Tips Desain Web Bisnis Seperti Profesional

Tips Desain Web Bisnis Seperti Profesional

Tips Desain Web Bisnis – Setiap usaha bisnis baik itu besar atau kecil, membutuhkan sebuah website profesional yang dapat membantu memasarkan websitenya. Namun, pengelolaan website dapat sangat mengintimidasi bagi pebisnis yang belum pernah menggunakan website atau yang tidak paham apa-apa mengenai website. Website dapat menjadi salah satu elemen terpenting dalam bisnis anda, dapat membantu membangun kepercayaan di antara klien, atau malah membuang calon pelanggan. 

Untuk membuat sebuah situs web bisnis skala kecil bisa menjadi salah satu tantangan terbesar yang harus dihadapi oleh pemilik bisnis kecil. Tugas menjadi semakin sulit karena opsinya tidak terbatas dan biayanya dapat bertambah dari satu ujung skala ke ujung lainnya tanpa Anda dapat bisa membuatnya menjadi lebih baik. Fokus dari perancang situs web profesional haruslah membuat situs web yang dapat mengarahkan trafik website yang lebih bermakna dan relevan ke bisnis Anda, menghasilkan lebih banyak prospek, dan meminimalkan masalah yang mungkin dihadapi pengguna di seluruh dunia.

Jika kalian ingin membuat sebuah website untuk bisnis tetapi saat ini sedang kehabisan ide, anda dapat melihat artikel mengenai tips desain web bisnis berikut ini.

Baca Juga Tips Desain Blog Agar Terlihat Lebih Menarik

Tips Desain Web Bisnis Untuk Anda

Berikut ini adalah beberapa tips yang bisa anda terapkan ketika ingin membuat sebuah website bisnis baik itu kecil maupun menengah.

  1. Gunakan Domain Mudah Diingat

Tips desain web bisnis pertama yang harus anda perhatikan agar pembuatan situs web bisnis anda efektif adalah dengan membuat nama domain yang mudah ditemukan serta mudah diingat-ingat di kepala para konsumen yang sekiranya memudahkan mereka nantinya.

Selain mudah diingat konsumen, situs web sebaiknya mudah dicari di mesin pencari. Terutama di mesin pencarian google. Domain yang akan anda putuskan untuk anda pakai, sebaiknya mewakili usaha bisnis yang telah anda rintis dan jalankan.

  1. Buat Website Anda Responsif

Setelah Google mengumumkan indeks yang memprioritaskan pada tampilan mobile, Anda akan sangat kesusahan jika situs web bisnis kecil Anda tidak responsif di semua perangkat khususnya mobile. Ini berarti bahwa situs Anda akan beradaptasi dan mengatur ulang saat dilihat di perangkat mobile. Namun hal itu tidak akan membuat situs web Anda ramah pada tampilan mobile atau responsif. Anda harus memastikan bahwa situs web Anda memberikan pengalaman yang ramah pengguna di semua perangkat untuk memaksimalkan situs web anda.

  1. Website Anda Harus Mudah Ditemukan Google

Website yang tidak berantakan, konten yang jelas, URL yang tepat, sitemap, dan kata kunci yang relevan akan memungkinkan mesin pencari seperti Google untuk mengindeks website bisnis Anda dengan mudah dan cepat. Desain website untuk bisnis harus mencakup setidaknya SEO dasar. Sangat penting untuk menjadikan website anda SEO friendly untuk mempermudah Google dalam mengindeks-nya.

  1. Prospek Harus Banyak Masuk

Salah satu fungsi terpenting dari situs web bisnis kecil maupun besar adalah fokus pada prospek masuk dan dapat menangkapnya sebanyak mungkin. Biasanya sebelum membeli suatu produk orang suka melakukan penelitian awal dan perbandingan, dan mungkin belum siap untuk langsung membeli pada saat itu juga. Mereka biasanya mencari perbandingan dari tempat-tempat lain baru kemudian memutuskan apakah akan membeli barang tersebut atau tidak. Ketika hal ini terjadi, ini harus digunakan untuk mendapatkan alamat email mereka sehingga Anda dapat terus memberi informasi dan mengukur kapan mereka siap untuk membeli produk anda. Namun, Anda harus menghindari terlalu memaksa karena ini dapat mengganggu calon pelanggan.

  1. Detail Kontak Mudah Terlihat

Ini mungkin tampak seperti hal yang kurang jelas untuk diperhatikan, tetapi hal ini haruslah diperhatikan dan bukannya malah perusahaan desain situs web bisnis kecil cenderung mengabaikan faktor ini sesekali atau berkali-kali. Nomor telepon dan alamat email Anda harus ditampilkan secara mencolok di situs web dan, jika memungkinkan, di bagian atas dan bawah setiap halaman. Buat halaman ‘KONTAK’ di bagian akhir yang tidak hanya menyertakan nomor kontak tetapi juga alamat email, alamat fisik perusahaan, dan peta lokasi, bersama dengan petunjuk arah ke dan jam operasi perusahaan Anda agar calon pelanggan tidak bingung ketika mengunjungi website anda.

  1. Buat Halaman Website Rapi

Untuk membuat situs web bisnis yang efektif, hal yang harus anda perhatikan adalah dengan mendesain situs web bisnismu agar tetap enak dilihat oleh mata dan tidak berantakan.

Seimbangkan antara gambar-gambar yang telah anda pasang, dengan bentuk font yang sudah anda pilih. Ketika menggunakan font juga perlu perhatikan font yang dipilih, jangan sampai font tadi susah dibaca oleh pengunjung website anda, hal itu akan membuat mereka merasa tidak betah dan tidak ingin membeli produk anda.

Kemudian, anda tak perlu menampung segala informasi bisnis anda di tampilan web karena halamannya akan sangat lama untuk di load. Biasanya ini pengaruh dari template yang telah dipilih.

Jadi, pilihlah template yang terlihat sederhana tapi tetap elegan. anda juga tak perlu memasang banyak widget yang tak ada hubungannya sama sekali dengan produk usaha bisnismu.

  1. Produk atau Layanan Anda Haruslah Terlihat Jelas

Beberapa desain website bisnis tidak dapat menampilkan produk mereka secara efektif atau menunjukkan terlalu banyak produk dan layanan pada satu halaman kemudian mereka mengabaikannya. Ingat bahwa Anda hanya memiliki beberapa detik untuk memenangkan atau kehilangan pelanggan yang berpotensi membeli produk anda. Jadi pastikan kesan pertama adalah profesional. Jika Anda adalah perusahaan yang menjual produk secara online, maka foto produk, gambar, dan deskripsi harus jernih dan tepat sehingga mudah dilihat ataupun di baca. Jika Anda memiliki desain situs web yang bagus tetapi produk Anda belum ditampilkan dengan baik, pelanggan Anda akan berpikir dua kali sebelum membeli produk di web anda.

  1. Konten Yang Berkualitas

Tips desain web bisnis yang terakhir adalah mengenai relevansi konten di website bisnis Anda. Konten memainkan peran utama dalam mendapatkan terindeks pada mesin pencari khususnya google. Semakin kualitatif dan kuantitatif konten Anda, semakin mudah bagi mesin pencari untuk menemukan dan mengindeks website bisnis Anda. Konten yang buruk atau tidak relevan juga merupakan pengubah permainan saat menarik atau memadamkan pemirsa. Judulnya adalah di mana Anda perlu membayar perhatian ekstra karena ini akan menentukan perbedaan antara pengunjung yang meninggalkan situs Anda atau melanjutkan lebih lanjut untuk menelusuri sisanya.

Sumber Referensi :

Brainstorming Pada Dunia Desain, Seperti Apakah Itu?

Brainstorming Pada Dunia Desain, Seperti Apakah Itu?

Brainstorming Pada Dunia Desain – Setelah anda menentukan masalah apa yang ingin anda selesaikan diproses pendefinisian, sekarang saatnya anda mulai mencari solusi dari masalah tersebut. Dalam proses ini, anda harus mencari konsep solusi sebanyak banyaknya, tentunya dengan tetap fokus terhadap masalah yang tepat.

Proses ideasi ini merupakan tempat dimana anda dapat mencoba untuk mencari ide-ide kreatif dan inovatif.

Setiap ide yang dikemukakan tidak harus berdiri sendiri. Penting bagi anda untuk menyatakan ide meskipun itu bukan solusi yang tepat karena hal itu dapat memicu pemikiran yang lain. Konsep pembentukan ide adalah berbagi ide dengan orang lain, yang memicu ide-ide baru, yang menciptakan rantai pemikiran baru.

Satu-satunya cara untuk membangun ide agar dapat berkembang dalam brainstorming adalah tidak menutup ide yang keluar dan ungkapkan semua ide tersebut. Karena menutup ide hanya akan membuat orang lain enggan untuk berbagi ide dengan anda.

Baca Juga Tips Menjaga Kreativitas Desain Agar Hasil Tetap Maksimal

Seperti Apa Itu Brainstorming?

Secara sederhana brainstorming adalah metode untuk memunculkan penyelesaian masalah yang kreatif dengan mendorong anggota kelompok untuk melemparkan ide sembari menahan kritik atau penilaian dari orang lain. Brainstorming, dalam banyak bentuknya, telah menjadi alat standar untuk pengembangan sebuah ide baru. Hal ini karena :

  • Brainstorming dapat dicapai dari berbagai kalangan baik itu sebuah kelompok besar, kelompok kecil, atau bahkan seorang individu
  • Ada batasan pada jenis masalah atau pertanyaan yang dapat diselesaikan melalui brainstorming

Di awal proses brainstorm, mungkin akan terasa sulit untuk mencari ide. Tapi ketika anda sudah dapat sebuah ide, akan sangat mudah untuk menambah-nambahkan ide tersebut.

Diproses ini, fokus pada jumlah ide dan bukan pada kualitas ide tersebut.

Tips untuk sesi brainstorming yang mantap :

  • Jangan menilai sebuah ide baik atau buruk
  • Buatlah ide-ide yang luar biasa
  • Jangan berebutan saat mencetuskan ide, jelaskan, dengarkan, dan tuliskan dengan baik ide-de tersebut
  • Lebih baik gambarkan karena menjelaskan ide secara visual akan lebih mudah dimengerti
  • Jadikan ide-ide yang sudah dikumpulkan untuk membangun ide baru
  • Fokus pada kuantitas Fokus ke topik dan ke permasalahannya

Brainstorming adalah metode yang sudah lama digunakan untuk menghasilkan ide dan pemikiran baru yang menghasilkan solusi untuk mengatasi berbagai masalah. Namun, diperlukan penggunaan brainstorming dengan cara yang benar untuk mendapatkan hasil yang efektif. 

Pentingnya Brainstorming Pada Dunia Desain

  • Brainstorming membuat orang berpikir lebih bebas, tanpa takut dihakimi.
  • Brainstorming memotivasi adanya kolaborasi terbuka dan berkelanjutan yang memecahkan masalah bersama dengan menciptakan ide dan solusi inovatif.
  • Dengan brainstorming, tim menghasilkan lebih banyak ide dalam waktu singkat. Yang kemudian dapat disempurnakan dan digabungkan untuk menghasilkan solusi yang ideal.
  • Brainstorming membantu anggota tim untuk mencapai kesimpulan melalui konsensus.
  • Brainstorming membuat anggota tim merasa nyaman dengan melontarkan ide satu sama lain, bahkan di luar diskusi yang terstruktur.
  • Brainstorming memberikan perspektif yang berbeda dan menciptakan cara berpikir out of the box.
  • Brainstorming adalah teknik yang bagus untuk membuat tim. Tidak ada satu orang pun yang memiliki kepemilikan atas hasil akhir, sehingga memungkinkan upaya tim yang sempurna.

Dalam dunia desain, brainstorming sangat penting karena Tujuan dari brainstorming adalah untuk mengeluarkan semua ide yang berkaitan dengan sebuah proyek, yang mengarah ke satu atau beberapa penanganan selanjutnya. Hal ini tentu saja bukan untuk menahan ide yang tampaknya beresiko, tidak realistis, atau bahkan bodoh. Semua ide harus dicatat, salah satunya mungkin menghasilkan karya terbaik kita. Ide-ide ini bisa berupa keseluruhan konsep dan style yang mencakup hal-hal sebagai berikut :

  • Layout
  • Skema warna
  • Foto/gambar
  • Typeface atau font option
  • Tujuan proyek
  • Ide-ide yang berkaitan dengan mood atau nuansa emosi dari pekerjaan.

Mengapa Brainstorm Sangat Efektif?

Dilansir Creative Education Foundation milik Osborn, hal ini terletak pada memisahkan pemikiran kritis dari pemikiran kreatif, yang berarti menghasilkan lebih banyak pilihan sebelum anda mempertimbangkan untuk mengevaluasinya. Hasil brainstorming adalah ide yang tidak hanya praktikal namun juga benar-benar inovatif. Semua itu merupakan ide yang cenderung membantu perubahan organisasi dari pemikiran yang biasa menjadi luar biasa. 

Berdasarkan pada teori brainstorming, setiap orang itu kreatif dan kreativitas itu dapat ditingkatkan dan dikekang. Ini berarti bahwa brainstorming mungkin menghasilkan ide dari orang yang non kreatif pada proses pengembangan ide.

Oleh karena itu, hasilnya cenderung mencakup ide yang memperhitungkan sudut pandang dan proses pemikiran yang luas dan berbeda. Ini berarti bahwa hasil sebuah sesi brainstorming yang baik bisa mengejutkan dan inovatif.

Brainstorming secara definisi adalah bagian dari proses kreatif yang lebih besar. Gunakan itu untuk menghasilkan ide secara sendiri atau sebagai sebuah kelompok. Pastikan untuk menetapkan target pada masalah yang jelas, mengikuti beberapa aturan dasar untuk menjaga kelompok tetap dalam jalurnya, dan pastikan untuk memproses ide pada saat penjelasannya. Dengan cara itu, anda dapat mengambil tindakan pada kebanyakan ide inovatif dan relevan yang anda pikirkan.

Sumber Referensi :

Tips Desain Blog Agar Terlihat Lebih Menarik

Tips Desain Blog Agar Terlihat Lebih Menarik

Tips Desain Blog – Ketika ingin membuat sebuah blog, salah satu tantangan terbesar dalam membuatnya adalah bagaimana desain dari blog tersebut. Jika anda membuat desain secara sembarangan tanpa memperhatikan berbagai aspeknya maka blog anda bisa saja menjadi kurang diminati oleh orang lain.

Dengan menerapkan beberapa tips desain blog yang akan kami bagikan di bawah ini, maka dapat membuat setidaknya blog anda enak untuk dilihat dan dipandang oleh para pembaca anda. Penampilan dari sebuah blog juga bisa mempengaruhi tingkat bounce rate nya, apa itu bounce rate? Anda dapat membacanya disini.

Baca Juga Tips Pengunjung Betah di Blog yang Anda Miliki

  1. Tentukan Tujuan Blog Anda

Tips desain blog yang paling pertama adalah anda harus benar-benar menentukan tujuan dari blog anda karena anda disarankan harus menentukan ini terlebih dahulu sebelum anda menentukan ingin memakai font, warna, dan headernya seperti apa.

Kenapa tujuan dari blog ini penting dalam desain blog? Karena tujuan yang ingin Anda capai adalah dasar dalam menentukan desain blog secara keseluruhan. Apakah anda ingin membuat blog untuk berbagi pengalaman, perjalanan wisata, atau yang lainnya ? Jika anda bingung ingin menentukan blog seperti apa, anda dapat melihat beberapa rekomendasi blog yang ada di website ini. Biasanya istilah dalam blog yang dibuat untuk tujuan tertentu disebut dengan Niche Blog.

Penting bagi anda untuk ketahui tujuan yang ingin Anda capai pada blog anda terlebih dahulu.

  1. Perbaiki Struktur Blog

Setelah anda mengetahui tujuan blog Anda dan ingin membuat blog yang seperti apa, tips desain blog berikutnya yang bisa anda coba adalah anda harus bisa memahami struktur blog dan memperbaiki bila terdapat kesalahan. Pada umumnya sebuah blog terdiri dari header, sidebar, konten utama, dan footer. Dan setiap blogger dapat memodifikasinya sesuai keinginan dan selera masing-masing.

  • Pada bagian header, biasanya terdapat judul atau nama blog beserta deskripsi singkat tentang blog. Menu juga harus terlihat jelas di bagian ini agar memudahkan pembaca dalam mengunjungi blog anda. Bila memungkinkan, anda dapat menambahkan menu pencarian juga.
  • Selanjutnya di bagian sidebar, Anda bisa menambahkan profil media sosial anda supaya pembaca bisa lebih mudah dalam menjangkau anda, artikel terpopuler di blog anda, artikel berdasarkan kategori, ataupun tombol untuk subscribe.
  • Berikutnya adalah konten utama. Konten utama sudah pasti berisi konten yang anda ingin bagikan kepada pembaca, usahakan untuk membuat konten yang berkualitas dan bermanfaat agar pembaca betah berada di blog anda.
  • Bagian terakhir adalah footer. Di footer Anda bisa mengisinya dengan info blog anda, informasi kontak, copyright, dan lain sebagainya.
  1. Navigasi Harus Jelas

Navigasi yang terlihat jelas dan mudah digunakan akan membuat pembaca tidak merasa bingung ketika berada di blog anda. Ketika pembaca Anda ingin membaca atau mencari blog berdasarkan kategori ataupun yang sedang populer, anda bisa menambahkan menu tersebut di bagian navigasinya. Navigasi berperan penting terhadap user experience pembaca, user experience ini merupakan pengalaman pembaca atau pengunjung blog ketika berada di website/blog anda. Jika mereka merasa mudah dan nyaman saat berada di website/blog anda, maka user experience nya bisa dikatakan bagus.

Intinya adalah Anda harus membuat navigasi yang sederhana dan mudah dipahami semua orang baik itu orang awam ataupun yang bukan. Hal ini sangat penting dan memudahkan pengunjung blog untuk berpindah-pindah dari satu halaman ke halaman lain, dari satu artikel ke artikel lain, ataupun yang lainnya.

Jika pengunjung bisa dengan mudah membaca blog Anda, tentu mereka akan betah dan  menghabiskan waktu lebih lama di dalam blog anda. Jangan sampai anda membuat navigasi yang terlihat rumit dan sulit untuk digunakan, apalagi jika tujuannya hanya untuk demi terlihat keren dan menarik. Jika anda benar-benar peduli dengan tingkat pengunjung blog anda, maka anda akan mengesampingkan masalah keren tadi dan lebih mempertimbangkan kenyamanan pembaca.

  1. Usahakan Menggunakan 3 Font Saja

Jenis font untuk blog sebenarnya tidak perlu terlalu banyak, disarankan untuk menggunakan hanya sampai 3 saja. Jika anda menggunakan lebih dari 3 font, hal ini akan sedikit terlihat blog anda kurang rapi dan tidak enak untuk dilihat. Usahakan juga ketika memilih font, anda memilih font yang mudah dibaca dan jangan menggunakan font yang membuat pembaca kesulitan ketika membacanya.

  1. Selain Font, Warna Juga Jangan Terlalu Banyak

Selain font, warna juga dianjurkan untuk tidak terlalu banyak dan mencolok pada blog. Jangan menggunakan beragam warna yang bisa membuat pembaca pusing melihat warnanya. Warna yang penting anda gunakan adalah warna primer, dan warna ini yang berhubungan dengan identitas blog Anda. Misalnya, logo blog Anda berwarna hijau, Anda bisa memilih warna hijau sebagai warna primer blog Anda agar pembaca semakin familiar bahwa hijau adalah identitas blog Anda.

Untuk warna yang lain, anda bisa menggunakan warna yang sekiranya cocok dengan warna primer anda tadi agar warnanya bisa pas dengan blog anda.

  1. Manfaatkan White Space

Jika anda belum mengetahui apa itu white space, white space pada dasarnya adalah bagian dari sebuah desain yang tidak digunakan sehingga terdapat ruang pemisah antara dua bagiannya.

Secara sederhana lagi, white space adalah ruang kosong di desain blog Anda. Keberadaan white space ini penting agar blog Anda tidak terlihat terlalu ramai karena memuat banyak konten. White space juga membantu pembaca agar lebih mudah dalam membaca artikel-artikel blog.

  1. Bedakan Warna Link Dengan Konten

Ketika anda membuat konten, dan anda ingin memasukan beberapa link di dalamnya, anda harus membedakan warnanya dengan warna teks konten anda. Hal ini bertujuan agar pembaca dapat mudah membedakan mana link yang aktif di dalam konten anda dan mana tulisan biasa.

Itulah tadi beberapa tips desain blog singkat yang bisa anda coba saat ini agar blog yang anda buat nanti dapat menarik perhatian pembaca.

Sumber Referensi :

Bedanya Banner dan Spanduk Agar Tidak Salah Desain

Bedanya Banner dan Spanduk Agar Tidak Salah Desain

Bedanya Banner dan Spanduk – Media promosi sendiri adalah sebuah sarana komunikasi yang dipakai oleh suatu bisnis, usaha, atau jasa dalam mempromosikan produk mereka. Media promosi bagi seseorang juga bisa digunakan dengan tujuan untuk menyampaikan pesan kepada pasar yang dituju.

Secara umum, media promosi ini dapat dikelompokkan menjadi tiga bagian. Yaitu promosi media cetak, promosi media elektronik dan juga promosi luar ruang atau outdoor. Perbedaan dari ketiga jenis media promosi tadi yaitu terletak pada fungsinya, tetapi hanya bentuknya saja yang terlihat berbeda.

Media promosi juga mempunyai peranan penting lainnya, sama pentingnya seperti media promosi lain termasuk sales promotion, public relation, personal setting, direct marketing.

Saat ini, ada banyak sekali media promosi yang dapat dijumpai di sepanjang jalan, seperti banner dan spanduk. Tetapi tahukah anda apa bedanya banner dan spanduk ini? Mengapa seringkali digunakan sebagai media promosi?

Baca Juga Bedanya Brosur dan Flyer Yang Harus Kalian Ketahui

Bedanya Banner dan Spanduk

Jika dilihat secara sekilas, banner dan spanduk ini memang sama-sama media promosi berbasis cetak. Jadi sangat wajar jika kemudian banyak yang sering menyamakan antara banner dan spanduk ini. Tapi pada dasarnya hal itu tidak benar karena banner dan spanduk berbeda. Agar tidak salah kaprah, berikut ini adalah bedanya banner dan spanduk yang harus anda ketahui.

  1. Segi Ukuran

Perbedaan pertama yang terlihat dari banner dan spanduk ini adalah dari segi ukuran. Banner dan spanduk adalah media promosi cetak yang bisa dibedakan berdasarkan ukurannya. Untuk ukuran spanduk pada umumnya memiliki ukuran yang berkisar sekitar 80 cm x 200 cm. Dan ukuran ini termasuk ke dalam ukuran spanduk yang paling kecil. Ukurannya bisa mencapai 150 cm x 300 cm untuk yang paling besar. Bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan banyaknya informasi yang ingin disampaikan pada spanduk.

Sedangkan untuk ukuran banner berukuran mulai dari 60 cm x 160 cm sampai dengan 80 cm x 200 cm. Bisa disesuaikan juga dengan kebutuhan yang ingin dipakai.

Tetapi, untuk ukuran kedua media promosi ini bisa disesuaikan jika membutuhkan ukuran yang lebih besar. Ukurannya mungkin bisa sampai melebihi 300 cm.

  1. Bahan Kertas

Perbedaan selanjutnya yang bisa anda lihat adalah dari bahan kertas yang digunakan pada keduanya. Walaupun pada dasarnya jenis kertas yang digunakan cenderung banyak dan sama, tetapi perbedaannya masih tetap ada. Dalam penggunaan kertas pada spanduk dan banner dapat dibedakan berdasarkan peletakkan media promosi itu, apakah di taruh di dalam ruangan atau di luar ruangan. Jenis kertas flexi China hingga flexi Jerman biasanya digunakan untuk spanduk karena jenis kertas flexi ini memiliki daya tahan yang cukup kuat.Dan juga, ada bahan yang biasa digunakan adalah cloth banner, bahan yang memiliki tekstur menyerupai kain. Dinilai lebih praktis dan ringan saat dibawa atau dilipat.

Sedangkan untuk bahan kertas pada banner, biasanya menggunakan kertas berbahan albatros. Ini karena kertas albatros memiliki kualitas bahan yang bagus saat diletakkan di dalam ruangan. Bukan hanya kertas albatros, banner juga bisa menggunakan kertas PVC yang teksturnya kaku dan tidak mudah sobek.

  1. Tempat Meletakkan

Seperti yang anda sering temui dimanapun itu, spanduk lebih cocok untuk ditaruh di luar ruangan, karena itu peletakannya juga biasanya lebih beragam. Dengan memberikan simpul pengikat di tiap-tiap ujungnya, spanduk bisa diletakkan dimana saja.  Bisa diletakkan dengan menggantungnya di tembok, pohon, ranting, dan segala jenis benda yang bisa dijadikan penyangga agar spanduk tadi dapat menempel.

Tetapi hal ini berbeda dengan banner. Karena banner digunakan dalam bentuk yang horizontal, maka banner membutuhkan tiang sandaran untuk dapat berdiri dengan tegak. Itulah mengapa banner ini lebih sering dijadikan sebagai media promosi untuk diletakan di dalam sebuah ruangan. Beberapa jenis banner yang biasa anda akan temui di cetak banner adalah roll up banner, Y banner dan X banner.

Jika anda ingin mencari media promosi yang sifatnya semi formal dan formal, untuk instansi maupun institusi resmi, maka menggunakan banner adalah jawaban yang paling tepat.

  1. Mesin Cetak Yang Dipakai

Bedanya banner dan spanduk yang terakhir adalah terletak pada mesin cetaknya. Walaupun banner dan spanduk sama-sama menggunakan teknik digital printing, namun jenis mesinnya tetap saja berbeda. Spanduk biasanya dicetak dengan mesin yang khusus digunakan untuk kebutuhan luar ruangan. Sehingga penggunaan tinta serta hasil akhirnya akan lebih tahan banting dan tahan lama ketika harus diletakkan diluar ruangan dan terkena hujan ataupun terpapar sinar matahari.

Sedangkan banner biasanya dicetak menggunakan mesin cetak indoor, karena itulah hasilnya tak begitu awet jika terkena sinar matahari secara langsung. Maka tidak heran juga jika biaya cetak banner menjadi lebih murah dibandingkan dengan spanduk.

Itulah tadi bedanya antara spanduk dan banner. Dari penjelasan diatas anda bisa menilai manakah media promosi yang sekiranya paling cocok dengan kebutuhan anda saat ini. Jangan sampai salah memilih agar hasilnya dapat maksimal bagi anda!

 Sumber Referensi :

Bedanya vektor dan bitmap Yang Wajib Diketahui Desainer

Bedanya vektor dan bitmap Yang Wajib Diketahui Desainer

Bedanya vektor dan bitmap – Jika anda bekerja di bidang desainer grafis pasti sudah tidak asing lagi dengan istilah gambar-gambar vektor dan bitmap. Hal itu merupakan makanan sehari-hari bagi para desainer. Tetapi bagi orang awam mungkin jarang mendengar istilah itu padahal kedua jenis format gambar itu sangat berbeda dan memiliki kegunaannya masing-masing. Kedua format gambar tersebut harus diketahui oleh setiap desainer grafis ataupun anda yang ingin belajar untuk mendesain agar mereka bisa membuat desain dengan hasil yang bagus sesuai kebutuhan dan mediumnya.

Format vektor dan bitmap ini memiliki beberapa perbedaan yang mencolok jika anda telusuri. bedanya vektor dan bitmap inilah yang penting untuk diketahui agar ketika nanti ketika mencetak atau memindahkan hasil desain kita platform yang lain gambarnya tidak rusak dan dapat bertahan sesuai aslinya.

Tapi sebelum membahas mengenai bedanya vektor dan bitmap, ada baiknya anda memahami sedikit penjelasan mengenai pengertian vektor dan bitmap ini untuk memudahkan dan mendapat gambaran mengenai perbedaan antara keduanya nanti.

Baca Juga Format Gambar Untuk Website Terbaik Saat Ini

Apa Itu Vektor ?

Vektor merupakan gambar digital hasil dari persamaan perhitungan matematis yang dibuat dari gabungan titik dan garis hingga menghasilkan sebuah gambar yang dapat terlihat dengan jelas. Untuk kualitas gambar yang dihasilkan, gambar vektor tidak akan terlihat pecah ketika di-zoom beberapa kali dan tidak akan mengalami perubahan.

Ada banyak aplikasi yang mendukung pembuatan gambar vektor seperti Adobe Illustrator, Macromedia Freehand, CorelDraw, Xara, Serif DrawPlus, Adobe Flash, dan lainnya. Format yang dipakai untuk menyimpan gambar vektor di beberapa aplikasi tersebut seperti AI, SVG, CDR, hingga EPS. Gambar vektor juga memiliki ukuran yang relatif lebih kecil, dan cocok digunakan untuk ilustrasi desain logo.

Apa itu Bitmap ?

Bitmap atau biasa disebut juga dengan raster merupakan sekumpulan kotak-kotak kecil yang disebut dengan pixel sehingga menghasilkan sebuah gambar dari sekumpulan kotak tadi. Pixel tersebut juga ada yang memiliki kombinasi warna untuk memperjelas gambar. Berbeda dengan vektor, bitmap jika di-zoom, maka terlihat pecah dan hanya tampak kumpulan kotak kecil tadi. Dalam membuat gambar bitmap, biasanya menggunakan beberapa format seperti GIF, JPEG, BMP, PNG, TIFF, dan PSD.

Untuk memproses gambar bitmap juga banyak aplikasi yang mendukungnya seperti Adobe Photoshop, Corel Draw, Corel Photo Paint, Jasc Paint Shop Pro, Micrografx Picture Publisher, Ulead PhotoImpact, dan Microsoft Paint. Bitmap memiliki ukuran file lebih besar apabila resolusi gambar lebih tinggi dan berwarna. Bitmap atau raster cenderung digunakan untuk sebuah gambar yang memiliki varian warna seperti foto

Apa Bedanya Vektor dan Bitmap ?

Setelah memahami sedikit tentang pengertian dari vektor dan bitmap tadi, pasti sudah terlihat dengan jelas bukan perbedaan apa saja yang ada pada keduanya. Agar lebih paham lagi, berikut ini adalah bedanya vektor dan bitmap yang paling mendasar.

  1. Unsur Pembentuk

Yang menjadi pembeda utama dari vektor dan bitmap adalah unsur pembentuknya. Vektor adalah sekumpulan garis matematika bernama Kurva Bezier yang disusun secara sistematis hingga membentuk sebuah objek gambar. Garis-garis tadi dilengkungkan dan ditata sedemikian rupa sehingga menjadi sebuah objek gambar.

Sedangkan untuk bitmap, adalah sekumpulan gambar yang dibangun dengan gabungan kotak-kotak kecil yang disebut pixel. Kotak-kotak kecil tadi bisa memiliki berbagai macam warna sehingga gambar yang dihasilkan akan terlihat lebih nyata. Kotak-kotak kecil tadi akan disusun dan diatur tempatnya sehingga menjadi sebuah gambar.

  1. Setelah Diperbesar

Sudah terlihat jelas bahwa gambar vektor dan bitmap akan sangat berbeda ketika diperbesar beberapa kali. Untuk vektor, gambar akan tetap pada kualitas aslinya dan tidak akan pecah atau blur karena kurva matematika yang menjadi unsur pembentuk vektor tidak akan berubah meskipun diganti ukurannya. Hal ini yang menjadi keunggulan dari vektor karena kualitas gambar akan tetap terjaga dan tidak akan menurun walaupun diperbesar berkali-kali.

Berbeda dengan bitmap, jika gambar ini diperbesar maka anda akan melihat gambar yang blur karena yang anda perbesar adalah sekumpulan kotak-kotak yang tersusun. Sehingga ketika anda perbesar, kotak-kotak kecil tadi akan sangat terlihat jelas dan gambar anda menjadi blur atau pecah.

  1. Ukuran File

Tidak hanya berpengaruh terhadap kualitas gambar yang dihasilkan, ukuran file pada gambar vektor dan bitmap juga jauh berbeda. Karena pada gambar bitmap disusun oleh tiap-tiap pixel dan mempunyai warna serta lokasinya masing-masing, dan pixel-pixel ini mempunyai ukuran yang tidak sedikit. Hal ini membuat gambar bitmap menjadi berukuran besar.

Berbeda dengan vektor, vektor tidak mempunyai kotak atau pixel yang diisi sebuah warna dan lokasi. Vektor hanya garis-garis kurva berwarna yang dibengkokkan. Oleh karena itu, gambar vektor cenderung memiliki ukuran yang lebih kecil daripada gambar bitmap.

  1. Format File

Selain dari ukuran filenya, format file dari keduanya juga sangat berbeda. Ada aplikasi yang tidak support format file vektor dan begitu juga sebaliknya. Gambar vektor dan bitmap digunakan pada tempatnya masing-masing. Format paling mendasar dari gambar bitmap adalah BMP ( Bitmap Image File ) dan ukuran dari file ini sangat besar. Oleh karena itu, format file BMP ini sering diolah agar menjadi lebih kecil dan ringan dan biasanya format gambarnya akan menjadi GIF, JPEG, atau PNG.

Sedangkan untuk vektor, format gambar yang paling umum digunakan adalah SVG ( Scalable Vector Graphics ).  Seperti yang dibahas sebelumnya, format yang dipakai untuk menyimpan gambar vektor di beberapa aplikasi tersebut seperti AI, SVG, CDR, hingga EPS. Gambar vektor juga memiliki ukuran yang relatif lebih kecil, dan cocok digunakan untuk ilustrasi desain logo.

  1. Convert

Jika anda ingin mengubah gambar vektor menjadi gambar bitmap ataupun gambar bitmap menjadi vektor, hal itu dapat dilakukan. Tetapi proses dan hasil yang dihasilkan akan berbeda. Untuk gambar SVG anda bisa mencoba untuk menyimpan gambar tadi dengan format PNG atau JPEG, hal ini akan mengubah semua kalkulasi matematikanya menjadi pixel. Bitmap juga bisa diubah menjadi gambar vektor dan proses mengubah ini biasanya disebut dengan raster tracing. Tetapi raster tracing ini membutuhkan waktu yang lama untuk diproses dan harus mempunyai komponen komputer yang mumpuni agar hasilnya bisa maksimal.

  1. Penggunaan

Jika anda sudah memahami mengenai bedanya vektor dan bitmap ini, sekarang anda pasti sudah dapat mengira-ngira dimana penggunaan yang tepat untuk kedua gambar ini. 

Jika anda seorang desainer, anda akan lebih memilih untuk menggunakan vektor. Karena dengan vektor, gambar-gambar yang dihasilkan tidak akan merusak kualitas aslinya dan cocok untuk digunakan dalam desain. Vektor juga sangat cocok digunakan untuk membuat logo dan ilustrasi karena tidak akan pecah atau rusak. 

Sedangkan bitmap lebih cocok digunakan untuk menampilkan warna yang nyata dan baik digunakan untuk menampilkan sebuah foto.

Itulah tadi pembahasan mengenai bedanya vektor dan bitmap, setelah mengetahui hal itu sekarang anda dapat menggunakan gambar yang sesuai dengan kebutuhan dan keperluan anda.

Sumber Referensi :

Situs Penyedia Gambar Free Terbaik Saat Ini

Situs Penyedia Gambar Free Terbaik Saat Ini

Situs Penyedia Gambar Free – Jika anda menggunakan gambar dari internet untuk keperluan pribadi ataupun komersial tanpa melihat lisensi dari gambar tersebut, hal itu menjadi sangat beresiko karena berhubungan dengan copyright ini. Untuk anda yang saat ini sedang mengelola blog ataupun bekerja di bidang website maupun desainer, pasti anda sangat membutuhkan berbagai macam gambar yang dapat anda jadikan sebagai ide atau referensi desain dan bahkan menggunakannya di pekerjaan anda.

Copyright atau hak cipta merupakan hak eksklusif bagi pencipta sebuah karya baik itu gambar digital, foto, musik, video ataupun yang lainnya. Para kreator tersebut yang memegang kuasa penuh atas hak cipta dari karya mereka dan memiliki hak atas pemberian izin jika ada seseorang yang berniat menggunakan karya tersebut dengan tujuan apapun atau memperbanyak karyanya.

Oleh karena itu, jika anda berniat menggunakan karya dari orang lain tanpa mendapatkan izin dari mereka, maka sang pemilik karya berhak untuk membawa kasus ini ke jalur hukum yang jelas membuat permasalahan menjadi panjang. Maka anda perlu berhati-hati dalam menggunakan gambar yang beredar di internet dan selalu perhatikan lisensi dari gambar yang anda gunakan nantinya demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Saat ini ada beberapa situs yang menyediakan banyak gambar gratis yang bisa anda gunakan kembali. Dengan demikian, anda tidak perlu khawatir terkena hak cipta jika ingin menggunakan gambar tersebut untuk keperluan pekerjaan atau yang lainnya.

Walaupun gambar-gambar tersebut bebas digunakan, tapi sebaiknya anda mencantumkan link yang menuju langsung ke halaman gambar tersebut atau link situs web tempat anda mendapatkan gambarnya. Itu bertujuan untuk setidaknya anda telah menghargai kreator dari pemilik gambar.

Tetapi gratis bukan berarti bisa seenaknya digunakan. Setiap situs-situs penyedia gambar gratis memiliki syarat dan kondisi yang berbeda-beda tergantung dari pihak penyedia gambar tadi.

Oleh sebab itu, sebelum anda memutuskan untuk menggunakan stok gambar gratis di tiap-tiap website, ada baiknya anda melihat terlebih dahulu syarat dan ketentuan bagi anda jika ingin menggunakan gambar-gambar secara gratis.

Baca Juga Rekomendasi Software Mockup Website Untuk Web Designer

Situs Penyedia Gambar Free Terbaik

Jika anda ingin mencari-cari gambar gratis dan bisa digunakan dimana saja, anda dapat mencari pada beberapa situs yang akan kami bagikan dibawah ini. Perlu diingatkan lagi bahwa setiap situs penyedia gambar ini memiliki syarat dan ketentuan yang berbeda untuk masalah lisensi gambar gratis maupun berbayar, jadi pastikan anda membacanya terlebih dahulu dan tidak asal pakai.

  1. Pixabay

Pixabay merupakan salah satu dari situs download gambar gratis yang sangat populer, ada banyak gambar berkualitas tinggi yang bisa anda gunakan disini. Anda bebas menggunakan gambar dari pixabay baik buat kepentingan personal atau commercial use dan anda tidak perlu meminta izin atau mencantumkan atribut khusus pada saat anda menggunakan gambar yang sudah anda unduh dari pixabay.

Tetapi, anda perlu melihat juga informasi detail lisensi dari setiap gambar apakah memang free untuk personal dan commercial use, biasanya tulisan ini ada di sebelah kanan gambar yang ingin anda download.

Jika ingin lebih simpel saat mendownload sebuah gambar, sebaiknya anda register terlebih dahulu dengan menggunakan email. Pixabay juga menyediakan tombol donasi kepada pemilik gambar melalui PayPal untuk menghargai kreator dari gambar-gambar tadi.

  1. Flickr

Situs penyedia gambar free yang berikutnya adalah adalah Flick, ini merupakan sebuah situs penyedia gambar yang memberikan lisensi Creative Commons. Apa itu Creative Commons? Ini adalah sebuah sistem yang mengakomodasi seorang fotografer, untuk memberikan izin kepada orang lain yang ingin menggunakan gambar yang dia punya, tanpa menghilangkan keterangan dari mana sumber foto tersebut berasal.

Anda bebas menggunakan gambar yang terdapat di situs Flickr ini selama memenuhi persyaratan yang berlaku dan telah dicantumkan oleh pemilik gambar. Tetapi, perlu diperhatikan bahwa tidak semua gambar bersifat gratis.

  1. Pexels

Selanjutnya situs penyedia gambar free adalah Pexels. Pexels ini hampir sama dengan Pixabay, di Pexels anda bisa memilih resolusi gambar yang tersedia dan menyediakan pilihan donasi bagi pemilik gambar atau kreator gambarnya. Anda juga bisa langsung menyimpan gambar gratis yang anda inginkan tanpa perlu daftar terlebih dahulu.

Yang menjadi pembeda antara Pexels dan Pixabay adalah adanya pilihan custom size di Pexels. Anda bisa mendownload gambar yang anda inginkan dengan resolusi yang anda tentukan sendiri. Misalkan anda ingin mendownload gambar berukuran  500 x 500 pixels tetapi ukuran gambar aslinya 1920 x 1080, anda bisa custom resolusi di Pexels.

  1. Freepik

Freepik mungkin sudah tidak asing lagi di kalangan para desainer grafis ataupun web designer. Karena freepik menyediakan berbagai macam gambar berbasis vektor. Jika anda mencari gambar vektor gratis, anda bisa mengunjungi situs ini untuk mencarinya, anda juga bisa mendapat resource dari gambarnya jika anda menggunakan akun premium, selain itu keuntungan dari pengguna premium ini anda bisa mendownload gambar premium dan mendapatkan lisensi dari gambar yang anda download tadi. Jika anda pengguna free, maka anda wajib untuk mencantumkan atribut khusus pada gambar yang anda ingin pakai nantinya.

  1. Unsplash

Unsplash merupakan situs download gambar dari komunitas kreator gambar gratis yang menyediakan begitu banyak gambar kualitas tinggi dan tentunya gratis. Tak jauh berbeda dengan Pixabay atau Pexels, di Unsplash anda juga bebas menggunakan gambar, baik itu untuk personal use maupun commercial use tanpa perlu mencantumkan atribut. Tetapi tetap baca syarat dan ketentuan tiap gambarnya supaya lebih meyakinkan lagi.

Di Unsplash anda juga bisa mencari gambar berdasarkan kategori yang tersedia, mulai dari Pemandangan, Alam, Tekstur, model, dan masih banyak lagi, sehingga bisa disesuaikan pula dengan kebutuhan masing-masing.

Jadi, itulah beberapa situs penyedia gambar free yang bisa anda jadikan pilihan untuk memenuhi kebutuhan anda dalam menggunakan gambar. Harus ditekankan lagi bahwa gambar yang terdapat di internet sangatlah berhubungan dengan copyright atau hak cipta dari sang pemilik dan anda wajib untuk mengetahui lisensi dari setiap gambar yang anda ingin gunakan, jangan sampai anda asal comot dalam menggunakan gambar yang ada di internet.

  1. StockSnap

Stocksnap adalah situs unduh gambar gratis yang bersifat Creative Commons hampir sama dengan situs Flickr tadi. Anda bisa menggunakan gambar yang ada disini untuk kepentingan pribadi atau digunakan untuk korporat atau bisnis. Anda juga bisa menggunakan gambar dari stocknap tanpa mencantumkan atribut khusus dengan melihat atribut pada gambarnya apakah free for personal dan commercial use.

Di stocksnap terdapat banyak gambar yang berkualitas tinggi yang bisa anda bisa, Situs ini selalu update gambar – gambar terbaru dengan resolusi tinggi. Anda juga bisa melakukan pencarian berdasarkan Trending, Views, Downloads, atau Favorites.

Rekomendasi Software Mockup Website Untuk Web Designer

Rekomendasi Software Mockup Website Untuk Web Designer

Rekomendasi Software Mockup Website – Tampilan visual pada suatu hal lebih mudah dalam menjelaskan dibandingkan dengan kata-kata. Hal itu membuat sebagian orang lebih memilih untuk membuat visual yang lebih baik dan untuk bagian nonvisual dibuat menyesuaikan dalam mendesain sebuah website. Dibutuhkan keahlian serta kreatifitas yang mumpuni untuk dapat membuat sebuah desain website yang maksimal.

Ketika anda ingin merancang desain website, harusnya anda sudah dapat membayangkan akan seperti apa desain visual untuk website yang ingin anda buat. Agar anda dapat mewujudkan semua bayangan itu maka anda perlu yang namanya membuat sebuah sketsa terlebih dahulu untuk mendapatkan hasil akhir yang memuaskan. Sketsa itu di dalam desain website biasa disebut dengan wireframe. Wireframe adalah kerangka desain yang mewakili tata letak dasar setiap halaman yang terstruktur.

Banyak juga desainer website yang memilih untuk melewati tahapan awal ini karena sudah yakin dengan keahlian desain mereka dan langsung terjun ke bagian mockup. Tetapi proses ini juga bermanfaat untuk membuat unsur-unsur konseptual demi merencanakan pengembangan website yang dibuat. Membuat wireframe juga tidak harus membutuhkan pc atau laptop, melainkan dibuat diatas buku bergambar juga bisa.

Jika anda sudah selesai membuat wireframe dari desain website yang ingin dibuat, anda bisa melanjutkan ke tahap membuat mockup. Jika anda baru pertama kali berada di artikel ini dan bingung mengenai pengertian mockup anda bisa melihat artikel yang kami bagikan mengenai mockup terlebih dahulu disini.

Singkatnya, mockup itu adalah hasil akhir desain dari wireframe yang sudah anda buat sebelumnya. Isinya itu menyampaikan aspek desain visual yang meliputi gambar, warna dan tipografi. Secara sederhana, mockup merupakan sebuah preview dari desain akhir website sebelum nanti dilanjutkan untuk membuat prototype untuk User Experiencenya.

Ketika membuat mockup memang lebih detail dan lama daripada membuat wireframe. Tetapi mockup ini sifatnya masih statis karena anda masih bisa menggantinya nanti sebelum masuk ke tahap prototype.

Baca Juga 5 Kesalahan Desain Website yang harus di hindari

Rekomendasi Software Mockup Website

Untuk memudahkan membuat mockup, anda dapat menggunakan beberapa rekomendasi software mockup website di bawah ini. Software ini dapat anda gunakan dengan sebaik mungkin agar hasil dari mockup yang anda buat dapat maksimal. Selain untuk membuat mockup, software-software ini juga bisa anda gunakan untuk membuat wireframe dan prototype.

  1. Figma

Rekomendasi software mockup desain yang pertama adalah Figma. Figma merupakan sebuah software mockup website yang sampai saat ini masih gratis dan bisa anda gunakan untuk membuat wireframe, mockup, ataupun prototype dengan mudah. Figma dapat anda akses secara online dan bisa langsung mendesain di websitenya.

Figma dapat membuat rancangan tanpa perlu mengekspor. Dan anda bisa mengerjakan desain bersama-sama dengan adanya fitur team project. Figma team ini gratis hanya untuk 2 user dan untuk 3 project saja. Jika anda ingin mendapatkan akses sepenuhnya anda bisa membayar sebesar kurang lebih $12 per bulan dengan fitur unlimited.

  1. Balsamiq

Balsamiq merupakan salah satu software desain mockup website yang paling banyak digunakan. Balsamiq mockups atau Balsamiq Studio juga dapat digunakan untuk membuat mockup sekaligus prototype. Aplikasi balsamiq mockups ini berbasis cloud yang terintegrasi dengan Google Drive, Confluence, dan Jira. Hal ini memudahkan untuk membuat rancangan desain secara cepat dan mudah.

Balsamiq adalah aplikasi mockup website yang dapat digunakan di Windows, Mac OS dan Linux. Balsamiq ini memiliki free trial selama 30 hari dan setelah 30 hari anda bisa melanjutkan untuk menggunakannya dengan cara membayar kurang lebih $9.

  1. MockingBird

Mockingbird adalah software untuk membuat mockup yang bisa dibilang cukup populer. Beberapa fungsi yang diberikan oleh mockingbird mampu membantu para web designer untuk membuat sebuah desain website. Mockingbird dirancang untuk mampu membuat sebuah rancangan website dengan sangat cepat. Hampir sama dengan Balsamiq Mockups, disini juga disediakan dalam versi trial dan berbayar. Untuk berlanggan Mockingbird mulai dari harga $9 perbulan untuk akun pribadi.

  1. MockFlow

Mockflow adalah tools untuk membuat desain desain wireframe, mockup, dan juga prototype. Mockflow menyediakan kapasitas bagi desainer untuk membuat mockup website yang dibuat melalui CMS seperti WordPress atau yang sejenisnya.

Mockflow juga bisa digunakan untuk menghasilkan GUI perangkat lunak dan wireframe aplikasi mockup dalam beberapa menit saja. Mockup menyediakan library yang sangat lengkap untuk membantu dalam membuat wireframe website.

Sama halnya seperti Figma, mockflow juga terdapat fitur cloud sehingga bisa melakukan edit secara real time dengan orang lain yang memudahkan pengerjaan project. Software ini tersedia dalam versi free dan premium dengan harga $14.

  1. HotGloo

HotGloo merupakan alat wireframing, mockup, hingga prototype yang berbasis HTML. Penggunanya bisa menyimpan project secara offline atau mengekspornya sebagai HTML yang bisa digunakan untuk presentasi kepada stakeholder. Hotgloo dapat digunakan disemua perangkat dan sangat kompatibel.

HotGloo memberkani pengguna lebih dari 2.000 elemen dan ikon UI dengan tampilan drag and drop. HotGloo juga menyediakan opsi untuk kolaborasi tim seperti Figma.

Aplikasi ini menawarkan uji coba gratis selama 7 hari pertama. Dan setelah free trial habis akan dikenakan $13 per bulan dan bisa dipakai tim sebanyak 4 pengguna secara bersamaan.

  1. Proto.io

Proto.io adalah sebuah platform prototyping yang selain digunakan untuk website tetapi juga dirancang khusus untuk mockup aplikasi mobile. Dengan menggunakan software ini anda dapat dengan mudah dalam membuat desain melalui perangkat mobile. Proto.io ini juga akan memberikan kebebasan kepada anda untuk mengatur tata letak, warna, font, dan gambar.

Proto.io sudah dapat anda gunakan diberbagai perangkat seperti iPhone, iPad, Android dan sejumlah perangkat lainnya. Anda juga diberikan fitur tim project untuk melakukan desain secara bersama-sama.

  1. Moqups

Moqups yang merupakan salah satu aplikasi berbasi web dan sangat cepat digunakan. Moqups dibuat dalam HTML5 dan Javascript standar sehingga tidak memerlukan plugin apa pun untuk digunakan.

Moqups memungkinkan anda untuk membuat gambar wireframe, mockup dan prototype sekaligus. Mockups tidak akan meminta pengguna untuk membuat akun di awal ketika anda menggunakannya. Anda bisa langsung masuk ke editor Moqups nya setelah mengklik tombol di halaman utamanya.

Moqups memiliki banyak template yang tersedia. Anda juga bisa menggunakan berbagai macam ikon yang siap untuk digunakan dan sangat mudah ketika memakainya. Aplikasi ini free digunakan tetapi masih ada kekurangannya seperti beberapa fitur yang limited. Versi berbayar memiliki lebih banyak fitur yang tersedia.

  1. Adobe XD

Adobe XD menjadi salah satu alat mockup dan prototype yang sering digunakan oleh banyak developer dan designer. Aplikasi ini tersedia juga untuk Mac, Windows serta Android dan iOS. 

Dengan Adobe XD, anda bisa membuat wireframe yang statis dan bisa berkolaborasi dengan tim juga. Anda juga bisa menambahkan opsi untuk menciptakan flowchart, sitemap dan storyboard. Untuk media penyimpanan, semua data pengguna Adobe XD akan tersimpan di folder Creative Cloud Files di desktop. Folder ini secara otomatis tersedia di Cloud sehingga anda tak perlu khawatir jika sewaktu-waktu datanya hilang.

Karena aplikasi ini masih satu kesatuan dengan aplikasi adobe lainnya, jadi hal ini dapat memudahkan anda untuk membuat desain awalnya di Adobe Photoshop kemudian di import ke dalam Adobe XD ini.

Software ini juga memungkinkan untuk melihat mockup dalam berbagai ukuran layar seperti ponsel, tablet, desktop. Hal ini berguna untuk menguji bagaimana website rancangan anda bisa terlihat pada perangkat media yang berbeda. Sama seperti yang lainnya, software ini juga menyediakan fitur free dan berbayar.

Itulah tadi beberapa rekomendasi software mockup website yang anda bisa gunakan. Pilih yang menurut anda cocok dan sesuai dengan kebutuhan anda. Bila anda sudah mahir dan memerlukan lebih banyak fitur lagi, mungkin anda bisa mencoba untuk membeli yang berbayar.

Sumber Referensi :

Tips Desain Banner Agar Terlihat Menarik

Tips Desain Banner Agar Terlihat Menarik

Tips Desain Banner – Di era seperti sekarang ini, yang menjadi salah satu media promosi yang paling sering kita temukan dan lihat adalah jenis media promosi menggunakan banner seperti X-Banner atau Roll Banner. Simpelnya adalah banner ini merupakan versi lite dari sebuah baliho karena lebih kecil dan lebih ringkas tetapi tujuannya sama untuk mempromosikan suatu produk, jasa, atau layanan. Sangat banyak perusahaan, toko, atau bisnis lainnya yang menggunakan banner ini sebagai media promosi.

Jika anda ingin mencetak banner maka itu bukanlah hal yang sulit. Anda cukup menyerahkan desain banner yang anda mau ke sebuah percetakan, dan untuk mencari tempat percetakan yang berkualitas tentunya juga sangat mudah. Tetapi yang menjadi permasalahan disini adalah apakah banner yang anda buat tadi dapat berfungsi dengan baik agar orang-orang yang melihatnya tertarik untuk mengunjungi bisnis atau toko anda? Kreativitas dalam merangkai kata-kata dan desain juga sangat dibutuhkan. Jika anda bingung ingin membuat desain banner, anda bisa melihat tips desain banner dibawah ini untuk membantu anda.

Karena pada dasarnya, promosi acara dan produk seperti kurang lengkap tanpa kehadiran dari jenis media promosi ini. 

Baca Juga Jenis-Jenis Desain Grafis Dan Pengertiannya

Tips Desain Banner Yang Bisa Anda Coba

Desain banner sangat berhubungan erat dengan desain/visual, maka perlu teknik dan tips desain banner agar dapat membuat sebuah banner yang menarik untuk dilihat oleh orang lain dan bersifat kreatif serta inovatif.

Oleh karena itu, desain banner ini harus dibuat semenarik mungkin tanpa mengurangi sisi kontennya yang harus tetap padat, jelas, dan juga dapat menarik perhatian orang-orang yang melihatnya. 

  1. Mencari Tema Yang Sesuai

Sudah menjadi kewajiban bagi anda untuk menentukan tema apa yang sesuai pada banner yang anda inginkan. Hal ini bertujuan untuk menentukan aspek-aspek lainnya nanti. Sebagai contoh jika anda baru membuka toko buah, dan ingin mempromosikan toko anda dengan banner, anda bisa menentukan temanya dengan memakai pastel buah atau yang sejenisnya, usahakan gunakan warna yang natural dan fresh agar kesan dari gambar buah yang tertera membuat pengunjung tertarik untuk mendatangi toko anda.

  1. Tentukan Jenis Banner

Biasanya ketika mendesain sebuah banner yang paling sering digunakan adalah jenis vertikal (y-banner) dan banner horizontal (x-banner). Orang-orang lebih sering menggunakan y-banner daripada x-banner jika anda sering mengunjungi toko-toko atau tempat promosi. Penting bagi anda untuk menentukan jenis banner yang ingin anda buat serta ukurannya. Ukuran dari x-banner ini biasanya disesuaikan dengan konten iklan atau budget yang tersedia. Jika konten anda sangat banyak, maka ukurannya juga akan disesuaikan sehingga menjadi lebih besar. Karena dengan budget yang besar dapat memilih ukuran besar. Tapi anda jangan sampai lupa juga bahwa anda harus memperhatikan fungsionalitas dari banner anda. Jika banner hanya digunakan di tempat yang tidak begitu luas, sebaiknya digunakan ukuran sedang agar tidak menyulitkan bagi pembaca untuk membacanya.

  1. Usahakan Logo Paling Atas

Logo merupakan identitas dari brand anda. Letakkan logo ini pada posisi paling atas yang sejajar dengan mata agar dapat terlihat dengan jelas oleh orang yang melihatnya. Logo mempunyai peran penting dalam menarik orang untuk pertama kalinya. Bagian teratas dari sebuah banner adalah bagian yang memiliki peluang tertinggi untuk dilihat pertama kali oleh orang yang lewat. Oleh karena itu, pastikan Anda menaruh logo dan informasi penting lainnya di bagian teratas pada banner.

  1. Masukan Tulisan Secukupnya

Sebuah banner harus dibuat dengan isi konten yang singkat, padat namun makna yang ingin disampaikan jelas. Jangan membuat banner yang berisi tulisan secara keseluruhan karena itu akan memakan waktu yang cukup lama bagi orang yang lewat dan biasanya akan enggan untuk melanjutkan membaca semuanya. Jadi, gunakanlah tulisan secukupnya namun berisi informasi yang jelas sehingga orang akan langsung dapat menangkap apa yang tertuang dalam banner tersebut.

  1. Tulisan Harus Mudah Dibaca

Berhubungan dengan tips yang sebelumnya, setelah tulisan-tulisan tadi dapat diorganisir dengan baik, selanjutnya anda harus membuat tulisan tadi agar mudah dibaca oleh orang dengan menggunakan font dan warna yang sesuai, gunakan font umum yang biasa digunakan atau anda bisa gunakan font yang dapat mudah terlihat dari kejauhan, jangan menggunakan font yang terlalu ramai dan sulit untuk dibaca.

  1. Kata-Kata Call to Action Harus Jelas

Call to action adalah istilah untuk membuat sebuah kata-kata agar dapat langsung menarik minat orang agar langsung bertindak. Contohnya itu seperti “Beli Sekarang dan Dapatkan Potongan Hingga 50%”, dari kata-kata itu sudah jelas tertulis bahwa anda diajak untuk membeli produknya dan akan mendapat potongan harga. Call to action ini penting untuk dibuat dengan baik agar dapat menargetkan orang-orang yang lewat dengan cepat.

  1. Gambar Terlihat Jelas

Jika anda ingin menggunakan gambar dan memasukkannya ke dalam banner, maka anda harus memilih gambar yang bisa memperkuat pesan yang ingin disampaikan. Pilihlah gambar terbaik yang anda punya dari produk anda agar hasilnya bisa maksimal dilihat oleh orang lain. Perlu untuk diperhatikan juga bahwa sangat penting untuk menggunakan gambar yang beresolusi tinggi agar hasilnya tidak buram. Dengan dukungan gambar yang menarik dan berkualitas tinggi, ketertarikan orang untuk membaca banner kita akan semakin tinggi.

  1. Warna Juga Harus Tepat

Pemilihan warna yang tepat dapat membuat banner Anda menonjol di tengah-tengah keramaian. Pilihlah warna yang sesuai dengan produk atau bisnis anda jangan gunakan warna yang terlalu gelap juga, pastikan memilih warna yang tepat. 

Jika perlu, gunakanlah jenis warna CMYK pada saat mendesain banner, mesin percetakan digital saat ini menggunakan acuan CMYK pada saat mencetak, jika file desain yang digunakan masih menggunakan jenis warna RGB maka warna yang dihasilkan akan berbeda dengan layar monitor yang anda gunakan untuk mendesain.

  1. Taruh Konten Dengan Benar

Jika anda sudah menentukan desain bannernya, perlu bagi anda untuk memperhitungkan posisi dari konten-konten yang ingin anda masukan ke dalam banner. Jangan sembarangan meletakan konten agar pembaca tidak merasa bingung ketika melihat banner anda. Tempatkan pada posisi yang sesuai dan mudah dibaca agar pembaca dapat menanggapi.

  1. Jangan Lupa Masukan Detail Kontak

Ini merupakan hal yang paling penting, masukan detail kontak yang bisa dihubungi agar orang yang melihat banner nya tidak merasa bingung untuk menghubungi kontak yang dituju jika mereka merasa tertarik dengan produk anda. Desain banner sebaik apapun nampaknya akan percuma tanpa penyertaan informasi kontak yang sebenarnya ‘inti’ dari informasi tersebut.

Sekian tips desain banner yang dapat kami sampaikan, jika anda masih merasa bingung, anda dapat konsultasi ke kami tanpa dipungut biaya apapun.

Sumber Referensi :

Bedanya Brosur dan Flyer Yang Harus Kalian Ketahui

Bedanya Brosur dan Flyer Yang Harus Kalian Ketahui

Bedanya Brosur dan Flyer – Di era yang serba digital sekarang ini, masih banyak orang yang membutuhkan selebaran untuk membantu mereka dalam memberikan informasi atau yang lainnya. Mulai dari selembar kertas sederhana hingga semakin kemunculan beragam jenis, bentuk, serta desain yang beragam seiring dengan kemajuan teknologi terutama di dunia percetakan.

Beberapa jenis media yang umum digunakan saat ini adalah brosur dan flyer, yang mana kedua jenis itu sangat sering kita dengar tetapi, bedanya brosur dan flyer kita tidak tahu secara spesifik seperti apa.

Sebelum membahas mengenai bedanya brosur dan flyer ini, ada baiknya anda mengetahui sedikit penjelasan tentang brosur dan flyer di bawah ini agar dapat terbayang gambaran umumnya.

Baca Juga Tips Desain Grafis Untuk Meningkatkan Konversi Website E-Commerce

Apa itu Brosur

Brosur merupakan media pemasaran yang biasanya dipakai untuk mempromosikan produk atau layanan yang ada. Brosur biasanya memiliki beberapa halaman atau yang sering anda lihat ada brosur yang cuma memiliki satu halaman tapi dilipat-lipat sehingga ketika dibawa tidak terlalu besar.

Brosur akan berisi informasi terkait apa yang ingin disampaikan seputar produk, jasa, atau layanan dari suatu bisnis, usaha, atau tempat-tempat lainnya dan memuat beberapa gambar didalamnya. Isi dari brosur akan dibuat lebih terperinci sehingga orang yang membaca nya akan tertarik pada apa yang ditawarkan di dalam brosur.

Jenis-Jenis Brosur

Jika dilihat dari bentuknya, brosur ini dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu, brosur lipat dua atau yang dikenal dengan istilah bifold dan brosur lipat tiga atau yang dikenal istilah trifold.

1. Brosur Lipat Dua ( Bifold )

Brosur ini mempunyai satu lipatan yang dimana lipatannya itu membagi kertas pada brosur untuk setiap sisinya akan mempunyai 2 panel sehingga totalnya menjadi empat panel dan luasnya akan sama untuk tiap sisinya jadi dapat dilipat dan menutup dengan pas.

Brosur jenis ini biasanya sering digunakan untuk memberikan informasi yang lebih rinci dan lebih detail mengenai suatu produk atau jasa karena memiliki area panel yang cukup luas dan lebih besar. Tetapi yang menjadi kelemahan dari brosur jenis ini adalah menjadi kurang praktis. Sehingga, jenis brosur ini biasanya akan ditaruh di tempat-tempat khusus seperti rak brosur pada sebuah toko atau diberikan ketika seseorang membeli sesuatu saat penjualan.

2. Brosur Lipat Tiga ( Trifold )

Berbeda dengan brosur lipat dua, jenis brosur ini memiliki dua lipatan sehingga masing-masing sisinya mempunyai 3 panel dari total enam panel yang dimiliki. Jika brosur ini dilipat maka akan terlihat lebih pendek dari segi panjangnya di bandingkan brosur lipat dua.

Oleh karena itu, brosur lipat tiga ini lebih umum digunakan untuk disebar di jalanan ke orang-orang yang melintas dibandingkan brosur lipat dua tadi karena dari segi ukuran, brosur lipat tiga ini lebih efektif dan tidak terlalu besar sehingga mudah juga untuk dibawa atau dimasukan ke kantong.

Kelemahan dari brosur lipat tiga ini adalah ruang yang dimiliki tiap panel tadi akan menjadi lebih terbatas karena harus disesuaikan dengan ukurannya masing-masing dan informasi yang dimuat dalam tiap panel bisa menjadi lebih sedikit daripada brosur lipat dua.

Apa itu Flyer

Flyer biasanya diberikan secara manual dari tangan ke tangan kepada orang-orang yang melintas baik itu di pinggir jalan, area pertokoan, atau tempat yang biasanya ramai didatangi oleh banyak orang. Flyer dirancang khusus untuk media promosi yang instan dan praktis, karena berfungsi untuk menampilkan informasi secara sekilas dan jarang ada yang membawa pulang flyer ini. Jika orang-orang yang menerima flyer sudah membaca habis secara keseluruhan, biasanya flyer akan dibuang. Hal inilah yang menjadi asal usul dari nama media promosi menggunakan kertas ini menjadi fly-er atau terbang dan beterbangan.

Jenis-Jenis Flyer

Flyer biasanya memiliki bentuk yang seragam, sehingga tidak memiliki jenis-jenis secara spesifik dan yang menjadi pembeda biasanya cuma ukuran kertas yang dipakai. Flyer sering dibuat menggunakan kertas art paper 120-150 gsm, HVS, matte paper, ataupun art carton yang memiliki ukuran A5 atau A6 tapi biasanya ada juga yang menggunakan ukuran kertas A4. Dan flyer cuma dicetak untuk satu sisi saja karena fungsinya memang untuk menampilkan secara sekilas.

Bedanya Brosur dan Flyer

Jika anda memahami penjelasan mengenai brosur dan flyer d iatas, pastinya anda sudah terbayang seperti apa bedanya brosur dan flyer ini. Yang menjadi faktor utama untuk membedakan antara brosur dengan flyer adalah pada bentuk dan ukurannya, dan juga beberapa faktor lainnya seperti tujuan dan kegunaan, kertas, dan juga harga pembuatannya.

  1. Tujuan dan Kegunaan

sebenarnya brosur dan flyer tidak memiliki perbedaan apapun dari segi tujuan dan kegunaannya dikarenakan sama-sama digunakan untuk menyebarkan atau mempromosikan suatu produk, jasa, atau layanan.

Tetapi dikarenakan luas ruang yang berbeda pada masing-masing panelnya, maka tentunya hal ini akan berpengaruh terhadap strategi pemasaran serta informasi yang bisa dimuat di dalam brosur ataupun flyer.

  1. Ukuran

Secara umum brosur memiliki ukuran yang lebih besar dan memiliki lipatan tergantung dari jenis brosurnya, sedangkan flyer umumnya lebih kecil dan tidak memiliki lipatan alias hanya satu lembar saja.

Brosur biasanya menggunakan kertas ukuran A4 atau Folio, yang dilipat dua sama sisi atau lipat tiga sama sisi sehingga membentuk beberapa panel yang memiliki luas yang sama, sehingga bisa dilipat secara sempurna.

Lalu flyer umumnya dicetak pada selembar kertas ukuran A5 namun ada juga yang mencetak pada ukuran A6 dan A4 sesuai kebutuhan masing-masing pada satu sisi, sehingga akan mudah dibagikan dan dibawa oleh mereka yang menerimanya.

  1. Kertas Yang Digunakan

Bahan kertas serta finishing yang digunakan sebenarnya tidak terlalu berbeda dan variatif tergantung dari kreatifitas dan kebutuhan pembuatnya.

Kertas pada brosur sering dibuat menggunakan kertas art paper yang agak tebal, minimal 150 gsm ke atas, dan biasanya akan diberikan finishing berupa laminasi, baik itu laminasi glossy supaya terlihat mengkilat dan sedikit lembut dari kertas biasanya.

Sementara kertas pada flyer umumnya menggunakan HVS, art paper, serta art carton yang, tergantung kebutuhannya, ketebalannya bisa bervariasi antara 120 gsm hingga menggunakan art carton yang tebal dan tanpa finishing yang memang tujuannya hanya untuk memberikan informasi secara sekilas jadi tidak perlu dibuat semewah mungkin.

  1. Harga

Jika dilihat dari harga atau biaya pembuatannya, pembuatan brosur akan jauh lebih mahal dikarenakan banyaknya elemen tambahan dalam proses pembuatannya, sementara pada flyer proses produksi lebih sederhana dan tidak terlalu banyak.

Produksi brosur akan disertai biaya-biaya tambahan seperti biaya melipat, dan juga biaya laminasi glossy, di luar biaya-biaya umum seperti biaya cetak dan potong.

Sementara produksi flyer akan jauh lebih murah karena hanya ada biaya cetak dan potong saja, tanpa ada biaya lainnya seperti biaya lipat ataupun biaya laminasi.

Sekian artikel mengenai bedanya brosur dan flyer ini. Keduanya memang memiliki karakteristik yang berbeda, namun tujuannya sama-sama digunakan sebagai media pemasaran dan promosi untuk sebuah produk, jasa, ataupun layanan.

Sumber Referensi :

Tips Promosi Desain Grafis Untuk Menarik Perhatian Klien

Tips Promosi Desain Grafis Untuk Menarik Perhatian Klien

Tips Promosi Desain Grafis – Jika anda menjadi seorang desainer grafis tidak cukup dengan hanya bisa mendesain sesuatu dengan bagus, kreatif, dan inovatif. Jika anda tidak dapat mempromosikan diri anda dengan baik kepada pelanggan, maka semua keahlian tadi rasanya akan terbuang sia-sia. Karena jika anda bekerja di bidang desainer grafis khususnya freelancer, jika tidak bisa mempromosikan diri akan sangat merugikan diri anda.

Portfolio merupakan salah satu media yang banyak dimanfaatkan para desainer grafis untuk menarik perhatian pelanggan mereka. Namun, cara mempromosikan diri dengan menggunakan portfolio saat ini dinilai kurang efisien jika portfolio yang anda buat biasa-biasa saja dan tidak dibarengi dengan cara promosi yang lain karena jika hanya mengandalkan portfolio akan membuat diri Anda tampak kurang menonjol dibandingkan dengan banyaknya desainer grafis di luar sana. Jadi mulai sekarang, buatlah sesuatu yang bisa membuat diri anda berbeda dari desainer lainnya dengan tips promosi desain grafis ini.

Hal terpenting yang harus Anda pertimbangkan dalam mempromosikan diri anda ini adalah berapa banyak waktu yang Anda miliki untuk mempromosikan diri secara maksimal dan hasilnya dapat memuaskan. Jangan terlalu memaksakan diri dengan membuat rutinitas harian yang padat kecuali jika Anda merasa bisa melakukan pekerjaan yang menghasilkan sesuatu yang hebat di dalamnya setiap hari. 

Baca Juga Tips Belajar Desain Grafis Bagi Pemula

Tips Promosi Desainer Grafis Untuk Menarik Perhatian Klien

Seperti pekerjaan di bidang-bidang lainnya, seorang desainer grafis juga diharuskan untuk mampu mempromosikan diri mereka pada klien atau perusahaan yang sekiranya sedang membutuhkan tenaga atau jasa di bidang desainer grafis. Di dunia kerja, nilai akhir dari ujian tidak akan selalu menjamin seseorang untuk mendapatkan pekerjaan dengan mudah. Terkadang, pendekatan dan cara Anda dalam memasarkan diri dan hasil karya anda menjadi kunci paling utama untuk menarik perhatian klien ataupun perusahaan yang membutuhkan seorang desainer grafis. Berikut ini adalah tips promosi desainer grafis agar dapat menarik perhatian klien :

1. Membuat Website Pribadi

Tips yang pertama adalah anda harus mempunyai website pribadi yang dapat anda jadikan sebagai tempat untuk membagikan karya-karya yang sudah anda buat tentunya. Jadikan website atau blog Anda sebagai ‘lapak’ untuk memasarkan karya. Akan lebih baik kalau blog atau website tersebut Anda rancang sendiri, sehingga klien lebih tertarik dan mampu menilai sejauh mana keterampilan Anda dalam bidang desain grafis. Buat semenarik mungkin website pribadi anda dan jangan lupa untuk selalu mencantumkan kontak yang bisa dihubungi di dalam website anda agar memudahkan klien jika ingin menghubungi anda.

2. Personal Branding

Jika ingin mempromosikan diri anda, tentunya anda harus mempunyai personal branding yang kuat. Setidaknya anda sudah tahu akan mempromosikan diri seperti apa, untuk siapa, dan bagaimana. Anda harus mengetahui siapa target dari promosi anda. Anda harus menentukan semuanya secara matang-matang agar diri anda bisa dinilai profesional oleh calon klien atau perusahaan yang akan menyewa jasa desain anda.

3. Portfolio

Seperti yang dibahas di awal tadi, portfolio tidak akan efektif jika anda hanya membuat nya biasa-biasa saja dan tidak memaksimalkan potensi yang anda miliki untuk dituangkan ke dalam portofolio anda.

Anda bisa memulai dengan membuat portofolio online maupun offline. Dalam membuat porfolio, masukan hasil-hasil karya desain terbaik yang anda miliki dan jangan masukan semuanya karena akan terlalu banyak, kurang lebih anda bisa coba untuk memasukan 10 hasil desain terbaik anda. Untuk membuat portofolio online, anda bisa mencoba mengupload hasil-hasil karya anda di media sosial seperti facebook, instagram ataupun twitter. Silahkan anda pajang semuanya disana dan anda juga bisa menyertakan yang lainnya seperti project ataupun partner.

4. Mempunyai Koneksi

Penting bagi anda seorang desainer grafis untuk mempunyai koneksi atau jaringan yang sebanyak-banyak nya untuk menambah pengalaman. Jika anda memiliki koneksi yang banyak, anda bisa saling berbagi informasi mengenai pekerjaan anda ataupun tentang klien dan juga bisa saling support antara rekan yang bekerja di bidang yang sama.

Anda bisa coba juga untuk mengikuti event-event, workshop ataupun komunitas. Dengan mengikuti itu, anda bisa mendapat relasi yang lebih lagi jika anda pandai mempromosikan diri anda kepada orang lain. Bisa juga anda mendapatkan teman untuk membuat tim desain jika dibutuhkan project dengan skala yang lumayan besar.

5. Mulai Dengan Personal Project

Menunjukkan karakter dan keunikan Anda sebagai desainer grafis memegang peranan sangat penting saat mempromosikan diri di hadapan klien. Anda dapat memulainya dengan membuat sebuah personal project yang Anda buat disesuaikan dengan bakat dan minat yang anda kuasai tentunya. Beberapa klien seringkali membutuhkan talenta yang tak hanya mampu membuat desain yang dibutuhkan, tetapi juga memiliki ciri khas yang kuat pada desainnya.

Anda harus dapat luangkan waktu untuk memilah dan memilih karya terbaik dari berbagai desain yang pernah Anda buat untuk ditampilkan pada sebuah platform desain. Pastikan Anda memilih bukan hanya paling baik dari sisi hasil teknis pengerjaan, tapi juga unik dan menampilkan karakteristik dan ciri khas yang Anda miliki sebagai desainer grafis.

6. Jadilah Kreatif, Unik, dan Berbeda

Jika anda tidak membuat diri anda unik dan berbeda dari yang lainnya, maka anda akan bersaing dengan ribuan orang lulusan jurusan multimedia di luar sana. Jika anda hanya sekedar menawarkan jasa tanpa ada kesan yang berbeda maka anda bisa agak lama untuk mendatangkan klien tentunya. Dengan banyaknya persaingan diluar sana anda harus berusaha untuk membuat diri anda menonjol dan unik. Anda harus bisa membuat sesuatu yang memberikan kesan berbeda di mata klien anda dan itu merupakan tugas anda menjadi seorang desainer grafis agar dapat mempromosikan diri sehingga cepat untuk mendatangkan klien atau perusahaan yang membutuhkan anda.

7. Aktif Menulis Artikel atau Blog

Kredibilitas dan kuantitas Anda akan semakin baik di mata klien ketika Anda aktif menggunakan internet, seperti menulis artikel dan media sosial. Hal ini tentu menunjukkan bahwa Anda adalah desainer grafis yang selalu up to date dengan perkembangan zaman dan berpikiran terbuka dalam menghadapi kemajuan teknologi. Selain itu, rutin menulis blog dengan domain website yang menggunakan nama brand dari diri anda akan membuat diri anda semakin dikenal luas lagi oleh calon-calon klien anda nantinya.

8. Tetap Bersabar

Setelah anda melakukan semua tips tadi tentunya hal itu tidak akan langsung mendatangkan klien ke hadapan anda. Semua butuh proses, jadi tetap lakukan semua hal tadi dengan penuh kesabaran maka suatu saat nanti pasti akan ada klien atau perusahaan yang membutuhkan jasa desain dari anda. Jangan pernah untuk menyerah jika anda sudah gagal berkali-kali dalam proses mempromosikan diri anda bahkan jika anda pernah gagal dalam interview di perusahaan. Ingatlah bahwa kegagalan adalah sebuah kesuksesan yang tertunda.

Itulah tadi beberapa tips promosi desain grafis yang dapat anda terapkan untuk menarik perhatian klien dan juga perusahaan. Penting bagi anda untuk selalu up to date tentang job-job yang bertebaran di media sosial agar anda bisa mencoba untuk mempromosikan diri anda disana.

Sekian artikel mengenai tips promosi desain ini semoga dapat membantu anda untuk mendapatkan klien atau tawaran pekerjaan!

Sumber Referensi :