunnya rangking website Anda.Tidak menutup kemungkinan hal tersebut akan dilakukan pengunjung website Anda ketika melihat pesan “not secure” di browser. Beberapa browser saat ini akan menampilkan pesan tersebut. Seperti Google Chrome, mulai bulan Januari 2017 untuk versi 56 ke atas akan menandai website yang masih menggunakan HTTP untuk mengirim password atau kartu kredit, sebagai website tidak aman.Dengan menggunakan HTTPS, website Anda memiliki kesempatan untuk mendapatkan peringkat terbaik di hasil pencarian Google.

2. Untuk Pengguna

Saat ini pengguna internet memiliki hak privasi, terutama ketika mereka mengunjungi sebuah website.Dengan menggunakan HTTPS, data pengunjung akan lebih aman ketika mereka berinteraksi melalui website Anda, seperti menginputkan data berupa password atau lainnya.

Komunikasi browser ke server dan server ke server akan dienkripsi, sehingga data user yang dikirimkan akan lebih aman.Tingkat kepercayaan pengunjung akan meningkat dan pada akhirnya memperbesar peluang konversi pada website Anda. Menggunakan HTTPS saat ini adalah hal yang penting, meskipun website Anda tidak menangani komunikasi yang sifatnya sensitif. Selain dapat melindungi informasi data user dan website, HTTPS juga dibutuhkan untuk fitur baru aplikasi web progresif.

Kesimpulan

Setelah mengerti apa perbedaan antara protokol HTTP dan HTTPS, kamu akan mengetahui bahwa mayoritas website selama ini yang kita kunjungi telah menggunakan HTTPS. Selama protokol itu digunakan dengan baik, maka kita tidak perlu khawatir jika terdapat quest sebuah website yang meminta identitas pribadi, informasi penting, dan sebagainya. Karena protokol tersebut memiliki tingkat kerahasiaan yang sangat tinggi.

Adanya pihak ketiga di dalam suatu protokol akan membahayakan pengunjung dalam men-transfer data. Peretasan akan merebak dan disalahgunakan oleh pihak ketiga tersebut. Pada nyatanya kasus tersebut sudah sering dialami oleh banyak pengunjung. Pembobolan dan pembajakan sebuah akun privasi sering kita dengar akhir-akhir ini.

Maka dari itu, sebagai penduduk dunia maya wajib bagi kamu untuk melindungi identitas diri dan privasi diri secara rahasia dengan mengunjungi laman-laman web yang telah menggunakan HTTPS. 

Sumber Referensi :

Pengertian SSL/TLS, Pentingkah Untuk Keamanan Website?

Pengertian SSL/TLS, Pentingkah Untuk Keamanan Website?

Pengertian SSL/TLS – Pernah mendengar kata SSL sebelumnya? Mungkin sebagian dari kalian udah pernah dengar tapi belum mengerti apa itu SSL. Atau mungkin sebelumnya ada teman yang menyarankan untuk menggunakan SSL. Tapi masih bingung perlu tidak saya menggunakan SSL. Apa sih efeknya kalau saya pasang SSL di website? Bisa bikin error atau tidak? Website saya terlindungi dari serangan hacker atau tidak? SSL adalah salah satu komponen penting yang harus dimiliki website. Dengan SSL, transfer data di dalam website menjadi lebih aman dan terenkripsi. Bahkan saking pentingnya, Google Chrome melabeli website tanpa sertifikat SSL sebagai Not Secure. Artikel ini akan membahas mengenai pengertian SSL/TLS, Apa itu SSL dan kenapa penting sekali untuk website? Bagaimana cara kerja SSL?

Baca Juga VPS dan Dedicated Server, Jenis Hosting Yang Lebih Tinggi Tingkatannya

Apa itu SSL/TLS ?

Dilansir dari niagahoster, Pengertian SSL/TLS ? Apa itu SSL? Sertifikat SSL atau yang lebih dikenal dengan SSL adalah singkatan dari Secure Socket Layer. Apabila sistem keamanan ini ditambahkan pada website Anda, maka URL website akan berubah menjadi HTTPS. Tujuan utama pemasangan SSL adalah sebagai pengaman pertukaran data yang terjadi melalui jaringan internet.

Di awal tadi kami sempat menyinggung pengertian SSL/TLS, apa beda SSL dengan TLS? Sebenarnya, kini SSL sudah tidak digunakan sama sekali dan sudah digantikan oleh TLS.

Walaupun begitu, karena kebanyakan orang sudah terlalu familiar dengan istilah SSL, perusahaan tetap menggunakan istilah tersebut. Padahal pada dasarnya kini fitur enkripsi yang disediakan adalah TLS.

Keduanya sama-sama mengamankan transfer data di dalam website. Namun, teknologi TLS lebih baik karena lebih baru dan merupakan upgrade dari SSL. Jadi Anda tidak perlu khawatir dengan perbedaan istilah tersebut.

Pentingnya SSL/TLS

Secara garis besar, SSL diperlukan untuk mengamankan website Anda dari ancaman keamanan. Namun, ada juga alasan-alasan spesifik mengapa Anda perlu menggunakan SSL/TLS. Berikut ini alasan-alasan yang dimaksud:

1. Menghindarkan Pencurian Data

SSL/TLS melindungi Anda dari ancaman pencurian data. Caranya dengan melakukan enkripsi atau pengacakan data sensitif . Dengan begitu, sembarang orang takkan bisa membaca data yang Anda punya dan kirimkan.

2. Menghindarkan Salah Kirim Data

SSL/TLS juga berfungsi untuk otentikasi (authentication). Artinya, SSL/TLS memastikan Anda mengirimkan informasi atau data ke server yang sesuai tujuan. Bukannya mengirim informasi ke hacker atau pihak-pihak tak bertanggung jawab.

3. Meningkatkan Reputasi Website

Ketika website sudah terinstall SSL/TLS, browser akan menunjukkan notifikasi tertentu. Di Internet Explorer, biasanya notifikasi akan berwujud block berwarna hijau di address bar. Sedangkan di Firefox maupun Google Chrome, notifikasi akan ditunjukkan dalam bentuk ikon gembok yang terkunci.

Notifikasi ini bermanfaat untuk meningkatkan reputasi dan kepercayaan Anda di mata pengunjung. Dengan adanya notifikasi, pengunjung website takkan ragu untuk mengakses website. Dalam kasus website toko online, calon pembeli juga takkan ragu berbelanja di website Anda.

4. Meningkatkan Ranking Website di Mesin Pencari

Algoritma Google juga lebih menyukai website yang memiliki sertifikat SSL/TLS. Bukan cuma sekadar suka sebetulnya. Google bahkan “melarang” penggunanya untuk mengunjungi website yang tak punya sertifikat SSL/TLS.

Maka tak heran kalau SSL/TLS juga berhubungan dengan ranking website di mesin pencarian. Sebuah riset membuktikan bahwa kebanyakan website dengan sertifikat SSL/TLS punya posisi yang lebih tinggi di mesin pencari.

Cara Kerja SSL/TLS

Setelah mengetahui Pengertian SSL/TLS anda harus mengetahui bagaimana SSL/TLS ini bekerja. Dilansir dari hostinger, Secara digital, cara kerja SSL adalah dengan mengunci cryptographic key ke informasi perusahaan yang hendak diidentifikasi. Data pun akan terenkripsi dengan baik selama proses transfer sehingga pihak ketiga tidak bisa masuk dan mencuri informasi yang sensitif.

Tak hanya private key dan public key, SSL/TLS juga memiliki session key untuk setiap secure session yang unik. Pada saat visitor mengetikkan alamat URL yang telah diamankan SSL ke kolom web browser atau membuka halaman yang sudah dilindungi, browser dan web server akan membuat koneksi.

Selama koneksi awal, public key dan private key akan digunakan untuk membuat session key, yang kemudian mengenkripsi dan mendekripsi data yang sedang ditransfer. Session key ini akan tetap valid untuk waktu yang terbatas dan hanya digunakan di session tertentu.

Anda bisa tahu apakah suatu website menggunakan SSL atau tidak dari adanya ikon gembok atau bar hijau yang muncul di atas browser. Ikon tersebut dapat diklik sehingga Anda bisa tahu siapa yang menyimpan informasi sertifikat dan juga untuk mengelola pengaturan SSL.

Manfaat Menggunakan SSL/TLS

Ada banyak manfaat yang bisa Anda dapatkan jika memasang sertifikat SSL di website Anda. Berikut adalah beberapa manfaat SSL:

1. Meningkatkan Reputasi Website

Apabila URL website Anda masih menggunakan protokol HTTP, Google akan secara otomatis menampilkan peringatan Not Secure setiap kali visitor mengunjungi website Anda. Peringatan tersebut juga akan muncul saat visitor mengisi data atau informasi sensitif seperti data login dan password, form, serta data pribadi dan nomor rekening. Secara tidak langsung, Google memaksa pemilik website untuk mengamankan dan mengenkripsi data yang berada dalam jaringan internet.

2. Mengamankan Transfer Data di Website

Keuntungan menggunakan sertifikat SSL lainnya adalah dengan enkripsi yang dimiliki oleh SSL, data akan menjadi lebih aman. Pertukaran data yang terjadi antara komputer Anda dengan komputer visitor yang berusaha mengunjungi website Anda akan dilindungi oleh public key dan private key. Terlebih lagi, label gembok dan HTTPS akan membantu visitor awam untuk lebih tenang saat mengakses website Anda.

3. Meningkatkan Kualitas SEO

Pemasangan sertifikat SSL di website berpengaruh positif terhadap kualitas SEO Anda. Sejak 2014, Google menerapkan algoritma yang mengutamakan website dengan SSL dibanding website tanpa SSL.

Walaupun SSL hanya salah satu dari sekian faktor SEO yang diterapkan Google, tentu lebih baik jika Anda mengaktifkan SSL. Apalagi kini juga tersedia SSL gratis.

Apa Dampak SSL/TLS Terhadap SEO ?

Pada tahun 2014, Google mengubah algoritmanya untuk mengutamakan website yang menggunakan sertifikat SSL. Sejak saat itulah, sebagian besar website akhirnya memasang SSL. Secara resmi, Google menyatakan bahwa situs dengan SSL memiliki peringkat yang lebih baik dibandingkan dengan situs yang tidak mengaktifkan SSL meskipun semua faktor yang diperhitungkan sama. Selain itu, situs yang aman hanya berhasil menciptakan 1% dari hasil pencarian. Hal ini tentu berbeda jika suatu website menggunakan SSL. Dari 40% hasil pencarian, setidaknya ada satu situs dengan SSL yang muncul di halaman pertama.

Sederhananya, meski sedikit, SSL memberi dampak pada SEO. Dengan menginstall sertifikat SSL ke situs, Anda tidak butuh usaha ekstra untuk memberi tahu orang-orang bahwa situs aman, misalnya dengan membuat inbound link profile yang kuat. Walaupun demikian, bukan berarti Anda lantas tidak menulis profil singkat di website.

Di satu sisi, Anda juga harus ingat bahwa mesin pencari menggunakan beragam metric untuk menentukan peringkat website. Salah satu metricnya adalah seberapa sering orang kembali (bounce back) dari situs ke halaman hasil pencarian. Mengaktifkan sertifikat SSL membuat perbedaan antara user yang langsung masuk ke situs Anda atau klik melalui mesin pencari. Metric lain yang digunakan untuk memberi peringkat pada situs dapat terpengaruh ketika Anda memilih untuk mengaktifkan atau tidak mengaktifkan sertifikat SSL.

Memasang SSL tentu berdampak pada performa website Anda di mesin pencari. Namun, ini bukanlah satu-satunya alasan mengapa Anda harus beli SSL. SSL juga bisa dimanfaatkan untuk meraih lebih banyak kepercayaan pelanggan dan meningkatkan SEO.

Kapan Tepatnya Memasang SSL/TLS ?

Dilansir dari hostinger, SSL/TLS wajib dipasang kapan pun ketika informasi sensitif, seperti username dan password, atau proses pembayaran, sedang ditransfer atau dipindahkan.

Sertifikat SSL/TLS bertanggung jawab untuk memastikan bahwa hanya ada satu – orang atau organisasi yang diizinkan uploader – yang dapat mengakses data yang sedang dipindahkan. Tentunya hal ini sangatlah penting mengingat ada banyak perangkat dan server yang harus dilewati oleh suatu informasi sebelum akhirnya tiba di ‘tempat tujuan’.

Ada tiga alasan utama mengapa Anda harus mengaktifkan SSL/TLS di website:

  • Anda membutuhkan otentikasi. Server apa pun bisa berpura-pura menjadi server Anda, mencuri semua informasi yang dikirimkan lewat website Anda. Di sini, SSL/TLS memungkinkan Anda untuk menampilkan identitas server sehingga visitor atau klien bisa tahu siapa Anda.
  • Untuk mendapatkan kepercayaan. Jika Anda sedang mengelola situs e-commerce atau meminta data penting dari user, maka hal pertama yang harus dilakukan adalah membangun kepercayaan. Memasang SSL/TLS adalah cara yang cukup efektif untuk menunjukkan pada semua visitor dan klien bahwa website Anda benar-benar bisa dipercaya.
  • Patuh dengan aturan yang ditetapkan. Di beberapa industri dan bidang, seperti keuangan, Anda diwajibkan untuk mengelola dan mempertahankan keamanan dasar. Selain itu, juga ada panduan Payment Card Industry (PCI) yang harus diikuti jika Anda ingin klien memasukkan informasi kartu kredit via website. Untuk itu, salah satu syarat yang harus dipenuhi adalah penggunaan sertifikat SSL/TLS.

SSL dapat digunakan di hampir semua perangkat sehingga sangatlah mungkin jika sertifikat ini dijadikan pilihan serbaguna di zaman multi-device. Menggunakan SSL memiliki banyak kelebihan, terutama di sisi waktu dan uang.

Jenis-jenis SSL/TLS

Menurut niagahoster, SSL/TLS dibagi menjadi 3 yaitu:

1. Domain Validated SSL (DV SSL)

SSL ini sangat direkomendasikan bagi SMB (bisnis berkembang) yang membutuhkan solusi dengan harga yang terjangkau. Sertifikat SSL level DV ini hanya memerlukan kepemilikan domain, yakni validasi DNS atau email.

DV SSL hanya akan menampilkan informasi bahwa website Anda adalah website yang aman dan terenkripsi. Jadi, tidak disarankan bagi e-commerce untuk menggunakan SSL level ini. DV SSL cocok digunakan pada website testing atau situs internal bisnis Anda. Apabila Anda menggunakan sertifikat ini, penanda bahwa domain telah aman adalah dengan HTTPS dan gembok warna hijau.

2. Organization Validated SSL (OV SSL)

SSL ini sejatinya sama seperti DV SSL. Namun, pemilik domain harus melakukan verifikasi dengan menunjukkan bukti kepemilikan dan legitimasi domain. Artinya, penerbit sertifikat atau CA (Certificate Authority) seperti GeoTrust, Comodo, dan lain-lain akan memastikan bahwa domain tersebut telah terdaftar dengan informasi nama bisnis, lokasi, dan informasi legal lainnya.

OV SSL biasanya digunakan pada website perusahaan agar tampak lebih aman dan terpercaya bagi visitor. Apabila Anda menggunakan sertifikat ini, penanda bahwa domain telah aman adalah dengan HTTPS dan gembok warna hijau.

3. Extended Validated SSL (EV SSL)

EV SSL memiliki keamanan tingkat tinggi dan sangat direkomendasikan bagi bisnis online Anda, terutama website e-commerce. Ciri EV SSL ini adalah dengan tertulisnya nama bisnis Anda dengan warna hijau pada URL bar di dekat nama domain.

EV SSL mengharuskan pemilik domain untuk memverifikasi kepemilikan domain dengan beberapa dokumen legal. Hal ini karena biasanya SSL ini digunakan bagi mereka yang memiliki badan usaha terpercaya seperti PT, CV, dan Departemen Negara.

Kesimpulan

Pengertian SSL/TLS – SSL merupakan singkatan dari Secure Sockets Layer (sedangkan TLS adalah kependekan dari Transport Layer Security) yang fungsinya menjamin para visitor ketika hendak mengirimkan informasi sensitif dari dan ke server. SSL mengenkripsi semua data yang ditransfer sehingga tidak bisa dicuri atau disadap oleh pihak ketiga, misalnya hacker dan scammer.

Website yang menggunakan SSL/TLS bisa diketahui dari adanya ikon gembok hijau di kolom alamat browser. Klik ikon tersebut dan Anda bisa tahu secara jelas siapa pemegang sertifikat SSL tersebut. Demikian artikel mengenai Pengertian SSL/TLS, semoga artikel ini dapat menambah wawasan anda semua.

Sumber Artikel :

Apa Itu Web Cache Pada Sebuah Situs Web ?

Apa Itu Web Cache Pada Sebuah Situs Web ?

Apa Itu Web Cache – Dalam dunia digital marketing, banyak dari pelaku usaha yang memanfaatkan website sebagai media pemasaran digital. Bukan hanya website, tapi pelaku usaha digital juga pasti melakukan pemasarannya melalui media sosial.

Tahukah Anda bahwa semua yang terkoneksi dengan internet dan memuat data yang melalui proses loading itu memiliki cache? Pernahkah Anda mendengar istilah itu sebelumnya? Pada intinya, cache merupakan sebuah proses mengulang informasi yang sudah disimpan sehingga aktivitas yang terjadi di browser akan berlangsung lebih cepat.

Anda juga pasti pernah mendengar istilah cache ketika ingin membersihkan riwayat pencarian atau membersihkan ruang penyimpanan di smartphone Anda. Namun apakah Anda sudah mengetahui tentang apa itu cache dan fungsinya secara spesifik dalam proses browsing? 

Web Cache merupakan komponen kecil dan bersifat menyimpan data-data dari website yang sudah dijalankan sebelumnya, sehingga tidak perlu untuk memulai dari awal ketika ingin mengaksesnya kembali. Dengan adanya cache ini, kita dapat mengakses situs website dengan waktu yang singkat, karena tidak perlu mengulang proses aksesnya.

Web cache menjadi salah satu teknologi yang memberikan berbagai manfaat bagi website anda. Dengan melakukan caching anda bisa membuat website menjadi sangat cepat, menjadikan nilai SEO (Search Engine Optimization) yang lebih baik, serta meningkatkan kepuasan pengguna website.

Apa Itu Web Cache ?

Dilansir dari nataconnexindo, Sudah dibahas sedikit sebelumnya, bahwa cache adalah proses menyimpan informasi oleh browser agar proses berikutnya menjadi lebih cepat. Pada penjelasan yang komprehensif, web cache adalah penyimpanan data atau informasi website yang sifatnya sementara di dalam sebuah browser agar ketika kita sebagai user ingin meraih Kembali halaman itu, browser akan lebih mudah meraihnya. Dalam kata lain, informasi tersebut akan membuat performa browser menjadi semakin cepat. Data juga bisa disimpan di server, bukan hanya di browser.

Bagaimana cara kerja web cache? Dalam penjelasan sederhana, web cache adalah penyimpanan informasi agar ketika user meminta informasi yang sama di kemudian waktu, maka cache akan memberikan informasi tersebut kepada server dan browser sehingga mempercepat proses pertukaran informasi sebelum Anda akhirnya dapat membuka satu halaman utuh.

Sebagai contoh, ketika Anda membuka sebuah website untuk pertama kalinya, maka browser akan merekam data dan informasi yang dibutuhkan untuk memuat satu halaman. Ketika sudah terbuka, maka informasi yang sudah diterima akan disimpan. Sehingga jika Anda membuka halaman yang sama untuk kedua kalinya, proses memuat akan menjadi lebih singkat. Namun, jika ada pembaruan atau update dari halaman tersebut, maka akan ada informasi tambahan yang diminta oleh cache sehingga menambah waktu memuat lagi.

Kemudahan dalam pembuatan website, membuat para penggiat bidang usaha/jasa menggunakan website sebagai sarana promosi dari produk yang dimilikinya. Tidak sedikit website yang memiliki lebih dari jutaan pengunjung tiap bulan bahkan tiap harinya. Banyaknya pengunjung yang mengakses website tersebut, pastinya membuat server menjadi sibuk melakukan banyak perhitungan yang pastinya rumit dan memakan waktu yang tidak sebentar. Dengan adanya Web cache, server hanya diminta untuk mengirimkan update data jika terdapat update pada website, karena browser akan mengulang akses ke website tersebut  menggunakan cache. Dengan kata lain, web cache adalah media penyimpanan sementara yang berisi data-data website yang telah diakses dan akan digunakan ketika website diakses kembali dilain waktu dengan tujuan mempercepat waktu akses.

Bagaimana Web Cache Bekerja ?

Setelah memahami apa itu web cache, contoh yang paling mudah adalah dengan analogi sebagai berikut. Ketika anda mengakses website untuk melihat jasa pembuatan website bali di baliomdesign.com. Saat pertama kali anda mengakses website kami, aplikasi browser akan mulai mengenali dan melakukan penyimpanan informasi dari alamat website tersebut. Penyimpanan informasi tersebut yang nantinya digunakan untuk memunculkan halaman website yang sama saat website diakses untuk kedua kalinya dan seterusnya. Jika terdapat perubahan data pada halaman website, browser akan mengirimkan permintaan update data ke server sehingga halaman website yang tampil merupakan halaman website yang sudah berisi informasi yang terupdate.

Berikut ini merupakan fungsi dari adanya web cache:

  • Meningkatkan kecepatan akses website
  • Dapat menampilkan halaman website user meskipun website sedang down
  • Dapat menjadi bahan komparasi ketika terdapat perubahan pada halaman website
  • Digunakan untuk mengamati perkembangan website

Web cache dapat menjadi acuan/indikator dari artikel website yang terindeks terakhir kali oleh mesin pencarian, serta informasi yang ada pada cache akan selalu berubah dari waktu ke waktu berdasarkan informasi yang terdapat pada website yang diakses terakhir kali.

Manfaat Adanya Web Cache

Dilansir dari whello, Berikut 4 manfaat utama yang bisa anda dapatkan dengan memasang cache pada website anda:

1. Menghemat Memori Server

Server adalah sistem pusat yang digunakan untuk memproses permintaan pengunjung. Server memiliki kapasitas penyimpanan yang jika terlalu penuh akan membuat proses pencarian informasi (loading) website menjadi lebih lama. Bukan hanya itu, website bisa menjadi down dan gagal menampilkan halaman yang diinginkan pengunjung.

Dengan adanya web cache, tidak semua proses harus diproses oleh server. Memori yang tersisa menjadi lebih banyak sehingga server bisa memproses permintaan pengunjung website dengan cepat.

2. Membuat Website Menjadi Lebih cepat

Dikutip dari Smart Insights mengatakan, 53% pengguna website akan meninggalkan sebuah website jika loadingnya lebih dari 3 detik. Dengan memasang web cache, tentu hal ini tidak akan terjadi pada website anda. Karena loading website anda menjadi lebih cepat.

Kecepatan website adalah poin yang cukup penting karena pengunjung akan pergi juka mendapati sebuah website dengan loading yang cukup lama. Pengunjung dan potensi pelanggan Anda tentu akan pergi.

Oleh karena itu, cache juga memiliki peran yang cukup penting dalam pemasaran digital melalui website maupun media sosial. Karena baik melalui website maupun media sosial, web cache bekerja dengan cara yang sama.

3. Membuat Pengunjung Betah Berada di Website anda

Chace juga akan membantu menjaga user experience. Cache akan membantu menampilkan halaman yang diminta pengunjung dengan mudah dan lebih cepat. Dengan begitu, pengunjung yang datang ke website anda akan betah berlama-lama berada di website anda.

4. Meningkatkan Traffic dan Konversi

Jika server sudah bekerja dengan baik, loading website menjadi lebih cepat, serta banyak pengunjung website betah berlama-lama berada di website anda. Tanpa anda sadari, traffic website dan konversi website juga akan menjadi lebih optimal.

5. Membantu Upaya SEO

Dengan performa yang lebih cepat, maka website akan lebih mudah puncul di mesin pencarian. Dengan begitu, SEO yang sedang dikembangkan juga akan terbantu dengan cache. (GYS)

Jenis-Jenis Web Cache

Ada 8 jenis cache yang juga perlu anda ketahui yaitu sebagai berikut :

  1. Client-side Caching

Client-side caching digunakan untuk menyimpan file data pada komputer seorang client. Ada banyak jenis client-side caching, dan salah satu jenis client-side caching yang paling terkenal yaitu browser cache.

Apa itu browser cache? Simak penjelasannya pada poin berikutnya.

  1. Browser Cache

Mungkin anda sering menghapus history di browser. Saat menghapus history, akan muncul tiga pilihan yang akan dipilih, salah satunya “Cache images and files”.

Browser cache membantu mempermudah dan membuat loading website menjadi lebih cepat. Dengan melakukan caching, anda tidak perlu lagi melakukan request dan transmisi data untuk menampilkan website yang ingin anda kunjungi di browser. Karena data-data yang anda butuhkan untuk menampilkan website yang ingin anda kunjungi sudah ada di history (komputer) anda.

  1. Server Side Cache

Dengan server side cache, seluruh data website akan ikut tersimpan di server. Baik itu file, media, hingga file yang anda lihat dari internet juga akan disimpan di server. Hal ini akan membantu pengunjung website mengakses website lebih cepat yang tentukan juga akan meningkatkan dan memperbaiki user experience.

  1. Database Cache

Database cache menyediakan berbagai keuntungan bagi web developer. Misalnya mengurangi penggunaan disk, mengurangi pemanfaatan cpu, dan mempercepat waktu untuk mengakses data. Dengan begitu, database cache membantu mencapai kinerja website yang lebih baik dan skalabilitas yang lebih tinggi.

  1. Object Cache

Objek adalah kumpulan data yang mencakup dokumen kata, video, maupun gambar. Melalui object cache, data objek dapat disimpan secara lokal sehingga tidak perlu diambil secara konstan untuk permintaan tambahan.

Maksudnya jika pengguna meminta data objek yang tidak berubah, mereka dapat mengaksesnya tanpa menggunakan server, karena pengguna tidak perlu lagi memuat data objek tersebut.

  1. Opcode Cache

Opcode cache adalah salah satu cara yang fantastis untuk meningkatkan kode PHP dan menjadi cache yang efisien untuk ditambahkan pada website anda. Opcode cache akan menyimpan salinan opcode PHP di memory server sehingga membantu meningkatkan kinerja PHP yang ada pada website anda.

Ada beberapa opname cache yang biasa digunakan, seperti Zend, Alternative PHP Cache (APC), atau APCu.

  1. Page Cache

Page cache membantu meningkatkan kecepatan loading sebuah halaman website. Page cache menyimpan halaman website yang lengkap untuk ditampilkan ketika ada permintaan lagi dari pengunjung. Data ini disimpan pada bagian RAM yang tidak terpakai untuk mengoptimalkan penggunaan memori.

  1. Content Delivery Network (CDN) Cache

CDN cache menjadi salah satu penyimpanan data yang lebih luas. Melalui CDN cache, konten konten pada website statis ditambahkan ke server proxy yang di distribusikan secara global.

Hal ini memungkinkan pengunjung website yang berasal dari seluruh dunia dapat mengunduh konten pada website dengan cepat. Caching ini juga membantu pemilik website mengurangi biaya, menghilangkan tekanan dari server asli, dan menempatkan fokus pada server lokal yang lebih kecil yang berlokasi secara global di mana pengunjung anda dapat mengakses data secara lokal.

Sekarang Anda sudah tahu apa itu web cache website, jenis-jenisnya, dan cara menggunakannya. Jadi, website cache adalah fungsi penting yang memastikan website bisa dimuat secara lebih cepat. Nah, sebagai rangkuman, berikut beberapa hal yang sudah kita pelajari dalam artikel ini:

Web caching memiliki berbagai jenis: full-page caching, object caching, dan fragment caching. Semuanya memiliki fungsi yang berbeda.

Sumber Referensi :

Apa Itu UX Researcher ? Bedanya Dengan UX Designer ?

Apa Itu UX Researcher ? Bedanya Dengan UX Designer ?

Apa Itu UX Researcher – Dilansir dari Springboard, Jika Anda menelusuri website Glassdoor untuk mencari pekerjaan di bidang UX, Anda akan menemukan hampir 26.000 postingan pekerjaan disana. UX adalah bidang pekerjaan yang tumbuh dan berkembang dengan sangat cepat, dan permintaannya selalu berada pada titik tertinggi dibanding pekerjaan lain.

Pengalaman pengguna adalah tentang bagaimana membuat produk, situs web, aplikasi, dan bagian teknologi lainnya agar pengguna bisa semudah mungkin menggunakannya. Meskipun estetika adalah komponen dari situs web atau produk yang bagus, itu bukan tujuan utama UX, fungsinya lebih spesifik yaitu bagaimana membuat produk berfungsi semudah mungkin sehingga konsumen mau menggunakannya.

Untuk membuat produk yang ramah konsumen, seorang UX Designer harus memahami konsumen. Apa yang mereka inginkan, Apa yang memotivasi merek,  Apa yang mereka sukai, apa yang tidak mereka sukai, dan apa yang membuat mereka kembali? Di sinilah peran UX Researcher.

Untuk lebih memahami perbedaan antara Apa itu UX Researcher dan UX Designer, mari kita lihat apa peran dan tanggung jawab utama mereka, latar belakang apa yang paling cocok untuk masing-masing.

Baca Juga Mengenal UX Writer, Penting Untuk Pengembangan Aplikasi

Perbedaan UX Researcher dan UX Designer

Di beberapa perusahaan (seringkali yang lebih kecil), peran UX Researcher dan UX Designer dilakukan oleh orang yang sama. Namun, disarankan agar perannya terpisah, dan jika Anda mempertimbangkan untuk menggunakan pengalaman pengguna, penting untuk mengetahui apa yang Anda hadapi.

Berikut adalah perbedaan utama antara Apa itu UX Researcher dan UX Designer:

Apa Itu UX Researcher: Sebelum UX Designer dapat memulai tahap desain sebuah proyek, dia harus memahami untuk siapa dia mendesain. Siapa target pasarnya? Apa yang memotivasi mereka? Bagaimana produk akan meningkatkan kehidupan mereka? Tanpa wawasan ini, mustahil merancang produk yang bagus. Menemukan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ini adalah peran seorang UX Researcher.

Seperti yang dapat Anda simpulkan dari jabatannya, tujuan utama UX Researcher adalah penelitian. Seorang UX Researcher menganalisis perilaku konsumen dan membentuk wawasan berbasis data untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Setelah memiliki wawasan ini, mereka menyerahkannya kepada tim desain UX yang lebih besar sehingga mereka dapat membuat produk yang memenuhi kebutuhan audiens mereka.

Apa Itu UX Designer: Tugas UX Designer adalah merancang produk yang ramah pengguna yang memenuhi kebutuhan konsumen. Hanya setelah seorang UX Designer memiliki pemahaman yang kuat tentang target pasar, dia dapat memulai proses desain. UX Designer mendapatkan kesadaran ini dari temuan UX Researcher.

Sekali lagi, tujuan utama UX Researcher adalah untuk memahami apa yang memotivasi konsumen. Tujuan utama UX Designer adalah merancang produk yang ingin digunakan pelanggan berdasarkan wawasan yang diberikan oleh UX Researcher.

Apa Yang UX Researcher dan UX Designer Lakukan ?

Jika Anda ingin masuk ke bidang ini, penting untuk mengetahui apa yang akan Anda lakukan hari demi hari. Mari kita lihat bagaimana hari-hari biasa seorang UX Researcher berbeda dengan seorang UX Designer.

UX Researcher

UX Researcher menggunakan campuran penelitian kuantitatif dan kualitatif untuk mengetahui pasar sasaran. Jika Anda tidak mengetahui perbedaan antara kualitatif dan kuantitatif, Anda dapat menganggap penelitian kuantitatif sebagai hal yang terukur dan kualitatif sebagai lebih subjektif. Misalnya, jika Anda melihat rasio pentalan situs web Anda (yaitu, persentase orang yang meninggalkan situs web Anda setelah hanya melihat satu halaman), Anda akan melihat data kuantitatif. Jika Anda ingin tahu mengapa mereka pergi, ini termasuk dalam kategori kualitatif.

UX Designer dan UX Researcher menggunakan beberapa metode untuk mempelajari perilaku konsumen.

  • Pengamatan: Mereka mengamati orang-orang yang berinteraksi dengan suatu produk dan mencari petunjuk tak terucapkan untuk memahami apa yang dipikirkan seseorang tentang produk tersebut. Apakah mereka merasa mudah digunakan? Apakah perilaku mereka mencerminkan apa yang diinginkan oleh UX Designer?
  • Wawancara: UX Researcher melakukan wawancara tatap muka, baik secara langsung atau melalui kelompok fokus. Mereka dapat mengajukan pertanyaan khusus, terlibat dalam percakapan, atau hanya mengamati peserta dalam suasana alami mereka untuk melihat bagaimana mereka berinteraksi dengan produk.
  • Survei Pengguna: UX Researcher juga dapat melakukan survei pengguna online untuk mendapatkan opini orang-orang tentang produk atau situs web.
  • Uji Kegunaan: Setelah UX Designer membuat prototipe produk, UX Researcher dapat melakukan uji kegunaan. Peneliti dapat membagikan prototipe dengan audiens target untuk melihat bagaimana mereka berinteraksi dengan mereka. Ini dapat dilakukan secara langsung atau online, dan penguji didorong untuk membicarakan proses berpikir mereka saat mereka menavigasi produk.

UX Designer

Meskipun tujuan UX Researcher adalah untuk memahami apa yang memotivasi pelanggan, UX Designer ditugaskan untuk mengambil wawasan pelanggan UX Researcher dan mengubahnya menjadi hasil yang dapat ditindaklanjuti dan berfokus pada konsumen yang beresonansi dengan audiens.

Setelah UX Designer memiliki pemahaman yang kuat tentang target pasar (berkat temuan UX Researcher), dia dapat memulai proses desain.

Seorang UX Designer biasanya memulai dengan membuat sketsa atau gambar rangka untuk menunjukkan kepada orang lain bagaimana produk akan berfungsi, dan papan mood untuk membantu orang lain membayangkan bagaimana produk akhir akan terlihat. Terakhir, ia akan membuat prototipe yang merupakan simulasi dari produk akhir.

Tujuan dari prototipe adalah untuk menguji aliran desain dan mengumpulkan umpan balik dari pihak internal dan eksternal sebelum produk akhir dibangun. Ini adalah sesuatu yang dapat dibantu oleh UX Researcher. Prototipe dapat berubah-ubah dan dapat diedit berdasarkan umpan balik pengguna.

Sekarang setelah Anda memahami seluk beluk UX Researcher dan masa UX Designer, mari kita lihat apa saja yang dibutuhkan oleh peran tersebut.

Skill Yang Dibutuhkan

untuk memahami perbedaan dalam persyaratan peran UX Researcher vs UX Designer, kami mengunjungi Glassdoor dan melihat lowongan pekerjaan saat ini untuk melihat apa yang dicari perusahaan dalam calon karyawan.

UX Researcher

Anda tidak memerlukan gelar tertentu untuk menjadi UX Researcher, tetapi Anda harus memiliki pengalaman dengan teknologi dan pemahaman tentang perilaku orang. Latar belakang umum termasuk (tetapi tidak terbatas pada) psikologi, antropologi, sosiologi, pemasaran dan komunikasi, dan ilmu informasi.

Dari postingan pekerjaan yang kami lihat, persyaratan umum meliputi:

  • Pengetahuan mendalam tentang berbagai metodologi penelitian pengguna
  • Kemampuan untuk menyusun pertanyaan kunci, membuat rencana penelitian untuk menjawabnya, melakukan penelitian, dan mensintesis temuan menjadi wawasan yang bermakna dan dapat ditindaklanjuti
  • Semangat untuk mendefinisikan dan memecahkan masalah
  • Kemampuan untuk merancang dan melakukan studi kegunaan — yaitu, mengidentifikasi opsi solusi potensial untuk kebutuhan pengguna yang dinyatakan dan merancang eksperimen yang membantu mendapatkan solusi yang paling layak bagi pengguna
  • Dapat mengelola komunikasi dengan pengguna dan pemangku kepentingan
  • Dapat mengintegrasikan penelitian pengguna ke dalam desain produk dan praktik desain
  • Pengalaman dalam desain survei (yaitu, qualtrics)
  • Pengetahuan kerja tentang statistik dan desain eksperimental
  • Kemampuan yang kuat untuk menghasilkan dan mengkomunikasikan wawasan yang menarik dan dapat ditindaklanjuti, baik secara lisan maupun visual
  • Keterampilan komunikasi yang sangat baik, termasuk tertulis, verbal, dan presentasi

UX Designer

Mirip dengan UX Researcher, Anda tidak memerlukan gelar khusus untuk menjadi UX Designer. Faktanya, sebagian besar UX Designer sebenarnya otodidak (sampai tingkat tertentu) tetapi berbagi soft skill seperti keingintahuan, semangat, empati, dan manajemen waktu. Karena itu, bagi mereka yang memiliki gelar sarjana, bidang umum serupa dengan UX Researcher, dan termasuk psikologi, ilmu komputer, antropologi, dan ilmu informasi.

Dari postingan pekerjaan yang kami lihat, persyaratan umum meliputi:

  • Pengalaman 3+ tahun dalam desain UX
  • Pemahaman yang kuat tentang proses UX
  • Penguasaan alat desain dan pembuatan prototipe seperti Sketch, Adobe Creative Suite, InVision Axure, dll.)
  • Rasa ingin tahu yang tak ada habisnya tentang orang, teknologi, desain, dan kehidupan
  • Keterampilan pemecahan masalah yang kuat
  • Pengalaman berinteraksi dengan klien dan kemampuan untuk berbicara tentang pekerjaan Anda dengan semangat dan data
  • Keterampilan yang ditunjukkan dalam membuat alur proses, peta situs, wireframe, prototype, dan kiriman UX lainnya
  • Menghasilkan desain yang jelas dan berpusat pada pengguna di seluruh titik akhir seluler, desktop, web, dan perangkat keras
  • Berkontribusi pada semua aspek desain termasuk penentuan persyaratan, penelitian pengguna, diagram alur kerja, desain terperinci, pengembangan kasus dan skenario penggunaan, dan dukungan teknik
  • Bermitra erat dengan pengembang, QA, dan manajer produk untuk segera beralih pada desain berdasarkan umpan balik pengguna, kendala teknologi, dan dinamika pasar

Kesimpulan

Kami berharap artikel ini membantu memperjelas perbedaan antara UX Researcher vs. UX Designer dan dapat membantu memandu Anda ke jalur yang benar. Seperti yang Anda lihat, gaji seharusnya tidak menjadi faktor penentu, karena peran membayar gaji yang cukup sebanding. Apa yang harus menjadi faktor penentu adalah apa yang Anda nikmati.

Jika Anda suka melakukan penelitian dan mempelajari apa yang membuat orang tertarik, mungkin Anda akan lebih cocok sebagai UX Researcher. Jika Anda lebih suka orang lain yang melakukan penelitian sehingga Anda dapat lebih fokus pada proses desain untuk menghasilkan produk yang disukai konsumen, mungkin Anda akan lebih cocok sebagai UX Designer.

Nikmati keduanya? Pertimbangkan untuk menemukan perusahaan kecil tempat UX Designer melakukan pekerjaan UX Researcher juga.

Sumber Referensi :

Manfaat Menggunakan Pen Tablet Dalam Membuat Desain

Manfaat Menggunakan Pen Tablet Dalam Membuat Desain

Manfaat Menggunakan Pen Tablet – Nama Pen Tablet rasanya terdengar asing bagi orang awam. Namun peralatan yang satu ini sudah biasa digunakan oleh mereka yang berprofesi sebagai desainer. Kehadiran Pen Tablet memang mempermudah pekerjaan mengutak-atik gambar, karena keterbatasan fungsi mouse (tetikus).

Apa itu Pen Tablet ?

Pen tablet juga dikenal sebagai Tablet grafis (Graphic Tablet), Graphic Pad, atau Drawing Tablet, sebuah perangkat keras (hardware) atau input device komputer yang mengizinkan pemakainya untuk menggambar dengan tangan dan memasukkan gambar atau sketsa langsung ke komputer, layaknya menggambar di atas kertas menggunakan pensil.

Sebuah Tablet Grafis terdiri dari tablet digital dan sebuah kursor ataupun sebuah pena digital.Tablet digital memiliki permukaan yang pipih sebagai alas gambar yang terdiri atas perlengkapan elektronik yang dapat mendeteksi gerakan kursor atau pena digital kemudian menerjemahkannya menjadi sinyal digital yang dikirim langsung ke komputer. Setiap titik atau gerakan pada tablet merepresentasikan titik atau gerakan pada layar monitor, inilah yang membedakannya dengan fungsi mouse yang tergantung pada letak kursor. Hasil gambar tidak akan terlihat pada tablet itu sendiri, melainkan pada monitor komputer.

Kursor (disebut juga puck) berfungsi layaknya mouse pada komputer, hanya saja kursor ini dapat memiliki sebanyak 16 tombol dan memiliki jendela dengan helai-helai rambut (crosshairs) di dalamnya sebagai tempat posisi ujung titik yang dituju. Sementara Pena digital (disebut juga stylus) mirip dengan pena ballpoint, hanya saja tidak memakai tinta, melainkan dilengkapi oleh ujung elektronik.

Karena dilengkapi dengan pena, maka sesungguhnya Pen Tablet dapat digunakan untuk memindahkan juga tulisan tangan di layar komputer, dalam hal ini berarti dapat digunakan sebagai pengganti papan tulis konvensional. Harga Pen Tablet yang sudah makin terjangkau mungkin bisa membuat pembaca untuk melirik Pen Tablet ini sebagai alternatif pengganti papan tulis.

Saat ini sudah banyak Pen Tablet yang dijual dengan harga dibawah sejutaan dipasaran. Meski untuk produk-produk Pen Tablet kelas atas masih dijual dengan harga diatas sejuta. Anda bisa memanfaatkan layar TV berukuran besar atau proyektor untuk memperbesar tampilan layar komputer anda. Artikel ini akan membahas beberapa hal termasuk manfaat menggunakan pen tablet.

Baca Juga Prinsip Dalam Desain Grafis Yang Wajib Untuk Dipahami

Manfaat Menggunakan Pen Tablet

Dilansir dari Glints, didesain untuk memudahkan proses menggambar, berikut adalah daftar keuntungan menggunakan tablet untuk para desainer grafis: 

1. Mempermudah proses menggambar

Ketika menggambar secara digital, salah satu tantangan menggunakan mouse adalah gerakan yang cenderung kaku dan kurang sesuai dengan apa yang diinginkan. Keuntungan pertama menggunakan tablet ini adalah mempermudah proses menggambar secara natural. 

Dengan pen elektronik yang disediakan, anda dapat menggambar detail-detail kecil secara bebas dan mudah.  Gerakannya pun terasa lebih natural, karena rasanya kurang lebih sama dengan menggunakan pensil atau pulpen untuk menggambar manual.

2. Sensitivitas dan mampu mendeteksi tekanan

Keunggulan lain menggunakan tablet ini adalah sensitivitas dan kemampuannya mendeteksi tekanan. Mengapa hal ini penting?  Ketika menggambar digital, akan melelahkan jika anda harus mengulang garis yang sama berkali-kali hanya untuk mendapatkan ketebalan yang diinginkan.

Dengan tablet grafis, biasanya terdapat pendeteksi tekanan pada pen yang memungkinkan anda untuk mengatur ketebalan gambar. Jika ingin membuat gambar yang tebal, berikan sedikit lebih tekanan. Jika ingin membuat yang tipis, lakukan sebaliknya. Sensitivitas tablet juga memungkinkan anda untuk menggambar sesuatu dengan sangat mudah, tanpa perlu menekan terlalu keras. Hal ini sangat berguna, terutama jika anda harus menggambar desain yang mendetail dan cukup kompleks.

3. Langsung terkoneksi dengan laptop

Nah, keuntungan lain menggunakan tablet ini adalah dapat langsung disambungkan ke laptop dan komputer dengan mudah. Hal ini tentu saja lebih praktis jika dibandingkan dengan menggambar di kertas biasa, scan gambar tersebut, lalu mengedit menggunakan software.

Kekurangan Menggunakan Pen Tablet

Jika tadi anda sudah mengetahui kelebihannya, berikut adalah beberapa kekurangan yang bisa dipertimbangkan sebelum membeli tablet grafis:

1. Hanya cocok digunakan menggambar saja

Salah satu kekurangan dari graphic tablet adalah alat ini tidak terlalu cocok digunakan untuk keperluan biasa di laptop dan komputer. 

Dilansir dari Techwalla, hal ini dikarenakan interface di komputer dan laptop memang didesain untuk penggunaan dengan mouse, bukan stylus pen. 

Jadi, mungkin akan terasa aneh jika anda harus menggunakannya untuk browsing atau mengklik apapun di laptop dan komputer.

2. Harga yang cukup mahal

Nah, kekurangan selanjutnya adalah harga yang cukup mahal.  Untuk mendapatkan tablet grafis yang berkualitas dan nyaman digunakan, anda harus mengeluarkan jutaan rupiah. Hal ini tentu saja tergantung dengan merk yang dipilih. Meskipun begitu, rata-rata harga tablet grafis di pasaran memang cukup mahal, berkisar antara satu sampai belasan juta rupiah.

Beberapa Merek Pen Tablet Yang Direkomendasikan

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, salah satu kekurangan menggunakan tablet grafis adalah harganya yang cukup mahal. Maka dari itu, anda harus mengetahui merk terbaik yang bisa dipilih agar sepadan dengan uang yang harus dikeluarkan.

Berikut adalah empat merk terbaik yang bisa dijadikan referensi:

1. Wacom

Merk tablet satu ini adalah salah satu yang terbaik di bidangnya.  Ketika bicara tentang tablet grafis, mungkin orang akan lebih familiar dengan merk Wacom.

manfaat menggunakan pen tablet
Source : Glints

Terdapat banyak rangkaian produk dari Wacom, tetapi salah satu produk terbaiknya adalah Wacom Cintiq 22 dan juga Intuos Pro. Harga produk Wacom yang cukup tinggi dapat dibilang sepadan dengan kualitas yang ditawarkan. Seperti kata orang, “Ada barang, ada harga”.

2. XP – Pen

Jika dibandingkan dengan Wacom, Huion memang lebih affordable. Meskipun begitu, kualitas tablet dan pen yang ditawarkan tetap sangat baik.  Salah satu tipe terbaiknya adalah Deco 03. 

manffat menggunakan pen tablet
Source : Glints

anda bisa menggambar di permukaan yang luas dan juga cukup tipis, sehingga rasanya seperti menggambar di atas kertas biasa.

3. Huion

Jika dibandingkan dengan Wacom dan XP-Pen, Huion memang lebih affordable. Meskipun begitu, kualitas tablet dan pen yang ditawarkan tetap sangat baik.  anda hanya perlu menyesuaikan dengan budget yang dimiliki saja. 

manfaat menggunakan pen tablet
Source : Glints

Untuk pemula, merk tablet grafis yang satu ini sangat cocok untuk digunakan. Terutama jika anda masih banyak belajar mengenai desain grafis.

4. Apple

Pasti anda sudah tidak asing lagi dengan merk yang satu ini. Tipe gadget terbaru dari Apple yang bisa digunakan untuk mendesain adalah iPad Pro 12.9. 

Tablet dari Apple menawarkan tampilan yang elegan dan juga resolusi gambar yang sangat tajam. Gadget ini juga akan memudahkan anda untuk mengirimkan file, tanpa harus menghubungkannya ke laptop atau komputer terlebih dahulu.  Meskipun begitu, salah satu kekurangannya adalah harga yang terbilang sangat mahal.

Source : Glints

Ketika ingin menggunakan iPad sebagai tablet menggambar, anda harus membeli stylus pen-nya sebagai tambahan dengan harga yang cukup mahal.

Bila anda belum terbiasa menggunakan Pen Tablet, maka anda harus berlatih terlebih dahulu untuk melancarkan penggunaannya. Meski hampir mirip kerjanya dengan mouse namun gabungan antara Pad (landasan menulis) dan Pen ini bekerja dengan cara yang berbeda dengan mouse. Posisi mouse pada kursor tergantung pada posisi akhir dimana kursor berada saat mouse akan digerakkan.

Jadi misalnya kursor berada di kanan atas, maka saat mouse digerakkan, maka gerakan akan meneruskan posisi kursor saat itu. Pada Tablet, posisi kursor ditentukan oleh posisi Pen pada Pad, jadi misalnya kursor pada layar sebelum Pen ditempelkan pada Pad berada di kanan atas, bila kemudian Pen ditempelkan di tengah Pad maka kursor akan langsung lompat keposisi tengah. Bila Pen ditempelkan di posisi kiri bawah Pad misalnya, maka kursor akan langsung lompat ke posisi kiri bawah pada layar komputer anda.

Itulah tadi artikel mengenai manfaat menggunakan pen tablet yang dapat memudahkan anda dalam membuat sebuah desain. Baca juga artikel mengenai desain lainnya di Bali Om Design.

Sumber Referensi :

Format Gambar SVG, Pengertian dan Manfaatnya

Format Gambar SVG, Pengertian dan Manfaatnya

Format Gambar SVG – Meskipun sudah ada sejak tahun 90-an, SVG baru dikenal belakangan ini. Statistik yang dikeluarkan oleh W3Techs menunjukkan bahwa pada bulan April 2019, hanya 16.7% website yang menggunakan file SVG. Namun, persentase ini rupanya terus bertambah seiring developer dan pemilik website menginginkan loading yang cepat di website mereka.

Namun, persentase ini rupanya terus bertambah seiring developer dan pemilik website menginginkan loading yang cepat di website mereka. SVG menawarkan banyak kelebihan jika dibandingkan dengan JPEG, PNG, ataupun GIF. Terutama jika digunakan untuk menampilkan logo dan juga icon. Kenapa format gambar SVG mulai populer digunakan untuk kebutuhan web design dan responsive UI ?

Apa Itu SVG ?

Dilansir dari Hostinger, Scalable Vector Graphics atau SVG adalah format gambar vektor berbasis teks XML. Biasanya, gambar-gambar yang kita lihat di internet hadir dalam format, seperti JPG dan PNG. Kedua format ini dibuat dari sejumlah ‘kotak’ berukuran sangat kecil yang disebut piksel. Sedangkan format SVG bergantung pada XML markup untuk menggambarkan garis, bentuk, dan atribut gambar lainnya.

Keunggulan lain jika Anda memilih SVG adalah format ini didukung di banyak platform. Lihat saja bagaimana browser major, seperti Chrome, Firefox, Safari, dan Chrome untuk Android menggunakan file ini.

Hanya saja, jika saat ini Anda menggunakan IE8 atau versi Chrome dan Safari sebelum di-update, Anda mungkin akan mengalami beberapa kendala karena tiga browser tersebut tidak lagi mendukung file SVG. Seharusnya ini tidak jadi masalah karena sebagian besar orang tidak lagi sering menggunakan Internet Explorer.

Rekomendasi Scalable Vector Graphics (SVG) berasal dari W3C. Rekomendasi tersebut menjelaskan cara membuat grafik vektor menggunakan bahasa mark up. Karena SVG didasarkan pada XML, alat yang sudah tahu bagaimana menafsirkan XML akan dapat menafsirkan SVG. Memiliki standar yang mapan ini sebagai fondasi menghemat banyak pekerjaan dalam mendefinisikan bahasa.

Ini juga berarti bahwa ada banyak alat di sekitarnya yang dapat memeriksa struktur dokumen SVG atau membacanya untuk menarik informasi yang menarik. Dibangun di atas XML juga membuatnya lebih mudah untuk menghasilkan SVG secara terprogram dari sumber data XML lainnya menggunakan XSL dan XSLT.

Dokumen SVG tidak lebih dari file teks biasa yang menjelaskan garis, kurva, bentuk, warna, dan teks. Karena dapat dibaca oleh manusia, mudah dipahami dan dimodifikasi, kode SVG dapat dimanipulasi melalui CSS atau JavaScript. Ini memberi SVG fleksibilitas dan keserbagunaan yang tidak pernah bisa ditandingi oleh PNG, GIF atau JPG tradisional.

Mengapa Harus SVG ?

Harus diakui bahwa masih banyak orang yang belum familiar dengan SVG karena format ini tidak dibuat serupa grafis berbasis piksel. Namun, bukan berarti Anda lantas tidak perlu menggunakannya, kan? File SVG punya banyak kegunaan untuk website Anda.

Alasan pertama mengapa menggunakan SVG adalah skalabilitas. Karena pada dasarnya SVG berbasis vektor, kualitas gambarnya akan tetap sama meskipun resolusi layar di tiap perangkat berbeda.

Gambar JPG akan terlihat buram atau kurang jelas di perangkat tertentu karena ukurannya yang tidak terlalu besar. Namun, gambar SVG akan tetap terlihat tajam di semua jenis perangkat. Bahkan Anda bisa memperbesar (zoom in) dan memperkecil (zoom out) gambar sesuka hati tanpa khawatir kualitasnya akan ikut berkurang. Keunggulan ini sangat terasa ketika Anda hendak menawarkan user experience yang sama dan juga berkualitas tinggi kepada seluruh pengunjung website.

SVG juga diminati karena ukuran filenya yang kecil. Karena alasan inilah, ruang penyimpanan atau storage di web Anda tidak akan cepat ‘habis’. Selain itu, kecilnya ukuran format SVG juga memberi kesempatan bagi website untuk loading lebih cepat. Namun, ada satu kekurangannya – jika Anda membuat gambar yang sangat mendetail lalu mengubah atau mengkonversikannya ke SVG, ukurannya akan lebih besar dari JPG, atau PNG, atau ketika keduanya digabungkan.

Mengapa demikian? Hal ini dikarenakan ukuran file SVG bergantung pada kompleksitas gambar. Semakin mendetail suatu gambar, semakin besar ukuran filenya. Karena itulah, format SVG lebih cocok untuk gambar logo dan ikon. Jadi, bila Anda ingin menampilkan gambar beresolusi tinggi – seperti hasil foto – di situs, file JPG dan PNG lebih disarankan.

Keunggulan lainya dari SVG adalah format ini diindeks oleh Google. Semua gambar yang dibuat dengan format ini akan muncul di halaman hasil Pencarian Gambar Google. Tentu saja hal ini akan membawa pengaruh positif untuk SEO di situs Anda.

Pentingnya SVG Bagi Website

Nilai sebenarnya dari SVG adalah ia memecahkan banyak masalah yang paling menjengkelkan dalam pengembangan web modern. Mari kita lihat apa itu.

  1. Skalabilitas & Responsive

Dengan SVG, Anda dapat menggabungkan berbagai bentuk, jalur, dan elemen teks untuk membuat semua jenis visual dan memastikan bahwa mereka akan terlihat jelas dan jernih pada ukuran berapa pun.

Sebaliknya, format berbasis raster seperti GIF, JPG, dan PNG memiliki dimensi yang tetap, yang menyebabkannya menjadi pixelate ketika mereka diskalakan. Meskipun berbagai teknik gambar responsif telah terbukti berharga untuk grafis piksel, mereka tidak akan pernah bisa benar-benar bersaing dengan kemampuan SVG untuk skala secara tak terbatas.

  1. Programmability & Interaktivitas

SVG sepenuhnya dapat diedit dan skrip. Mengedit SVG semudah mengubah koordinat atau kata dalam editor teks atau mengode SVG ke halaman web Anda dan mengubahnya dengan JavaScript atau CSS. Anda juga dapat menggunakan perangkat lunak pengeditan grafik vektor seperti Adobe Illustrator, Corel Draw, dan Sketch.

Misalnya, katakanlah Anda memiliki logo sederhana dengan hanya satu warna (putih) dan Anda ingin membuat iklan banner tempat Anda ingin mengunggah logo Anda.Tetapi karena iklan banner sepenuhnya dirancang dengan warna putih, Anda perlu mengubah warna logo. Jika Anda menggunakan file SVG, akan lebih mudah bagi Anda untuk mengubah warna di aplikasi apa pun.

  1. Aksesibilitas & SEO Friendly

Menggunakan SVG hadir dengan sedikit bonus untuk perancang mesin pencari yang cerdas juga. Karena SVG menggunakan teks aktual dalam format, mesin pencari dapat membaca gambar dengan lebih baik.

Ya, Anda dapat menambahkan informasi alternatif dengan gambar lain, tetapi hanya ada begitu banyak ruang untuk kata kunci. Dengan SVG Anda dapat membuat lebih banyak gambar yang ramah-pencarian dan hanya mengunggah. Google mengindeks semua konten SVG, termasuk file mandiri dan ketika SVG tertanam langsung dalam HTML.

  1. Performa & Ukuran File

Salah satu aspek terpenting yang mempengaruhi kinerja web adalah ukuran file yang digunakan pada halaman web. Salah satu yang paling disukai pengiklan dan desainer adalah ukuran file visual mereka, setelah mereka merancang dan menyimpannya.

Karena menggunakan gambar SVG dan bukan gambar JPG atau PNG akan membantu Anda mengurangi ukuran file hingga 200% dengan tetap mempertahankan kualitas maksimum pada tampilan apa pun atau dimensi apa pun untuk spanduk Anda.

Keuntungan Utama Menggunakan Format Gambar SVG

Dari kepanjangan SVG, kita bisa mengetahui kalau SVG adalah gambar berformat Vector. Gambar Vector terdiri dari garis, stroke dan area yang di isi dengan warna. Seperti peta, logo-logo, diagram, ilustrasi dan lainnya. SVG juga dapat digunakan untuk Font. 

  1. Gambar SVG tidak akan pecah dan bisa di besarkan ukuran gambarnya sampai tak terhingga tanpa kehilangan kualitas atau resolusi. (sebagai contoh, silahkan di zoom halaman web ini dan perhatikan gambar-gambarnya) 
  2. SVG dibuat menggunakan XML, sehingga itu adalah gratis dan open. (tidak ada badan/perusahaan yang “memiliki” format SVG). Anda dapat membuat gambar SVG dengan menggunakan editor text biasa seperti Notepad. Dengan statement diatas, maka kita bisa menemukan gambar-gambar SVG digunakan dalam komunitas “open source”. Untuk contoh, semua logo dan diagram di Wikipedia menggunakan SVG. 
  3. Karena SVG adalah Vector, maka ukuran filenya itu biasanya kecil. Bahkan bisa di compress lagi menggunakan “gzip”. 
  4. Sebagai XML, maka SVG bisa di baca dan dimanipulasikan oleh JavaScript dan bahasa lainnya. Jadi bisa digunakan untuk animasi, interactive dan lainnya. 
  5. Anda bisa memanggil file SVG sama seperti tag <img/> sama seperti JPEG, GIF atau PNG. 

Contoh potongan coding untuk SVG :


format gambar svg

Hasilnya :

 

Sumber Referensi :

Prinsip Dalam Desain Grafis Yang Wajib Untuk Dipahami

Prinsip Dalam Desain Grafis Yang Wajib Untuk Dipahami

Prinsip Dalam Desain Grafis – Dalam ilmu desain grafis, ada beberapa aturan yang perlu digunakan untuk menyusun elemen desain menjadi sebuah karya yang tak hanya sesuai tapi juga menarik perhatian audiens. Walaupun penerapan prinsip-prinsip penyusunan tidak bersifat mutlak, namun karya seni yang tercipta harus layak disebut karya yang baik. Maka dari itu tetap dianjurkan menggunakan prinsip-prinsip desain sebagai panduan dalam menghasilkan karya yang baik.

Dunia desain grafis belakangan semakin familiar seiring dengan pertumbuhan dunia digital. Meski semakin populer, nyatanya desain grafis tidak sesederhana itu. Ada beberapa prinsip desain grafis yang harus dipenuhi. Apa sajakah itu? Lifewire  menyebut bahwa ada beberapa elemen penting dari sebuah desain grafis.

Ternyata untuk bisa membuat sebuah karya desain yang keren tersebut, anda harus mempunyai pemahaman yang baik terkait prinsip dari sebuah desain itu sendiri.

Banyak orang menyepelekan sebuah karya seni desain sebagai sesuai karya yang mudah untuk dibuat. Terlebih lagi pada era teknologi saat ini, ada banyak sekali software desain yang dapat dioperasikan dengan mudah.

Padahal kenyataannya membuat sebuah seni desain yang berkualitas tidak sembarangan dan tidak semudah yang dibayangkan. Dimana membuat sebuah desain memiliki cukup banyak aturan yang harus dipahami oleh para desainer agar karya desain mereka menjadi indah ketika dipandang oleh mata.

Baca Juga Peralatan Seorang Desainer Grafis Agar Kerja Lebih Cepat dan Efisien !

Prinsip Utama Dalam Desain Grafis

Sama seperti ilmu lainnya, pakem-pakem dalam desain ini pun bersifat tidak mutlak. Mesti demikian, pemakaian prinsip-prinsip desain grafis ini bisa menjadi pedoman belajar terbaik anda untuk mengasah skill dan kemampuan anda dalam membuat sebuah karya desain .

Lalu, apa saja yang termasuk ke dalam prinsip dalam desain grafis tersebut ?

1. Ruang Kosong

Dimaksudkan agar karya tidak terlalu padat dalam penempatannya pada sebuah bidang dan menjadikan objek menjadi dominan karena semua orang sepakat bahwa desain yang terkesan sibuk(penuh) sangat tidak menarik untuk dilihat. Ruang kosong penting dalam desain dan sering digunakan untuk berbagai tujuan.

Misalnya, untuk memberikan fokus utama kepada audiens terhadap suatu elemen dalam desain, dan untuk kejelasan pembacaan sekaligus memberikan kesan profesional serta sederhana.

prinsip dalam desain grafis
Source : JagoDesain

2. Kejelasan

Kejelasan atau Clarity mempengaruhi penafsiran audien akan sebuah karya. Bagaimana sebuah karya tersebut mudah dimengerti dan tidak menimbulkan ambigu atau makna ganda. perhatikan gambar dibawah :

prinsip dalam desain grafis
Source : JagoDesain

3. Kesederhanaan

Kesederhanaan menuntut penciptaan karya yang tidak lebih dan tidak kurang, sering juga diartikan tepat dan tidak berlebihan. Pencapaian terbaik dari kesederhanaan ialah bisa mendorong audien/penikmat karya untuk menatap lama dan tidak merasa jenuh, pesan yang terdapat dalam karya pun tersampaikan dengan baik secara singkat, padat dan jelas.

Prinsip desain ini juga penting dalam desain, seperti yang dijelaskan diatas desain yang sibuk tidak menarik untuk dilihat, jadi cukup buat desain yang bisa menyampaikan pesan secara efektif dengan cara yang lebih kreatif dan menarik perhatian tanpa menambah hal apapun (yang tidak perlu) dalam desain.

Kesalahan yang paling sering ditemui adalah pemilihan font yang tidak seirama dengan desain yang dibuat sehingga hasilnya malah terlihat berantakan, cukup gunakan maksimal 2-3 font saja dalam sebuah desain tidak lebih dari itu.

Source : JagoDesain

4. Point Of Interest

Emphasis atau disebut juga pusat perhatian merupakan pengembangan dominasi yang bertujuan untuk menonjolkan salah satu unsur sebagai pusat perhatian sehingga mencapai nilai artistik.

Buat bagian utama(pesan utama yang ingin ditampilkan) dari desain berbeda dari yang lain baik dari segi warna, atau bentuknya agar perhatian audien lebih tertuju pada bagian utama tersebut.

Hal pertama yang dilihat oleh audien yang menjadi pusat perhatian adalah lingkaran dengan warna berbeda tersebut. Inilah yang dimaksud dengan Prinsip Emphasis

Source : JagoDesain

Prinsip Lain Dalam Desain Grafis

Dilansir dari dosenit.com, pada dasarnya terdapat 4 buah prinsip dalam desain grafis yang perlu dipahami dan dikuasai setiap desainer pemula. Keempat prinsip tersebut mencangkup Visibilitas, Umpan Balik (Feedback), Pemetaan, dan Keterjangkauan. Dengan memahami prinsip-prinsip ini, anda bisa lebih mudah menciptakan aneka desain yang cantik, keren, dan penuh dengan makna.

1. Visibilitas

Prinsip dalam sebuah desain yang pertama adalah Visibilitas. Pernahkah anda mendengar kata “Bisakah saya melihatnya ?” Jika belum itu adalah sebuah kata kunci dasar yang biasa digunakan oleh para desainer dalam mengajarkan desainer pemula dalam hal Visibilitas. Karena desain yang menarik harusnya dapat dengan mudah dilihat dan langsung mengetahui apa makna di dalamnya.

Ini adalah prinsip paling dasar. Fungsi yang lebih jelas dan terlihat, semakin besar kemungkinan pengguna dapat mengetahui apa yang harus dilakukan selanjutnya.

sebaliknya, ketika fungsi “tidak terlihat”, hal itu membuatnya lebih sulit untuk ditemukan dan diketahui bagaimana cara menggunakannya. Pengguna perlu mengetahui semua opsi, dan langsung mengetahui cara mengaksesnya.

2. Feedback

Prinsip dalam desain grafis yang kedua adalah umpan balik atau biasa yang dikenal dengan feedback. Penggunaan istilah feedback atau umpan balik ini, mungkin sangat sering digunakan di dalam kehidupan kita sehari-hari. Dimulai dari bidang komunikasi, bisnis, hingga konstruksi sekalipun. Banyaknya definisi yang dimiliki oleh feedback terkadang membuat kita bingung bagaimana penempatan untuk menggunakan istilah ini. Apa yang dilakukannya?

Umpan balik adalah tentang mengirimkan kembali informasi tentang tindakan apa yang telah dilakukan dan apa yang telah dicapai, memungkinkan orang tersebut untuk melanjutkan aktivitas tersebut. Berbagai jenis umpan balik tersedia untuk audio desain interaksi, verbal, dan kombinasi dari semuanya.

Umpan balik atau feedback dalam proses komunikasi memberikan gambaran kepada komunikator tentang seberapa berhasil komunikasi yang ia lakukan. Sama seperti desain, proses keberhasilan sebuah desain tentang sebuah gambaran yang diberikan kepada desainer untuk tahu apa saja yang kurang dalam desain yang sudah dibuat. Sehingga, feedback menjadi satu-satunya elemen yang dapat menilai apakah komunikasi berhasil atau gagal dilakukan. Keberlangsungan komunikasi yang dibangun sebelumnya ditentukan oleh feedback sebagai bentuk penilaian.

3. Mapping

Mapping adalah sebuah metode untuk mengelola informasi secara keseluruhan melalui pemetaan peta pikiran berbentuk percabangan yang dituangkan langsung ke dalam media tulis, baik kertas maupun digital. Umumnya, mapping berupa suatu percabangan dari bagan-bagan. Mapping kerap dianggap mempermudah proses pengingatan, mempercepat proses pencatatan karena hanya menggunakan kata kunci. Mudahnya kita mengingat suatu informasi utama ini dikarenakan tema utama terdefinisi dengan jelas di tengah mind map tersebut.dimana dan kemana saya bisa pergi?

Ini mengacu pada hubungan antara kontrol dan pengaruhnya di dunia. Hampir semua artefak membutuhkan semacam pemetaan antara kontrol dan efek, baik itu senter, mobil, pembangkit listrik, atau kokpit.

Anda ingin pemetaan ini terasa sealami mungkin. Ini harus terasa alami dan intuitif serta meniru apa yang kita lihat di dunia.

Salah satu manfaat memahami prinsip mapping ini adalah mengasah kreativitas dan imajinasi. Mapping juga dapat menjadi sebuah ajang melatih kreativitas anda dalam menciptakan sebuah rangkuman desain yang menarik. Dengan tampilan yang enak dilihat tentu saja mendorong anda semakin sering membacanya kembali sehingga meningkatkan ingatan pada sebuah pokok bahasan.

4. Keterjangkauan

Prinsip dalam desain yang terakhir adalah Keterjangkauan atau affordance. Keterjangkauan/affordances adalah tindakan-tindakan yang mungkin terjadi antara objek dan individu. Bagaimana cara saya menggunakannya?

Keterjangkauan bisa apa saja. Ini adalah atribut dari suatu objek yang memungkinkan orang untuk mengetahui cara menggunakannya.

Untuk desainer web, keterjangkauan bahkan lebih penting. Pengguna harus dapat mengetahui cara mengakses informasi yang mereka inginkan dari situs web, atau mereka akan pergi begitu saja.

Demikianlah pembahasan mengenai beberapa prinsip dalam desain grafis. Semua prinsip di atas tidak bersifat mutlak akan tetapi akan menjadi sangat penting karena prinsip tersebut adalah sebuah dasar untuk kita belajar membuat desain.

Anda masih bebas untuk membuat sebuah karya yang sesuai dengan gaya dan kreativitas anda masing-masing. Namun diharapkan prinsip-prinsip desain di atas dapat membantu memudahkan anda menuangkan ide ide seni di media kanvas tersebut

Sumber Referensi :